
💚💚💚HAPPY READING💚💚💚
“Rose, kamu lagi apa ? “
“Aku lagi bikin desain gaun untuk Tn. Revan”
“Sudah berapa banyak yang kamu buat”
“Dia targetkan dua desain dalam satu hari”
“Ohhh gitu, kamu yang semangat ya” Sambil menyodorkan teh hijau kesukaan Rose.
“Makasih”
“Aku belajar bikin kue dengan chef di cafe, tapi aku nggak tahu rasanya kayak gimana”
“Emmm.... Pantas saja kamu sepi dari tadi, aku harap kamu nggak hancurin dapur kita”
“Kalau aku sih, kamu nggak perlu khawatir”
“Ngejek ya”
“Iya... “
Rose menyuap cake buatan Nervian.
“Enak sih.... Lumayan untuk buatan pertama”
“Kamu suka”
“Iya”
“Ayo makan bersama”
“Okehhh”
“Rose duduk bersama dengan Nervian saling berhadapan “
Sejauh ini masih manis Ner, aku harap seterusnya akan begini.
💬
“Rose.... Maaf Papa menganggu, Papa mau ke Loteng , ada teman Papa yang mengundang”
💬
Baik Pa
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
“Papa memang banyak acara”batin Rose.
“Ner... Tidur yuk... Aku ngantuk”
“Iya”
Esok hari
Diperjalanan Papa Rose agak kesal karna ban mobilnya gembos dan bengkel belum terlihat dari radar.
“Ada-ada saja pekerjaan ini”
Papa Rose berfikir keras dan ia duduk santai dipinggir jalan yang terlihat lengang.
Tak lama kemudian ada seorang wanita yang lewat sana, ia berhenti sebentar.
“Ada yang bisa saya bantu Pak ? “
“Wahhh.... Kebetulan saya lagi mau ke bengkel karna ban mobil saya pecah”
“Ohhh... Kalau Bapak tidak keberatan mari saya antar”
“Baiklah Dek”ucap Papa Rose karna wanita itu nampak lebih muda dari dirinya”
Setelah menemukan bengkel, wanita itu pamit pulang.
“Tunggu dulu dek, ini buat ojek tadi”
“Jangan Pak, saya ikhlas”
“Tidak apa-apa, anggap saja ini bantuan dari saya, oiya siapa nama anda ? “
“Nama saya Maya Pak”
“Oiya... Saya Edelweis “
“Nggih Terima kasih banyak Pak”
Sejenak Papa Rose terkesima dengan wanita itu, parasnya sederhana namun memilik kecantikan tersendiri.
📩
Emy
Lagi dimana
Seenaknya saja putusin hubungan....
💬
Aku kan sudah bilang
Rose tidak setuju
📩
Kekanakan sekali sih Rose itu
💬
__ADS_1
Dia anakku dan aku wajib
Mendengar dia juga
Tante Emy tidak lagi membalas pesan itu.
Bagaimanapun Papa Rose sudah percaya pada anaknya.
Dirumah Nervian dan Rose
“Ishhh pas banget Nervian lagi lewat”
“Ner... “
“Apaan ? “(curiga)
“Coba cium tanganku”
“Tumben “ mencium langsung tanpa ingat tadi ia curiga.
“Apaan nih, kayak kecut-kecut menggemaskan”ujar Nervian dengan serius
“Ahhhhaaaaaaaa..... Itu bau ketek aku”
“Uekkkkk..... ROSE EDELWEIS KAU KETERLALUAN “
“Sorry”
“Jangan ada kata Sorry karna urusannya ntar diranjang”
“Nerviann... Kamu mulai jorok yaaa”
“Kenapa sih.... Kan kamu istri aku”
“Biarpun”
Pabrik
“Hari ini tepat sebulan usia pernikahan kita Rose “
“Iya.... “
“Aku mau ajak kamu keluar, mau nggak ? “
“Boleh”
💬
089......
Selamat malam mba Rose
Saya ingin memesan batik, saya dari Loteng dan ingin kesana langsung besok .
💬
Baik
“Kita jadi makan malam ? “
“Jadi, tapi habis itu kita mampir ke rumah kamu ya”
“Boleh, Ayah sama Ibu pasti kangen sama kita”
“Okehhh”
Rumah Nervian
“Wah... Kalian berdua sangat repot, membawa buah tangan begitu banyak”
“Nggak repot kok Bu”ucap Rose sambil merapikan bawaanya.
“Ehhh... Ada Tante ya”ucap Nervian yang melihat Tantenya duduk di ruang keluarga.
“Seperti yang kamu lihat Ner, oooh ini istri kamu ya, maaf ya kemarin kita belum kenalan karna Tante masih diluar Negri dan ini sepupu Nervian yang baru saja lulus S2 di Harvard “
“Iya Tante salam kenal”ucap Rose sedikit tertawa.
