
đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š
Hari ini Rose mulai gerah dengan hari-harinya yang dirumah terus.
Bayangkan hampir tiga bulan ia selalu dirumah, si Nervian sih terlihat fine saja tapi bagi Rose emmm.... Sick .
“Ner... Aku bosan”
Nervian yang sedang menyiram tanaman berbalik ke arah sang istri.
Boxer bergambar gajah itu membuat mata Rose fokus kesana, dari awal emang ide buruk mengambil hadiah boxer model kayak gini, Rose ingat saat mendapat hadiah boxer ini waktu ia membeli sebuah baju yang harganya diatas seratus ribu.
“Hhhmmmm....”Rose menarik nafas panjang.
Nervian mematikan keran air dan menghampiri istrinya.
“Rose sabar ya... Lagi sebentar kok”
Nervian mengelus kepala istrinya itu.
“Aku bosan Ner”
Rose terus merajuk agar Nervian mau membawa ia keluar sebentar saja.
“Papa bisa marah sayang, kamu tahu kan ia sangat khawatir”
“Nggak adil”
“Rose sayang debay apa nggak ? “
Nervian mencoba bersabar menghadapi istrinya ini.
Karna ia ingat percakapan antara Papa Rose dan dia tadi malam.
“Kecelakaan Rose dulu itu, bukan kecelakaan biasa Ner,ada yang mengaturnya untung saja Rose masih bisa mengandung lagi, aku sudah menyelidikinya dengan baik dan kau tahu kan, jika Rose adalah anakku satu-satunya, musuhku juga banyak karna kau tahu kan persaingan bisnis itu kejam, mungkin orang lain bisa tersenyum didepanmu tapi dibelakangmu,kita tak pernah tahu.
Aku tak mau anakku jadi korban , jagalah ia dengan baik”.
Rose yang mendengar kata-kata dari Nervian akhirnya mulai luluh.
“Kamu ingin apa ? Katakan padaku Rose”
Nervian mengajak Rose duduk di sofa.
“Aku Cuma mau keluar sebentar saja Ner”
“Sabar ya sayang, atau kamu mau aku masakin sesuatu ? “
Rose menggeleng perlahan.
“Kau mau belajar merangkai bunga nggak Rose ? “
“Kayaknya ide bagus deh “
Nervian menelepon Papa Rose.
“Pa... Jadi ya”
“Oke Ner”
“Kamu nelpon Papa ? “tanya Rose.
“Iya, Papa mau bawain kamu bunga mawar yang segar, kata Papa dirumahmu sudah banyak yang mekar”
“Beneran Ner ? “
“Iya dan sisanya aku sudah telepon temanku sekalian gurunya ya”
“Iya Ner, makasi kamu jadi repot begini “ujar Rose sambil merangkul Nervian.
“Yang penting kamu mau dirumah dulu ya, ntar gimana caranya jika sudah lewat lima bulan aku akan ajak kamu keluar ya, tapi nggak jauh-jauh ya”
Nervian mengelus rambut Rose yang hitam mengkilap.
“Oke”
Sebenarnya Nervian sudah bercerita pada Papa Rose dan belajar merangkai bunga adalah ide dari Papa Rose.
__ADS_1
Sejam kemudian bunga dari Papa Rose sudah diantar dan tak berselang lama bunga dan guru yang dipesan Nervian juga datang.
“Selamat Siang Bapak dan Ibu, saya adalah guru yang akan mengajar Ibu Rose untuk merangkai bunga , nama saya Anggi”
“Iya “jawab Rose antusias.
Mata Rose berbinar saat melihat bunga-bunga segar yang ada didepan matanya itu.
“Wahh.... Indah sekali mood booster ini”ucap Rose.
“Nah..... “ucap Nervian.
“Aku tinggal dulu ya,mau buat minum”Ujar Nervian sambil berjalan menuju dapur.
“Kita buatnya dimana Ibu Rose “tanya Anggi sambil membawa tas penuh yang diisi bunga dan peralatan lainnya.
“Di halaman belakang aku aja disana sudah ada meja yang aku siapkan”jawab Rose.
“Baiklah”
Anggi membawa semua peralatan dan menuju belakang rumah Rose yang begitu asri dan menyegarkan.
“Rumah anda sangat indah Ibu Rose”tutur Anggi.
“Terimakasih Anggi”
Tak lama kemudian Nervian datang sambil membawa tiga gelas minuman dingin dan tiga potong cake.
“Ayo sambil dinikmati ya Bu Anggi”
Nervian meletakkan makanan itu dimeja.
“Terimakasih Pak Nervian “ujar Anggi sambil mengingat nama kliennya hari ini.
