
“Dika itu pacar idaman lohh, dia mau bantu aku pas mati lampu”
“Iya tapi kan kamu sudah ditolak”
“Ya sebelum janur melengkung”
“Gila kamu ya”
“Biarin”
Janet menyimak pembicaraan Mila dan temannya sambil menyapu dan ia sengaja lama agar terus bisa mendengar obrolan itu.
“Emang jam berapa ia kesana ? “
“Jam 10 malam”
“Waduh.... Ngeri dong”
“Iya... Makanya tunangan dia pasti beruntung banget ya”
“What... Dika sudah tunangan ? “ batin Janet
“Nona juga sudah tunangan tapi malah aku yang jadi dia and gimana kelanjutannya ya, aku belum pernah nanya am Nona”imbuh Janet lagi namun telinganya tetap tajam mendegar obrolan.
Percakapan itu terhenti saat mendengar mobil Rose datang dan mereka semua termasuk Janet,bersikap seolah tidak ada apa-apa. Biasa...pasti kalian yang kerja dimanapun pernah melakukannya kan, ayo ngaku.
“Selamat pagi Nona Rose”sapa seluruh karyawan pabrik yang ada disana.
“ Selamat Pagi semuanya “
Rose langsung berjalan menuju kantornya, dia menyiapkan segalanya.
Mulai dari orderan dan mengecek sisa bahan yang masih ada.
“ Nona...”
Rose berbalik mendengar suara itu.
“Ehhh.... Dika kan kamu masuk siang hari ini”
“Cieee.... Yang udah hafal jadwalnya”
“Apaan sih... “ujar Rose tersipu
“Aku bawain bekal dulu, aku kepikiran ntar kamu nggak makan”
“Makanlah”
“Katanya mageran “
“Ehehehehe “
“Aku pamit dulu ya”sambil mengusap kepala Rose.
“Iya”
Saat makan siang Rose didatangi oleh Janet.
“Nona... Aku ada cerita nih”
“Ghibah kamu”
“Dikit doang, ini tentang Dika”
“Kenapa ? “
“Kayaknya dia lagi dekat sama Mila deh”
“Uhukkk.... Uhukkkk” Rose langsung tersedak mendengar ucapan Janet.
“Nona.... Nona.... Minum dulu”ujar Janet
“Iya... Makasih”
“Tapi aku dengar dia sudah tunangan ya, sama kayak Nona”
“Emmm.... Nggk tahu tuh “
“Aku dengarnya gitu tadi, Mila bilang Dika jam 10 malam ke kostnya buat bantu pasang lampunya yang mati”
“Baiknya ya” ujar Rose dengan hati yang dongkol
“Awas kamu Dika !!! “ batin Rose
“Aku balik duluan ya Janet, masih ada yang harus aku urus”
“Iya Nona “
“Hemmmm..... Aku benar-benar tidak percaya ini tapi aku akan tetap positif thingking, apalagi ia juga pernah memblok nomor Mila di hadapanku, aku akan bertanya baik-baik padanya.
14.00
“Nona.... Bekalnya sudah habis”ucap Dika sambil menyapu lantai.
__ADS_1
“Iya... Enak “
“Bagus deh kalau suka”
“Besok seterusnya aku masakin buat Rose ya”
“Makasih, oiya Dika aku juga minta tolong lampu kamar aku mati”
Dika termenung sebentar, masih belum menangkap apa yang dibicarakan oleh Rose.
“Emangnya ngga ada orang dirumah Rose”
“Emmm ada sih, tapi aku maunya kamu”
“Nanti deh aku kesana ya”
“Iya”
Rose merasa tambah dongkol dengan reaksi Dika yang tidak paham itu.
“Bodoh”
Saat pulang dari Pabrik, Rose langsung mematikan data ponselnya dan dengan sengaja tidak mengangkat panggilan dari Dika.
“Biar kamu paham dengan sikapmu Dika, kamu terlalu baik tapi kebaikanmu membuat aku terluka”
“Kenapa Rose tidak mengangkat telepon ku , apakah ia baik-baik saja ? “
Dika yang dengan polos dan lugu masih belum menyadari kesalahannya dan ia memutuskan untuk menemui Rose kerumahnya.
