
Setelah hampir seminggu terkurung dirumah, Rose sudah kembali dipabrik dengan perasaan bahagia, hidungnya mulai mencium aroma lilin dan cat warna.
Semua baju pesanan Rey sudah selesai dan orderan terus meningkat semenjak Rose rajin mengupload desain bajunya di medsosnya, ia juga sibuk membuat konten kreator untuk tokonya agar lebih mengenalkan batik ke kalangan anak muda.
Hari ini galeri pun ramai dengan kunjungan anak sekolah.
Semua pegawai sibuk dan tidak ada yang santai.
“Nona Rose”
“Iya Pak Satpam”
“Ada undangan dari Tn. Alpond”
“Emm iya, Papa ngga ada ya ? “
“Lagi keluar Nona katanya ada klien yang mau ketemu “
“Baiklah”
Dirumah
“Pa ada undangan”
“Kamu datang saja, gantikan Papa”
“Ishh kok aku lagi, aku lagi setiap ada undangan selalu aku”
“Belajar Rose”
“Baiklah !!! Jawab Rose dengan ketus
“Dasar anak perempuan apa sih kamu ini, judes amat”
“Bodok !!! “
Dika
“Hallo Dika, tolong awasi Rose besok ya”
“Memangnya ada apa Big Papa”
“takutnya dia minum kebanyakan “
“Ohh iya”
“Nona bisa minum ? “
“Bisa tidak bisa pasti nanti dikasi “
“Baiklah”
🍻🍻🍻🍻
Pukul 20.00
“Ohh Edelweis sudah datang ya, ayo duduk-duduk”
“Minum ya minum”
“Iya, tapi aku baru belajar “
“Nggak apa kok dan saya akan inves di toko kamu ya”
“Terima kasih Tn. Alpond”
“Jangan sungkan Edelweis “
“Iya “
Dengan ragu Rose mulai menenggak minuman itu, kepalanya langsung pusing karna tidak biasa.
“Lanjut ya pestanya “
Tanpa henti semuanya terus menuang minuman pada Rose tanpa tahu bahwa Rose tidak bisa minum.
Saat masih kuat, Rose pamit pulang dan Dika sudah ada diluar tempat pesta.
“Nona”
“Brukkkk !!! Rose ambruk dan dipapah oleh Dika”
Rose tertidur dengan Dika yang setia di sampingnya.
Dika memandangi Rose dengan takjub sembari bergumam.
“Berat juga ya jadi pengusaha “
__ADS_1
“Ahhh iya Pak”
“Dulu saya hanya melihat Tuan Edelweis yang kelelahan dan mabuk seperti ini sekarang saya melihat Nona Edelweis” ucap Pak Sopir yang menjemput Rose
“Oh iya Dika tadi Tuan Edelweis berpesan ia sudah terbang ke Bangkok dan Tuan Dika disuruh untuk menemani Nona semalam saja”
“Apa??? Lagi ??? “
Dika merogoh hapenya dan benar saja ada chat dari Big Papa.
“hmmmmssss” Dika bernafas dengan berat.
“Padahal tadi Big Papa masih ada”
“Dika bantu aku masuk dong “
“Iya Nona”
Dika merebahkan Rose di kamarnya dan terlihat jelas bahwa Rose mabuk berat.
“Kalau nggak bisa minum kenapa harus dipaksa sih !!! Ujar Dika kesal
“Dika”
“Iya Nona”
Rose menarik tangan Dika dan Dika yang tak sempat terkejut langsung jatuh dalam pelukan Rose.
Dika tampak terkejut sekaligus takjub dengan betapa lembut milik Nona nya.
“Nona tolong aku harus bangun”
Rose memperketat pelukannya pada Dika dan Dika meronta-ronta tak tahu harus apa.
Paginya..... 🌄🌄
“Dika.... “
Rose bergidik saat melihat Dika dengan belahan baju yang setengah terbuka dan ia menatap kearah dirinya dengan mata yang amat mengantuk.
“Ohh aman” batinnya
Dika terkejut saat melihat Rose terbangun yang masih lengkap dengan baju pestanya.
“Maaf Nona saya ketiduran didalam” ucap Dika terbata-bata sekaligus masih melirik kearah Rose.
“Mesum.... “ umpat Rose
“Gpp.... Aku hanya bercanda kok”
Dika keluar dari kamar Rose dengan perasaan bersalah.
Rose mengguyur tubuhnya yang masih pusing dengan shower sambil air matanya terus menetes.
“Apa aku sanggup mengikuti Papa, baru segini aja aku sudah mau mati rasanya”
Rose mulai mengumpulkan ingatannya yang tercecer tadi malam.
Jika saja Dika tidak ada pasti aku sudah ada dimana saat ini.
Sementara Dika hanya planga plongo dan seperti akan takut dengan sesuatu.
“Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku bahkan pada Dika”
“Nona aku mau pulang “ Rose mendengar dari arah kamar mandi
“Iya... Tapi tunggu dulu“ ucap Rose
Rose keluar saat ia sudah berganti kostum.
