
“Aduhhh”
“Nona kenapa ? “
“Kayaknya aku lagi dapet deh”
“Dapet apa ? “
“Itu lohh aduhh”
“Aku lagi datang bulan”
“Hahhhhh”
“Kamu kaget gitu”
Dika sangat tabu dengan kata-kata yang jarang didengarnya itu dan Rose mulai menepi di sebuah warung kelontong.
“Kamu beliin aku ya, yang mana aja cepetan”
“Kok kayak dejavu ya” Gumam Dika
“Isshhh serius Nona aja yang turun”sambil kesal
“Ehhh laki maunya enak doang”
“Lohh kok jadi ngomong gitu Nona, emang aku salah apa”
“Keluar cepat “ Ucap Rose sambil menyodorkan uang pada Dika
Dengan wajah terpaksa Dika akhirnya membeli dan kemudian menyerahkan pada Rose
Rose mengepot membuat jantung Dika hampir hilang ditelan decitan mobil.
Nona”pekiknya
“Aku masih mau hidup”
“Diamlah”
Hingga akhirnya mereka mampir di pertamina terdekat dan Rose nampak berwajah lega.
“untung masih sempat” dan Dika seolah menunjukkan sikap ngambek dengan menempel di kaca mobil Rose
“Kamu sedang apa ? “
“ngga ada” ucapnya bete
“Beli pembalut aja kamu gengsi minta ampun”
Dika tidak menyahut
“Jangan mau enaknya aja”
Letak enaknya dimana heloowww , aku pernah apain Nona coba, dari tadi dia bilang jangan mau enaknya jangan mau enaknya, enaknya dimana ?
“Kita sudah sampai nih dikampus kamu”
“Owhhh “ucap Dika setengah kaget
“Kamu mau aku tungguin ? “
“Aku lama, jangan deh Nona “
“Okey”
Dalam hati Dika entah mengapa ia merasa senang, sisi baik Nona lagi keluar jadi agak imut juga sih.
Rose tidak langsung pulang dan memilih memarkir mobil disekitar sana.
Kebetulan ada street food disitu.
Rose berdiri menikmati jajanannya dan pandangannya masih kepada kampus Dika dengan Dika yang keluar dari sana.
“Dia bilang akan lama dasar !!! “
Rose menghabiskan makanannya kemudian balik lagi ke kampus Dika.
“Katanya lama !!! “hardik Rose membuat Dika agak terkejut karna ia berjalan bersama teman-temannya.
Semua teman Dika menoleh, Dika berjalan dengan cepat menghampiri Rose.
“Ada apa Nona kesini lagi nanti yang lain lihat”
“Emangnya kenapa sih”
Semua teman Dika berbisik sambil tertawa kecil.
__ADS_1
“Baiklah aku naik, guys aku duluan”ucap Dika sambil menutup wajahnya.
“Kamu kenapa sih” ucap Rose sambil tersenyum kecil
Dijalan
“Kenapa Nona repot sekali”
“Nggak repot kok tadi aku mampir ke jajanan di seberang sana”
“Hhmmmmsss” Dika menarik nafas panjang
Rose langsung tancap gas membuat jantung Dika serasa melayang.
“Gassss Dika”
“Kalau lagi senang kelewat gila kalau lagi serius , nyapa pun aku nggak berani.
Tuhan tolong aku”batin Dika
“Nahhh sudah sampai tarraaaa”
“Makasih Nona, mampir dulu yuk”
“Lain kali aja ya, aku masih ada kesibukan “
“Baik, Hati-hati Nona”
“Okehhhh”
Dika mengelus dadanya dengan perlahan dan terkejut dengan Ayahnya yang sedang memperhatikan dari tadi.
“Nona ? “
“Iya Ayah kebetulan ketemu tadi “
“Owhhh”ucap Ayahnya dan meninggalkan tanda tanya yang begitu besar dalam benak Dika.
Esok harinya
Rose sudah ada di dalam mobil dan akan berangkat ke pabrik.
Dari kejauhan saat akan masuk pintu pabrik ia melihat Diana dan Joe sedang berseteru, di samping pabrik
“Masih Pagi juga astaga” Rose memarkir mobilnya dan segera masuk ke pabrik.
“Janet bagaimana bajunya”
“Sudah jadi setengahnya Nona”
“Bagus “
Rose menyisir daerah pabrik namun ia tidak menemukan yang dicari.
“Hari ini ia harus beli bahan tapi kenapa ia tidak nampak dan jelas tadi aku melihatnya dengan Diana”
Rose kembali ke kantornya namun saat di samping pabriknya yang terhubung dengan kantin, nampak lah Joe dan Diana.
