
... 💚💚Happy Reading💚💚...
"Maaf keadaan kakakmu Janet”
“Dia lumpuh”
“Bawaan lahir”
“Bukan... Gara-gara aku”
“Kok bisa ? “
“Saat SMA dia ditabrak pas mau selamatin aku yang lari kejalan raya karna dikejar oleh orang gila”
“Dia cacat seumur hidup Nona “
“Tapi dia nggak pernah benci sama aku” ucap Janet sambil menunduk.
“Itulah seorang kakak Jen, meskipun aku nggak tahu rasanya jadi Kakak atau disayang kakak tapi aku yakin dia sangat sayang padamu”
“Aku nggak tahu kapan ini dimulai Nona”
“Memang kakakmu nggak tahu kamu pacaran sama Joe”
“Aku emang jarang ngajak Joe kerumah”
“Ogtu”
“Saat aku pertama kali ajak Joe kerumah aku melihat mata Kakakku begitu berbinar, aku paham tentang apa yang terjadi, jadi aku tidak mengenalkannya”
“Lama-lama aku mencoba memberi nomor kakak pada Joe kataku untuk sekedar dia ada teman saja, awalnya Joe menolak keras, dia marah padaku tapi setelah aku jelaskan ia mulai menurut, akulah penyebab semua ini Nona”
“Mereka jadian” tanya Rose
“Iya”
“Selama itu kamu gimana, apa ngga ada rasa bersalah ? “
“Ada... Tapi saat melihat Kakakku bahagia, aku juga ikut bahagia “
“Aku mengerti tapi itu salah Jen, salah besar jika kamu katakan sekarang apa nggak stress Kakakmu”
“Iya Nona, apalagi aku hamil anak Joe”
“Rasanya aku tak mau pulang”
“Pulanglah Jen, jelaskan pada Kakakmu agar ia mengerti “
“Kakak hanya punya aku Nona”
“Aku paham Jen, tapi kalau kamu begini terus kamu juga yang susah”
Janet melihat perutnya yang masih tipis karna mungkin baru berusia dua minggu.
👶👶👶
“Baik Nona”
“Ayo aku antar”
Dirumah Janet
“Aku pulang dulu ya, salam buat Kakakmu dan aku tunggu kamu besok di pabrik”
“Iya Nona”
“Janet, kamu sudah datang”
“Iya Kak”
“Janet ada yang ingin aku bicarakan padamu “
“Kakak.... Aku minta maaf”
“Iya... Tentang Joe kan”
“Kakak.... “
“Kakak yang salah”
“Aku yang salah Kak”
“Kakak sudah tahu kamu adalah pacar Joe, tapi Kakak hanya mengikuti skenariomu saja”
“Kak”
“Sejujurnya Joe adalah cinta pertama Kakak saat Kakak masih perawatan dirumah sakit”
“Benarkah Kak”
“Iya... Saat itu Joe sering mengantar Ibunya untuk check up, tapi itu hanya cinta monyet aja kok hanya senang melihat “
“Aku tidak percaya kak”
“Iya.... dan Kakak sangat terkejut saat melihat ia datang kesini bersama kamu”
“Kak,,,, aku minta maaf”
“Tapi kau tahu Jan, melihat dari jauh sudah cukup bagi Kakak “
“Iya Kak”
“Menikahlah dengan Joe, Kakak nggak apa kok”
“Maaf “
“Untuk apa minta maaf, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Kakak juga”
“Aku terlalu banyak berbuat salah pada Kakak”
“Kamu bicara apa sih, ngga ada yang salah disini, pokoknya Joe adalah pilihan yang tepat”
“Tapi Kak”
“Kakak sayang padamu Janet”
Janet menangis sambil memeluk Kakaknya, hanya Kakak yang aku miliki saat ini.
__ADS_1
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
“Joe.... “
“Aku minta maaf padamu ya Janet “
“Sudahlah Joe”
“Tapi tetap saja aku merasa bersalah padamu”
“Aku nggak marah kok, lagipula ini aku yang buat”
“Jadi kapan kita lihat baju pengantin “
“Hari ini bisa juga”
“Gas..... “
💬
Nona tunggu surat undangan untukmu ya. ...
Janet
“Lahhh.... Aku malah keduluan Janet, tapi nggak apa kok”
“Di chat sama siapa ? “
“Janet”
“Ada apa sama dia ? “
“Dia akan menikah minggu depan “
“Beneran !!! “
“Iya”
“Sama siapa ? “
“Joe”
“Aduhh aku terkejut banget”
“Kamu aja yang ketinggalan berita”
“Kalau gitu aku harus kasi selamat sama Joe”
Rose hanya mengangguk, entah kenapa ia masih khawatir tentang hubungan dia dan Nervian.
“Ner.... Jangan buat aku khawatir lagi”
“Rose... waktu aku sakit itu, emangnya aku kayak gimana ? “
“Jangan bahas lagi, aku malas”
“Aku kan hanya tanya”
“Iya tapi aku malas bahasnya” ucap Rose sambil menggambar dikertas HVS.