“Nona hari ini aku ada jadwal siang di pabrik, aku mau pulang untuk istirahat dulu”
“Baik”ucap Rose dengan agak datar
“Aku pamit dulu Nona“
Saat Dika akan keluar Rose berkata”Dika lupakan yang semalam”
“Iya” jawab Dika dengan menunduk
Rose merasa batu besar menghantam dirinya.
Malam itu....
Rose yang sudah mabuk tak membiarkan Dika pergi dari tempat tidurnya dan semakin berusaha ia menjauh dari Rose Dika merasa tak kuat, namun Dika masih beruntung bisa lepas dari Rose.
Bagaimanapun Dika adalah laki-laki yang baik dan masih punya rasa hormat pada Rose, ia tidak mungkin memanfaatkan Rose yang sedang mabuk.
__ADS_1
Namun ingatan Rose yang mulai terkumpul membuatnya malu pada diri sendiri.
Rose mulai menyusun semua schedule untuk pabriknya dan ia berencana untuk melaksanakan fashion show, semua ilmu yang ia gali selama ini, satu persatu akan ia tutup dengan seluruh kegiatan di pabriknya nanti dan ia berusaha menarik semua investor, tak lupa ia akan mengundang model lokal untuk membuat majalah batiknya nanti.
Semua rencana sudah tersusun rapi dan Rose berjanji akan melibatkan seluruh karyawannya dalam fashion show nya ini.
Seminggu penuh Rose bekerja siang malam untuk menciptakan karyanya yang penuh dengan kebanggaan ini tentunya Mr. Roland turut andil dalam acara ini.
💬
Rose apa kau tau
Kau pikir kau itu sempurna
Dihh aku merasa jijik mendengarnya.
Sebuah pesan dari orang yang tidak dikenal membuat Rose menghentikan aktivitasnya.
“Siapa sih yang iseng emang ia pikir aku peduli gitu”
Pukul 03.00 Dini hari
“Nona.... Nona”
Kobaran api membakar seluruh pakaian yang Rose desain untuk fashion show, Rose ambruk dan dilarikan kerumah sakit karna shock.
Saat terbangun ia melihat Papanya yang sedang duduk diujung kursi kamar rumah sakit.
“Rose kamu sudah sadar”
“Paaaaa”
“Rose kita harus kuat ya”
“Paaa.... “ Rose tidak mampu berkata apapun, isak tangis memenuhi ruangan itu.
Bukan masalah biaya yang Rose pikirkan saat itu, tapi betapa ia sudah bekerja keras selama ini.
Rose melihat puing dari galeri nya yang hangus terbakar, yang diduga karna ada arus pendek, satpam yang biasa berjaga disana malam itu tidak ada karna sedang sakit jadi kebakaran tak bisa dihindarkan dan untuk keamanan pabrik ditutup dulu
“ Nona” Rose menoleh saat mendengar suara itu.
Dika.....
“Nona sudah baikan ? “
“Sudah kok”ucao Rose sambil menghapus air matanya.
Rose melihat notif di hapenya.
“Semua investor menarik saham mereka di pabrik Rose saat mendengar berita kebakaran itu”
Rose menahan air matanya agar tidak jatuh namun ia melihat Papanya yang wajahnya berubah 180°.
Rose terisak lagi dengan lebih keras.
Bulan berlalu dengan giat Rose menguras semua tabungannya dan melelang seluruh tasnya dan juga sepatu-sepatunha untuk membangkitkan kembali pabriknya.
Ia tak peduli lagi jika tidak ada investor toh juga dulu ia tidak punya investor.
Rose ikhlas jika semua itu hilang namun yang membuat Rose terpukul adalah Papanya yang mengurung diri dikamarnya.
Rose mulai mengajak Janet, jo dan Evy untuk melelang barangnya, tidak ada pilihan lagi terlebih Rose akan bertambah sakit jika tahu sebagian karyawannya sudah berhenti tanpa pamit pada Rose.
Memang tidak bisa disalahkan karna mereka juga butuh makan setiap hari.
Sebulan lebih sebelum acara Fashion Show dimulai Rose membangun kembali galerinya, meskipun tidak sebagus galeri awal ia merasa ini cukup untuk acaranya nanti.
“Rose.... “
“Mr.Roland”
“Aku mau bicara berdua denganmu”
“Baik”
“Aku tak punya banyak tabungan tapi mungkin ini bisa membantumu”
Rose sangat terkejut dengan bantuan dari Mr. Roland, Rose meneteskan air mata.
“Aku belum bisa menggantinya saat ini Mr. Roland “
“Aku tak butuh kamu ganti, aku inves ini buat kamu dan galerimu”
“Trims “
Mr. Roland merangkul Rose dengan penuh hari, namun ditengah haru itu Dika menatap Mr. Roland dengan iri hati, entah kenapa Dika merasa sesak saat melihatnya seakan Mr. Roland adalah orang lain dalam kehidupan Rose.
__ADS_1
Mr. Roland