“Aduh kamu tau nggak aku butuh uangnya kalau nggak bisa hangus yang sudah aku bayar setengah kemarin”
“Lagi pula kenapa kamu ikut member kalau nggak ada uang”
“iihhhhh .. ... Kamu ini lebih parah ya dari Dika”
“Hehh aku mulai muak ya sama kamu Di”
“Muak aja dasar miskin”
Hati Rose merasa luka mendengar karyawannya dihina habis-habisan seperti ini.
“Ada kalanya perjalanan cinta dan hidup nggak seindah drama Korea Diana”
Diana menoleh
“Di dunia drama akan ada pasangan yang CANTIK WALAU MISKIN dan CEO TAMPAN KAYA RAYA atau COWOK MISKIN TAPI CEWEKNYA SEORANG OWNER dan ADA JUGA YANG KEDUANYA SAMA-SAMA BANGSAWAN DAN KAYA DARI JANIN”
Apa.... Kamu ada masuk disalah satunya atau kamu sudah ada dalam perannya masing-masing.
Di kehidupan drama akan mudah membalik cerita karna semua disusun dalam skenario yang sesuka penulisnya mau berbuat apa dengan karakter utamanya, yaaa begitulah film agar orang tertarik untuk menonton dan kau tahu....
Itu menghasilkan uang.
Sedangkan kita disini, kita berjuang untuk hidup, cantik itu tidak perlu yang penting otak dan kerja keras.
Ya aku bilang begitu karna ini kehidupan yang nyata Diana dan maaf wanita cantik di kehidupan nyata ini dia harus bangun pagi dan bekerja.
“kamu apa.... Kamu sudah melakukannya ? “
__ADS_1
“Apa urusanmu”
“Urusanku tentu ada, ini jam kerja dan ini adalah pegawai ku”
“Cihhh pabrik kecil aja sudah sombong”ucap Diana mengejek
“Cihhh jika ini pabrik kecil kenapa kau setiap hari datang kesini menggoda hampir semua karyawan cowokku jangan katakan aku tidak tahu ya”
“Joeee”
“Iya Nona “
“Kembali bekerja “
“Iya Nona “
Joe berjalan menuju pabrik dan melanjutkan pekerjaannya.
“hehh asal kamu tau ya”
Rose tidak peduli dengan ucapan Diana dan terus berjalan.
Diana tidak berhenti disitu, ia menarik rambut Rose dan mendorongnya, Rose masih sabar dan menghempaskan debu di bajunya.
Rose meremas dengan kuat tangan Diana, “kau tahu Diana” Diana mulai sakit dan meronta
“aku ini memang punya pabrik kecil tapi tumbuh dengan baik dan memiliki tata krama dari kedua orang tuaku”ucapnya lalu melepas tangan Diana.
Setelah kejadian itu simpang siur berita Rose vs Diana dan sampai ke telinga Joe, Joe yang merasa malu dengan sikap Diana kemudian mendatangi Rose.
Namun Rose dengan bijak tidak menyalahkan Joe karna ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Joe.
Dulu Joe melihat Rose sebagai anak magang yang polos dan penurut namun sekarang ia melihat Rose yang tegas, dewasa dan berwibawa.
Di rumah Diana
“Diana aku mohon jaga sikapmu pada bos ku”
“Iya”
“Lain kali aku nggak akan maafin kamu jika kamu berbuat onar di pabrik “
“maaf”
Telepon berdering
“Maaf Joe”
“Iya Pahh”
“Kenapa tagihanmu melonjak sekali”
“Tagihan apa Pah, aku belum pernah belanja”
“Ini datang tagihan melebihi limitmu”
Joe menatap Diana
“Aku pakai dikit kok”
“kamu keterlaluan Diana, kita putus saja”
“putus ya putus, uangmu juga sedikit”
Joe beranjak dan berlalu dengan hati yang terluka, enam bulan ini semua hilang dan tidak berarti lagi, sakit sekali rasanya apa ia hanya mesin ATM bagi Diana.
Terlihat Diana sama sekali tidak menyesali perbuatannya pada Joe dan juga ia melakukan ini pada Dika, dia benar-benar cewek yang tidak tahu malu.
Dan sekarang ia harus membayar kartu kredit dengan jumlah yang fantastis bahkan ia tak sanggup memandang wajah papanya saat ini.
Ruangan Rose
“Nona memanggil saya”
“Iya, saya sudah mendengar semua dari Dika”
“Iya Nona”
“Tagihanmu sudah aku lunasin dan kamu bisa mencicil padaku “
Air mata Joe tidak tertahan, bahkan ia ingin memegang kaki Rose namun dilarang oleh Rose.
“Aku tahu kamu laki-laki yang baik”
“Maafkan aku Nona”
“Heyyy kamu tidak salah kok”
__ADS_1