Cinta CS

Cinta CS
57. Nervian dan Mila


__ADS_3

“Yah... Aku juga begitu sih”


“Serius kamu lucu banget tau”


“Masak sih”


“Rose nggak marah kita ketemuan gini ? “


“Nggaklah kan cuma ketemuan biasa”


“Tapi kamu sudah bilang kan”


“Belum... Dia juga nggak bakalan marah”


“Kamu suka makanan ini”


“Iya”


Di pabrik


“Aku heran kenapa mereka ketemuan seperti itu, tapi aku tidak akan bertanya dan akan ku pantau saja dulu”


“Entah mengapa akhir-akhir ini kepalaku juga sering pusing “


Nervian masuk....


Dia hanya masuk bersih-bersih dan tidak menyapa Rose.


“Hey... Apa aku melakukan kesalahan padanya” batin Rose


“Jika aku melakukan kesalahan dia bisa bilang kan, bukan diemin aku kayak gini”


Rose mencoba untuk tidak peduli dengan Nervian yang mungkin saat ini sedang marah padanya, tapi ia yakin ia sama sekali tidak pernah membuat kesalahan .


Sudah hampir 3 hari Nervian bersikap seperti itu padanya dan hari berikutnya Nervian tidak masuk kerja tanpa alasan, itu bukan seperti dia.


“Oiya ini uanh makan, siapa yang nggak masuk “


“Mila Nona”


“Oh... Mila ada keterangan apa ? “


“Ngga ada Nona”


“Baiklah”


“Oiya Janet... Aku mau minta tolong anterin aku beli bahan untuk galery ya, kayk hiasan-hiasan gitu, biar bagus galeri nya”


“Baik Nona”


“Sekarang kan masih jam satu siang, kita ada waktu dua jam buat belanja”


“Iya Nona”


Rose segera berkemas dan melaju ke sebuah toko yang menjual hiasan untuk dekorasi rumah.


“Nona... Ini bagus ya”


“Ya manis banget, kita ambil satu set aja ya”


“Iya Nona”


“Kamu juga rekomen buat aku ya”


“Iya Nona”


Saat sedang asyik memilih mata Janet tertuju keluar kaca toko yang langsung menembus kejalan.


“Mila dan Nervian sedang jalan berdua dan tertawa”


Jadi ini alasan Mila tidak masuk kerja dan Nervian adalah tunangan Nona nya.


Janet berusaha menutupi agar tidak terlihat oleh Nonanya.


Tapi mata Rose sudah terlanjur melihat mereka berdua.


“Nona “


Aku sudah cukup membiarkan kalian”ucap Rose perlahan.


Mata Rose mulai berkilat hatinya benar-benar kecewa dengan Nervian.


Bagi Rose tidak salah jika Nervian berteman dengan siapapun atau keluar dengan siapapun asalkan ia bercerita padanya, bukan malah mendiamkannya.


“Kurasa sudah cukup ya Janet”


“Iya Nona”


“Ayo kita pulang “


“Oke”


Janet berusaha untuk tidak bertanya pada Rose tentang apa yang ia lihat tadi tapi hatinya juga tidak tega melihat Nonanya diperlakukan seperti itu oleh Nervian yang adalah tunangannya sendiri, apa bagusnya dengan Mila, dia hanya karyawan Nona Rose.


“Janet makasi sudah anterin aku ya”


“Sama-sama Nona”


Di kantornya Rose melamun, apa bisa ia bertanya pada Nervian atau bisa saja mereka tak sengaja bertemu dijalan.


Rose takut jika pertanyaannya nanti menimbulkan pertengkaran dengan dia dan Nervian.


Seminggu berlalu, sikap Nervian semakin dingin dengan Rose hingga hari ini dari pagi ia tak menerima satupun pesan atau telepon dari Nervian.

__ADS_1


Dia tetap bekerja seperti biasa namun saat ingin bertanya, lidah Rose serasa tak mampu untuk berucap, jadi dia hanya sesak saat Nervian sudah keluar dari kantornya.


Karna saking penasaran dengan Nervian, Rose menyuruh asistennya untuk mengikutinya.


Namun kata asisten Rose hari ini dan seterusnya ia tak pernah keluar rumah hingga malam hari.


Berarti mereka memang tak sengaja bertemu tapi sikap apa yang Nervian berikan kepadanya.


Saat di pabrik Rose memberanikan diri untuk bertanya pada Nervian.


“Ner”


“Iya”


“Aku ada salah sama kamu ya”


“Ngga ada kok”


“Tapi sikapmu agak berubah padaku akhir-akhir ini”


“Iya... Aku agak sibuk saja”


“Oiya maaf jika aku menyinggung perasaanmu, tapi waktu dua minggu lalu aku melihatmu pergi bersama Mila dijalan”


“Ohh itu”


“Iya, kamu kemana kenapa tidak cerita padaku”


“Apa setiap inci kegiatanku, harus aku ceritakan padamu Rose”


“Tapi Ner, aku nggak larang kamu keluar dengan siapapun Cuma beritahu saja aku”


“Kau pun bebas ketemuan dengan siapapun, tapi aku tak pernah marah”


“Ya.. Ampun Ner kamu tahu mereka semua itu siapa kan dan aku katakan padamu untuk membantu aku disetiap kegiatanku, namun kau yang tidak mau”


“Rose aku disini hanya CS nggak lebih, aku tak mau terlalu ikut campur dalam urusanmu”


“Ner... Hargai aku sebagai tunanganmu dan dari tadi aku sudah cukup sabar, dan karna kita belum akan menikah jika kau suka dengan Mila, tinggalkan aku, jangan permainkan hatiku dan membuat aku seperti orang bodoh didepan karyawan aku”


“Kenapa Mila dari awal kamu emang cemburu sama dia”


“Aku...!!! Cemburu dengan dia ??? “


“Terus kenapa kamu marah padaku “


“Jawab saja Ner, kau ketemuan dengan dia”


“Iya”


Rose menarik nafas panjang dan butiran yang akan menganak sungai ia tahan.