“Iya deh, aku minta maaf”
“Iya”
“Kamu mau green tea nggak ? “
“Sama kue sekalian ya”
“Siapp Boss”
🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍰🍰🍰🍰🍰
“Nona... Ini apa ? “
“Pesangon kamu “
“Untuk apa Nona”
“Sudah jelas kan, kamu aku pecat”
“Masalah apa, emangnya aku ada bikin salah...? “
“Berhenti pura-pura bodoh Mila”
“Emang aku nggak paham kok”
“Nervian adalah tunangan aku dan kau mau merebut dia kan”
“Tidak “
“Aku sudah cukup sabar ya Mila, ambil ini dan keluar”
“Anda akan menyesal !!! “
“Aku tidak takut “
Mila mengambil uang pesangonnya dan keluar dengan amarah yang membendungnya.
“Lihat saja nanti”
Rose menghela nafas panjang”Aku merasa tenang ia tidak ada disini lagi, ternyata kadang-kadang yang orang katakan itu benar, musuh itu terkadang ada disekitar kita dan aku malah mengalaminya”
“Nona.... “
“Ada apa Janet ? “
“Ini undangan untuk Nona” menyerahkannya sambil malu-malu.
“Baik... Aku pasti datang”
“Makasih Nona”
“Sama-sama”
“Syukurlah”batin Rose....
Aku yang akhir tahun ini juga akan menikah, apa aku siap dengan segalanya nanti.
__ADS_1
“Rose.... “
“Ada apa Pa.... Tumben kesini ? “
“Ada lomba fashion show, kamu ikut ya”
“Tapi aku desainer Papa, bukan model”
“Coba aja ya, kayaknya bodymu masih bagus,sama saat kamu ikut-ikut cover girls dulu “
“Nggak ah Pa, aku nggak minat”
“Kalau kamu ikut kan pabrik kita terkenal”
“Hadehhh”
“Mau ya”
“Nggak Pa”
“Ini peserta yang sudah daftar, coba kamu lihat”
Rose melongo dan matanya tertumpu pada sebuah nama.
“Mila !!! “
“Dia ikut juga”sambil melihat foto Mila yang jelas terpampang.
“Dulu Diana, sekarang Mila.... Sainganku banyak sekali ya, Nervian betapa kamu sangat didambakan oleh gadis-gadis psycho”ujar Rose
Diana pernah menusukmu dan menghasut Evy agar membakar galery ku hingga aku nyaris bangkrut dan Mila jauh bergerak dengan cara kotor juga yaitu black magic, besok apa lagi yang akan aku temui, tapi aku tidak takut.
Mau cara apapun aku tidak takut karna Rose Edelweis adalah Nona tangguh keluarga Edelweis.
“Dunia modeling, Nona Comeback”
💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
Galeri
“Cepat amat kamu berubah pikiran “
“Ya... Perkataan Papa emang kadang ada benarnya juga”ucap Rose dengan nada sombong.
“Kadang .... Kadang Papa merasa diremehkan”
“Siapa desainernya Pa”
“Revan Irawan”
“Emmm... Aku tahu dia Pa”
“Temanya apa ? “
“Nusantara “
“Yakin”
“Kamu bisa baca kan Rose lagipula kamu ini kenapa sih, banyak tanya !!! “
“Malu bertanya sesat dijalan”
“Tapi kita lagi di Galeri, bukan dijalan “
Rose memicingkan matanya karna kesal kalah bicara.
“Kalah.... “lanjut Papanya
“Papa nanyak....!!! “
Rose berlalu dengan kesal sambil membawa selebaran lomba model.
Rose membuk kembali kenangannya saat masih sering ikut fashion show.
Banyak yang harus aku persiapan dan aku harus menghubungi Nona Boa”ucap Rose .
Nona Boa adalah pengarah untuk acara fashion show namun ia bekerja freelance dan Rose sering memakai dia saat ada acara fashion show.
“Nona Boa”
“Rose.... Sudah lama sekali ya, aku dengar kau sudah menjadi desainer sekarang .... Good job anakku”
“Trims Nona.... Aku butuh bantuanmu”
“Lawas sekali ya semenjak kamu hiatus”
“Yaaa... Nona kau tahu sendiri, aku harus melakukan sesuatu yang lebih dan lebih”
“Yupp... Aku padamu Rose, sore ini kita ketemu ya, pasti lomba yang diadakan oleh Revan “
“Nona tahu”
“Yahhh... Untung saja kau gercep Rose”
“Emmm.... Kalau aku tidak dapat kau, aku akan membom galerimu”
“Upsss... Bahaya banget sih kamu, aku yakin ada sesuatu ya”
“Tidak... Ini demi galerimu Nona “
“Bagus... Aku suka semangatmu”
“Aku bawakan satu gaun untukmu”
“Okehhh”
“Cafe M ya”
“Siap.... “
“Ehh...jangan ditutup dulu Nona Boa,Rek mu masih sama nggak ? “
“Masih “
“Oke”
Aman.....
__ADS_1