Cinta CS

Cinta CS
25.Red Velvet


__ADS_3

Rose melirik jam


Sudahlah untuk apa aku menangis terus “ucapnya sambil mengeluarkan isi tasnya.


Hmmmmmmmmm.... “Ia menarik nafas panjang.


“Masih ada waktu” Rose menscroll aplikasi food dan mencari cake red velvet


“Hari ini tidak stoberi” ternyata ada juga toko kue yang buka sepagi ini yaaa


“Ok mood booster” Ucap Rose sambil menekan tombol ok


Rose menunggu dengan sabar sambil berjalan kedapur untuk membuat susu hangat.


“Permisi pesanan food”


Rose langsung cusss menuju depan rumahnya dengan setengah berlari, padahal jika jalan pun si abang food nggak akan hilang.


“makasih ya” ucap Rose sambil mengambil cake dan cake pun sudah berpindah tangan dan tempat


“Kuberi kau tempat terindah di sini “ucap Rose agak gila


Rose menikmati setiap suapan cake red velvet yang menggugah selera itu.


“Yess good mood”ucapnya hingga cake itu tandas se tandas tandasnya.


Rose meregangkan ototnya dan kemudian mandi.


Setelah ritual pagi itu ia kembali dengan tugasnya yaitu membuat desain 20 pcs.


Beberapa menit berlalu dan Rose sudah siap dengan lima desain.


“Lohh kok cepet” begitulah manusia


Dan jrengggg beberapa jam jadilah 20 desain itu dengan 10 pcs desain baju laki-laki dan 10 pcs desain baju wanita.


“Uhhhh good job Rose Edelweis”puji nya pada dirinya sendiri


Rose kemudian mengambil ponsel dan mengirimkan pada Mr. Roland.


Mr. Roland yang membacanya langsung tersenyum puas.


“Sudah kuduga ia memang berbakat”


Rose bernyanyi kecil sebuah lagu kesukaannya dari grup kpop yaitu beautiful dari NCT.


“Aku akan jalan ahhh, aku pantas mendapat libur meski bukan minggu”


💬


“Pahhh Rose jalan dulu ya, mau nge mall”


Sementara di sisi lain Papanya hanya menggaruk kepalanya.


Kemarin ia seperti bunga yang tidak pernah disiram selama sebulan dan sekarang ia bagaikan lebah yang kesana kemari mencari putik segar, ya ampun.


🏬🏬🏬


Rose termasuk pribadi gadis yang tidak boros dalam hal apapun, meskipun Rose memiliki uang yang lebih dari anak gadis lain, ia tidak menghamburkannya.


Untuk make up dia membeli yang lokalan saja dan seperlunya saja begitu juga dengan yang lainnya.


Sedangkan tas beberapa bermerk itu adalah hadiah dari teman Papanya yang sekaligus rekan kerjanya.


Bagi Rose segala sesuatu yang ia beli adalah yang dibutuhkan saja.


Namun untuk makanan hhhmmmm jangan ditanya, ia bisa kalap saat melihat food street.


Rose memasuki toko buku dan membeli beberapa novel untuk nanti dibaca saat ia gabut di Jawa.


Pilihannya jatuh pada sebuah buku berjudul Tissue.


“Agak aneh sih judulnya tapi kayaknya menarik”


Rose berjalan lagi diantara rak buku dan membeli sebuah buku tentang marketing dan entah kapan dibacanya, itu urusan nanti lah yang penting beli dulu.


Rose mendekati toko cake karna ia mulai lapar setelah berkelana dari tadi.


“Wowwww red velvet again and kayaknya red velvet ini agak beda sih sama yang tadi pagi aku makan”ucapnya sendiri

__ADS_1


“Fixx... Beli”


“ Cake red velvet part 2 sudah datang”ucapnya sendiri sambil membawa nampan berisi potongan red velvet dan segelas susu stoberi.


“Emmmmmwwww enak bangetttt” ucap Rose sambil merem melek


“Aku mau yang stoberi aja” ucapan dari seseorang membuat Rose menoleh dan reflek ia memainkan red velvet nya dengan garpunya.


“Kamu suka yang itu ? “


“Iya”


“Besok kalau aku ada uang banyak , aku yang traktir kamu dan kita nggak perlu buat patungan uang jajan”


“Nggak apa yang penting aku berbagi sama kamu”


Rose hanya mendengarkan percakapan itu dan kembali melahap red velvet nya.


“humm kenapa sih”umpatnya dalam hati


“Nyesek”


Rose menatap kearah jendela toko dan melihat dengan jelas bayangan Joe dan Diana.


Rose melirik jam, sudah waktunya pulang sih emang.


