Cinta CS

Cinta CS
10.Persiapan Ultah Pabrik


__ADS_3

Ultah pabrik nanti akan diadakan di villa yang ada didaerah Senggigi milik Papa Rose.


Memang setiap tahunnya selalu begitu, tetapi Rose sama sekali tidak pernah menghadirinya.


Rose berbelanja untuk pesta ultah pabriknya di sebuah mall.


Dia melihat catatan belanjaan ya, dia membeli beberapa door prize untuk karyawannya tepatnya.


“Rose ? “


“Emm... Iya”


Dunia memang sempit 😖😖😖😖😖


“Kamu beli apa ? “


“Beberapa kebutuhan untuk ultah pabrik, kamu sendiri ? “


“Aku membeli baju untuk bekerja”


“Emangnya nggak dapet seragam”


“Ada sih, tapi aku kurang suka”


“Yuk aku traktir”


“Nggak perlu, aku buru-buru”


“Rose please” Menggamit tangan Rose


“Sekali ini saja Rose”


“Maaf Rey”


Rose berjalan buru-buru agar tidak terkejar oleh Rey, Rose menoleh namun Rey sudah sangat dekat dengannya.


“Sekali saja Rose”


Rose akhirnya mengalah.


“Baiklah Rey tapi sebentar ya”


“Iyesss”


Rey mengajak Rose untuk minum di sebuah cafe yang tidak jauh dari sana.


☕☕☕


“Jadi apa kegiatanmu Rey”


“Aku bekerja”


“Gimana kabarnya Mama dan Papamu”


“Sehat kok, Mama sering nanyain kamu”


“Owhh gitu”


“Jadi sekarang kamu masih sendiri? “(bersamaan)


“Aduhhh” Rose menutup wajahnya.


“Kamu duluan”


“nggak... Kamu aja duluan”


“Aku”


“Mba ini pesanannya ya, mocca latte dan white coffe”


“Iya, makasih kak” ucap Rose lalu mengambil minuman yang disuguhkan


Rose lupa kalau itu panas dan membuat lidahnya terbakar.


“Auuwhhh panas”


“Hati-hati Rose”ucap Rey sambil menyeka sisa kopi di bibir Rose.


Keduanya tersentak momen saat bersama dulu.


Rose merasa malu dan mengambil tisu dari Rey.


“Oiya Rose aku lupa” Rey mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


“Kamu mau kembaliin”


“Iya, aku rasa sudah tidak pantas lagi aku memilikinya dan setiap minggu saat kamu tidak ada, aku selalu membersihkannya”


“Makasih sudah ngerawat apartemen kita”


“Besok akan jadi milikmu”


“Tidak, uangmu ada sebagian disini”


“Lupakan”ucap Rey sambil menyodorkan kunci apartemen.


“Jadi, kamu masih sendiri “tanya Rey lagi


“Iya, aku sibuk mengurus pabrik “ ucap Rose


“Baik, aku juga begitu “


“Aku melihatmu saat jalan-jalan minggu dengan cewek”(njirrr keceplosan)


“Wah kamu lihat ya, itu kan Melda, kamu nggak ingat Melda sepupu aku”


“Dia sudah sebesar itu”


“Masak ia dia nggak tumbuh-tumbuh”


“Apa kita bisa lihat apartemen “


“Modus”


“Aku nggak akan ngapa-ngapain kok” ucap Rey


“Aku nggak percaya”


Rose memicingkan mata, dia pikir aku masih anak SMP.


Eitsss itu kan Dika dan Diana, mereka selalu belanja banyak, luar biasa.


Dika memang beda saat diluar.


“Kamu lihat apa Rose”


“Emm itu, aku lihat karyawan ku”

__ADS_1


“Mana ? “


“Itu” sambil menunjuk Dika


“Owhhh ada oppa juga karyawanmu”


“B aja”


“Ehhh..... Aku pulang dulu ya, soalnya besok aku harus bekerja, kamu gimana? “


“Iya... Sama, makasih buat hari ini ya”


“Fine”


Rose melirik jam tangannya,walau terlihat tidak peduli pada Rey namun Rose merasa bahagia saat bertemu kembali dengannya.