“Apa hubunganmu dengan dia Ner, ini bahkan belum sebulan dari acara pertunangan kita, kau membuat aku malu Ner”


“Baiklah”


Anehnya Nervian sama sekali tidak minta maaf atas kelakuannya pada Rose.


Apa Nervian baru menunjukkan sifat aslinya, tapi itu tak mungkin menurut Rose, Nervian berani membela ia didepan Diana tapi dengan Mila Rose tidak tahu apa yang ingin ia sampaikan.


“Janet... “


“Nona... Ada apa “


“Ke ruangan aku sekarang ya, ada yang ingin aku ceritakan padamu”


“Tentang apa ? “


“Ayolah”


“Baik”


“Ada apa Nona ? “


“Aku bingung dengan Nervian”


“Bingung kenapa ? “


“Seminggu setelah tunangan sikapnya berubah padaku”


“Berubah kayak gimana Nona ? “


“Dia jarang chat aku, biasa setiap pagi dia chat aku”


“Mungkin dia sibuk Nona”


“Tapi dia jalan looh sama si Mila”


“Berarti Nona juga lihat ya”


“Aku lihat tapi aku diam”


“Memang waktu itu aku lihat tapi aku takut akan menyinggung Nona”


“Iya... Aku bertanya soal itu dan tau dia bilang apa padaku”


“Apa”


“Dia memang ketemuan dengan Mila”ucap Rose dengan mata yang berkaca-kaca.


“Sabar ya Nona”


“Aku hanya malu Janet, aku memang sering ketemuan dengan cowok tapi itu semua kan rekan bisnis dan dia juga tahu karna sebelum aku dan dia tunangan aku sering ajak dia juga Jan”

__ADS_1


“Iya sebaiknya Nona bicarakan baik-baik dengan Nervian mungkin bisa menemukan solusi Nona dan jangan dulu berprasangka padanya”


“Aku tahu itu Janet, tapi aku takut bertengkar”


“Nona sebelum semuanya terlambat lebih baik dibicarakan , Nona kan tahu sendiri Mila itu suka sama Nervian”


“Iya... Aku tahu”


“Aku hanya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan”


“Iya... Aku paham maksudmu Janet”


“Aku percaya kok, pasti ada solusi atas masalah Nona”


“Makasi Janet”


“Iya Nona”


Rose adalah tipe yang tidak suka membicarakan masalah di chating, ia lebih suka untuk membicarakan langsung.


Jadi ia memutuskan untuk bicara dengan Nervian langsung.


Rose akhirnya mencari Nervian ke rumahnya tapi ia sedang tak dirumah.


Kata Ibunya ia ada jam di kampus.


Rose mengunjungi kampusnya dan mata Rose tertuju dengan Mila... Mila......!!!!!


Rose dengan langkah kaki lebar berjalan mendahului Mila.


Mila nampak kaget dengan Rose yang duluan berjalan.


“Pak Nervian ada ? “


“Ada... Tapi maaf dengan siapa ya”


“Saya tunangan Nervian “


“Baik saya telpon kan sekarang ya”


“Iya”


Mila yang takut dengan Rose terlihat menjauh dari kampus dan hanya memperhatikan dari jauh.


“Rose ada apa ? “


“Ada apa kamu bilang ? “


“Tuhh si ja****ng itu ngintilin kamu sampai sini, kamu janjian sama dia”


“Siapa yang kamu maksud ? “


“Mila !!! “


“Aku ngga ada lihat dia kok”


“Mana hapemu ? “


“Buat apa ? “


“Bawa sini”


“Sebentar” Rose merebut hape Nervian dan mengeceknya.


Rose menscrool pesan dan w.a. tapi ia tak menemukan apapun.


Dia juga mengecek kontak Nervian, tidak ada nama Mila disana, Rose tidak kehabisan akal, ia menekan nomor Mila di hape Nervian namun memang nomor Mila tidak ada disana.


“Dia pakai nomor baru”


“Dia siapa ? “


“Mila”


“Rose... Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya “


“Jika saja aku melihat kau dan dia lagi”


“Rose !!! Kamu nggak bisa kekang aku kayak gini”


“Aku ..... Ngekang kamu ? “


Rose berlalu dengan hati yang kecewa.


Ia tak berpamitan pada Nervian,,, terserah kamu aja.


“Dia keras padaku demi cewek yang bahkan hanya karyawan aku”


Semenjak hari itu, Rose tidak pernah menghubungi Nervian lagi, meskipun Nervian chat atau telepon, ia tak membalasnya, Rose malas.


Dulu dia yang bercerita tidak suka ataupun peduli padanya tapi sekarang apa yang ia lakukan.


Rumah


“Rose... Kita ada acara makan malam lo”


“Dimana Pa ? “


“Rumah Pak Dito”


“Tapi aku pusing Pah”


“Minumin obat saja, dia sudah undang kita loo”

__ADS_1


“Iya Pah”


__ADS_2