Cinta CS

Cinta CS
79.Calon Kakek Nenek


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š


“Janinnya sehat... Bisa dilihat dilayar ya”


“Wahh... Ajaib ya Pak Dokter, lihat lucu dan kecil “Ujar Nervian.


“husshhh kamu kok norak gitu sih Ner”


“Maaf Pak Dokter”


“Iya nggak apa kok Bu, wajar anak pertama biasanya antusias”


“Ini anak kedua Pak Dokter”


“Astaga Ohh iya saya minta maaf Bu Rose”


“Tidak apa-apa kok Pak Dokter bagaimanapun meskipun dia gugur tapi dia telah menjadi cerita hidup saya”


“Baik Bu saya salut dengan Ibu”


“Setelah ini jangan lupa minum vitamin dan perbanyak buah sayur ya Bu Rose, ingat jangan banyak bekerja berat “


“Baik Pak Dokter”


“Huaaaaa.....!!! “Ross berteriak membuat semua orang yang sedang ada di ruang tunggu terkejut.


“Pa... Ibu dan Ayah... Kenapa kalian didepan pintu, aku kaget looh”


“Maaf Rose kita semua antusias”


“Antusias sih antusias tapi aku kaget sekali “


“Maaf ya Rose”


“Rose ayo kita makan bersama”


“Oke oke”


Rose dan keluarganya mampir di sebuah restoran yang tidak jauh dari sana.


“Ner.... “


“Iya Rose”


“Aku bukan kambing ya”


“Yang bilang kamu kambing siapa ? “


“Sayurnya banyak sekali, enam macam sudah kayak iklan suplemen “


“Kata Dokter kamu harus banyak makan sayur”


“Tapi kan nggak sebanyak ini ? “


“Demi kesehatan ayo makan “


Papa Rose tertawa kecil “Papa juga harus makan sayur yang banyak”ucap Rose sambil memberikan semangkuk sayuran pada Papanya.


“Rose.... “


Rose mengedipkan matanya membuat Ayah dan Ibu mertuanya tertawa juga.


“Rose ini “


“Hemmm enaknya”


Saat akan turun dari tangga restoran yang jumlahnya banyak, Rose dipegangin oleh Nervian dan Papanya.


“Pa... Ner.... Aku bisa sendiri jadi nggak perlu dipapah”


“Aku takut kamu terpeleset “


“Nggak mungkin aku terpeleset “


“Kamu pakai heels kayak gitu”


“Kamu pikir, aku baru pertama kali pakai heels”


“Minggirr.....!!! “


“Iya... Iyaaa”


Malamnya....


“Rose... Apa kita masih bisa “


“Nggak bisa”


“Kok gitu”


“Aku lelah Ner, itu juga termasuk kerjaan berat looh”


“Ahhh masak sih !!! “


“Iya”


“Ner..... aku mau minum”


“Iya... “ Nervian menuangkan air yang dia memang taruh di mejanya.


“Ner.... “


“Apa Rose ? “


“Peluk aku”


“Iya”


Paginya saat Matahari belum bersinar, suara pintu diketuk.


Rose yang memang sering bangun pagi, melangkah keluar dengan mata yang masih agak mengantuk.


“Siapa ? “


“Ini Ibu Rose “


“Ibu.... !!! “


Rose sangat terkejut dengan Ibu mertuanya yang datang pagi buta.


“Ibu bersikeras kesini, bawain kamu bubur ayam”ujar Ayah Nervian

__ADS_1


“Ibu... “


Rose sangat terharu, walaupun ia saat ini tak memiliki Ibu kandung, namun Ibu Nervian begitu perhatian padanya.


“Ibu masuk dulu ya”


“Hooaaammm Ibu....? Apa aku mimpi”


“Hehh Nervian, kamu ini ya bukannya bikin sarapan dan beberes, malah malas !!! “


“Malas apanya Bu, aku rajin kok”


“Rajin ??? Seharusnya kamu bangun lebih pagi dari Rose”


Nervian ingin menyuap bubur yang diberikan Ibu pada Rose namun Ibu menepis tangannya.


“Ini untuk Rose”


“Untuk aku mana ? “


“Yang hamil kamu apa Rose ? “


“Rose “


“Ya sudah jadi ini untuk Rose”


“Ibu... “


Rose terlihat sedang menyiram tanaman dibelakang rumah.


“Kamu mulai berkebun ? “


“Iya Bu, daripada gabut dan kata Papa aku belum boleh ke pabrik”


“Saran Papamu bagus Rose, tapi siapa yang di pabrik “


“Ada Joe yang aku percaya Bu”


“Bagus deh kalau gitu”


“Iya Bu”


“Kamu jangan kecapean ya”


“Iya Bu”


“Ner.....


