
“Jadi dia tidak mau tanggung jawab nak ? “
“Tidak Ibu”
“Terus anak ini bagaimana, apa mau kamu lahirkan saja”
“Iya Ibu, aku akan lahirkan ia di Kota”
“Aku akan jujur pada Nyonya tentang hal ini”
“Jangan Nak nanti akan jadi masalah buat rumah tangga mereka”
“Terus aku bagaimana ? “
“Begini bilang saja kalau ada pacarmu yang tidak tanggung jawab ya”
“Tapi aku tidak mungkin merawat bayi ini Ibu, kita tidak akan sanggup kasihan dia jika nanti hidup kekurangan apalagi tanpa Ayah”
“Ibu tahu nanti kita akan berikan pada Nyonya saja jika ia mau”
“Akan saya coba Bu”
Rumah Mewah Pandita
“Jadi kamu hamil”
“Iya Tuan dan pacar saya tidak tanggung jawab saya tidak sanggup mengurusnya nanti dan saya tidak tega ia tumbuh tanpa Ayah”
“Mas kita saja yang rawat ya”
“Kamu mau ? “
“Kita sudah menikah lama dan belum punya anak”
“Jika kamu bersedia bayi ini kita yang penuhi kebutuhannya”
“Iya aku mau Mas”
“Gimana menurut kamu, apa kamu ikhlas ? “
“Saya ikhlas”
“Besok saya akan urus surat-suratnya ya dan kamu jangan khawatir tentang nutrisi bayi ini”
“Terima kasih Tuan, Nyonya “
“Sama-sama”
“Karsi, aku janji akan merawat bayi ini dengan baik”
Meski perih dalam dada Karsi, ia harus merelakan bayi yang dikandungnya diserahkan pada majikannya karna ia tidak tega bayinya nanti akan susah saat bersama dia.
“Gimana ? Boleh aku pegang ia Karsi”
“Nyonya dimana Tuan ? “
“Dia sedang belanja”
“Kamu sehat-sehat ya disana”
Air mata mulai membasahi pipi Tuan Albert. “Aku minta maaf Karsi”
“Aku tidak apa-apa kok yang penting kamu yang rawat dia dengan baik”
“Iya pasti aku akan jaga dia dengan baik”
“Apa Nyonya tidak curiga”
“Tidak karna kamu tidak menetap disini, ia tidak curiga sama sekali”
“Syukurlah, aku merasa berdosa pada Nyonya”
“Semua sudah terjadi Karsi, kita mau bilang apa, kau adalah cinta pertamaku dan aku benar-benar buta saat melihatmu kembali”
“Tapi derajat kita sudah berbeda”
“Jangan bicara soal derajat lagi “
“Iya aku paham tapi memang kenyataan kita sekarang berada diposisi yang seperti ini kan”
Karsi berusaha tegar karna dia dan Albert majikannya melakukan hubungan terlarang.
__ADS_1
Albert adalah Majikannya sekarang meskipun dulu mereka pernah bersama tetapi sekarang ini perbuatan mereka tidak akan termaafkan lagi.
Untung saja Nyona tidak curiga sama sekali pada Karsi dan suaminya.
“Oekkk oekkk..... “
“Lihatlah Mas, dia sangat tampan”
“Iya”
“Boleh aku gendong ia Karsi “
“Iya Nyonya tentu”
Nyonya membawa bayi Karsi dalam dekapannya dan Karsi menangis perlahan melihat hanya hari ini ia akan bersama dengan bayinya.
3 bulan berlalu...
“Karsi ingat ya kamu jangan sampai bocorin ini ke Rey”
“Iya saya paham Tuan”
“Mas kamu jangan lupa ajak Karsi kontrol ya biar dia sehat”
“Karsi kamu mau pulang kampung apa gimana ? “
“Iya saya akan pulang kampung untuk istirahat “
“Selama kamu libur saya akan tetap transfer gajimu dan ada uang lebih untuk keikhlasan kamu memberi Rey pada kita”
“Tidak perlu Tuan simpan saja untuk masa depan Rey”
“Aku dan Nyona ikhlas”
Apalah daya Karsi, ia hanya bisa melihat anaknya dari kejauhan tapi setidaknya anaknya berkecukupan daripada harus bersama dia toh juga, bayi itu anak Albert.
1 tahun kemudian..... Di rumah Karsi
“Nyonya.... Ada apa ? “
“Karsi.... Saya sudah tahu semuanya “
“Ampuni saya Nyonya “ sambil bersimpuh
“Tapi apa Nyonya”
“Pergilah dari hidupku dan anakku”
“Saya akan pergi Nyonya”
“Saya tidak akan membahas ini pada suami saya namun kamu juga harus mengerti tentang perasaan saya”
“Iya Nyonya”
“Jangan bertanya apapun lagi”
Karsi akhirnya mengundurkan diri dan berkata akan keluar kota. Albert sempat menganga karna tidak mengerti apa yang terjadi.
