Cinta CS

Cinta CS
12.Rasa kecil


__ADS_3

“Krieekkkkk” Pintu kamar Rose terbuka.


Rose sudah tertidur karna kelelahan, Papanya kembali menutup pintu kamarnya.


“Baik-baik jaga Rose ya”


“Iya bosss” Ucap staf keamanan yang ada di depan pintu.


Papa Rose kemudian ke kamar juga untuk istirahat.


Rose maafkan Papa, kamu jadi ikut terlibat dalam masalah.


Paginya....


“Rose belum bangun Bik ? “


“Belum Tuan”


“Siapkan sarapan ya untuk kita semua”


“Baik Tuan”


Dika yang sudah bangun karna tidur yang tidak nyenyak, sudah ada di ambang pintu dapur.


“Selamat Pagi Dika”


“Bik Karsi”


“Ayo, mau dibuatin apa ? “


“Saya sendiri aja Bik, gpp”


“Baik”


“Bibik tau nama saya”


“Iya dong “ Bik Karsi tertawa kecil entah apa yang ditertawakan.


“Bik aku bantu masak ya”


“Emang bisa ? “


“Bisa kok, aku sudah biasa”


“Okey”


Mulailah Dika membantu Bik Karsi yang memang dari awal sudah ikut ke villa.


Bik Karsi tidak bisa lepas dari segala kegiatan Rose.


“Hari ini kita masak yang simpel aja Dika, karna waktu sudah mepet”


“Iya Bik”


Dika dan Bik Karsi bagaikan team yang sedang berlomba di kejuaraan memasak, mereka sangat cocok berduet.


Sejam kemudian ⏰⏰⏰


“Yesss sudah selesai Bik”


“Makasi ya, jadi cepat selesainya”


“Sama-sama Bik”


Papa Rose yang mencium aroma masakan mulai bangun dari teras tadinya ia sedang minum kopi.


“Wahhhh sudah mateng aja nih”


“Ayo Tuan sarapan”


“Iyaaa iyaaa pas banget nih, oiya aku bangunkan Rose dulu”


Big Papa menuju kamar Rose.

__ADS_1


“Rose...... Rose..... Bangunlah sudah pagi nak”


Rose tidak menjawab padahal ia sudah bangun dari tadi.


Big Papa mendekati Rose.


“Yuk sarapan dulu ya”


“Aku malas Pa”


“Nanti kamu maag loo nak, Bik Karsi sudah masak”


“Aku belum ada selera Pa”


“Jangan gitu Rose, apa dibawa kesini saja ya sarapannya”


Rose masih diam.


Rose trauma berat atas kejadian semalam.


Big Papa keluar sudut matanya berkaca-kaca.


Semoga Rose tidak apa-apa.


Bik Karsi datang menuju kamar Rose membawa senampan makanan.


“Nona.... Ini aku “


“Masuk Bik”


“Nona sarapan ya”


“Taruh di meja aja Bik, aku masih ngantuk “


“Tapi dimakan ya”


“Iya Bik” ucap Rose masih dengan posisi yang sama saat Papanya datang tadi.


Bik Karsi keluar dari kamar dan dia terkejut saat Papa Rose ada di balik pintu.


Bik Karsi tak ingin ikut campur dengan masalah Nonanya, dia memilih untuk pergi.


Setelah semua selesai sarapan, Big Papa mengunjungi Rose lagi.


Makanannya belum disentuh sama sekali.


“Rose.... Apa kau tidak lapar nak ? “


Rose hanya diam membelakangi Papanya.


“Makanlah dulu, nanti kau sakit “


“Nanti Pa, Rose belum lapar”


Papa melirik jam


Pukul 10 a. M


“Kalau kau butuh sesuatu, panggil saja”


Ucap Papa Rose dengan nada lemah.


Semua melirik saat Big Papa baru keluar dari kamar Rose.


“Nona sudah mau bangun Boss ? “


Big Papa menggeleng lemah.


Perasaan Dika mulai campur aduk, ia ingin berbicara dengan Nona namun ia kembali berfikir, siapakah dia dan apakah pantas.


Bisa saja Nona mengusirnya dan bahkan tidak mengizinkan dia untuk masuk.


Dika merasa bimbang dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


“Boss apakah saya bisa bicara dengan Nona”


Big Papa agak terlonjak dengan ucapan Dika karna tadi ia sedang melamun.


“Silahkan Dika”


Dika berjalan perlahan menuju kamar Rose.


Dadanya berdebar hebat, lebih hebat dari saat ia melamar pekerjaan.


“Nona”


“Iya”


“Bolehkah aku masuk “


“Yaaaa”


Dika membiarkan pintunya terbuka.


“Nona.... Makanlah dulu”


“Aku belum mood”


“Nona kan biasanya pagi sudah makan, aku sering lihat kalau bersih-bersih selalu ada sampah sarapan di tempat sampah”


(Njiirrr dia tau, batin Rose)


“Yaaa sekarang lagi belum mood aja Dika”


“Aku suapin Nona ya”


“Tidak perlu, kamu pikir aku tidak punya tangan”


(pedes bestie)


“Aku.... Tau mungkin Nona butuh bantuan ku”


“Tidak”


Dika tidak menyerah, ia masih duduk disana, sementara Rose masih membelakangi Dika sembari melihat pemandangan dari sana.


“Ini enak lo Nona”


Rose masih belum menoleh.


“Nona”


“Apaaaa !!! “


“Makan dulu ya”


Air mata Rose meleleh lagi.


“Kenapa kamu begitu bersikeras Dika”


“Aku khawatir pada Nona”


“Apakah jika aku orang lain, kau juga akan begitu”


“Nona adalah Boss ku, sudah sepatutnya aku memberi sesuatu yang lebih pada Nona karna Nona juga yang membuatku hidup dengan memberiku pekerjaan”


Rose mulai membalikkan badannya.


“Terima kasih Dika”


Rose mengambil nampan makanan dan mulai menikmati makanannya.


“Aku permisi ya Nona”


“Iya”


Dika keluar dengan perasaan suka dan bahagia .

__ADS_1


Padahal ia tidak ingat bahwa sudah seharian lebih Diana tidak menghubunginya.


Setelah selesai ini, Dika akan berkunjung kerumah Diana.


__ADS_2