Cinta CS

Cinta CS
33.Menginap


__ADS_3

“Jadi Papa mau ngajak aku liburan sebelum acara fashion show ku”


“Iyalah, Papa juga sudah ikhlas tentang semuanya”


“Iya Pa”


Papa Rose kemudian menelepon seseorang.


“Ya.. Kamu cepat dong datangnya”


Rose menunggu ditaman rumah sembari melihat Papanya yang sudah mulai semangat.


“Ayooo cepat”


Rose ternganga karna Rose melihat Dika dengan baju santai yang hmmm terlihat keren sih.


Woiii dia CS LOO..... Rose sadar


“Rose Papa ajak Dika, boleh nggak ? “


“Terserah Papa aja sih tapi kenapa Dika ? “


“Dika kan banyak waktu luang”


“Iya Big Papa”


“Waktu luang apa sih Pa, aku malah lihat Dika tertekan sama Papa”


“Ahh nggaklah”menepuk bahu Dika


Dika hanya tersenyum kecil


Hari ini mereka akan menginap di villa pribadi milik keluarga Rose .


Janet, Joe, bik Karsi dan semua staf rumah diajak oleh big papa


Emmm pesta nih, bisa-bisanya pesta padahal pabrik lagi jatuh.


Kata Papa Rose ini kita mulai lagi dari awal.


Sampai di villa Dika dan yang lainnnya beberes.


Sedangkan Papa, Joe dan staf rumah akan berbelanja dipasar tradisional dekat sana jadi tinggallah Joe, Janet, Dika dan Rose.


Walaupun Diana terlibat masalah, Joe tetap netral dan tidak akan membela Diana jika nantinya ia bersalah karna ini sudah termasuk kriminal.


Rose mulai membereskan kamar karna air dikamar mandinya belum Full, ia memutuskan untuk ke kamar mandi bersama yang ada di pojok untuk cuci tangan sekalian berdandan.


Rose nampak terkejut dengan apa yang ia lihat karna ia pikir tidak ada orang didalam.


Dika segera memperbaiki resleting celananya menghadap belakang.


“Maaf Nona saya nggak tahu”


“Lain kali kunci dong Dika”


Terlanjur melihat apa yang tidak harus dilihat membuat Rose panas dingin hingga seharian ia tidak keluar kamar.


“Rose apa yang kau lakukan didalam dari tadi”


“Aku istirahat bentar Pa”


“Istirahat apaan sih”terobos Papa Rose”

__ADS_1


“Nona makan malam sudah siap”ujar Dika


Membuat Rose kembali terbayang dengan kejadian tadi .


Rose menutup dirinya dengan selimut karna tak sanggup melihat wajah Dika.


Dika


“Aku pun merasakan hal yang sama tapi jika aku terus salting aku takut nanti Nona menganggap aku sebagai orang cabul”


Di meja makan Rose dan Dika agak kikuk namun yang lainnnya tidak menyadari hal ini, semua sibuk dengan makanan yang lezat dari bik Karsi.


Setelah makan Dika membantu Bik Karsi beberes, Dika membawa piring dan gelas kedapur.


“Makasi ya Dika”


“Sama-sama Bik Karsi “


“Sudah jangan repot bantu nanti biar Bibi aja,Dika gabung aja sama yang lain ya”


“Nggak kok, aku bantu Bibi aja disini”


Rose yang juga selesai mengelap meja berjalan kedapur untuk menaruh lap, ia melihat Dika dan bik Karsi yang sedang mencuci piring.


“Bik aku bantu taruh ya biar cepat selesai jadi Bibi bisa istirahat “


“Baik sekali Nona”


“Iya... Kan Bibi juga mau liburan disini, masak sampai sini harus capek sendiri”


Jadilah malam itu saling bantu membantu, sementara dari ruang tengah terdengar tawa dari big Papa, Janet dan juga Joe yang tengah menonton acara di tivi”


Bik Karsi berpindah ke arah lemari untuk membereskan semuanya dan kini tinggallah Dika dan Rose yang ada di wastafel masih dengan kikuk.


“Hahh... Rose yang melamun malah melepas piring dan membuat piring tersebut terjun bebas”


“Awasss !!! Nona”


“Ehhh iyaaa”ucap Rose yang masih tertegun


Dengan cekatan Dika membersihkan pecahan piring.


Papa, Jo dan Janet yang tengah asyik menonton langsung berhamburan kedapur terlebih Bik Karsi yang langsung sibuk mengambil sapu.


