
Rose bangun dengan mata yang masih perih akibat mengantuk.
“Ya ampun aku lelah sekali, ternyata nggak mudah jadi pimpinan”
“Rose... Rosee.... “
“Aisshhh aku sudah bangun Papa !!!”Rose berteriak dari kamarnya.
“Heyyy..... Kenapa kamu membentak Papa”
“Emmm... Aku keceplosan sorry Paaa”
“Cepat bangun dan mandi habis itu keruangan Papa”
“Iyaaahhh”
Rose mengumpulkan sisa nyawanya yang tadi malam berpetualang ke negri dongeng.
Rose melangkah menuju ruang kerja Papanya.
“Capek ya”
“Lumayan Pa” Rose agak lemas
“Ini gaji yang sudah kamu total ya”ucap Papa sambil menyerahkan amplop besar.
“Thanks Pa, i love you” Rose melenggang
“Hey tunggu dulu”
“Apa lagi Pa”
“Ini buat kamu ya”
“Emmm apa ini Pa ? “
“Uang saku, buat nge mall karna kamu sudah bantu pabrik kita” 🏭🏭🏭
“Jangan Pa, mending buat modal aja aku masih ada kok”
“Nggak apa kok, Terima ya”
“Baik jika Papap memaksa”
“Papa nggak maksa kok, duh kamu ini”
Rose mengambil amplop kecil dari Papanya.
“Mahh, sekarang aku sudah dewasa dan aku membantu Papa diperusahaan kita, Mama do’ain aku ya”
Rose bergumam didalam hati.
Rose yang lupa dengan mobilnya yang belum beres, kembali ke ruangan Papa.
“Pahh mobilku kan masih di pabrik”
“Astaga Papa lupa, Papa telepon bengkel dulu ya, kalau sudah selesai di servis Papa suruh bawain kesini”
“Iya Pa”
Papa Rose menelepon bengkel tempatnya menginap servis mobilnya.
“Sudah kelar mobil Papa, sekarang sudah bisa diantar.
“Asiiapp kita tunggu sambil ngopi Pa”
“Okey bidadari Papa yang manja dan jutek”
“Ishhhh”
Rose menyiapkan sendiri kopi dan roti bakar yang akan dihidangkan kepada Papanya.
Setelah selesai ia kemudian duduk di teras rumahnya.
“Emmm enaknya surga dunia”
“Sok banget sih Papa”
“Ya ampun Rose, apa kamu nggak bisa muji Papa sedikit”
“Nggak pahh, bukan tipe aku muji-muji orang kayak gitu”
“Dari dulu kamu nggak berubah, padahal Mama kamu orangnya ramah dan santun”
“Yahhh mungkin aku dan Mama bertolak belakang Pa” ujar Rose sambil menyeruput kopinya.
Belum habis potongan roti bakar yang ia makan, mobil Papa sudah datang.
“Pahh itu orang bengkel sudah datang”
“Iya, sekalian periksa mobil kamu ya”
“Siap”
Rose merapikan semua sisa sarapan pagi kemudian bersiap untuk ke pabrik.
Rose merasa kesal karna schedule yang berantakan akibat mobil yang gembos.
Ciri khas tak tok sepatu Rose menjadi pusat perhatian pegawai pabrik tersebut.
Gajian awokkwkkk
__ADS_1
“Ayo datang sesuai urutan ya ke ruangan saya”
“Baik Nona”
Rose menghela nafas panjang, agak deg degan juga sih karna perdana.
“Coba di cek lagi ya jumlahnya “
“Baik Nona”
Satu persatu semua pegawai keluar masuk dari ruangan Rose.
“Terimakasih Nona”
“Sama-sama semoga bermanfaat ya”
“Iya Nona”
Rose yang sudah selesai dengan tugasnya keluar meninjau kinerja pegawainya.
“Permisi mb, saya mau ketemu Dika”
Rose yang sedang tidak fokus kemudian termenung mendengar nama Dika.
“Maaf ya mb, ini kan jam kerja emang ada kepentingan apa ya”
“Aku tadi chat tapi nggak di read sama dia”
Dalam hati Rose berkata, bagaimana dia mau balas chat orangnya sedang kerja.
“Aku bisa ketemu nggak”
“Evy.... Panggilin Dika “
“Baik Nona”
Evy memanggil Dika dan kemudian Diana mengajaknya keluar.
“Aku hubungin kamu nggak bisa”
“Aku kan kerja Di”
“Iya.... Ada hal penting nih yang mau aku kasi tahu kamu”
“Ehhh ada apa ? “
“ini coba kamu lihat “
Sambil menunjukkan ponselnya.