Dengan sabar Anggi mulai mengajari Rose merangkai bunga.
Sembari merangkai Anggi dan Rose tertawa kecil.
Nervian yang mendengar dari dapur merasa mood Rose sudah mulai baikan.
Apa yang dikatakan Papa mertuanya itu benar.
Sudah dia jam Rose dan Anggi merangkai bunga dan jadilah rangkaian bunga milik Rose.
“Nah lihat Ibu Rose, ini sangat cantik bukan ? “
Ujar Anggi.
“Iya... Aku sangat menyukainya “Rose tak bisa mengalihkan pandangannya dari rangkaian bunganya.
“Aku jadi pengen buka toko bunga”ujar Rose sambil tertawa.
“Iya itu ide bagus Ibu Rose”Anggi nampak setuju.
“Tapi nanti siapa yang mengurus batik aku ? “Rose melirik Nervian yang asyik menonton tivi.
“Ya... Bisa aja buka toko bunga didepan pabrik batinmu Rose”Nervian mengimbangi perkataan Rose.
“Hahaha... Aku hanya bercanda kok Ner”.
Rose memperlihatkan rangkaian bunganya pada Nervian.
“Letakkan diruang tivi saja Rose”ujar Nervian.
“Kamu belum puji aku”
Rose mulai menunjukkan tingkahnya yang seperti tadi pagi.
“Sayangku Nona Rose, ini sangattt indah dan aku akan meletakkannya di rumah tivi”ujar Nervian penuh kelembutan.
“Emangnya ini ruang apa ? Ruang bawah tanah “
Tanpa menunggu Rose bicara lagi, Nervian langsung meletakkan rangkaian itu dimeja tempatnya duduk.
“Bagaimana ? Kamu suka “
Nervian memegang bahu Rose.
“Iya.... Aku suka Ner”
__ADS_1
Setelah selesai Anggi pun pamit pulang.
Tak lupa ia memberikan Rose sebuah buket yang berisi peralatan bayi.
Rose menerima dengan senang hati.
“Kamu sudah kirim ke Papa ? “tanya Nervian pada Rose yang sibuk dengan hapenya.
“Sudah”
“Terus Papa bilang apa ? “
“Bisnis baru nih”ujar Rose kemudian ikut duduk dengan Nervian.
“Anak sama Papa selalu bisnis yang diomongin, apalah daya aku yang hanya CS”
Nervian pura-pura menjadi sad boy.
“CS tapi gaji manager, gajinya Joe aja kalah sama kamu”
“CS nya spesial, limited edition “Nervian mengerjitkan alisnya pada Rose.
“Jangan rayu aku”ucap Rose
“Aku nggak ngerayu kamu kok”
Sebuah pesan membuat Rose terdiam.
đź’¬
Rose... Aku ingin membunuhmu.
Rose menghela nafasnya perlahan.
Dia membalikkan hpnya
Apa dia kembali lagi, bukannya dia sudah lama tak menganggu aku lagi.
Ya Tuhan lindungi aku dan bayiku.
“Rose hari ini mau makan apa ? “tanya Nervian.
“Aku mau masak mie aja deh Ner”
“Kok tumben ? “
“Tapi mie ramen yang isian nya banyak”
“Iya... Aku buatin “
“Ner... Setelah lima bulan kita boleh keluar nggak ? “ tanya Rose lagi.
“Iya... Aku akan izin pada Papa dan Ayah.
“Okey... Kamu yang terbaik “
“Iyalah”
Sejujurnya bila dilihat tantrum Rose belum berakhir tetapi ia berusaha terlihat senang agar Nervian juga merasa tenang.
Bayangkan sehari saja diam dirumah rasanya seperti dipenjara apalagi Rose yang sudah berbulan-bulan, mana ada yang sanggup.
❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
“Maafkan Nervian Ayah, ini salah Nervian”
Sambil menunduk.
“Memang pantas kamu disalahkan”
“Ayah, aku yang ingin keluar ini bukan salah Nervian”
“Iya Dito, jangan terlalu keras pada Nervian , tidak baik”ujar Papa Rose.
“Nervian sudah larang aku tapi aku yang tetap keluar Ayah”
“Itu artinya dia tidak menjaga kamu dengan baik, untung saja Rose baik-baik saja, jika terjadi sesuatu dengan Rose dan bayinya, kau akan tahu akibatnya Nervian”ucap Ayah Nervian.
Rose keluar dari rumah Nervian sudah setuju namun saat Rose keluar dari rumah ada orang yang main sepatu roda dan hilang keseimbangan.
__ADS_1