
“Ayo silahkan dimakan jangan sungkan ya Rose”
“Iya ibu” Ucap Rose saat ada dimeja makan rumah Nervian.
Nervian tidak banyak bicara dan bahkan tidak terlalu menatap Rose.
Tidak ada yang terlalu menyadari hal itu sampai ketika Rose dan Nervian duduk di halaman belakang rumah Nervian, mereka masih mematung tanpa obrolan sedikitpun.
“Nervian aku ada salah apa, kenapa aku bertanya -tanya tentang sesuatu yang tidak aku perbuat ? “ Batin Rose
“Rose sudah jam sembilan, ayo kita pulang”
“Baik Pa”
“Hati-hati” Kata Nervian tiba-tiba
Rose hanya diam dan langsung mengikuti Papanya.
Tiga hari kemudian Nervian tidak masuk kerja, hari pertama Rose masih tampak biasa namun saat memasuki hari ketiga ia mulai gelisah tak karuan.
“Jika aku kesana, nanti aku dikacangin sama dia, tapi aku juga khawatir”
“Baiklah aku akan kesana sepulang kerja “
Rose merasakan dadanya berdegup kencang seakan ini pertama kali ia datang kesana.
Rose mengetuk pintu dengan hati-hati.
Tak lama keluar Ibu Nervian.
“Rose”ucapnya dengan mata yang sembab.
“Ibu kenapa ? “tanya Rose khawatir.
“Lihat Nervian kedalam”
Rose langsung masuk kekamar Nervian.
“Aku mau ketemu sama Mila Ayah”
“Ayah nggak tahu siapa Mila”
Rose nampak terkejut dengan perkataan Nervian, Nervian tertidur namun bibirnya terus berkata Mila, saat melihat Rose ia berkata.
“Kamu datang Mila”
“Itu tunangan kamu Ner “
“Mila”ucap Nervian lagi
“Ya Tuhan”ucap Pak Dito hampir menangis.
Rose sadar ada yang tidak beres dengan Nervian.
Dia keluar perlahan sambil berfikir.
“Sejak kapan Nervian seperti ini Ayah ? “
“Tadi malam Rose”
“Ayah yang sabar ya”ucap Rose menguatkan padahal ia sendiri pun merasakan sakit yang sama
“Ayah yang seharusnya memberi kamu semangat Rose”
“Iya nggak apa kok Ayah”
“Apa itu bisa sembuh Rose ? “
“Bisa Ayah, panggil saja orang pintar”
“Tapi Ayah nggak percaya hal seperti itu dan ini pertama kalinya terjadi dalam keluarga Ayah”
“Kalau gitu kita berdoa saja Ayah”
Namun saat Rose masuk, Nervian melemparnya dengan pot kecil yang ada di mejanya dan membuat Rose sangat terkejut.
Entah bisikan dari mana Rose dengan rasa yang tidak takut sama sekali mendekati Nervian sambil menangis.
“Ner... Kenapa kamu begini, aku baru saja bahagia bersama kamu, kita sudah tunangan loo dan itu belum lama”
Rose melepas gelangnya dan memberikan pada Nervian entah itu membantu atau tidak.
Tiba-tiba Nervian tertidur dan Rose yang malah ingin muntah.
Rose berlari dari kamar Rose menuju toilet, badannya seketika panas.
Rose membaca doa sebisanya kemudian keluar.
“Nervian tertidur Rose”
“Iya Ayah”ucap Rose sembari duduk di sofa ruang keluarga.
“Ibu takut terjadi sesuatu dengan Nervian Rose, apalagi siapa itu Mila”
Rose menghembuskan nafasnya “Mila itu karyawan aku Bu”ucap Rose.
“Karyawan kamu”
“Iya.... Sebenarnya kejadian ini sudah lama, tapi aku tidak ingin cerita “
“Aku pikir Nervian dan Mila hanya sekedar berteman jadi aku diamkan, namun aku mulai aneh dengan sikap Nervian yang cuek padaku, ternyata memang ada yang tidak beres, aku tidak suka caranya”ucap Rose lagi.
“Ibu jangan sembarangan panggil orang ya Bu, takutnya malah tambah parah”tambah Rose lagi.
“Iya Rose”
Di rumah
“Bik Karsi...!!! Bik Karsi !!! “
“Ada apa Nona ? “
__ADS_1
“Aku ingin bicara sesuatu “
“Tentang apa ? “
“Nervian”
“Iya... Ceritakan saja”
“Ada yang tidak beres dengan Nervian “
“Tidak beres gimana maksud Nona”
“Iya seperti terkena black magic Bik”
“Astaga !!! “
“Iya Bik, aku sudah curiga dari awal, dia manggil-manggil nama cewek “
“Ceweknya kamu kenal ? “
“Iya”
“Ayo kita kerumah Nervian Nona “
“Sekarang ? “sambil melirik jam
“Iya”
Segera Rose mengajak Bik Karsi ke rumah Nervian.
“Rose kamu balik lagi”
“Iya Bu”
“Nervian masih tidur ? “
“Iya”
“Bu.... Aku bawa Bik Karsi untuk melihat keadaan Nervian “
“Iya Silahkan Rose, ayo masuk Bik”
Bik Karsi melihat sekeliling rumah.
“Pak Dito”
“Iya Bik”
“Coba tolong gali tanah itu”
“Tanah ? “
“Iya”
Pak Dito menuruti dan Pak Dito sangat terkejut saat menemukan sesuatu disana, Pak Dito tak berani memegangnya.
