
HAPPY READING..... 😊😊😊😊
“Aku nggak Terima ya, pakaianmu kayak gitu”
“Kenapa sih”
“Setelah selesai beberes aku ngajak kamu ke pantai, ntar kamu digodain”
“Ngga ada yang godain aku kok Rose”
“Awas aja ntar ya”
“Masak iya harus aku ganti lagi, jauh loo dari rumah aku kerumahmu”
“Hhmmm pokoknya awas aj kalau sampe kamu digoda, aku akan pukul kepalamu sampai kamu geger otak”
“Isssh kok kayak Ibu Tiri sih”
“Biarin, yuk... Kita jalan dah jam sembilan ini”
“Iya”
Semilir angin berhembus melewati pipi Rose yang memang tidak menutup jendela mobilnya.
“Sejuk banget udaranya “ ujar Nervian.
“Iya... Aku suka kalau udaranya kayak begini”
Mereka berdua bahagia dengan perjalanan ini, sampai lupa kalau mereka ke villa buat beberes, bukan liburan.
“Kotor banget lo Rose, yakin kita berdua yang ngerjain ini”
Rose mengangguk meyakinkan.
“Berarti yang biasa jaga sudah lama libur “
“Yapp”
“Yuk deh kita mulai”ucap Rose sambil mengeluarkan alat bersih-bersih.
“Mulai dari kamar dulu ya ntar baru ke depan “
“Siap Nyonya”
“Oke pelayan”
“🤢🤢🤢🤢”
Rose mulai membersihkan Villanya sambil mendengarkan lagu dari hpnya.
“I have loved you since we were 18
Long before we both thought the same thing
To be loved and to be in love
All I can do is say that these arms
Are made for holding you, oh-oh
I wanna love like you made me feel
When we were 18
“Ternyata Nona rajin juga”batin Nervian.
Setelah bagian dalam Villa selesai, Rose lanjut lagi di luar dengan memotong pohon dan tanaman hias yang sudah tidak berbentuk, ia membentuknya dengan rapi dan cantik.
Tak lupa juga kolamnya ia bersihkan, namun tidak terlalu kotor, karna Papanya sudah memanggil tukang kolam untuk mengganti airnya dan memberi obat kolam.
“Rose”
“Apaan ? “
“Seharusnya kamu nggak boleh gitu”
“Kenapa ? “ujar Rose sambil merapikan bonsai yang ada didekat kolam.
“Hampir semuanya kamu bisa kerjain, kasi orang lain juga napa”
“Kamu bisa nih !!! “ ucap Rose sambil menyodorkan gunting kebun.
“Maksud aku bukan gitu”
“Makanya.... Kalau nggak bisa jangan banyak omong”ujar Rose merebut gunting kebun dengan kasar.
Nervian menghela nafas panjang.
“Maaf deh, aku heran sih sama kamu, semua kamu bisa kerjain “
“Aku belajar juga ini, nggak bisa-bisa amat sih”
Nervian mengangguk seolah paham padahal tidak sama sekali.
“Aku ada bawa minuman , ambil di kulkas gih”
“Iya Nyonya “
“Sekali lagi kamu panggil aku Nyonya, aku libas kepalamu !!! “
“Iya deh”
“Duduk di depan kolam renang emang paling pas saat selesai bersih-bersih gini”
“Iya.... Serasa ngga ada beban”
“Bener banget, kayak ngga ada tekanan hidup gitu”
“Padahal nanti balik kerumah, pekerjaan numpuk, kuliah, dll”ujar Nervian.
“Hitung omzet, list orderan, gaji karyawan, bikin desain terbaru, cek barang yang masih ada, ikut fashion week, persiapan ke Jawa”
Nervian menoleh karna isi pikiran Rose agak beda dengan yang lain.
__ADS_1
“Tapi bedanya sekarang, aku ada kamu Nervian”ucap Rose dengan benar”
“Iya... Aku akan ada disetiap ceritamu kali ini”
“Jangan minta kissnya, mulutmu pasti bau asap”
“Jiahhhh.... Pede banget sih, kamu aja pasti bau amis “
“Kamu pikir aku ikan tongkol, bau amis”
“Memang !!! “
“Ku dorong juga kamu ya”
“Dorong aja, palingan kamu yang duluan jatuh wekkkk”
“Ohhh nantangin”
Akhirnya keduanya berakhir didalam kolam renang.
“Hahahahahha !!! “
“Bawa baju ganti nggak ? “
“Bawa dong, banyak !!! “
“Terus aku gimana ? “
“Yahhh mana aku tahu, aku ada jaket aja”
“Yadeh aku mau”
“Oke.. Yuk dah aku dah lelah banget nih !!! “
“Sama”
“Barengan ya Rose”
“Belum halal, jangan macam-macam”
“Iya iya, aku juga nggak serius amat kok”
“Habis ini kita ke pantai ya”
“Oke”
Rose mengeringkan rambutnya di ruang tengah Villa dan Dika keluar dari kamar utama.