Rose bersiap akan membuka pintu mobilnya namun ia mendengar suara orang bertengkar disana.


“Serius kamu, aku cuma minta lagi satu barang aja kamu nggak bisa ngasih”


“Tapi itu mahal banget, aku nggak mungkin habisin limit kartu aku”


“Terserah kamu deh, aku nggak peduli lagi jika tak sanggup belanjain jangan sok cari pacar !!! “


Rose terkejut saat melihat Diana yang melintas dengan wajah kesal.


“Gilak nih cewek, belanja segitu banyak masih kekurangan “


Rose melihat Dika yang tengah duduk diatas motornya.


Rose hanya diam dan tak ingin ikut campur urusan Dika dan Diana.


Rose melaju seolah tidak mendengar atau melihat apapun. Namun dalam hati kecilnya ia merasa kasihan pada Dika.


“Betapa kasarnya kata-kata Diana, dia ingat saat bersama Rey dulu , Rey memberikannya hadiah coklat saja dia sudah senang, ya memang walaupun Rose dari kalangan menengah keatas ia sama sekali tidak suka koleksi tas atau sepatu mahal dan bermerk ia lebih suka jika punya uang lebih langsung pergi untuk membayar les atau kelas tambahan, yah kembali lagi, lain orang lain juga sifatnya”.


📞Big Papa


P : “Hey Rose, apa kau sudah selesai belanja”


R : “Sudah Pa”


P : “Cepatlah kembali, Anggara menunggumu disini”


R :”Iya”


“Hisss.... Kenapa sih dia malah kerumah, aku malas banget dengan dia”


Nostalgia saat masih SMA


“oii emmm emmm yang dihukum karna lupa bawa crayon, awokkkkaokkkkk”


Rose hanya diam saat mendengar ocehan dari Anggara dan melanjutkan menggambar di luar.


Dia yakin sudah memasukkannya tadi pagi, namun saat Seni budaya sudah tidak ada.


“Karna aku baik, aku pinjemin “


“Najis, aku nggak butuh”


“Kamu lelah loo, belajar itu didalam kelas bukan diluar kelas”


“Bodo”


“Rose.... Kamu nggak apa-apa, hey menjauhlah dari Rose”


“Ehhh emangnya kamu siapa sok ngatur”


“Makasih Rey”


Disinilah Rose mulai dekat dengan Rey hingga Rose menjalin cinta dengannya.


Rose sedikit-sedikit mulai menyisihkan uangnya.


Berjualan minuman tanpa sepengetahuan Papanya bersama Rey.


Rey sering berkunjung kerumah Rose namun karna Papa Rose sering sibuk di pabrik jadinya ia jarang bertemu dengan Rey.


Yang paling paham dengan Rey adalah bik Karsi karna ia yang biasa menyuguhkan minuman untuknya.


Papa Rose tidak marah saat Rose memiliki pacaran, itu wajar karna ia pun dulu begitu namun suatu ketika.


“Rose Papa mau kamu kuliah di luar negri “


“Siap Pa”


“Tapi kamu putus sama Rey”


“Papa kalau bercanda kelewatan deh” sambil tertawa mengejek


“Papa serius, Papa mau kamu fokus belajar”


“Pah kan bisa LDR”


“KAMU NGGAK DENGAR PAPA BILANG APA !!! “


Rose yang tadinya tertawa kini terkejut.


“Lohh Pah, pasti ada alasannya kan aku harus putus dari Rey”


“Papa hanya ingin kamu fokus”


“Tega banget Papa”


Namun karna Rose menghormati Papanya ia tetap memutuskan hubungannya dengan Rey.


Padahal sebuah Apartemen telah terbeli dari usaha mereka berdua.


