Cinta CS

Cinta CS
55. Bertemu


__ADS_3

HAPPY READINGđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’š


"Jadi mb mau undangan yang mana ? “


“Aku ambil yang warna pink aja”


“Baik”


“Nahhh... Ini dp nya ya”


“Iya”


“ Rose !!! “


“Kenapa Pa ? “


“Kamu nyuruh tukang undangannya kesini ? Ke rumah sakit”


“Iya Pa.... Biar cepet jadinya”


“Kan bisa nanti pas kamu sehat”


“Mbnya juga nggak keberatan kok Pa” sambil melirik mb undangan.


“Tapi kan kamu belum sehat Rose”


“Aku sudah mendingan kok Pa”


“Rose.... Papa heran sama kamu”


“Biasa aja Pa, oiya nanti siang Rose sudah bisa pulang”


“Syukur deh”


“Iya Pa”


Rose melirik hpnya, belum ada tanda-tanda balasan whatsapp darinya saat ia mengirimkan contoh undangan, jadi ia memutuskan untuk memilih sendiri.


Rose tidak menelepon Nervian karna ia takut menganggu nya.


Terakhir Nervian menelepon saat ia masuk rumah sakit dan setelah itu whatsappnya belum aktif lagi.


Nervian kamu harus sehat dan jaga lupa makan sesibuk apapun kamu.


Dirumah....


“Hati-hati Nona”


“Iya”


“Duh kasian Nonaku”ucap Bik Karsi.


“Nggak apa kok Bik dan makasih untuk semuanya”


Rose menatap langit -langit kamarnya, entah mengapa ia merasa semu dengan keadaannya saat ini.


Baru saja ia memejamkan mata Rose merasa dirinya seperti dicekik sesuatu.


Rose terbangun, mungkin ia terlalu lelah batinnya.


Badannya masih agak lemas karna muntah darahnya kemarin dan aneh dokter bilang ia hanya panas biasa.


Baru kali ini ia mengalami sakit hingga muntah darah.


Rose melihat gelang yang ia pakai”hah agak retak mainannya.


Gelang ini adalah gelang keturunan keluarga Edelweis dan biasanya diberikan pada anak laki-laki tapi karna Papanya hanya memiliki satu anak perempuan maka gelang itu diberikan padanya saat usianya menginjak 17 tahun.


Papa Rose juga seorang anak tunggal sama persis seperti dirinya demikian pula dengan Mamanya.


Trettttt.....


Treetttttt......


Treetttttt......


Full Sun calling


📲


“Hai Ner” 👧


“Maaf ya aku baru bisa hubungin kamu Rose”🧒


“No problem, kamu sudah lihat undangan itu”👧


“Iya”🧒


“Kamu mau ? “👧


“Apa saja pilihanmu aku ikut ya”🧒


“Baik kalau gitu mudahan lagi seminggu jadi dan kita kirim ke semuanya ya”👧


“Iya”🧒


“Ner.... “👧


“Iya”🧒


“Jaga kesehatanmu ya”👧


“Iya... kamu juga ya”🧒


“Emm.... Ada cewek yang naksir kamu nggak ? “👧


“ Nggak ada, aku kost khusus cowok dan temanku ujian sebagian besar cowok, kamu jangan khawatir kita sudah terikat, aku nggak mungkin neko-neko dan aku malah khawatir sama kamu, soalnya investor kamu keren-keren”🧒


“Jiahhhh.... Aku nggak tertarik kok”👧


“Mana tau nanti”🧒


“Awowowkkkkk”👧


“Rose”🧒


“Iya”👧


“Serius kamu baik-baik aja”🧒

__ADS_1


“Iya”👧


“Andai aja aku ada disana”🧒


“Iya, Ayah dan Ibumu sudah nemanin aku kok dan itu cukup buat aku”👧


“Disini aku merasa tidak berguna”🧒


“Ishhh... Jangan bilang gitu”👧


“Mudahan aku cepat selesai dan bisa bareng lagi sama kamu, aku rindu banget sama kamu”🧒


“Iya”👧


“Aku tutup dulu ya”👧


“Iya”🧒


💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛


“Rose kamu lagi apa ? “


“Baru selesai nelpon sama Nervian Pa”


“Kamu sudah sehat betul apa belum ? “


“Masih agak pusing aja Pa, emangnya kenapa ? “


“Kamu nggak ingin nyari Nervian ke Yogya”


“Emang Papa ngasi izin”


Papa mengangguk pasti dan tersenyum kecil.


“Asal kamu jangan sekamar sama dia aja”


“Ya enggaklah Pa, kostnya khusus cowok, kalau mau ketemuan juga ada tempatnya diluar”


“Baguslah jadi aman”


“Iya dong “


Seminggu kemudian...


“Entah berapa lama terakhir aku kesini, pasti Nervian terkejut karna aku nggak cerita mau kesini”


Rose langsung menuju kost Nervian karna saat Rose chat, dia bilang hari ini dia masih di kost, belum ke kampus.


Rose menunggu di ruang tunggu khusus tamu sambil melihat-lihat sekelilingnya.


Nervian yang diberitahu oleh penunggu kost sangat terkejut melihat Rose yang duduk disana.


Ia tak percaya dengan apa yang dilihat.