“Dah yukk.... “sambil melirik jam
“Iya... Aku rapiin ini semua ya”
“Oke”
Rose menoleh pada Nervian sebentar lalu fokus menyetir lagi.
“Aneh ya”
“Nggak... Aku bersyukur aja bawa baju lebih”
“Haaahhhhhh” Rose memberinya nafas ampuhnya
“Jorok amat”
16.00
Di pantai 🌊☀🌊☀🌊☀🌊☀🌊☀
“Rose harusnya kita bawa sun... “
“Nihhh !!! “
“Ohhh... Ada ya”
“Iyalah.... “
Nervian menggosok wajah tangan dan kakinya.
“Lebih putih dia kayaknya”batin Rose
“Mau makan apa Rose ? “
“Aku mau jus alpukat sama French fries “
“Samain aja deh ya, aku order dulu ya”
“Yoi”
“Oiya Rose, apa anak-anak yang lain nggak curiga kita sering keluar berdua “
“Nggak lah Joe atau Janet juga sering kok”
“Iya tapi aku kan beda, kalau Joe ama Janet kan masih ada hubungannya sama kerjaan”
“Mereka dipikirin, emang dapet apa ? “
“Dapet apa ya, ngga ada “
“Sudahlah , aku nggak terlalu pusingin omongan mereka”
“Permisi mb dan mas, ini pesanan nya” meletakkan dua buah jus alpukat dan French fries
“Iya trims”ujar Rose sambil menyedot jus alpukat itu.
“Berarti Joe sering kamu ajak kepante gitu”
“Bukan bekicot, aku hanya ajak dia keluar belanja aja”
“Aku nggak percaya keong mas”
“Yaelah... Kok kamu gitu sih”
“Biarin”
__ADS_1
“Terserah deh, kalau nggak percaya”
“Iya iya aku percaya... Percaya”
“Gitu dong”
“Aku ada rencana mau coba bikin gaun pengantin”
“Bagus dong, tapi nggk sulit”
“Sulit sudah pasti, tapi pasti bisa kok kalau kita usaha”
“Benar deh aku dukung aja semuanya Rose”
“Makasih ya”
“Iya”
“Oh iya Rose, aku mau nambah es teh dulu ya, kamu mau ? “
“Nggak deh”
15 Menit berlalu
“Lohh Nervian kok belum balik sih, apa rame ? Hpnya disini lagi”ucap Rose.
Karna tidak sabar akhirnya Rose bangun dari tempat duduknya dan menyisir pantai tersebut.
Dari kejauhan nampak jelas Nervian sedang diganggu beberapa cewek .
“Nervian” si yang mempunyai nama langsung melambaikan tangan dan berlari.
“Ada apa ? “
“Dia minta nomor HP aku, tapi aku nggak kasih, aku bilang nggak hafal nomerku”
“Tapi kamu lama looh”merajuk
“Aku kan perlu ngomong yang baik juga supaya dia percaya”
“Iya deh”
“Maaf ya.. “
“Nggak apa tapi ceweknya banyak loo dan seksi”
“Dihhh... Aku nggak mau yang model gitu, pasti second”
“Jangan bicara kayak gitu, nggak baik”
“Maaf”
“Rose”
“Iya”
“Fotoin aku dong sekali “
“Oke”
“siap ya 1...2...3”
“Oke”
“Foto bareng yuk”
“Yuk”
“Jangan dipasang di sosmed”
“Iya... Aku tahu kok”
“Kenapa Ner” Rose melihat Nervian yang menggertakkan giginya.
“Ada hal penting yang harus aku lakukan”
“Apaan ? “
“Masalah kerjaan”
“Lahh... Kamu kan kerja sama aku”
“Iya... Tapi ini kerjaan kuliah”
“Aku kira apa”
“Aku antar kamu pulang langsung berarti ya”
“Nggak usah, aku mau kekampus aja, kamu mau anterin ? “
“Iya dong “
“Tapi kamu nggak malu”
“Kenapa emangnya “
“Aku kayak gini”
“Maksudnya ? “
“Iya, kamu kan Boss”
“Nggak apa kok, yuk deh”
“Iya... Tapi antar aku beli baju dulu ya”
“Oke”
Mobil Rose berlalu meninggalkan pantai yang mulai lengang.
Senja mulai merangkak menunjukkan kecantikannya menggantikan Fajar.
Semoga besok bisa menjadi hari yang lebih baik lagi.
__ADS_1