Cinta CS

Cinta CS
42.Terkejut


__ADS_3

“Jadi kamu tinggal disini”


“Iya btw aku mau mandi dulu ya”


“Tadi kamu pergi, nggak mandi ? “


“Eheheheh”


“Ya ampun, gadis macam apaan ini ? “


“Gadis nggak mandi ........Uekkkkk”


“Yang kulakukan adalah menghemat air lagipula apa artinya mandi, toh wajahku tak berubah” ucap Rose dengan enteng.


“Hemmmm terserah apa katamu deh Rose”


“Tunggu aku ya”


“Iya”


Dika menyetel tivi dan menonton sembari menunggu si Rose mandi.


15 menit kemudian.....


🛁🛁🛁


“Emmm seger deh”


Dika memperhatikan Rose sambil menahan air liurnya yang akan menetes.


“Woyyy mata woyyy”


“Kenapa, aku ngeliat aja salah”


“Ngeliat nggak salah tapi caramu yang menyebalkan”


“Iya deh aku paling menyebalkan”


“Hemmm.... Jujur aja aku pengen cepet pulang “


“Sabar sih kan lagi nuntut ilmu”


“Iya aku tahu kok, tapi apa salahnya ilmu”


“Garing...garing ....jokes zaman katak nyuling.... “


“Minimal ngalah Dika”ucap Rose dengan dongkol


“Nggak mau, ya kali ngalah sama Rose “


“Kamu ini ihhhh” Rose mencubit perut Dika dengan gemas.


“Greget aku sama Nona”


“Rose..... Panggil aku Rose “


Rose ikut nonton dengan Dika sambil mengeringkan rambutnya.


“Mirip abis malam pertama”


“Terus aja ngomong, ntar aku usir kamu”


“Ngomong dikit aja salah”


“Emang dikit sih tapi coba deh kamu simak omonganmu yang sedikit itu”


“Iya iyaa.... Tapi btw pakai baju dong, pakai baju handuk terus dari tadi”


“Lahhh nggak apa-apa dong”


“Tapi aku nggak nyaman”


“Itu otakmu dah terkontaminasi sama got”


“Aku nggak ngerasa tapi aku hanya menghindari sesuatu yang berlebihan “


“Terserah kamu aja deh”


Rose bangun dari kasurnya dan akan membuat makan siang , masih dengan baju handuknya.


“Nona.... minimal gantiii !!! “


“Aku biasa kayak gini”


Tok tok tokkk.....


“Iya”


“Mau kemana ? “


“Ada tamu”


“Ganti baju dulu”


“Iya” ucap Rose dengan enteng membuka baju handuknya di hadapan Dika.


Dika reflek menutup matanya, “apaaan sih aku sudah pakai baju kok”


“Ohh”


“Aku sengaja bikin kamu ngoceh “


“Si paling ngerjain orang” batin Dika sambil menahan rasa kesalnya.


Rose membuka pintu dan terlihatlah seorang laki-laki seumuran Dika.


“Rose aku datang untuk ucapan selamat atas fashion shownu kemarin”


“Repot banget sih, ayo masuk”


“Makasi Rose”


Dika melongok dari dapur


“Ishhhhh..... Siapa sih itu”


“Aku buatin minum ya”


“Boleh deh”


“Kamu tunggu disini”


Rose menghampiri Dika yang masih sibuk dengan bumbu dapurnya.


“Dia siapa ? “


“Teman aku di tempat kursus “


“Kenapa dia kesini, apa dia sering kesini ? “


“Pernah sih sekali dua kali, kenapa ? “


“Dia cowok lohhh”


“Yang bilang dia cewek juga siapa”


“Tapi dia masuk kesini”


“Kamu kenapa sih lagipula aku sama dia cuma teman aja”


“ok”


Dika menahan rasa cemburu yang membara didalam dadanya.


“Yuk mending kamu gabung sama kita”


“Dengan senang hati Rose”


Dika duduk disamping Rose, ia menilai lawannya.


Jelas aku lebih tampan dari dia, badanku jauh lebih berbentuk dari dia, lihatlah kakinya yang kecil dan lemah itu, aku yakin tidak ada otot di balik bajunya itu.

__ADS_1


“Aku menang” ujar Dika tiba-tiba, membuat Rose dan temannya saling berpandangan melihat ke arah Dika.