“Biar aku saja”ucap Bik Karsi yang mengambilnya menggunakan kayu dan ia meminta korek pada Pak Dito.
Bik Karsi terlihat membaca doa kemudian membakarnya.
“Semoga Mas Nervian keadaannya lebih baik ya”
“Itu apa Bik ? “
“Nona tidak perlu tahu, ayo cek Nervian”
“Baik... Ayo”ucap Pak Dito.
Nervian terlihat duduk namun wajahnya masih pucat.
Air matanya meleleh saat melihat Rose.
“Kesana Rose”ucap Pak Dito
Rose mendekati Nervian dengan takut.
“Kamu sudah sehat Ner ? “
“Emang aku sakit apa btw kok gelang kamu ada sama aku”
“Ohh kamu pinjem tadi”ucap Rose berbohong
“Ohh masak sih, aku nggak inget”
“Kamu mau makan ? “tanya Pak Dito
“Tumben Papa nanyak sama aku”ucap Nervian
“Yahh... Mau aja sih Papa nanyak, emang nggk boleh”
“Iya tapi ada Rose kan malu Pa”
“Ya ampun... “
Rose tersenyum melihat Nervian namun seribu tanya memenuhi isi kepala Rose.
Apa itu yang namanya black magic dan apa benar pelakunya adalah Mila ? Jika tidak kenapa ia terus menyebut Mila.
Ditengah perjalanan Rose bertanya pada Bik Karsi perihal bungkusan itu.
Bik Karsi bilang ada yang mengirim black magic agar Nervian suka padanya dan selalu mengingatnya tetapi rasa sayang Nervian terlalu besar untuk Rose sehingga black magic itu sering mental, tetapi memang tetap melekat pada Nervian intinya Nervian melawan itu meskipun black magic itu sudah hampir menguasai dirinya.
“Aku takut Nervian seperti itu lagi Bik dan Bik jangan cerita sama Papa ya aku takut ia khawatir “
“Tenang saja dan kalau bisa cewek itu dipecat aja Nona, lihat kondisi Nervian sampai sakit seperti itu”
“Tapi belum tentu Mila pelakunya Bik”
“Tetap saja berdasarkan cerita Nona dia ada juga sangkut pautnya”
“Entahlah Bik, kalau aku pecat dia kan malah tambah bahaya “
__ADS_1
“Saran aku aja Nona awasi dia, agar tidak terulang lagi”
“Pasti Bik”
Terlepas dari masalah Nervian timbul lagi masalah baru, yaitu Janet yang tiba-tiba resign tanpa alasan yang jelas.
Janet mengabaikan semua pesan dan telepon Rose.
Apa dia putus dengan Joe karna Rose mendengar kabar bahwa Joe akan menikah tahun depan ini.
Apa Janet ingin privat masalah ini ? Setidaknya beri aku kabar Janet meskipun kita tidak terlalu akrab.
“Joe.... Ada apa dengan Janet ? “
“Dia bilang resign padaku “
“Emm... Aku tidak tahu Nona”
“Kau pacarnya pasti kamu tahu kan “
“Aku dan dia sudah putus Nona”
“Ahhhh yang benar, kok cepat banget”
“Bukan aku mencampuri urusan kamu tapi, bantu aku agar ia jelas mau berhenti atau tidak dan katakan padanya ini terakhir kalinya aku bertanya”
“Baik”ucap Joe dengan pelan.
Rumah Janet.... 🏡
“Janet.... “
“Janet... “
“Iya”
Mata sembab rambut acak-acakan.
“Nona.... “
“Kamu serius mau berhenti ? “
“Iya Nona”
“Ada apa ?, aku ada salah sama kamu “
“Nggk Nona”
“Terus ada apa ? “
“Nona duduk dulu ya”ucap Janet sambil mengeluarkan air mineral.
“Joe akan menikah”
“Sudah kuduga”
“Kamu malu karna menikah gitu ? “
“Bukan gitu, aku sudah hamil”
“Terus “
“Joe nikahnya sama kakak aku... Huaaaaaaaaa........ “
“Sialan !!! Kok bisa gitu sih, sejak kapan”
“Semasih pacaran sama aku dia juga pacaran sama kakak aku si Jeni”
“Se***n......... Ayo kita cari dia”
“Nggak perlu Nona, aku bakal gugurin kandungan aku”
“Kamu juga !!! Kenapa mau aja dasar bodohhh”
“Enak.... “
“Si anj*** kamu ini”
“Maafin aku Nona”
“Aku kecewa sama kamu Janet “
“Kakakmu juga nggak punya perasaan , kenapa harus pacar adiknya yang diembat”
“Kasih aku ngomong sama kakak kamu”
“Janet ada tamu ya”
Terdengar suara dari dalam, Rose terkejut saat melihat wanita di kursi roda.
“Jeni.... Ini boss aku”
“Ohhh haloo kenalin aku kakak Janet “
Rose terdiam “tapi ini bukan alasan buat seperti itu.
Joe menikah karna terpaksa atau gimana ?
Tapi kenapa aku masuk ke dunia mereka.
Aku salah langkah
🌻🌻🌻
Keduanya menghela nafas panjang.....
“Aku.... Pamit dulu ya Janet”
“Aku ikut Nona”ucap Janet
“Kakakmu gimana ? “
__ADS_1
“Dia nggak apa-apa kok”