“Awwww “Dika meringis saat satu pecahan menggores jarinya.


Rose reflek langsung meraih tangan Dika dan mengelap darahnya dengan dress putihnya.


“Jangan Nona nanti bajumu kotor “ucap Dika


“Ngga apa kok”


Papa, Joe, Janet dan Bik Karsi yang melihat pemandangan bak drama asia episode 3.000 ikut melongo sembari saling pandang. Menyadari ada yang menonton Rose dan Dika langsung saling melepas tangan.


“Ada p3k di ruang nonton ambil aja”ucap Rose pura-pura tak peduli namun saat Dika berjalan ke arah ruang nonton, Rose memperhatikan dengan seksama.


Malam itu Rose menghampiri Joe yang tengah merenung, pastinya ia memikirkan nasib Diana.


“Joe... Kamu marah padaku” tanya Rose


“Tidak Nona, aku malah mendukung jika Diana bersalah”


“Aku pikir kamu kesal padaku”

__ADS_1


“Nona jika nanti Diana keluar dari penjara, aku akan tetap setia padanya tapi aku tak tahu apakah dia masih mau denganku dan aku tidak membenarkan kelakuannya yang benar-benar keji itu”


“Tetap saja aku merasa tidak enak padamu Joe”


“Sudahlah Nona lagi pula aku juga tak menyangka Evy bisa sekejam itu pada Nona “


“Namanya juga orang yang sudah berfikiran tidak jernih Joe jika aku bilang buta tidak mungkin karna buta pun masih bisa melihat jalan dengan perasaannya “


“Benar juga sih Nona and Nona mari kita lanjut saja liburannya sebelum Nona debut fashion show nya”


“Makasih Joe”


Joe tidak dendam sedikitpun pada Rose karna Diana dan Evy memang salah jadi Evy dan Diana sekongkol untuk membakar galeri milik Rose.


Diana yang memang dari awal tidak suka dengan Rose berusaha mencari celah dan setelah Diana tahu bahwa mantan pacara Rose yaitu Rey berpacaran dengan karyawan Rose, Diana mulai mengatur siasat dan Evy manusia yang polos dan bucin langsung setuju saja tanpa berfikir panjang.


Evy dan Rey


“Aku mau ke toilet bentar ya”


“Oke”


Evy mulai membuka hape Rey yang tidak di kunci karna lupa.


Evy membuka galeri dan semua tentang Rose.


Dari kertas perjanjian pembelian apartemen, kemudian usaha es cup saat masih SMA dan semua tentang Rose dari masih SMA sampai sekarang masih ada.


Dada Evy terasa sesak, ia tak sanggup jika hanya jadi bayang-bayang Rose terlebih lagi Evy tidak menemukan satu foto pun tentang dia.


Evy yang merasa frustasi dengan keadaan ini terlebih ia sangat mencintai Rey malah diperalat oleh Diana yang ingin menghancurkan Rose.


Wajar jika Evy merasa tersaingi karna selama dengan Rey, Evy tidak merasakan kehangatan dari Rey seakan semuanya hanya Evy dan Evy yang aktif.


Hatiku sakit Rey dan jika Evy ingin minta putus ia tak mungkin juga melakukannya.


“Mencintai Rey seakan hanya aku yang mencintai dia”


“Rose kamu terlalu sempurna untuk dilupaka oleh Rey dan aku hanyalah perahu tanpa layar siap terombang-ambing semasih ada angin yang menerpa”


Di lapas khusus wanita


“Kamu sudah makan Evy”


“Sudah “


“aku akan bantu kamu keluar kok”


“Makasih Rey dan aku minta maaf karna mengikuti Diana “


“Iya nggak apa kok yang penting setelah ini kamu jangan ulangi lagi ya dan minta maaflah pada Rose”


“Aku tak yakin Rose akan memaafkan aku”


“Coba saja Rose orang baik kok “


Rey merasa sangat kecewa dengan sikap Evy karna ia sama sekali tidak berfikir akan resiko yang ia dapatkan akibat dari perbuatannya.


Kembali lagi pada Rose


Rose memandang langit langit villa dengan perasaan yang agak gelisah, pertama ia hancur karna mengetahui Evy adalah dalang dari terbakarnya galeri yang bahkan adalah tempatnya bekerja juga dan kejadian siang tadi saat ia dikamar mandi membuatnya terus mengutuk Dika.


“Aku harap acaraku nanti berjalan dengan lancar ya Tuhan”ucap Rose kemudian tenggelam ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2