
Yah...Amara memilih pergi ke negara padang pasir tersebut lantaran Dokter yang akan menanganinya berada di sana, jadi untuk mempermudah semuanya ia pun di minta untuk terbang ke Dubai, Dan selama di sana Suster Susan akan menemaninya.
"Nona, apakah Anda baik-baik saja?" Susan kembali bertnya saat tak mendapat kan jawaban dari Amara, ia takut kalau-kalau penyakit Amara akan kumat selama di pesawat.
"Eh...ya..! Aku tidak apa-apa Kak, jangan khawatir, " jawab Amara saat melihat raut kecemasan di Wajah Susan, ia pun memilih memanggil Susan sebagai Kakak karena Susan jauh lebih dewasa darinya.
"Syukur lah kalau Nona tidak apa-apa, sebaiknya Nona tidur atau menonton saja agar Nona bisa sedikit terhibur dan tidak stres selama perjalanan panjang ini," Ucap Susan kembali.
Amara pun hanya mengangguk mengiakan ucapan Susan, dan setelah memakan waktu cukup lama kurang lebih delapan jam Amara pun kini sudah bisa mendaratkan kakinya di bandara internasional Dubai, sebelum melanjutkan perjalanannya ke Abudabi la dan Susan di jemput oleh seorang sopir yang akan membawanya terlebih dahulu ke suatu tempat yang berada di Dubai, tempat nya namanya Azman, sedang jarak nya dengan Airports bisa memakan waktu kurang lebih satu jam.
Di azman ia akan bertemu rekannya yang akan mengantarkan mereka untuk sampai ke Abudabi.
Sedangkan perjalanan Abudabi Dan Dubai bisa memakan waktu kurang lebih dua jam.
*
Sementara itu di Negara yang yang berbeda dan wektu yang berbeda, Seorang laki-laki nampak begitu sangat kacau, mulai dari penampilan yang sudah acak-acakan bahkan ruangan yang ia tempati pun kini sudah berantakan seperti kapal pecah.
Yah...sejak semalam Darandra terus saja mencari keberadaan Amara Namun lelaki tersebut tidak menemukan di mana keberadaan sang istri, meski ia sudah membayar orang-orang khusus yang hanya fokus untuk mencari sang istri, bahkan Seluruh penerbangan internasional dan domestik tak luput dari pemeriksaan nya.
Tapi Sayang semuanya Nihil tanpa hasil.
Darandra kini duduk terpuruk dilantai sambil melihat Vidio Amara yang sempat ia rekam Diam-diam tanpa sepengetahuan Amara saat terakhir ia berkunjung di saat itu ia Pura-pura sibuk dengan HandPhone nya, padahal ia secara diam-diam merekam wajah Amara yang lagi kesal dengan wajahnya yang terlihat lucu.
"Kenapa kau pergi dariku Amara,? kenapa kau berbohong padaku kalau kau mengatakan kau mencintai ku, kau tidak mencintai ku Amara, kau tidak mencintaiku...!" Darandra terus berteriak di depan vidio Amara, dengan perasaan yang campur aduk, Rasa sakit, kecewa, Rindu, Cinta, Dan tentu Rasa menyesal yang begitu besarnya. Kalau ia tidak berfikir jernih maka ia sudah membuang dirinya kedalam sungai yang deras yang banyak crocodile nya. Agar ia bisa lenyap bersama segala rasa yang kini tengah membelenggu rasa dan jawanya.
*
Seminggu sudah kepergian Amara namun hingga kini kabar kemana pergi nya tak ada yang tahu, dan mengetahui nya.
"Permisi apa Aku bisa bertemu dengan Amara?" tanya seseorang yang sedang berdiri di samping tukang kebun tersebut.
__ADS_1
"Ya Tuan Anda ingin bertanya apa?"
"Apa benar ini tempat tinggal Amara? karena seminggu yang lalu ia menyuruh ku datang untuk menemuinya di alamat ini,"
"Maaf Tuan Anda siapa nya Nyonya?"
"Aku kakaknya," Sahut orang tersebut yang sebenarnya adalah Damara.
"Maaf Tuan, tapi Nona sedang pergi, Anda tunggu dulu sebentar karena Nona juga berpesan jika Anda datang mencari nya mana Saya di suruh memberikan titipan Nona kepada Tuan" Ucap sang tukang kebun itu menahan Damara.
