
“Maaf, Pa”
“Nanti main HP lagi, nih makan dulu”
Rose menikmati nasi goreng dengan lahap, ia banyak berfikir seharian ini jadi asupannya juga harus banyak.
“Kamu tunggu bentar ya, Papa mau ke minimarket dulu”
“Okey Pa”
“Rose masih dengan nasinya dan kembali berfikir.
“Andai aja Mama masih ada, aku rindu sekali pada Mama”
“Rose... Ini minuman yogurt kesukaan kamu”
“Makasih Pa”
“Sama-sama Rose”
Kling...... 🔔
📩
Rose
Apa kita tidak bisa bertemu ?
Rey...
Rey lucu, aku sudah tidak mau bertemu dengannya, kenapa ia begitu keras kepala.
Esoknya Rose bangun kesiangan, rumah tampak lengang karna hari ini Papanya keluar Kota untuk membeli bahan tekstil nya.
“Hari ini jadwal designer itu datang tapi sore, jadi kata Papa aku nggak perlu ke pabrik ntar di handle sama Joseph”
“ya ampun, aku belum ngeluarin sampah yang ada dikamar, sisa gambar kemarin”
Rose tergopoh-gopoh keluar untuk membuang sampah karna lagi sebentar tukang sampah akan datang.
“Yess beres”
Rose”seseorang memanggil namanya dari arah samping tembok.
“Hahhh !!! Rey kamu sedang apa ?
“Aku kepingin liat kamu, gimana kabarmu”
“Baik”
“Ya sudah aku pamit dulu ya”
“Ehh... Kok cpt banget sih”dalam hati
“Gitu doang”
Suara deruman motor Rey melaju melewati jalan rumah Rose, Rose hanya mematung dengan pertemuan yang amat singkat itu.
Rey....
Ingin rasanya Rose memanggil namanya namun ia mengurungkan niatnya.
“Sudahlah”
Saat SMK
“Kamu mau ke kelas mading juga”
“Iya”
“Bareng yuk”
“Okey”
“Aku Rey”
“Aku Rose”
“Btw kita di kelas yang sama kan”
“Betul”
Itulah awal pertemuan Rey dan Rose mereka akrab karna ekskul yang sama hingga menimbulkan rasa suka satu sama lain,bahkan mereka mendapat julukan two R.
Rose yang memiliki jiwa bisnis, mengajak Rey untuk berjualan.
Uang jajan Rose yang lumayan diatas rata-rata membuatnya mampu memodali bisnisnya sendiri.
__ADS_1
Namun tanpa diketahui Rose, Papanya juga membantu, setiap hari Jum’at Papa Rose selalu mentraktir karyawannya minuman yang dijual Rose, namun Papanya tidak pernah bercerita, awalnya Papa Rose mendukungnya tetapi kembali ia ingat akan janjinya pada sahabatnya dulu, bahwa akan menjodohkan Rose dan anak sahabatnya itu sebagai pesan terakhir dari Alm. Mama Rose.
Sejauh itu Rose mampu membeli sebuah apartemen yang itu juga didukung oleh Papanya, setelah Rose melihat harganya ia manggut2 karna harganya jauh dari uang hasil jualannya.
Papa Rose datang ketempat Rose akan membeli apartemen, disanalah Papanya menambah uangnya dengan dalih ada diskon pembeli pertama.
Rose tidak pernah tahu akan hal itu, bahkan jika Rose mencintai Rey dengan tulus Papanya akan menjelaskan bahwa Rose mempunyai pilihan.
Namun Papa Rose merasa jantungnya ditusuk oleh jarum yang begitu banyak, ia mendapati Rey main di klub, tanpa sengaja saat VC bersama temannya ia melihat Rey dengan jelas disana, Papa Rose benar-benar kecewa dan sakit hati.
Itulah sebabnya Papa menyuruh Rose untuk putus.
Rose yang tidak paham tetapi tidak membantah meskipun ada perlawanan sedikit dari Rose dengan pergi dan kabur-kaburan Rose akhirnya kembali dengan rasa sakit dan luka yang amat dalam.
Papa Rose tidak pernah bercerita soal itu tetapi dia yakin itu hal terbaik untuk Rose.
Rose yang tidak mampu melawan lagi akhirnya mengalah dan kuliah keluar Negri dan di Yogya, Rose kuliah dalam waktu singkat karna is mengambil yang cepat dan otaknya juga kuat, Rose masuk SD saat usia 5 tahun, cukup cepat untuk seorang anak.
Papanya merasa kecerdasan Mamanya menurun pada Rose.
Di Sembalun
“Rose lihat stoberi ini, manis banget”
“Masak sih ini masih hijau looh”
“Kamu nggak percaya sama aku”
“Nggak lah”
“Nih liat aku cicipin lohh”Tanpa ekspresi.
