
“Nggak bisa ini terlalu cepat”
Rose menarik nafasnya dalam-dalam lalu bolak balik di kamarnya.
“Apa aku Terima ya, tapi terlalu gampangan vibesnya aku nih”
“Argghhhh”
“Nona Rose”
“Nona Rose”
“Emmmm”
“Nona Rose sudah jam 08.00“
Rose menggeliat karna masih lelah bertarung dengan perasaannya sendiri.
“Aku keluar lagi bentar bik”
“Iya Nona”
Rose memulai rutinitasnya seperti sarapan dan siap-siap untuk ke pabrik.
Pabrik
“Nona ada yang nyariin”
“Siapa ? “
“Katanya namanya Rey”
“Baik terimakasih “
Rose berjalan menuju Rey dan terlihat Rey sedang membelakangi Rose.
“Ada apa lagi Rey ?, bukannya semua bajumu sudah selesai”
“Bisa kita bicara sebentar saja Nona Rose “
“Baik”
Suasana agak canggung dan Rose berusaha untuk tenang.
“Aku ingin kau memberi waktu padaku seminggu saja”
“Waktu, maksud kamu waktuku ? “
“Ya.... Seminggu saja”
“Untuk apa”
“Jalan-jalan denganku”
“Kenapa aku harus melakukannya ? “
“Anggap saja ini permintaan terakhir ku sebelum aku keluar negri”
“Hemmm.... Sayangnya aku sudah mau jadian sama seseorang, aku takut nanti dia kecewa”
“Aku yang akan bicara padanya “
“Maaf aku tidak bisa Rey”
“Seminggu ini saja Rose”sambil menyerahkan sebuah amplop coklat.
“Apa ini Rey”
“Bukalah Rose”
Rose membukanya dengan perlahan “ Ini saham dari kamu”
“Iya, semua untuk perusahaan kamu”
“Kamu serius, kenapa mesti perusahaan aku”
“Aku percaya padamu dan meski kita tidak bisa bersama aku tahu kau bisa tersenyum saat melihat kertas ini”
“Iya sih tapi ini berlebihan nanti kau akan menjalani hidup seperti orang lain juga kan, jangan lebaylah memberi aku semua uangmu”
“Rose ini semua bukan hanya sekedar uang saja”
“Baiklah Rey, aku penuhi” ucap Rose tanpa berfikir konsekuensinya.
Esoknya Rey sudah bersiap dengan mobilnya.
“Aku sudah izin sama Papa kamu juga looh”
“Iya... Papa juga sudah cerita “
Rey nampak tersenyum sepanjang perjalanan.
Memang selama pacaran dengan Rey dulu, Rey sama sekali tidak pernah menyakiti Rose apalagi sampai membuatnya menangis.
“Kamu mau makan dulu”
“Nggak usah, aku sudah sarapan tadi”
“Okey, kita ke benang kelambu ya”
“Yoiii”
__ADS_1
Rose mulai lelah saat menapaki jalan menuju benang kelambu, Rey terus memapah Rose dan tertawa sepanjang perjalanan.
“Kau kelewatan Rey”
“Habis kamu sih kayak Jompo aja”
“Biarin”
Rose yang agak bete mulai tertawa saat melihat Rey yang entah mengapa merasa bahagia sekali.
Sesuai janji Rose berjalan-jalan dengan Rey selama seminggu.
“Makasi ya Rose buat waktunya, jadi aku bisa tenang pergi ke luar Negri”
“Iya... Jaga diri ya jangan makan pedas”
“Siap”
Saat akan turun dari mobil,Rey menarik tangan Rose.
“Aku akan tetap mencintaimu meskipun aku tak bisa memilikimu Rose”
Rose memberi ruang pada Rey.....
Sebulan berlalu, memang sulit untuk mengukur waktu dan bahkan kini Rose akan bersiap juga ke Jawa membeli bahan-bahan yang mulai menipis.
Hari ini Rose bangun kepagian dan tanpa sengaja melihat bik Kardi yang memakai baju serba hitam.
“Bik Karsi mau kemana sih”
Namun Rose mengabaikan dan melupakannya, maklumlah Rose adalah tipe-tipe orang yang jarang mengurusi orang lain.
“Nona jalannya benar kan ke makam Mama ? “
“Iya... emangnya kamu nggak pernah lewat sini”
“Jarang sih”
“Aku mampir beli bunga dulu ya”
“Baik”
Hari ini Rose akan ziarah ke makam Mamanya dan ia mengajak Dika sebab ia ingin menambah kedekatannya dengan Dika.
Papa yang mengerti seakan tak mau mengganggu dan mengiyakan segala kegiatannya dengan Dika.
Saat sampai dimakam Rose berdoa, setelah dirasa cukup Rose balik namun ditengah perjalanan matanya tertumbuk dengan mawar tujuh warna pada makam yang kelihatan masih baru.
Dengan rasa ingin tahu yang besar Rose melangkah kesana.
Semakin dekat dada Rose berdegup kencang, saat membaca nama yang ada di batu nisan, Rose tak mampu menutup mulutnya.
“Nona bangunlah Nona”
Beberapa jam kemudian.... ⏳⏳⏳
Rose menggeliat dan mengusap matanya, disekelilingnya sudah ada Papanya dan Bik Karsi.
Rose memeluk erat Papanya, dan terisak dalam pelukan Papanya.
