
“Perlahan namun pasti, Rose mulai mendengar Papanya meskipun saat ketemuan Rose akan menyuruh orang lain, Rose belum sanggup jika melihat wajah dari hasil pilihan Papanya”
Sementara itu dirumah Dika, ia memikirkan Nona nya yang sikapnya mulai berubah, mungkin aku hanya senang diperlakukan baik, ini juga sama persis dengan yang dilakukan Nona pada karyawan lainnya.
“Oke... Aku tidak peduli jika nanti aku akan ditolak”
Rose sudah tidak bisa terlalu menutup perasaannya pada Dika tapi ia kembali tersadar saat Papanya bilang ia sudah ada jodoh hahhh, semuanya terasa sempurna.
“Nona”
“Iya Dika”
“Jika aku ada salah maafkan aku, aku tak sanggup di diamkan begini”
“Maaf Dika, tapi kau memang tidak ada salah apapun padaku”
“Nona selalu menyapaku setiap pagi, minum teh buatanku, tapi akhir-akhir ini Nona telah berubah”
“Maaf Dika untuk kedepannya kamu tidak usah buatkan aku teh lagi”
“Apa ? “
“Kamu dengar kan”
“Iya Nona”
Dika keluar dengan lesu, pandangannya mulai kabur dengan air mata yang tidak mampu ia bendung lagi.
Rose keluar untuk memeriksa kesiapan bahan dan ia mencatat apa saja yang kosong.
“Aku akan belanja dengan Joe hari ini” gumam Rose sendiri
Rose mencari sosok yang bernama Joe namun tidak ada disekitar sana.
“Janet .... “
“Iya Nona”
“Joe dimana ? “
“Joe sakit Nona”
“Yahhh.... Baru aja aku mau ajak beli bahan, kalau gitu sama kamu aja deh ya”
“Iya Nona”
“makasih ya Janet”
“Sama-sama Nona”
Di mobil
“Janet... Aku ingin cerita apa bisa ? “
“Tentu Nona, aku siap mendengarkan “
“Aku sedang jatuh cinta”
Janet tampak terbelalak dengan pernyataan Rose yang jujur itu.
“Wawww itu hebat Nona, dengan siapa ? “ balas Janet namun dengan dada yang agak berdegup sedikit.
“Ada sih, tapi kamu tau sendiri kan, aku sudah dijodohkan “
“Nona jika Nona mencintainya dan dia juga sama, Nona kan bisa Backstreet “
“Aku nggak bisa kayak gitu ahh”
“Di coba aja loh Nona”
“Nggak mau ah, ini aja aku sudah cuekin orangnya beberapa minggu”
“Terus perasaan Nona, pas cuekin dia kayak gimana “
“Awalnya sakit sih karna aku dari awal baik-baik saja dengan dia”
“Emmm berarti Nona memang benar jatuh cinta ya”
“Kan aku memang bilang, aku sednsg jatuh cinta, aku nggak perlu nanyak ke kamu, eh Janet aku lagi suka nih lihat seseorang, apa aku sedang jatuh cinta ya, ? Menye-menye nyee....aku paham apa itu jatuh cinta Janet” Ujar Rose membuat Janet tertawa kecil
“Maaf deh Nona”
“Hemmm”
“Saranku Nons harus perlahan dulu ya, jangan nyatain duluan”
__ADS_1
“Iya, aku maunya gitu sih apalagi aku pernah trauma pacaran sama cowok “
“Iya makanya Nona harus sabar ya”
“Baik, aku akan coba deh Janet”
“Nahh gitu dong Nona, kalau bisa jangan dicuekin lah tapi buat dia terdesak agar ungkapin apakah dia juga suka dengan Nona ya”
“Iya”
Esoknya
Rose terlihat sedang menelepon seseorang.
“Kamu serius suka sama aku.... Ya ampun aku nggak nyangka deh”
“Kapan kita bisa ketemu, kebetulan aku juga lagi kosong”
“Baik.... Nanti atur jam lagi deh”
🍵
“maaf Dika, aku nggak lihat kamu datang”
“Iya nggak masalah kok Nona”
“Makasih teh nya”
“Baik Nona, aku permisi dulu”
Dika keluar dengan wajah yang sedikit masam.
Nona Rose dengan wajah cantik dan posisinya sekarang ini, pasti banyak yang suka dengannya, apalah aku yang hanya bungkus gorengan ini.
“Di galeri”
“Aku sudah usaha dan pernikahan tidak perlu buru-buru, beri waktu untuk mereka saling mengenal saja kan”
Menutup telepon
“Apa Rose bisa menerima Nervian dengan tulus”
Andai big Papa tahu bahwa selama ini Rose sama sekali tidak ketemuan dengan pacarnya yang bernama Nervian itu, pasti big Papa akan hancur hatinya.
Terlihat biasa dan tidak terlalu tampan dan bahkan hanya seorang dosen yang belum selesai kuliah.
