Cinta CS

Cinta CS
81 .Untuk Pangeran


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š


Malaikat kecilku


Terimakasih telah mengisi hati ini


Aku akan menjagamu hingga akhir hayatku.


Nervian membuka pintu ruang tamu dengan malas.


“Kamu mau apa kesini ? “


“Aku ingin menjenguk Rose dan memberikan beberapa kebutuhan bayi”


“Kau itu sungguh menyebalkan, ayo masuk”ujar Nervian.


“Siapa Ner ? “ Tanya Rose yang sedang diruang tengah.


“Ini aku Anggara”


“Oh... Anggara ? “


Rose berjalan menuju ruang tamu.


“Kamu mau minum apa ? “ Tanya Rose.


“Air aja “ Ucap Anggara.


“Oke deh”


“Oiya bagaimana bisnismu” Tanya Nervian.


“Sejauh ini lancar saja, ya bisa dibilang stabil, kamu sendiri ? “


“Sama”


“Ini airnya “


Rose membawa air mineral botol dan beberapa kue kering.


“Makasih ya Rose dan maaf aku nggak ngabarin mau kesini”


“Ngabarin apa ? Kamu bisa telepon aku langsung “ujar Nervian ketus .


“Ya ampun Ner, Rose kan sudah jadi milik kamu, apa yang kamu takutkan ? “


“Biarpun jadi milik aku, kamu tetaplah rival”


“Rival apaan ? “


“Rival ya Rival”


“Masih aja kayak gitu dahlah, ayo minum Anggara”


“Iya Rose”


Anggara memang sudah mengalah dengan Rose sejak Nervian menikah dengannya, namun bukan berarti ia harus dendam padanya.


Atas inisiatifnya sendiri ia membawakan kebutuhan bayi untuk Rose.


“Kamu mau buru-buru nggak Anggara ? “tanya Rose.


“Enggak sih emang ada apa ? “tanya Anggara bingung.


“Makan siang disini aja gimana ? “Tawar Rose.


“Nggak usah deh, aku sudah order buat makan siang”


“Baiklah kalau begitu Anggara”


Ucap Rose sambil mimiknya diperhatikan oleh Nervian, sedari tadi Nervian memperhatikan keduanya dengan seksama seperti pengawas ujian.


“Aku pulang dulu ya Rose, oiya jika sudah waktunya lahiran tolong hubungi aku ya”ucap Anggara sebelum pergi.


“Baik”ucap Nervian sekenanya.


đź’źđź’źđź’źđź’źđź’źđź’źđź’źđź’źđź’ź


“Ner... Kok aku pusing ya”


Rose memegang kepalanya yang berdenyut.


“Istirahat dulu Rose”ucap Nervian kemudian memapah Rose.


Rose berjuang bersamamu bukanlah hal yang mudah.


Begitu banyak hal yang sudah kita lalui dan aku ingin kau dan anakku selamat.


Nervian melihat lagi kamar bayinya dan ia juga mengganti tempat tidurnya yang bisa dibuka dibawah jadi saat bayinya lahir dia bisa tidur dibawah.


Nervian merapikan kamar bayinya dan ia patut mengancungi jempol desain Rose, dalam hati ia bergumam desainer dilawan.


Motif awan-awan dan air terjun menghiasi dinding kamar dengan motif warna biru.

__ADS_1


“Pangeran kah ? “


Semuanya tak sabar menyambutnya.


Bayi yang begitu lucu melekat dibenak keluarga Nervian dan juga keluarga Rose.


“Moodku lagi nggak bagus Ner”ucap Rose saat melihat Nervian masuk kamar.


“Iya... Aku temanin kamu sampai mood kamu bagus deh”


Nervian duduk disamping tempat tidur.


“Rose... “


“Apaan ? “


“Coba deh kamu pegang ini, pasti mood kamu membaik”ucap Nervian licik.


“Apa itu ? “


Nervian mengambil tangan Rose dan meletakkan di adiknya.


Mata Rose melotot dan kesal karna Nervian melakukannya dengan wajah yang tenang.


“Ner... Vi.. An !!! “


“Hangat kan”


“Kamu keterlaluan”


Rose tak mampu menyembunyikan wajahnya yang memerah, bagaimana dia bisa melakukan itu padanya.


“Kamu jangan terlalu serius Rose”


Nervian masih memasang wajah tak bersalah.


Terkadang dalam benak Rose ia masih kaget dengan milik Nervian yang mungkin sudah berapa kali ia sentuh.


Rose termasuk wanita yang bersih saat ingin melakukan hubungan dengan Nervian.


Ia selalu menyuruh Nervian agar mandi dulu dan ia berdandan dengan cantik.


“Rose jangan marah”ucap Nervian.


“Aku nggak marah Cuma nyebelin aja sih kamunya”Rose membalikkan badannya.


“Oiya aku gosokin kakimu minyak aromaterapi ya” Nervian melakukan pengalihan isu.


