Cinta CS

Cinta CS
6.Kalah saing ? enak saja !!!


__ADS_3

“Permisi aku ingin mencari Dika”


Suara merdu yang berasal dari luar ruangan membuat semua yang ada dikantor menoleh.


“Oh Dika ya, dia ada dibelakang”


“Dikaaa !!! “


“Iya Pak Jo, ada apa ? “


“Ada yang cari kamu tuh”


“Diana ? “


“Iya... aku bawain kamu makan siang”


“Trims ya Diana, kamu jadi repot”


“No problem Dika”


Diana kemudian berlalu, Dika memperhatikannya hingga punggung gadis itu menghilang dari pandangannya.


“Cuit.... Cuit..... Siapa itu Dik”


“Ohhh itu Diana kak”


“Dia kerja dimana ? “


“Di depan kak”


“Owhh disana, kok aku jarang lihat ya”


“Entahlah “ jawab Dika sambil menimang kotak bekal dari Diana.


Beberapa cewek single disana saling berbisik.


Makan siang pun tiba hari ini tumben banget Rose berbaur dengan karyawannya.


“Dika kamu dibawain apa tuh sama Diana ? “


Telinga Rose tiba-tiba menjadi sensitif.


“Dia masak nasi goreng “


“Enak nggak ? “


“Enak kok, ayo cicip kak Jo”


“Okey makasih, kamu sudah jadian sama dia ? “


“Belum Kak, lagi pedekate”


“Owh gitu, kamu kenal dimana”


“Diana itu temen sekolah aku dulu Kak”


“Emm gitu ya, CLBK dong”


“CLBK, cinta lama belum kelar” ujar Dika sambil terbahak-bahak


“Ada-ada aja kamu Dika”


Entah mengapa telinga Rose menjadi panas, apa yang sebenarnya terjadi, apa karna efek lama jomblo.


Tanpa disadari Anggara sudah ada dibelakang Rose.


“Rose... Aku datang”


Rose terkejut hingga terbatuk-batuk....


“Ada apa Angga, kamu datang tanpa memberi tahu”


“Emangnya kenapa Rose, apa aku tidak boleh datang”


“Boleh sih, tapi aku agak terkejut saja”


“Aku duduk disini ya”


“Silahkan”


Banyak yang membicarakan Rose saat itu, namun Rose tidak lagi memikirkannya.


Biarlah.


Rose dan Anggara mulai membahas seputar bisnis batik yang saat ini lagi booming di tanah Mataram dan baju batik pun sudah menjadi trend.


“Dengar-dengar kamu juga ikut sekolah fashion lagi ya”


“Iya aku mau belajar lagi Ngga”


“Kuat banget otak lu Rose”


“Halah kuat-kuatin aja deh”


“Hai Dika”


Yang mempunyai nama langsung berbalik ke arah suara.


“Diana ? “


“Kamu kaget”


“Iya, kok kamu bisa kesini”


“Aku lagi istirahat nih, mau makan bareng kamu”


“Ayo duduk” tawar Jo


“Trims”


Gadis bernama Diana ini lumayan anggun dan wanita banget parasnya manis dengan kulit putih bersih dan mata yang lebar.


Namun menurut Rose, make up nya terlalu tebal.


Anggara memperhatikan tingkah Rose yang memandang Diana.


“Kamu merasa kalah saing ya”


“Apa ? “


“Kenapa kamu perhatiin dia terus”


“Ngga ada sih”


“Kamu tahu nggak Rose, daya tariknya kuat banget”


“Kamu nilai darimana dan mengapa kamu bilang aku kalah saing”


“Aku kan bilang merasa, nggak menjatuhkan kok”


“Tetap saja aku kesal”


“Lihat betapa nyamannya orang-orang yang ada di meja padahal hanya satu orang yang kenal padanya “


“Bukan urusanku”


“Sudahlah”


“Sudahlah apa”


“Bagiku kamu tetap tercantik kok”


“Aku malas”


“Kenapa kamu jadi kesehatan, tadi kamu baik-baik saja”


“Aku nggak kesal” ( sebenarnya kenapa aku agak kesal saat Diana datang ya)


Kenapa aku agak kesal padanya, apa karna perhatian semua tertuju padanya yah wajar saja mereka melihat kan pada punya mata .


“Aku kenyang Angga, ayo kita ke kantor saja”

__ADS_1


“Baik tuan putri “


“Gggrrrrrr”


Di kantor


“Kamu ada perlu apa ? “


“Aku Cuma mampir lihat kamu aja kok”


“Owhhh aku kirain ada apa”


“Aku nggak lama kok, and tumben kamu nggak jutek”


“Ngga ada, lagi hilang mood aja”


Rose tidak tahu kenapa saat melihat Dika dan Diana serta anak lain akrab merasa seakan dirinya tidak dianggap.