“Ini benar kamu Rose, aku nggak mimpi kan”


“Iya... Kakiku aja nampak tanah kok “


“Ahhh... Iya.... Kamu nggak bilang mau kesini”


“Hehehe... “


“Ehemmm”


Nervian terkejut dengan suara yang tidak asing itu.


“Papa juga ikut, boleh kan”


“Ehhh... Papa”


“Tadi Papa beli minum diwarung depan itu”


“Kamu nggak bilang Papa ikut”


“Aku kan belum selesai ngomong”


“Iya... “


“Maaf Pa... Kita nggak bisa masuk kamar, nggak boleh kalau ada ceweknya”


“Ketat juga ya, tapi Papa suka tadi kalau nggak salah Papa dengar kamu mau ajak Rose “


“Maksud aku ada kamar khusus kalau mau nginap gitu, itupun hanya sehari”


“Papa dan Rose tidak menginap disini, Papa mau ke hotel tinggal cek in aja”


“Oh gitu”


“Kamu kuliah jam berapa ? “


“Lagi sebentar kok Pa, tapi hanya dua jam saja”


“Kalau gitu Papa ke hotel dulu ya, nggak jauh kok dari sini”


“Iya Pa”


“Rose kasih alamat hotelnya supaya nanti Nervian bisa langsung kesana”


“Iya Pa”


“Oh iya Papa titipin oleh-oleh untuk pengurus kost kamu nih dan Papa mau balik dulu, ayo Rose “


“Iya Pa”


“Yahh... Aku pikir Rose sendirian” batin Nervian kecewa.


Rose melambaikan tangannya pada Nervian yang tersenyum kecut.


18.00


“Tett.. . Tettt... Tettt”


“Iya”


“Rose... I’m coming, Papa mana ? “


“Dia masih pergi belanja buat makan”


“Kan biasa dapat makan dihotel”

__ADS_1


“Dia pengen yang beda”


“Aku masuk nggak apa nih”


“Masuk aja nggak apa-apa”


Nervian memperhatikan sekeliling.


“Kamu mau minum apa ? “


“Air aja”


Beberapa menit kemudian Papa Rose datang.


“Ehh... Kamu sudah datang “


“Iya Pa, aku baru sampai “


“Papa mau minum juga ? “


“Nggak usah kita langsung jalan aja gimana ? “


“Capek Pa... “


“Terus kita gini aja ? Di kamar doang ? “


“Iya Pa, besok aja kita healing “


“Oke deh, padahal Papa sudah ada janji”


“Janji”


“Iya... Sama teman lama”


“Ohh gitu, kenapa nggak bilang sih Pa”


“Kan belum selesai ngomong “


“Kalau gitu kita siapan”


“Nah gitu dong “


Saat ke tempat yang dituju, Rose dan Papanya terpisah karna Papa hanya mau sama temannya saja jalan-jalannya, tinggallah Rose dan Nervian dengan perasaan yang agak canggung.


“Kita jajan aja dulu yuk”


“Boleh”


“Aku mau cilok sama es boba”


“Iya... Yuk kita kesana”


Setelah selesai membeli jajanan Rose dan Nervian duduk di tikar yang sudah disediakan.


“Aku masih nggak nyangka kamu ada disini”


“Aku nggak ada kepikiran sih awalnya mau kesini karna kerjaan lagi numpuk, tapi Papa yang ngajakin “


“Ohhh iya Rose aku nggak mau berprasangka sih, tapi apa benar itu hanya sekedar teman Papamu”


“Aku juga nggak tahu sih Ner, tapi cewek itu seusia Papa”


“Papa kamu cepat ya move on nya dari Miss Paris itu”


“Entahlah itu urusan dia Ner”


“Benar juga sih”


Waktu semakin larut tapi belum ada tanda-tanda Papa akan pulang dan Rose meneleponnya.


“Pahhh kita mau pulang nih”


“Kamu duluan aja ya, Papa masih mau jalan”


“Baiklah Pa, tapi hati-hati ya dan jangan terlalu malam takutnya aku tidur”


“Iya, apa Nervian bisa nunggu kamu sampai Papa pulang ? “


“Mana bisa Pa, dia besok kan kuliah “


“Iya deh, kalau gitu kamu suruh dia antar saja ya”


“Iya”


Rose menutup teleponnya”aku heran sebenarnya aku yang ketemuan sama Nervian atau dia yang memang ada rencana terselubung.


“Ner... Antar aku balik ke hotel ya”


“Papa gimana ? “


“Dia masih mau jalan-jalan dengan temannya, biarkan saja”


“Baiklah”


Sesampainya di hotel Rose langsung membuat teh untuk Nervian dan dirinya karna cuaca yang cukup dingin.


“Aku nggak lama disini Ner, Cuma tiga hari “


“Nggak apa kok, lihat kamu aja aku sudah bersyukur “


Rose berjalan menuju balkon diikuti dengan Nervian.


Rose membekap kedua tangannya karna dingin dan Nervian melakukan hal yang sama.


Seakan mengerti dengan kode Rose, Nervian mengecup dahi Rose dan menyusup ke daerah bibirnya.


“Hey..... “


“Aku cinta kamu Rose”


“Sama”


“Aku pulang ya”


“Tehnya “


“Aku kenyang sambil mengusap bibirnya yang mungil”


__ADS_1


__ADS_2