“Oiya kamu lulusan mana Rose ? “
“Ohh aku cuma lulusan desain di Paris aja Tante, nggak jauh kok”
“Emang berapa sih dapetnya buat desain itu, apa cukup buat makan ? “
Nervian mulai merasa hatinya panas.
“Nervian juga masih Dosen kan, duh kalau mikirin mau andalin orang tua itu, emang sih bisa tapi apa tetap kedepannya kayak gitu, kita nggak tahu kan ya”
“Emmm..... Pasti bisa kok Tante”jawab Rose dengan polos.
“Terus kamu belum program anak ? “
“Lagi program Tante tapi kita sabar aja nunggunya”
“Emm... Lebih cepat lebih baik deh, apalagi Rose katanya umurnya sudah dua puluh enam”
“Itu Tuhan yang atur Tante”jawab Nervian dengan ketus.
“Oiya Ner.... Ada kerjaan nggak yang bagus buat sepupu kamu ? “
“Ada... Kalau mau jadi waiters “
“Jangan waiters dong, manager nggak ada ? “
“Sudah ada yang diposisi itu Tante, lagipula ia mulai dari bawah”
“Duhh sepupu kamu kan lulusan Harvard, masak kalah sama dia sih !!! Itu kan orang lain, ini sepupu kamu looh”
“Maaf Tante tidak bisa”
__ADS_1
“Duhhh kamu gimana sih !!! Yuk deh kita pulang saja !!! Percuma disini, nggak ada gunanya “
“Mir.... Yang dikatakan oleh Rose dan Nervian itu semua benar dan jika kamu kesini, lebih baik berkunjung saja, jangan mengomentari anakku dan menantuku “
“Emmm.... Aku hanya bertanya sedikit saja tidak boleh “sambil melenggang pergi.
“Iya... Makasi kunjungannya Tante”
Rose, Nervian dan Mamanya
😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙
“Lohh Maya !!! “
“Emmm Pak Edelweis ? “
“Kok bisa kesini ? “
“Aku lagi mesen batik disuruh dari sekolah tempat aku mengajar”
“Ohh... Kamu guru ? “
“Iya”
“Duduk dulu, ayo pilih-pilih”
“Makasi Pak Edelweis “
“Sama-sama, kamu minum dulu “ujar Edelweis sambil memberikan air mineral pada Maya.
“Kayak kebetulan gitu ya Maya”
“Hahaha... Dunia ini memang susah ditebak, bisa ketemu lagi disini”
“Kamu kerja disini ? “
“Aku pemiliknya tapi sudah kuserahkan semua urusannya pada putriku”
“Ohh... Gitu”
Setelah berbincang lama dengan Maya, Papa Rose mengajak Maya untuk berkeliling di pabrik.
“Keren sekali ya, aku baru pertama kali kesini”
“Wah... Kamu bisa saja”
“Serius !!! “
“Rose..... “
“Iya Pah”
“Ini Bu Maya, yang pernah Papa ceritakan membantu Papa pas pecah ban itu”
“Owhh jadi ini Bu Maya, kebetulan sekali ya”
“Iya... Nggak nyangka bisa ketemu lagi sama Pak Edelweis”ucap Maya sambil tersipu malu.
“Kamu ada waktu luang, kita makan siang mumpung sudah jamnya”
“Aduh gimana ya, aku sungkan”
“Nggak apa kok”
Rose yang paham tentang ekspresi Bu Maya dan Papanya memilih untuk menghindar dan melanjutkan kerjaannya.
“Aku langsung saja balik ke kantor ya”
“Kamu nggak ikut makan ? “
“Enggak Pa, Nervian buatin aku bekal “
“Ayo.... Bu Maya kita ke kantin pabrik “
“Baik Pak”
“Emm... Aku boleh gabung nggak ? “
“Emy”
“Siapa dia Pak”
“Emmm.... Dia sahabatku”
“Sahabat ? “
“Ya... Kenalin aku Emy sahabat Pak Edelweis “
Makan siang yang seharusnya santai bersama Bu Maya kini menjadi agak canggung setelah Emy datang.
Ini diluar prediksi BMKG saat Emy datang ke pabrik karna Emy sangat tidak suka pada kotor dan bau asap.
“Pak Edelweis.... Aku pamit duluan ya soalnya pihak sekolah sudah nelpon aku “
“Baik Bu Maya, Hati-hati ya”
“Iya”
“Jadi kamu serius mau putus sama aku”
“Emy... Aku sudah bilang Rose tidak setuju”
“Apa kau selalu menuruti kata-kata Rose”
“Emy... Aku yakin yang ia katakan itu selalu tepat”
“Aku nggak mau putus sama kamu”
“Emy”
__ADS_1
“Jadi itu mantan pacarnya ya terus istrinya kemana ? “ujar Maya perlahan karna ia belum beranjak dari pabrik dan ia berdiri disekitar taman kantin.