Memang benar yang dikatakan oleh Anggara tadi, Rose m merasa dirinya kalah saing.


Tapi tunggu aku kan Bos dan dia karyawan emm beda kelas, namun Rose kembali berfikir bahwa ia hanya meneruskan bukan menyusun dari awal.


Rose merasa dirinya juga tidak begitu hebat.


“Tok..... Tok..... Tokkk”


“Iya”


“Nona..... Apakah ruangan ini mau dibersihkan ? “


“Memang saya bayar kamu untuk haha hihi”


“Maksudnya Nona apa ya, saya hanya bertanya saja”


“Bukannya memang tugas kamu bersihin ruangan saya dan seluruh ruangan disini kan”


“Iya... Tapi biasanya saya tetap bertanya Nona”


“Awhh sudahlah bersihin aja”


Anggara yang merasa tidak enak kemudian pamit pulang agar tidak ikut dalam konflik Rose karna walaupun Anggara tidak terlalu di sukai Rose namun ia paham sedikit tentang sikap Rose.


“Maaf jika saya salah Nona”


Rose tidak menyahut dan kemudian mengambil air minum.


Dika yang mundur saat memungut serpihan kertas langsung menubruk Rose hingga gelasnya mengenai seluruh tubuh Rose , mata Rose tampak berkilat karna kesal.


“Maaa maaaf Nona maaaf..... “


Rose membersihkan air yang mengenai bajunya, karna basah yang top Rose tercetak jelas dan membuat Dika salah tingkah.


Dika menatap ke arah lain dan Rose menempel ke jendela.


“Saya permisi Nona” Dika buru-buru keluar dengan dada yang berdegup kencang.


Rose merasa malu atas kejadian tadi, Rose membuka lemari bajunya yang ada disana dan menuju ruang kecil yang hanya Rose dan Papanya yang tahu.


“Sialan dia malah dapat durian runtuh” umpat Rose sambil mengganti pakaiannya ia mengganti semuanya dan menatap badannya dipantulan cermin.


“Aku yakin badanku lebih bagus dari Diana, wait..... Kenapa ishhhh “


Dika yang tidak enak atas sikapnya tadi tidak tahu harus berbuat apa dia memojok diruangan kerjanya.


“Aku salah apa ya”


Rose yang sudah siap dengan baju yang sudah terganti keluar menuju tempat produksi yang berjarak lumayan agak jauh dari kantornya.


Suara khas dari pantopelnya menggema di ruangan yang pengap itu.


Hari ini adalah hari terakhir rekapan dan berdasarkan petunjuk Papa,Rose akan bermalam disini bersama Jo dan Janet untuk menghitung gaji.


“Jo dan Janet aku butuh bantuan kalian nanti sepulang kerja ya”


“Baik Nona”


Waktu pulang pun tiba dan Rose sudah siap sedia dengan segala kebutuhannya.


“Semangat Nona “


“Iya”


Rose, Jo dan Janet mulai sibuk dengan kalkulator sementara Rose mulai merasa lapar.


“Aku agak lapar nih, kita makan dulu gimana ? “


“Boleh Nona”


Rose mengetik sesuatu di hapenya dan memesan di aplikasi makanan.


Tidak lama sekitar 30 menit makanan sudah sampai di depan kantor.


“Saya sudah di depan Nona”


Rose tersentak kaget karna si pengantar memanggilnya Nona.


“Emm iya langsung masuk aja ya, aku mau keluar”


Rose terperangah saat melihat apa yang ada di depan matanya.


“Dika !!! “


“Trims” ujar Rose


Setelah membayar Rose melenggang masuk .


“Jangan lupa bintang lima Nona”


“Yaaaa”


Pekerja keras batin Rose dan menutup pintu.


Jo dan Janet besok kalian bisa pulang lebih awal ya kalau lelah.


“Kita sudah biasa Nona dan Nona coba di cek kembali ya, semuanya sudah selesai”


“Baik Jo”


Rose mengecek jumlah gaji dan semua sudah pas.


“Trims ya atas bantuannya dan aku akan memberikannya pada Big Papa”


“Sama-sama Nona sukses selalu buat” grup canting kini”


“Good luck”


“Eh tau nggak tadi pas makan siang cewek yang namanya Diana itu datang” cerita Jo pada Janet


“Ohh yang benar, aku nggak ke kantin tadi”


“Serius aku, cantik sih anaknya feminim and sopan juga”


“Dika semenjak masuk sini banyak yang naksir tapi Cuma Diana aja yang berani datang kesini langsung “


“Betul”


Jo menyudahi obrolan yang membuat Rose menjatuhkan kunci mobilnya.