Sang tukang kebun itu pun masuk, Dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebuah amplop berwarna putih yang langsung di sodorkan nya.
Damara pun menerima amplop itu dengan penuh tanya di dalam hati nya.
Namun ia pun membuka Amplop tersebut dan membaca tulisan yang tertera dalam hati nya.
*
*Untuk kakak yang selalu peduli dengan ku.
Sekali lagi Aku minta maaf kak, Aku sayang Kakak*.
Adikmu:
Amara.
Damara mengpalkan tangan setelah selesai membaca surat tersebut.
"Apa kalian tidak tahu kemana pergi nya?" tanya Damara dengan wajah datar nya.
"Tidak Tuan kami hanya disuruh memberikan itu saja."
__ADS_1
la pun pergi dan memutuskan untuk mencari Darandra di rumah sakit karena dia itu tahu kalau Darandra kini bekerja di sana. Namun Darandra yang di cari pun tak ada, bahkan yang paling membuatnya emosi sekarang ini adalah Darandra ternyata meninggal kan Amara selama beberapa bulan dan tidak pernah menghibunginya, dan bahkan Darandra mempunyai wanita lain yang tengah hamil, bahkan wanita itu adalah mantan pacar nya.
Dengan perasaan yang benar-benar emosi Damara meninggal kan rumah sakit tujuannya untuk memberi perhitungan dengannya Darandra, karena kabar yang beredar di rumah sakit kenapa begitu santer terdengar.
Beberapa hari kemudian Darandra pun memutuskan mencari Amara kerumah utama karena dia merasa kalau Amara mungkin bersembunyi di sana. Bahkan Dad Anthony dan Mamy Cleo pun sudah mengetahui kepergian Amara dan perbuatan Darandra pada istri nya selama ini. Untuk itu Anthony menghapus namanya dari Hal waris keluarga Goshal. Namun Darandra tak ingin ambil pusing yang penting baginya sekarang ini adalah Amara berada di sisinya.
Lama Darandra berdiri di depan pintu nampak mulai ragu, hingga ia memutuskan memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok...tok...tok...
"Bajingan kau, aku menikah kan mu dengan adikku bukan untuk kau jadi kan pemuas nafsumu saja, atau bahkan jadi saksi perselingkuhan dengan mantan kasihmu itu bahkan kau membuatnya hamil."
Bugh.. bugh.. bugh.
Damara melayangkan beberapa pukulan di wajah Darandra hingga membuat Darandra mengalami beberapa luka lebam karena ia memang tidak melawan dan menghindar, Jelita, yang melihat kakak, sepupu dan suaminya, hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya, dan saat Damara ingin kembali menghajar Darandra dengan cepat Jelita menahan tangan suaminya itu agar tidak melakukannya lagi.
"Sayang kau bisa membunuhnya, biar bagaimana pun dia itu adalah Kakakku,"
Dan tanpa Jelita sadari ucapannya itu semakin memancing emosi Damara.
Damara memilih pergi meninggalkan istrinya yang masih saja ia rasa membela kakak sepupunya yang nyata-nyatanya sudah banyak berbuat salah bahkan sudah banyak menyakiti adiknya dan kini adiknya menghilang tanpa kabar berita.
"Pergilah dari sini Kak, sebelum aku juga marah pada kakak, kenapa kakak bodoh sekali kenapa Kak, kau membuat kami harus kehilangan Amara, apa kau puas sekarang kak, sebaiknya sekarang kakak pergilah dan jangan kembali menemui keluarga kami tanpa Amara," tegas Jelita mengusir sang kakak sepupunya itu.
"Justru aku kesini ingin membawa pulang Amara, aku tau kau pasti menyembunyikan nya kan,? aku tau aku banyak salah padanya tapi aku mohon kembalikan dia untukku aku akan menebus semuanya, semua kesalahan ku padanya aku akan menebusnya." Rengek Darandra.
"Jadi kakak menuduh kami menyembunyikan Amara?" Jelita menatap sengit pada Darandra.
"Tega Kakak ya,! kau yang membuat Amara pergi lalu kau datang menuduh kami menyembunyikannya, sekarang keluarlah dan mulai detik ini kau bukanlah sepupuku lagi,!"
Jelita pun masuk menemui suaminya meninggalkan Darandra yang masih berdiri mematung seperti orang yang linglung,
__ADS_1
la pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sulit untuk digambarkan.
"Amara kau kemana sayang?" Lirih nya.