“Nervian “


“Iya Bu”


“Kamu belum cuci baju”


“Kok aku yang cuci”


“Rose lagi hamil muda jadi nggak boleh kerja berat !!! “


“Kan ada mesin cuci Bu”


“Iya walaupun ada, kamu jangan egois dong, kamu lihat Ayah kamu selalu rajin bantu Ibu”


“Iya Bu, Ibu menang deh”


“Rose sini dulu”


“Ada apa Bu ? “


“Ibu kupas buah naga, nih kamu cicipin”


“Iya Bu”


“Bu... Aku nggak dikupasin ? “


“Nggak !!! Kupas aja sendiri “


“Okehhh... “


“Nee... Rrrr !!! “


“Ya ada apa Bu ? “


“Kupas lagi ya Rose mau tambah”


“Oke tuan putri”


“Bu..... Lihat Bu, lucu sekali bayi ini”


“Iya ya... Duh Ibu nggak sabar mau gendong cucu”


“Iya nih Bu”


“Ner... “


“Apa lagi Bu ? “


“Kebutuhan bayimu sudah cukup apa belum ? “


“Sudah Bu”


“Oke kalau gitu”


“Ner... Mohon jaga Rose baik-baik ya”


“Iya Bu”


“Rose... Ibu mau balik dulu ya”


“Iya Bu kok cepet ? “


“Ada sesuatu di cafe, Ibu mau cek dulu”


“Baiklah Bu”


“Ayo Ayah”


“Iya, Ayah pamit dulu ya Rose, Ner “


“Baik... Hati-hati dijalan “


🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

__ADS_1


Nervian merasa lega saat Ibu dan Ayahnya pulang.


Posesif sekali kedua calon Kakek Nenek ini.


“Rose... Aku sayang kamu”


“Kok tiba-tiba “


Nervian bergelayut manja dipelukan Rose.


“Ner..... “


Nervian dan Rose melepaskan pelukannya.


“Tas Ibu ketinggalan”


“Iya Bu”


“Bye..... “


“Fiuhhh.... Hampir aja dilihat”


“Jantungku mau copot rasanya”


“Kita takut padahal sudah menikah”


“Tapi kan malu”


“Aku nggak malu”


“Dihh... Padahal kamu duluan yang lepasin”


“Nggak ada tuh “


Baru saja ingin rebahan, pintu rumah diketuk lagi.


“Iya”


“Papa”


“Iya... Ini Papa Rose sayang”


“Papa mau ngapain “


“Hai Rose, aku juga datang”


“Ohhh..... Bu Maya”


“Kenapa dia ikut kesini sih “batin Rose.


“Bu Maya mau lihat kamu katanya Rose”


“Ohh.. Makasih Bu Maya, pasti capek ya bolak balik kesini”


“Sudah biasa kok”


“Bu Maya bawain kamu buah dari kebunnya”


“Makasih Bu Maya”


“Kamu suka melon ? “


“ Suka Bu”


“Ini Ibu juga buatin olahan es”


“Seger banget deh, sayang Ibu kamu dah balik Ner”


“Iya... Coba kalau masih ada pasti dia dapat minum es ini”


“Tadi Ibu kamu kesini Ner”


“Iya Pa, jam lima subuh itu”


“Hahhhhh.... Pagi sekali”


“Ibu bawain aku bubur Pa”


“Baik sekali Ibu mertua kamu Rose”


“Iya dong Pa, Papa juga tahu bagaimana aku bersikap, pasti dia juga merasa dihargai sama aku”


“Papa bersyukur dan nggak salah pilih suami buat kamu ya Rose, walaupun awalnya kamu kucing-kucingan sama Papa”


“Jangan bahas lagi Pa, sudah lewat”


“Itu kan bagian dari cerita kamu, wajar Papa bahas”


“Jangan gitu dong Pa”


“Hay Baby”ujar Papa menyapa debay yang ada diperut Rose”


“Besok jangan kayak Mama ya, banyak akalnya”


“Iya... Si paling bisa dipercaya “


Bee... Calon buah hatiku


Aku harap kamu lahir kedunia dengan selamat ya.


Lihat betapa mereka sayang padamu


Mereka berharap kamu segera lahir kedunia ini.


Sehat selalu calon penerus Batik Y dan tebarkan lah seni di manapun kau berada.


“Oh iya Bu Maya, mumpung Bu Maya kesini, ayo lihat koleksi baju aku”


“Boleh Rose ? “


“Iya Bu”


Maya menoleh pada Edelweis.


“Pergilah Maya”


Maya mengangguk pasti.


Semoga saja Rose bisa menerima aku....


"Ayo Bu Maya jangan melamun begitu"

__ADS_1


"Iya Rose... "


Perlahan tapi pasti Rose juga ingin lebih dekat dengan Bu Maya.


__ADS_2