“Ehhh.... Kamu kenapa Dika, apanya yang menang ? “


“Ngga ada kok” ucap Dika malu


“Yuk minum dulu”


Setelah berkenalan Dika dan teman Rose berbincang-bincang seputar fashion dan membuat Dika bosan dengan obrolan yang tidak menarik buatnya tapi demi Rose, ia ikut-ikutan tertawa jika ada yang lucu.


“Laaahhh aku kayak orang dungu, ketawa yang aku nggak ngerti”ucapnya sendiri


“Rose aku pulang dulu ya”


“Baik Pablo dan trims untuk bucket nya”


“Jangan sungkan, jika perlu sesuatu katakan saja”


“ok..... Spasibo”


“😊😊😊😊😊”


“Dia itu ada maunya sama kamu”


“Dihh... Mulai dah”


“Emang kenyataan kok”


“Kenyataan apanya”


“Dia aja sok manis dan baik sama kamu”ujar Dika kemudian membuang bucket dari Pablo di tong sampah.


“Ehhh......!!! Kok kamu buang sih”


“Aku bisa beliin kamu sepuluh yang kayak gitu”


“Tapi nggak harus di buang sekarang kan”


“Mau beli sekarang, ayoo”


“Dika.... Ini nggk lucu loohhh”ucap Rose sambil mengambil bucket pemberian Pablo.


“Aku kesel aja setiap liat bucket itu”


“Aissss.... ada yang cemburu “


“Aku.... Sama dia dihhh......!!! Lihat saja kakinya yang kecil dan kurus itu”


“Apa masalahnya dengan kaki”


“Kakinya aja kecil, mau dibandingin sama aku”


“Kok jadi kaki sih”


“Iyalah”


“Apa Rose tau, pasti dibalik bajunya ngga ada roti sobek kayak aku” sambil menggoda Rose


“Apaan sih kamu, emangnya kamu ada ? “


“Ada dong”


“Sudahlah Dika, aku jadi nggak nyaman sama obrolan kamu”


“Hehehehe maaf deh”


“Baiklah karna aku lagi istirahat, sekarang kita mau kemana ? “


“Aku pengen istirahat aja Rose”


Saat sedang bicara pintu apartemen Rose kembali di ketok


“Siapa”


“Rose ini Papa”


“Apaaaaa !!! “


“Tunggu dulu Dika”


“Apa aku nggak bisa nyamar jadi temen cewek kamu” ucap Dika sambil melihat tempat untuk sembunyi.


“Mana bisa, Papa sangat familiar dengan wajah kamu”


“Aku sembunyi aja ya”


Suara bel pintu kembali berbunyi.


“Rose .... kamu sedang apa ? apakah kamu di dalam “


“Tunggu Pa, aku masih pakaian “


“Iya, Papa tunggu”


Berlama-lama kemudian....🧔🧔🧔


“Maaf Pa”


“Kok kamu lama sekali “


“Iya.... Aku baru selesai mandi”


“Oke”


“Kok Papa balik ? “ Rose nampak ngos ngosan.


“Kamu nggak suka lihat Papa balik”


“Bukannya gitu, bukannya Papa bilang sudah berangkat”


“Papa berubah pikiran”


“Kenapa Pa, ada sesuatu “


“Iya”


“Tadi waktu mau jalan pulang Papa melihat wanita yang sangat mirip dengan Mama kamu”


“Pahhh.... Aku nggak larang Papa mau menikah lagi”


“Rose omonganmu terlalu jauh”


“Paaa tiketnya nggak rugi”


“Papa belum pesen kok”


“Terus apa wanita itu kesini”


“Iya.... Sepertinya ia tinggal di Apartemen ini”


“Papa balik hanya untuk itu saja”


“Dia sangat mirip Rose”


“Paahhh ini kan Paris dan yang Papa lihat pasti wanita bule kan”


“Iyaaa”


“Jadi dari mananya dia mirip ? “


“Rose..... bantu Papa ketemu dia”


“Pahhhh.... Aku nggak tahu dia tinggal dimana dan bagaimana jika ada suaminya Pa”


“Iya ya.... kok Papa nggk mikir sampai sana ya”


“Papa ihhhh”


“Oya Pa kita ngobrol sambil jalan yuk, aku mau beli beberapa bahan masakan”


“Kamu nggak suruh Papa masuk ? “

__ADS_1


“Rose emang mau belanja Pa”


“Oke oke kalau begitu “


Rose memegang tangan Papanya dan segera keluar dari kamarnya, setelah berjalan cukup jauh, Rose merogoh kantongnya.