“Boleh... Lagi pegal juga nih”


“Aku ganti baju dulu ya, biar bajunya nggak kena minyak, soalnya ini bahannya bagus”ujar Rose.


“Oke”


Nervian menahan salivanya saat melihat Rose memakai baju dinasnya.


“Rose mau kamu apa sih”batin Nervian.


“Sudah tahu lagi jaga hamil karna masih tiga bulan, ehhh dia malah kayak gini”


“Ayok deh... Aku sudah ngantuk “


“Iya... Iya”


Rose merasa nyaman dengan baluran minyak aromaterapi tersebut, Rose memang sering memakai itu saat masih gadis.


Ia merasa nyaman bila memakai minyak itu jika mengalami insomnia.


Tak lama Rose terlihat tertidur dan Nervian juga mulai mengantuk.


“Enak kayaknya kalau tidur siang”


Ucap Nervian yang hampir lupa apa itu tidur siang.


Dewasa itu


Penuh dengan lika liku.


đź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’žđź’ž


Pertemuan sebagai anak yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya antara Rose dan Nervian tidak berjalan lancar.


Nervian dan Rose sama-sama menyuruh temannya untuk saling bertemu.


Hingga cinta tumbuh dan berkembang saat mereka bekerja bersama namun Rose adalah pemilik perusahaan dan Nervian saat itu adalah CS atau cleaning service.


Baik Rose dan Nervian sama-sama tak menyadari bahwa bahwa perjodohan dan pekerjaan itu diatur oleh kedua orang tuanya tetapi malah rasa alami yang mereka dapatkan.


Pangeran kecil yang dinantikan akan menjadi pelengkap dalam kebahagiaan rumah tangga mereka, setelah Rose pernah mengalami keguguran .


Rose yakin jika saat ini anak keduanya akan mendapat perlindungan yang lebih dari dirinya.


“Hoammmmmm...... Ya ampun aku tidur lama banget kayaknya dan aku bahkan tak ingat kapan aku tidur siang senyaman ini”

__ADS_1


Nervian duduk ditempat tidurnya dan ia melihat Rose yang terlelap dengan nyamannya.


Nervian mengusap rambut Rose dan mengecup dahinya.


“Sayang... Kamu harus sehat ya sampai waktunya tiba, aku cinta padamu”


Nervian mulai mengecek CCTV cafenya dan sejauh ini semuanya masih baik-baik saja.


Nervian beralih menuju CCTV yang ada di perusahaan batik Rose.


Yah... Semua aman terkendali.


Nervian memutuskan untuk mandi karna ia merasa gerah.


Nervian menyalakan shower dan membiarkan buaian air membelai tubuhnya.


“Ahhhh..... Nikmat sekali dah badanku jadi segar”batinnya.


Karna gemericik air Rose terbangun, ia melihat kearah kamar mandinya yang ada di kamar.


Tanpa permisi Rose masuk dah melihat Nervian yang sedang asyik mandi dengan shower.


“Ner !!! “


Rose mengejutkan Nervian.


“Ehh... Kamu bikin kaget saja”


Rose masuk tanpa babibu, ia mematikan shower dan mendekap Nervian.


“Rose... Aku”


Nervian memeluk istrinya”Ada apa Rose ? “


“Nggak ada lagi pengen peluk kamu aja “


Rose bergelayut manja pada Nervian.


“Aku selesaiin mandi dulu ya”


“Nggak mau”


Rose masih dengan posisi awalnya.


“Lagi pengen ya ? “ujar Nervian.


“Aku mimpi buruk “ujar Rose.


“Mimpi apaan ? “ Nervian mengambil baju handuk dan menggendong Rose.


“Kalau lagi pengen bilang aja Rose”


Nervian merebahkan Rose dan mencium lehernya.


“Ahhhh..... “


Rose mendesah dan Nervian membuka baju Rose.


“Aku lagi nggak mau Ner, Cuma mau manja aja sama kamu”


Ujar Rose dengan genit.


“Tapi ini nggak bisa ditawar loohhh”


Nervian menunjuk adiknya yang dari tadi sudah siap sedia.


“Emmm.... Okelah”


30 menit kemudian


“Ahhh...masak iya sih aku harus mandi lagi “


Nervian melihat kearah Rose.


“Aku kan emang belum mandi “Rose menggeliat.


“Emmm.... Sayangku”ucap Nervian kembali mengecup dahi Rose.


“Coba aja kalau dia yang pengen pasti banyak tingkahnya”ujar Nervian lalu membenarkan baju handuknya.


“Biarin”


“Aku terlalu menggodakah Rose ? “ujar Nervian.


“Nggak kok”


“Aku mau beli sepeda untuk olahraga itu Rose, boleh nggak ? “


“Boleh lagipula ada satu ruangan lagi kan yang bisa dipakai buat ruang olahraga “


“Sipp dah, aku tinggal telepon tokonya ya”


“Iya”

__ADS_1


Rose bangun dan bersiap untuk mandi.



__ADS_2