Awalnya Rose berfikir ia dijodohkan oleh seorang pengusaha, tapi ini malah diluar dugaan dan kenapa orang tua selalu bertindak tanpa dipikir.
“Nervian sih lumayan tapi aku lagi suka dengan Dika, apa hanya sekedar suka saja”
Dika tak tahan dengan Rose yang sering menelepon saat ia datang membawa teh atau saat ia sedang beres-beres.
Hingga suatu ketika
“Nona apakah Nona sedang mengujiku ? “
Rose terkejut dengan kata-kata Dika yang tiba-tiba.
“Emm maksud kamu ? “
“Nona “
“Iya”
“Maksud aku, aku kan jomblo dan Nona terus menerus menelpon membuat aku merasa semakin kepikiran buat cari pacar”
“Ya cari aja”balas Rose yang asyik dengan hapenya padahal ia hanya menggeser galeri hape
“Memangnya kayak beli kacang di pinggir jalan”
Rose berusaha agar tidak terkekeh namun tetap saja tidak bisa.
Setelah Dika selesai Rose hanya bisa diam karna harapannya berbeda dengan apa yang ia dapatkan, Dika memang tak ada rasa padanya.
Sementara itu yang dipikirkan Dika sedang sibuk dengan segudang hadiah yang belum pernah satupun ia kirim, ia takut jika semua itu tak berarti bagi Rose jadi ia hanya selalu memberi makanan kecil atau minuman yang disukai Rose dan biasanya itu limited.
Dika tak pernah tahu jika Rose mulai menyimpan semua itu satu semua satu.
Semuanya tersusun rapi, jika gadis lain mengoleksi tas berbeda dengan Rose caranya menghargai kasih seseorang adalah dari barang apapun yang orang itu berikan.
Semua ini tak mudah didapatkan Dika, “ahhhaaa aku ada ide “
Saat waktu Dika membersihkan ruangan Rose, Rose meminta Dika membelikan tiket konser yang ada di LN.
Dika mematung mencoba tersenyum meski pahit melihat digit yang ada disana, jumlahnya bukan main.
__ADS_1
“Aku ngga ada cash jadi bisa bantu aku nggak, jam 00.00 ini tiketnya mulai dijual dan aku yakin pasti aku akan ketiduran “
“Baik aku pasti usahakan Nona dapat ini kok”
“Makasih ya aku bisa andalan kamu Dika, aku juga lagi sibuk minggu ini, aku ada pemotretan majalah Nusantara “
“Baikk Nona”
Dika melesat dengan kecepatan penuh menuju kampusnya.
“Dika apa ini seleramu ? , apa kau sanggup kedepannya “
“Tapi aku memang menyukai Nona”
“Aku paham Dika tapi ini jumlahnya bukan main”
“Aku akan habiskan TabunganKu”
“Dika kamu pikirin ini baik-baik lo dan kamu bahkan belum pacaran dan satu lagi, kamu nggak tahu perasaan dia ke kamu “
“Walaupun ia tak membalas perasaanku nantinya aku ikhlas “
“Temanku kalau bucin nggak main-main ya, semoga kamu dapat yang lebih baik dari yang lalu”
“Sippp”
Jam menunjukan pukul 00.00 Dika menunggu dengan sabar hingga 15 menit.
Hape Dika berdering 📱
Sebuah pesan....
Dika kau sudah stand bye
Maaf ya tidak ada tiket yang aku katakan
Aku hanya ingin tahu apakah kau mau atau tidak melakukan ini
Aku minta maaf...
“Jika ini betul Nona, aku pasti bantu”
“Alasannya”
Dika tak membalas pesan dari Rose dan Rose merasa gelisah
5 menit berlalu
10 menit berlalu
15 menit berlalu
Telepon Rose berdering dan Rose terkejut dengan suara lemah lembut Dika
“Aku menyukai Nona”
Rose tak mampu mengatupkan mulutnya.
Disisi lain Rose senang namun di satu sisi ia teringat bahwa ia sudah terikat dengan Nervian.
Sedangkan Dika sama sekali tidak peduli dengan perjodohan itu.
“Nona Rose, anda masih disana”
“Iya, aku masih disini”
“Maaf ya jika aku PDKT terlalu lama dan membosankan, aku takut karna Nona sangat berbeda denganku”
“Aku tak apa Dika”
“Jadi bagaimana Nona”
“Besok kita sambung lagi bisa nggak Dika”
“Bisa dong “
Dika membanting tubuhnya yang lemas karna ungkapan sayangnya ke Rose diterima dengan baik.
Rose melakukan hal yang sama, ayo lupakan Nervian sejenak.
Sementara itu Dika mendapatkan sebuah pesan.
“Aku sudah keluar dari penjara dan kau tak peduli padaku sedikitpun “
Dika langsung memblok nomor tersebut karna tahu itu dari siapa.
__ADS_1