Rose akhirnya selesai makan dan lanjut jalan. Mata Rose tertumbuk pada beberapa tas yang lumayan mehong.


“Aku mau liat deh”


“Selamat datang Nona Edelweis “


“Siapa ohhh aku ya, heheheh” Sok banget deh sumpah(author)


“Ada yang bisa saya bantu ? “


“Saya mau melihat dulu”


“Baik silahkan Nona”


👜👜👜


“Oh iya... Sudah dibayar kan ya” ucap pelayan toko dengan agak terpana bak melihat artis Korea.


Hanya Rose yang paham dan sekilas tanpa diketahui yang lain, sejak masuk ke toko tadi Dika sudah diperhatikan.


“Iya” jawabnya dengan lembut


Arggghhh tambah meleyot nggak tuh si embak-embak.


Rose yang asyik memilih agak terkejut dengan suara yang tidak asing.


“Dika”


Dika saling pandang dengan Rose, “kamu beli tas buat siapa ? “ reflek nanya


“Ohh ini punya Dosen aku Nona, dia sudah pesan tas ini lewat aplikasi dan dia belum sempat ambil kesini jadi aku dimintai tolong (ya kali aku beli tas harganya kayak sewa rumah gedong)


“emmm gitu ya... Terus mau langsung dianterin sekarang ? “


“Iya”


“Kamu kesini pakai apa ? “


“Kebetulan naik taxi online katanya Dosen aku, takut tas nya lecet”


“Owhhh nanti pulangnya aku antar aja gimana ? “


“ Jangan Nona”


“Kenapa ? “


“Ngerepotin aja, aku naik taxi aja deh”


“Aku juga mau pulang kok”


“Baiklah kalau begitu Nona “


“Nah gitu dong dari tadi kek, aku jadi nggak boros kata-kata, lelah tau”

__ADS_1


“Maaf Nona”


“Oiya mb, aku yang ini ya “


“Baik Nona”


Saat akan keluar dari toko tas Diana dan Joe akan masuk kesana.


“Nona “


“Hai Joe, mau belanja juga”ucap Rose sambil memasukkan kartu VVIP dengan agak lambat”(sengaja)


Diana yang melihat itu langsung memasang wajah masam kemudian dia melihat kearah Dika.


“Jadi pacar atau jadi kacung ya”


“Bukan urusanmu “ucap Dika lalu berjalan


Diana memandang dengan kesal, buatkan saya kartu seperti dia mb.


“Baik”


Mata Joe terbelalak melihat nominal yang tertera. Gaji setahun juga belum nutup


“Aku tidak akan kalah satu senti pun dari Rose si anak pabrik”ucapnya dengan sombong


“Heyyy.... “Rose mengekor dengan cepat.


“Dika... “


“Dika”


Menyadari yang memanggil siapa, Dika mulai memperlambat jalannya.


“kenapa aku yang malah mengekor kamu sih”ucap Rose sambil memukul Dika


“Maaf Nona.... Saya tersulut emosi”


“Okk... Tapi jangan ninggalin gitu dong, kan yang mau ngasi kamu tumpangan itu aku” ucap Rose sambil mengatur nafasnya.


“Maaf Nona”


“Nihhhh” ucap Rose sambil menyodorkan barang belanjaannya yang tidak banyak itu namun dari segi nilai jangan ditanya lagi.


Di 🚗🚗🚗


“Ehhh Dika Diana itu pekerjaannya apa sih kok dia bisa belanja barang mahal terus ? “


“Katanya dia influencer Nona, coba cek di ig nya”


“Owhhh brand apa ? “


“Nggak tau sih, aku kurang paham masalah kayak gitu”


“Apa nama ignya, kok aku penasaran sih”


“Dika menyodorkan hapenya namun nampak Dika tidak memfollownya dan mengambilnya dari pertemanan Joe”


“Owhh... Lumayan sih, tapi apa iya bisa sebanyak itu”ucap Rose lagi.


“Masalah itu aku tidak tahu Nona, biar nggak salah aj”


Dari segi followers sih emang banyak dan Diakan ini selalu postingannya mewah terus dan lihat deretan tas ini, semua limited edition, hebat.


Rose tercengang dengan postingan tas yang tertulis.


“Usaha sendiri” hufftt Rose bisa mengingat dengan jelas bahwa Dika yang membelikannya.


“Dika lihat ini”


Dika tertawa kecil, “biarlah Nona anggap saja waktu itu aku buta.


Rose tersenyum kecil, entah mengapa beban dihatinya agak berkurang.


Sesekali Rose melihat kearah Dika yang sibuk dengan ponselnya.


Sejujurnya Dika merasa tidak nyaman nebeng dengan bossnya tapi mau gimana lagi.


__ADS_1


__ADS_2