Setelah memungut kunci mobilnya, Rose terkejut karna ban mobilnya gembos.


“Papa ngasi aku rongsokan apa mobil sih, bikin perkara dah malam gini”


“Ada apa Nona ? “


“Ban mobilku gembos”


“Panggil bengkel aja Nona, aku mau aja anter Nona tapi aku boncengan sama Janet”


“Nggak apa kok Jo, aku telepon Papa dulu ya”


__ADS_1


R :”Pahh... Lagi apa bisa jemput Rose ? “


P :” Lah emang mobil kamu kenapa ? “


R :” Kempes Pa”


P :” Emmm... Kan kamu tahu mobil Papa di servis”


R : “ Owh kalau gitu Papa pake motor aja jemput aku”


P :” Papa nggak berani pakai motor keluar seluruh ini Rose makanya Papa beli mobil, kamu gimana sih”


R :” Terus Papa tega lihat aku sendirian disini”


P :”Coba kamu tiup dulu ban mobilnya”


R :”Aku lagi serius Pa”


P :”Iya sorry kamu telepon ojek online ya”


R :” Ishhh iya deh”


Rose menutup telepon dengan agak kesal, Rose memesan ojek online.


Ojeknya datangnya cepat karna memang ada didaerah sana.


Karna tidak memperhatikan hape, Rose tidak sadar bahwa ojek yang ia pesan adalah ojek yang mengantar makanan tadi.


“Nona ayo naik”


Jo dan Janet tersentak kaget.


“Lohhh...... Dika”


“Iya, ini aku Dika”


Rose tak kalah menganga namun dia kembali dengan gayanya yang cool.


“Ayo, Jo Janet hati-hati dijalan ya”


“Baik Nona”


Di motor Rose tidak banyak bicara dan Dika pun tidak memulai percakapan apapun.


Hingga di pertengahan jalan gerimis mulai menunjukkan eksistensinya.


Rose masih santai hingga akhirnya hujan yang berbondong-bondong mulai berjatuhan dari kaki langit.


“Nona kita pakai jas hujan dulu ya”


“Ya” jawab Rose singkat


Rose menyusup diantara jas hujan milik Dika, udara sangat dingin Rose mulai batuk-batuk hingga Dika pun mulai bertanya.


“Nona Okey ? “


“Iya”


“Lagi bentar kita sampai Nona”


“Emmm iya”


Rose berlari kecil dan melihat Papanya yang menunggu diluar rumah bersama security.


“Aduh aku belum isi saldo, berapaan Dika”


“12k Nona”


“Tunggu ya”


“Baik”


“Pah ada uang cash 12k”


“Ada”


“Oky trims”


Rose melesat dan memberikan kepada Dika.


“Makasi Nona Rose, jangan lupa bintang Lima”


“Yupp” ucap Rose kemudian berlari.


Rose basah kuyup dan dia segera mandi.


Rose menenggelamkan tubuhnya di bath up, Rose merasa rileks dengan air hangat yang ia pakai.


“Beraninya Anggara bilang aku kalah saing, aku benar-benar kesal hingga tujuh turunan dan 8 belokan” ucap Rose sambil membilas rambutnya.


Rose terkejut saat ponselnya berdering.


“Anggara chat aku seluruh ini”


💬


“Kamu sudah pulang ? “


📩


“Sudah kok”


💬


“Aku boleh nelpon”


📩


“Nanti ya, aku masih mandi”


Tiba-tiba panggilan video call masuk.


“Hey berapa mesumnya Anggara ini”


Rose mematikan ponselnya.


“Lagipula kenapa aku kelolosan bilang mandi ke dia.


Di rumah Dika...


“Ayah, Dika pulang “


“Selarut ini Dika”


“Nggak apa kok Ayah”


Dika membasuh kakinya dan bergegas mandi.


“Jangan terlalu lelah Dika”


“Iya Ayah”


Malam itu langit masih hujan hingga yang nampak hanya gumpalan awan gelap.


Owhhh Diana chat aku, Dika menscroll hapenya.


Diana mengirim gambar tas.


💬


“Bagus nggak menurut kamu”


📩


“Iya, kamu suka ? “


💬


“Suka, besok antar aku lihat ya”


📩

__ADS_1


“Siap”


__ADS_2