“Selamat malam Tn. Nervian”
“Jangan pake Tn, panggil aja Nervian”
“Itu sudah perintah dari Big Boss”
“Iya deh kalau begitu, Nona Rose ada”
“Ada... Tapi tumben dia nggak bilang Nervian mau kesini”
“Aku nggak bilang Cuma pengen ketemu aja”
“Ohhh.... Kalau gitu ayo masuk”
“Kayak ada yang kurang deh kata-katamu”
“Maksud Nervian ? “
“Harusnya kamu bilang ohhh begitu, tadi Cuma ohh doang kan kurang pas gitu”
“Ulang dong”
“Ohhh....... Hhhh begitu” sambil tertawa kecil dan herannya si satpam yang seumuran Nervian itu mau saja menuruti Nervian”
“Ada apa ? “
“Emm... Aku nggak bisa hubungin kamu jadi aku khawatir “
“Aku lagi pengen istirahat aja “
“Tapi nggak kayak biasanya Rose, apa aku ada salah sama kamu ? “
“Nggak ada kok”
“Oiya... Jadi lampunya sudah dipasang ? “
Mata Rose memerah karna Dika masih saja belum sadar akan kesalahannya.
“Ngga ada,,, ngga ada lampu yang mati !!!, jiwaku yang mati !!! “
“Yohh.... Ada apa Rose”
“Ehhh... Kenapa kamu nggak dateng aja kerumah Mila malam-malam perbaiki lampunya emangnya kamu anggap aku ini siapa !!! “
“gara-gara itu kamu marah sama aku ? “
“Emang kamu pikir gara-gara apa ?!!! “
“Aku minta maaf Rose tapi setidaknya dengerin aku”
“Iya apa...!!! “
“Mila memang cari aku buat masangin lampunya, Ibu sudah nggak izinin aku, tapi aku tahu dia nggak akan pergi sebelum aku bantuin, jadi aku juga jaga nama baik keluarga aku Rose, aku itu mikirnya panjang, jika ia terus berdiri didepan rumahku saat jam segituan, apa kata orang”
“Nama baik kamu pikirin, tapi apa kamu pikirin perasaan aku ? “ujar Rose mulai merendahkan volume suaranya.
“Iya.... Maaf Rose”
“ Setidaknya kamu nelepon aku, kabarin aku jangan kayak gini dan malah aku dengarnya dari orang lain”
“Rose baiklah , aku tahu ini salahku nggak ngasi tahu kamu”
“Jelas kamu salah !!! “
__ADS_1
“Baru berapa hari tunangan, tingkahmu sudah kelihatan “
“Astaga Rose, aku janji nggak bakal gitu lagi”
“Aku butuh bukti, bukan janji”
“Iya”
“Rose.... Siapa diluar ? “ tanya Papa Rose yang mungkin mendengar suara motor Dika datang.
“Nervian Pa”
“Suruh dia masuk”
“Iya”
“Kata Papa masuk “
“Trims “
Dika menyadari perbuatannya memang patut membuat Rose terluka dan ia akan lebih hati-hati agar hal ini tidak terjadi lagi.
“Kamu sudah makan ? “
“Sudah Big Papa”
“Panggil Papa aja, kan kita akan jadi keluarga “
“Keluarga... Keluarga nggak lihat apa aku lagi marahin si calon mantu kesayangan Papanya ini, dia itu gantiin lampu Mila”batin Rose
“Iya Pa”
Rose masih memasang muka kesalnya.
“Kalian lanjut aja ya ngobrolnya, Papa ada urusan”
“Pasti Papa chating sama miss itu ya”
“Nggak kok”
“Jangan bohong “
“Nggak bohong kok”
“Sudah ya, Papa masuk dulu”
“Iya Pa” (kompak)
Nervian masih duduk diam karna benar-benar merasa bersalah pada Rose.
“Aku merasa tidak ada harganya dimatamu “
“Aku salah Rose”
“Tapi jika memang ini yang terbaik, izinkan aku untuk publish hubungan kita”
“Tapi kata Papamu dan Ayahmu”
“Daripada semuanya tidak tahu, lebih baik mereka tahu siapa tunangan aku yang paling aku sayangi dan cintai, kalau perlu besok kita menikah “
“ Jangan terburu-buru”
“Biar Mila dan anak-anak yang lain tahu Rose”
“Papa bilang sementara tutup dulu agar aku dan kamu tidak kenapa-napa”
“Aku yang tanggung jawab”
“Besok kita buat pesta dan undang semuanya”
“Nervian”
“Supaya kamu percaya dengan ku Rose”
“Akuuu.... “
“Tidak ada wanita selain kamu Rose”
“Iya... Aku akan bilang pada Papa”
“Besok kita jadi bersih-bersih di Villa”
“Astoge... Untung kamu ingetin aku”
“Lupa ya”
“Iya”
“Jangan marah lagi ya”
“Iya”
Rose memang cepat darah tinggi namun ia juga cepat baik lagi, sifatnya yang moodian membuat ia memilih jarang melihat aktivitas pabrik dan lebih suka memantau dari kejauhan, maka dari itu Janet lah yang di percaya oleh Rose.
__ADS_1
Jika ia sering ada di pabrik dan melihat tingkah laku karyawannya, takutnya ia akan membanting semua yang tidak sesuai dengan keinginannya.