“Sabar ya sayang, sabar”
“Ini nggak mungkin Pa, namanya pasti sama aja kan, ini kebetulan kan”
“Maafkan Papa Rose”
“hikkks.... Hiksss.... Hiks..... “
“Papa minta maaf anakku Rose”
“Aku pasti mimpi kan Pa, aku salah baca bilang iya Pa”
“Rose Papa minta maaf tapi apa yang kamu baca itu benar nak”
“Bohong Pa,,,, Papa bohong kan kemarin seminggu full Rose keluar sama Rey, dia sehat Pa”
“Rose tenangkan dirimu, Papa mohon”
Rose terluka, hatinya hancur , perasaannya saat ini sedang dikoyak, bagaimana mungkin Rey yang begitu sehat dan baik-baik saja bisa meninggal secepat itu.
Rose masih berharap itu mimpi belaka dan ia terbangun dari mimpi buruk itu.
Tapi nyatanya itu sia-sia belaka, Rey memang sudah tidak ada lagi, bukan keluar negri tapi keluar dari kehidupan Rose dan kehidupan semua orang yang mengenal Rey.
Rose mengurung diri selama satu minggu, ia kesal pada Papanya yang selama ini sudah tau bahwa Rey sakit parah, ia benci dengan semua orang yang tahu tentang Rey dan menyembunyikan dari dirinya.
Rey i miss u....
“Nona ini aku Dika”
“Ada perlu apa Dika ? “
“Kita butuh Nona di pabrik”
“Aku lelah Dika” menahan tangis dari dalam kamar.
Dika merasa kecewa dengan kondisi Rose, saat ia percaya Nona nya akan dekat dengannya dan ada harapan namun Nona nya masih sangat mencintai mantan kekasihnya yang kini telah tiada.
Dika tidak cemburu namun merasa akan lebih sulit membuat seseorang membuka lembaran baru disaat kondisinya seperti ini.
“Apa aku bisa ada dalam kisah ini, aku sudah masuk dalam cerita Rose dan Rey dan aku juga akan menyelesaikannya”batin Dika
__ADS_1
“Gimana Dika ? Apa Rose mau keluar kamar “
“Tidak big Papa”
“Sabar ya”
“Iya”
Semenjak Rose menutup diri dari dunia luar, Big Papa mulai sibuk dengan semua urusan di pabrik dan galery nya.
Dika pun dengan setia ikut membantu semua urusan bosnya itu.
Dika sudah tidak berharap pada balasan cinta dari Rose karna ia tahu itu sudah tak akan mungkin lagi namun ia selalu profesional dalam bekerja hingga Rose kembali ke pabrik.
Nona
Sudah satu bulan berlalu
Kembalilah.....
🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷
“Rose Papa ingin bicara “
“Bicara saja Pa”
“Boleh Papa masuk”
“Iya”
Rose Papa tau Papa salah karna tidak cerita dari awal.
“Pa.... Setidaknya jika aku tidak putus dengan Rey, aku bisa menemaninya hingga tutul usia”
“Rose.... Dengar Papa”
“Papa selalu saja begitu, semua Papa dengar Papa, apa yang tidak aku dengar selama ini Pa.... “
“Rose.... Ini semua keinginan dari Rey”
Rose terdiam
“Maksud Papa”
“Rey yang inginkan ini semua Rose, bukan Papa”
Rose terdiam
Papanya mengeluarkan sebuah amplop coklat dan menyerahkan pada Rose.
Dengan perlahan Rose membukanya, isinya sepucuk surat dan flashdisk.
Dear Rose separuh hidupku
Bagaimana mungkin aku lupa pertemuan pertama kita, hingga kita bisa seperti sekarang ini.
Gadis kuat dan hebat ku selalu membuatku jauh dibelakangmu.
Rose jika kau menerima surat dan flashdisk ini, aku sudah tidak ada lagi.
Mengapa aku merahasiakan ini, karna aku tak mau kau sedih dan merasa bersalah, maaf aku tak jujur dari awal.
Rasa cintaku sangat besar padamu membuatku takut kau sedih dan banyak berfikir.
Maaf membuatmu kesal pada Papamu dan maaf untuk hari-hari buruk yang terjadi saat kita putus.
Itu semua ke mau aku, Rose aku tidak sakit kok, hanya saja aku sedang berjuang di akhir cerita hidupku jika lanjut berarti happy ending dan jika tidak berarti happy ending juga, semua yang kita lalui, happy ending kok.
Rose... Aku juga adalah anak dari Bik Karsi.... Emmm jangan tanyakan tentang itu ya karna akan panjang sekali jika aku ceritakan disini.
Rose....
Aku tak pandai berkata-kata tapi saat mengingatmu aku punya sejuta tulisan untuk menceritakan dirimu.
Rose teruslah hidup dan berjuang untuk mimpimu.
Aku sayang kamu Rose dan aku akan menjagamu dari kejauhan.
Salam Cinta dari Rey
☺☺☺
Rose melipat kembali surat dari Rey dengan baik dan mengambil flasdisknya.
Rose tersenyum kecil, “Rey kau adalah seseorang yang terhebat dalam kisah hidupku.
Seperti yang di pikirkan oleh Dika, Rose melupakan isi hatinya yang pernah ia ungkapkan dulu.
Meskipun Rose datang kembali ke pabrik, ia tak banyak berkomunikasi lagi.
Setelah selesai melihat ia pun kembali ke kantor dan hanya keluar pada saat pulang.
Dika tak mampu lagi untuk mengeluarkan lelucon saat ia mengantar teh kesana.
Rose.... Nona ia sudah tak peduli pada apapun lagi selain pekerjaan.
Akankah ada harapan untuk Dika.
Dika
__ADS_1