“Kenapa”
“Bagus nggak ? “memperlihatkan gambar tas
“Iya”
“Iya”
“Asyik makasih ya”
“Sama-sama, aku kerja dulu ya”
“Okey”
Dika kembali dengan wajah tersenyum namun tatapan Rose mulai mengganas.
“Dika.... Aku perlu bicara denganmu”ujar Rose ketus.
“Baik... Nona”
“Ada kepentingan apa Diana kesini”
“Dia... mau ngasih tau promo tas Nona”
“Aku kira hal yang penting “
“Sama, saya juga berfikir begitu awalnya”
“Lain kali jika tidak ada situasi atau hal mendesak, tolong jangan suruh dia kesini saat jam kerja, aku tidak suka”
“Maaf Nona, lain kali tidak lagi “
“Bagus, aku tidak mau jam kerja terganggu dengan hal yang tidak penting seperti tadi”
“Baik Nona”
“Silakan lanjutkan pekerjaanmu”
“Terimakasih Nona”
Dika berlalu dengan perasaan agak dongkol.
Dia berfikir Nona itu orangnya friendly karna ia pernah mengantarkan Dika pulang tetapi tidak, mungkin Nona sudah melupakannya.
Nona orangnya tegas dan agak jutek.
Tapi memang ada benarnya, promo tas bukanlah hal yang penting.
“Permisi apa ada Rose disini ? “
“Iya aku sendiri “
__ADS_1
“Hey Rose, aku ingin kita berbicara “
“Iya, ayo ikut ke ruangan aku”
Rose duduk diatas kursi menghadap seseorang yang tadi berbicara dengannya.
“Ada apa ? “
“Aku hanya ingin bertemu denganmu”
“Oh ya”
“Aku melihatmu di taman kemarin saat lari pagi”
“Owhh aku nggak tahu”(padahal ngeliat sampe nostalgia)
“Apa kita bisa ? “
“Tidak”
“Kenapa ? “
“Aku sudah belajar melupakanmu”
“Tapi sekarang kau sudah kembali Rose”
“Maaf”
“Aku minta kontakmu ya”
“Nomerku masih sama”
“Tapi aku hubungin selalu nggak bisa”
“Aku memblok kamu”
“Rose sampai segitunya kamu padaku”
“Rey, aku mohon aku sudah melupakanmu “
“Kau tahu Rose, betapa hari-hariku tidak berwarna saat kau pergi “
“Aku tetap tidak bisa, kau boleh menyimpan nomorku dan jika kau tidak ada perlu lagi silahkan pulang karna ini adalah jam kerja”
Rey tidak mampu berkata-kata lagi betapa Rose yang dulu sudah berbeda dengan yang sekarang dia hanya mengucapkan beberapa kalimat yang penting saja, dia cuek dan jutek tidak manis dan manja seperti dulu lagi.
Rose memang sudah berubah semenjak Papanya menyuruhnya menyudahi hubungannya dengan Rey, Rose merasa tidak ada yang indah saat itu.
Antara fokus dengan kuliahnya dan perasaannya yang terluka.
Tanpa sebab dan alasan yang jelas, Papanya memaksanya memutuskan Rey sejak saat itu Rose tumbuh menjadi pribadi yang keras, dingin dan agak jutek.
“Aku minta maaf Rey”
Rose memandang lepas kearah jendela.
Di mall
“Bos kamu agak jutek ya”
“Iya, tapi dia baik kok”
“Eh kita dah sampai nih”
Rasa ragu mulai mengalir ditubuh Dika.
“Ini Dika, bagus kan”
“Iya, lebih bagus dari gambarnya”
“Aku langsung bayar ya”ucap Diana
“Nggak usah, aku aja yang bayar”
“Lohh jangan Dika”Pura-pura nggak mau
Dika segera ke kasir dan membayarnya.
“Makasih Dika”(memang ini tujuannya ngajak Dika)
“Iya”
Dika yang sudah jatuh hati pada Diana, tidak peduli berapa uang yang ia keluarkan saat ini hingga ia sadar bahwa limit kartunya tinggal sedikit.
Dika nge SMS Ayahnya untuk mentransfer dengan alasan akan membeli beberapa buku.
“Yuk Dika kita pulang, sudah malam”
“Iya Di”
Dika hanya terdiam di motor karna menyadari apa yang ia lakukan tetapi ia benar-benar ingin membuat Diana tersenyum.
“Dika, aku nerima kamu”
“Serius ? “
“Iya”
“Aku sayang banget sama kamu Di”
“Sama”
__ADS_1
Ternyata Dika sudah nembak Diana sebelumnya dan Dika menunggu jawaban dari Diana, akhirnya malam ini Dika bisa tersenyum dengan jawaban dari Diana.
Walaupun dalam hati kecil Dika berkata”apa tidak terlalu cepat ya Diana memberi jawaban.