“Mana... Sini aku coba”
“Ihhhh..... Asam banget looh Rey, kamu kok gitu sih”
“Ehehehe, suka aja liatnya”
“Habis ini kita kemana ? “
“Kita ke Pantai”
“Oke bosku”
💕💕💕💕💕💜💞💞💞💞💞
“Iya.... Aku sulit lupain dia, apalagi tadi aku lihat dia kayak mau ngomong sama aku tapi aku keburu pergi, aku nggak sanggup”
“triiittt”
Hape Rey berdering
📩
Tolong kirim no rek kamu Rey
Aku mau kasih kamu uang
Apartemen itu.
Rey tidak membalas
Kenapa Rose begitu keras kepala, sekarang yang terpenting Rose sudah datang dari liat Negri, Rose sehat dan bahagia, itu saja.
“Ada apa Rey” tanya teman Rey
“Tidak ada kok” ucap Rey sambil menghapus pesan Rey.
“Saran aku kalau Rose sudah tidak bisa sama kamu mending kamu Terima aja Evy”
“Ahhh nggak ahh, dia karyawannya Rose, kamu jangan gila lah”
“Dari pada kamu jomblo terus “
“Aku mau jomblo sampai mati juga bukan urusanmu, aku dan kamu itu beda”
“Beda apanya”
“Kamu cepat ganti cewek kalau putus, aku nggak bisa”
“Ahhh.... Aku kan suka berpetualang “
Rose.... Aku masih ingin denganmu.
Rose segera mandi tetapi perasaannya hari ini nampak gelisah.
Entah apa yang akan terjadi.
__ADS_1
“Eh iya Rey jadi kan kita pesan baju untuk kantor”
“Jadi dong btw bajua apa ? “
“Batik”
“Ehhhh”
“Kenapa ? “
“Apa harus batik ? “
“Iya.... Emangnya ada masalah ? “
“Enggak sih”
“Lumayan loo bonusnya Rey”
“Hufftt... Apa aku siap ya”
“Permisi mb”
“Iya... Ada apa ... Eh Rey” sambil tersipu
“Saya ingin memesan baju”
“Oh iya”
“Ini jumlahnya mb”
Karna Rey memanggil Mb jadi Evy memanggilnya Mas juga, kan malu dia sendiri yang memanggil nama, Rey profesional.
“Okey, tapi untuk baju nanti Bos kami yang akan kesana langsung untuk pengukuran ya, karna baju dia sendiri yang mendesain”
“Baik Mba, untuk harga bagaimana “
“Nanti Bos yang tentukan Mas, saya bisa minta nomor hapenya”
“Okey”
“Nanti saya chat ya Mas lewat telepon kantor dan saya coba hubungi Bos saya dulu”
“Baik”
Evy menghubungi Rose... 📞
“Hallo Nona”
“Iya Evy ada apa ? “
“Nona tidak ke pabrik, ada yang pesan baju dan jumlahnya banyak Nona”
“Hari ini saya ada kelas desain dari Paris Evy, besok saya kesana dan kalau dia mau suruh aja kerumah kebetulan saya belum mulai sihh”
“Oiya coba saya tanyakan sama yang pesan ya”
“Baik Evy dan Terima kasih “
“Sama-sama Nona”
Rey yang hafal dengan suara dari Bos batik itu hanya tertegun dengan keringat yang mulai menetes.
“Baik Mas, kata Bos saya kalau Mas mau bisa kerumah dia langsung karna hari ini dia ada kelas desain”
“Oh gitu ya nanti saya usahakan dan bisa saya minta alamatnya”
“Bisa”
Setelah selesai dengan urusannya Rey segera pamit dan berlalu dari pabrik batik menuju rumah Bos batik tersebut .
Rey menghela nafas panjang.
Sementara itu Rey melupakan hapenya di meja Evy dan Evy baru menyadari saat membereskan meja.
Evy melihat wallpaper hape itu dan agak terkejut.
“Apa dia mengenal Nona ?tapi jika ia mengenal Nona sainganku sangat berat” ucap Evy gugur
Tak lama kemudian Rey baru sadar jika hapenya tertinggal dan yang hanya ia bawa adalah hape perusahaan.
“Ehh hape ku tertinggal Mb”
“Iya, ini dia”ucap Evy dengan raut wajah yang tak seceria tadi tetapi Rey tidak menyadari itu.
“Apa sama sekali ia tak ada rasa padaku ya”ucap Evy didalam hatinya.
“Owhh aku sangat mengharapkan jika Rey peduli sedikit saja peduli padaku “
__ADS_1