“Aku tahu kamu akan kesini Tuan”
“Apa yang terjadi Karsi ?, apa Dian menekanmu”
“Tidak”
“Ini untuk bekalmu nanti”
“Uang ? Uang ? Kamu pikir semua bisa selesai dengan uang, aku selalu mengalah dari dulu kau tahu itu Albert, aku memang miskin tapi Dian... Dian merebut semuanya dari aku. Ya ya dan Iya aku mengalah dari Dian tapi mengapa selalu semua kau rahasiakan pada semua orang, aku tidak pernah ada dalam cerita dongengmu”
“Aku minta maaf Karsi”
“Aku akan pergi dan tolong jangan pernah hadir dalam hidupku”
Setelah Karsi pergi merantau, ia mulai masuk di agen ART dan dia dipertemukan dengan Nona Edelweis.
Semua baik-baik saja hingga Karsi kembali melihat Albert menjadi salah satu kenalan Papa Rose dan hadir saat ulang tahun Rose,hal itu membuat Karsi sempat berkecamuk kembali.
Ingin rasanya ia bertanya tentang Rey, karna saking cinta pada Rey tanpa sadar Karsi mengikuti Albert dan Dian ketika acara selesai.
Rey tidak nampak dan malah Karsi mendengar pembicaraan bahwa Dian dan Albert akan berpisah.
“Aku tidak bisa bersama denganmu lagi Dian, gosip sudah tersebar bahwa kau mempunyai pacar yang jauh lebih muda darimu”
__ADS_1
“Cihhh... Aku sudah muak dengan pernikahan ini Albert, kamu tidak mengerti bagaimana rasanya dimadu dan aku harus bertahan, aku juga mau mencari kebahagiaanku sendiri “
“Rey ikut denganku karna aku telah berjanji dengan Karsi”
“Tidak bisa Rey adalah anakku juga”
“Yahh aku tahu,,, aku sangat paham Rey adalah anakmu aku paham”
“Kenapa nada bicara mulai berubah”
“Rey anakmu kan”
“Iya kita mengadopsinya dari Karsi kan”
“Akun tanya sekali lagi, Rey anakmu”
“Kamu kenapa, kenapa suaramu meninggi Dian” sambil memegang bahu Dian
“Aku cukup ya Albert, bertahun-tahun aku menahan sakit ini”
“Jangan kau tanyakan kenapa tapi aku yang seharusnya bertanya mengapa Albert, mengapa ? “
“Aku mintak maaf tapi Rey tidak bersalah “
“Jika kau masih mencintai Karsi, kejarlah dia dan aku tidak akan menghalangi kamu lagi”
“Dian.... Karsi hanyalah masa lalu”
“Iya... Masa lalu yang kau bawa ke masa depan dan kau tahu.... Itu menghacurkan semua cerita hidupku Albert”
Albert menunduk dengan mata yang sembab menahan sakit didada.
“Aku akan menemukan bahagiaku sendiri Albert, meskipun aku mencintaimu tetapi aku juga merasa jika hanya aku yang mencinta.... Terlihat aku yang bodoh sendiri “
“Aku akui kesalahan aku Dian, tapi apa kita tidak bisa berbaikan demi Rey ? “
“Aku sudah tidak sanggup lagi Albert”
Karsi yang menyelinap dirumah Dian mendengar semua dengan jelas, bagaimana nasib Rey nantinya jika Dian dan Albert bercerai.
“Dian.... Beri aku satu kesempatan lagi”
“Maaf... Aku tidak bisa”
“Beri aku satu kesempatan saja Dian”
“Ap kau tuli”
“Dian.... Anak muda tidak sebaik yang kau kira”
“Aku tertawa mendengar ucapan kamu Albert”
“Baik jika kamu sudah tidak mau denganku lagi tapi ingat ya jika saja kau berani menelantarkan Rey, aku tidak segan menggiring kamu ke pengadilan”
“Rey adalah anakmu, kenapa aku harus menyakiti dia, kau lucu”
“Cukup Dian !!! “
“Cukup apa, cukup untuk kebodohan aku selama ini”
Albert tidak meneruskan kata-katanya lagi, wajahnya panas karna menahan marah dan rasa penyesalan yang sudah terlambat.
“Aku turuti kemauan kamu”
“Siap !!! “
“Lohh Karsi, kamu kemana dari tadi”
“Saya beli pulsa Tuan” ucap Karsi berbohong
“Owhh iya”
Karsi merasa bahagia karna ia tahu bahwa Rey kini ada disekitarnya tapi ia juga sedih mengetahui Dian dan Albert akan bercerai.
Rey apa kamu akan baik saja nanti ya.... Ibu khawatir padamu.
Karsi sering menyempatkan diri untuk melihat Rey dari kejauhan, ia memanfaatkan saat akan berjalan kepasar padahal jarak antara pasar dan rumah Rey cukup jauh.
Hingga suatu ketika....
“KARSI !!! “ Karsi sangat terkejut dengan suara yang familiar itu, Karsi mencoba kabur namun tertangkap oleh sosok itu.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan disini”
“Aku... Aku” sambil terus berusaha melepaskan tangannya