Hah kenapa Papa menyuruh aku untuk putus.


Rose memarkir mobilnya di garasi, nampak mobil Anggara juga ada disana.


“Sialan !!! Maunya apa sih”


“Rose cepatlah ini Anggara datang”


“Iya Pa” melangkah dengan malas


“Kamu belanja banyak banget”


“Iya... Buat ultah pabrik”


“Besok aku bantu ya”


“iya”(menjawab dengan malas)


“Dari tadi” (basa basi)

__ADS_1


“Nggak kok”


“Kalian berdua lanjut ngobrolnya ya” Ucap Papa sambil melangkah pergi.


Anggara melihat Rose dengan seksama.


“Aku tahu akhir-akhir ini kamu ketemu Rey”


“Jangan ikut campur masalah pribadiku”


“Aku tidak ikut campur, hanya melihat saja”


“Aku tahu kemana arah bicaramu “


“Sorry kalau kamu kesal”


Rose terdiam, kenapa ia selalu kesal pada Anggara.


“Sorry ya kalau aku jawabnya jutek”


“Kan kamu emang biasa jutekin aku”


“Entahlah”


Dari dalam rumah, Bik Karsi muncul untuk menyuruh Nona dan Anggara makan malam bersama karna waktu sudah jam makan.


“Ayo Anggara jangan malu-malu”


“Nggak malu kok Bik”


Bik Karsi sangat tahu Anggara, karna Anggara sering diajak Papanya kesini saat masih SD.


“Ayo Ngga, makan dulu”


“Makasih Om”


Hanya dentingan piring dan sendok yang mengisi ruangan saat itu.


Hingga Papa Rose memulai percakapan.


“Gimana usaha kamu Ngga ? “


“Lumayan Om”


“Bagus pertahankan ya”


“Iya Om”


Saat makan Papanya ditelpon oleh seseorang kayaknya penting karna ia langsung bangun dari meja makan.


“Papa pamit dulu ya, kalian terusin aja ada hal penting “


“Baik Papa”


“Baik Om, Hati-hati”


Selesai makan Rose mengajak Angga untuk nonton diruang TV.


Rose ingin memberi kesan yang baik walaupun sebenarnya hatinya masih sakit saat kejadian dulu.


“Aku suka film twilight”


“Sama sih, apalagi pas hujan-hujan “


Rose memicingkan mata dan Anggara terdiam.


Anggara mengambil kesempatan untuk duduk lebih dekat dengan Rose .


“Apaaan sih samaan dikit” sambil mendorong Angga


“Iya iya”


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam dan Anggara pamit pulang.


Rose merasa lega.


“Untung dia cepat pulang”


Di suatu tempat.


“Kamu yakin sama rencana ini”


“Yakin, karna kau benci banget sama dia”


“Kamu nggak takut”


“Setiap tahun aku diundang, aku hafal tempatnya”


“Okey, aku bantu kamu asala bayarannya cocok”


“Masalah uang jangan khawatir “


“Deal”


Di vila.


“Dika tolong aku dong pasang lampu ini”


“Iya Nona”


Rose akan turun dari tangga namun ia salah menginjak anak tangga dan Dika.


Bak adegan drakor ia malah mencoba menangkap Rose akibatnya ia pun tertimpa Rose.


Ternyata semuanya tidak seindah adegan film.


“Maaf Dika”


“Ngga apa Nona”


Semua staf yang membantu dekorasi vila pu panik.


“Hati-hati Nona”


Rose membenarkan pakaiannya dan Dika yang meringis sakit.


Rose menunduk malu saat melihat Dika.


Dika berjalan kearah Nona nya dan berbisik.


“Aku minta maaf Nona”


Entah apa yang terjadi hingga Rose tidak sanggup menatap wajah Dika.


Dika melihat ponselnya karna dari tadi berdering.


“Aku lanjut kerja dulu Nona”

__ADS_1


“Baik” jawab Rose tanpa melihat kearah Dika



__ADS_2