“Duhhh ponselku Pa”


“Ambil deh.... Papa tunggu disini ya”


“Iya Pa.... “


Rose bergegas kembali menuju kamarnya.


“Dika !!! “


“Iya Rose “ Dika keluar dari kamar mandi Rose


“Ayo cepat pergi”


“Iya” Dika buru-buru keluar


“Nanti hubungi aku lagi ya”ucap Rose sambil berlari kecil.


Dika melihat Rose hingga punggungnya sudah tidak nampak lagi.


“Rose aku sayang kamu, cepatlah Terima aku”


Setelah berbelanja, Rose kembali ke apartemen dengan Papanya.


Mata Papa Rose tertumbuk pada sepasang sepatu cowok.


“Kamu olahraga Rose ? “


“Maksud Papa ? “


“Itu..... “sambil menunjuk sepasang sepatu olahraga.


Rose terbelalak”rupanya Dika lupa memakai sepatunya dan pulang dengan sandal rumahnya.


“Emm iya tadi niatnya mau lari-lari Pa, tapi nggak jadi”


“Ahhh kamu memang kayak gitu Rose”


“Ehehhe iya Pa”


Bernafas lega...


“Tapi dimana ya Papa pernah lihat sepatu kayak gini, kok familiar gitu” berfikir dan mengingat-ngingat


“Lagi trend Pa,,, banyak yang punya”


“Setahu Papa, kamu nggak suka beli barang yang lagi trend”


“Sesekali bolehlah Pa”


“Iya, jadi kamu mau masak apa ? “


“Emang aku ada bilang mau masak ? “


“Ada kan, tadi kita keluar beli bahan masakan”


“Oiya Pa... Aku lupa”


“Hemmmmm”


Setelah makan dan kenyang... 🍜🍜🍜🍜🍜


“Rose Papa terngiang-ngiang deh sama wanita itu”


“Pa.... Jangan asal Pa, ini di negara orang looh”


“Papa tahu kok”sambil memegang dagu


“Papa... Tenang aja ya nanti kalau Rose ketemu dengan wanita itu dan kalau dia single, Rose akan kasi nomernya Papa”


“Janji Rose “


“Iya Janji kok”


🔔🔔🔔


“Tunggu Pa... Ada tamu”


“Iya siapa ya”membuka pintu


“Aku dari kamar diujung sana dan aku bisa pinjam sapu sebentar, aku mematahkan sapu ku”


Rose belum menjawab karna tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Papa Rose yang tadinya duduk di balkon langsung menuju sumber suara.


“Bisa “ucap Rose lalu memberikan sapunya


“Rose”


“Iya.... Papa tenang aja ya nanti pas sapunya dibalikin “ Rose pun paham maksud dari Papanya.


Wanita yang dibicarakan tadi oleh Papanya adalah wanita yang meminjam sapu barusan itu, sekilas memang mirip Mama Rose hanya beda versi saja.


Orang tua kalau dah bucin melebihi abg, batin Rose.


“Papa mau menginap atau gimana ? “ sembari beres-beres.


“Nggak... Papa mau balik aja”


“Lohhh.... Katanya tadi mau cari tahu tentang wanita itu”


“Tadi Papa di chat sama Janet, katanya ada yang mesan banyak buat baju, Papa harus pulang Rose “


“Iya deh Pa, nanti Rose cari tahu ya Pa”


“Makasi Rose, Papa mau otw sekarang”


“Rose antar ya Pa”


“Jangan... Jauh dari sini, biar Papa telepon pakai mobil aja”


“Baik Pa, Rose sayang Papa”


Kali ini Papa Rose benar-benar berangkat, bukan seperti tadi.


📲


Dika fullsun


“Iya Dika”


“Tadi aku kaget banget Rose”


“Sama, untung aja nggak ketahuan loo”


“Bener deh”


“Oiya kamu nginep dimana ? “


“Aku mau sih nginep di hotel tapi bisa nggak bareng sama kamu”


“Eh enak aja, ntar kamu yang kesenengan “


“ Iya dong “


“Biar hemat maksud aku”


“Pokoknya nggak bisa Dika, bahaya tahu nggak sih”


“Bahaya kenapa, aku nggak bakal apa-apain kamu”


“Nggak”


__ADS_1


__ADS_2