Cinta CS

Cinta CS
34.Kebahagiaan Rahasia


__ADS_3

“Hoooammmm memang udara Villa di pagi hari sangat berbeda dengan dikota” Rose berjalan menuju kamar mandi namun ia kesal karna airnya yang kecil.


“Hiisssss.... Aku harus ke kamar mandi depan kayaknya”


Kali ini Rose waspada, ia mengetuk pintu dengan pelan agar ia tahu didalam ada siapa.


Terdengar guyuran air dari dalam”siapa yang mandi jam segini”ucap Rose melirik jam dinding yang ada disekitar sana.


Masih pagi banget loo....


Dika keluar dari kamar mandi dengan ciri khas laki-laki pada umumnya.


Handuk yang dililit sambil mengelap rambutnya yang basah.


“Eittsss ....!!! Nona”ucapnya malu


“Minggir dahh”ucap Rose yang tidak sempat terpukau dengan roti sobek milik Dika


Sambil berdendang kecil Rose mengingat apa yang terlewat tadi.


“Ahhh.... Kenapa aku jadi kayak gini sih, karakter utama aku jadi hilang deh”


Gumamnya sendiri sambil tersenyum penuh arti.


Rose sangat terkejut saat keluar dari kamar mandi karna Dika masih ada didepan kolam renang, ia sedang olahraga kecil.


Rose memperhatikan untuk waktu yang cukup lama.


“Kenapa badannya bagus sekali sih” Rose merasa iri dan apalah daya dia walaupun berkarakter keras kepala semua wanita akan meleleh melihat pemandangan seperti ini.


Dika berbalik dan Rose terkejut kepalanya langsung membentur pilar di belakangnya.


“Nona !!! “


“Uhhhh... Sakit banget “


“Nona nggak apa-apa”


Rose terpaku ia tidak ingat kata-kata Dika yang bertanya dan ia malah fokus dengan roti sobek milik Dika.


“Aku nggak apa kok, tadi aku hanya kaget saja”


Dika yang lupa jika ia sedang bertelanjang dada sangat malu dan terkejut kemudian masuk ke kamarnya dan mengambil bajunya.


“Sitttt sepertinya aku mulai merasakan sesuatu”batin Rose


Sarapan sudah siap, hari ini tingkah laku Rose agak aneh, ia malu bertatap dengan Dika.


“Anjay aku kok malah salting begini” dan sebaliknya Dika malah tenang sekali.


“Hari ini Papa, Jo, Janet dan Bik Kardi akan survei tempat wisata”ucap Papa Rose


“Kok aku sama Dika nggak diajak Pa ? “


“Iya soalnya sekalian belanja, emang kamu mau keluar masuk pasar”


“Males juga sih Pa”


“Tuh Papa dah paham sifat kamu yang nggak mau ribet”


“Tapi apa harus Joe dan Janet juga”


“Joe mau mampir ke ATM bentar buat ambil uang dan Janet akan bantu Bik Karsi kepasar”


“Owhhh ya udah deh, aku nunggu disini aja sambil nonton”


“Okey, kalau begitu karna kita dah kelar sarapan jadi langsung gas supaya cepat baliknya”


“Okey dokey my Appa”


“Issshh Papa geli dengarnya, kamu kebanyakan nonton ekor”


“Ekor ? Ekor ? Ekor apa Pa”


“Itu loo yang ada saranghaeyo, annyeonghaseyo , oppa”


“Itu drakor Pa, bukan ekor”


“Beda E sama D doang kok sibuk sekali”


“Tapi maknanya beda sih Pa lagi pula jauh banget, drakor sama ekor aku jadi kesal dengarnya”


“ahahahaha, ayuk deh Papa jalan dulu”


“Jalan.... Yakin jalan ? Nggak pakai mobil “


“Ya deh kamu menang”


“Hati-hati Papa”


“Okey dokey yooo”


“Aku curiga deh, mereka semua takut buat cuci piring makanya kita disuruh tinggal disini”ucap Rose pada Dika


“Nona jangan berprasangka, nggak baik”


“Ihhh aku kan Cuma menduga-duga”


“Terus apa bedanya... Arrghhhhhhh” Dika berteriak membuat Rose kaget.


Dika menyempit didekat Rose”kamu kenapa sih “


“Ada... “


“Ada apa !!! “


“Ada itu terbang tadi”


“Apaan !!!? Rose mulai waspada dan memegang kepalanya.


Apakah kelelawar, atau burung gagak atau mungkin burung elang.


“ihhh ngeri, jijik”ucap Dika lagi


“Apa Dika, aku jadi bingung loo”


“Coba Nona lihat di rak itu”ucap Dika tanpa membuka mata.


Rose menoleh “Allaaaahhhhh maaakkk kecoak rupanya” Rose tertawa kecil

__ADS_1


“Serem kan bisa terbang loo”


“Kamu lakik nggak sih”


“Lakik tapi aku jijik loo”


Rose berjalan menuju rak dan berpura-pura mengambil kecoak dan melempar pada Dika.


“Arggghhh Nona !!! “


“Bercanda kok”Rose tertawa


Baru kali ini ia melihat Dika takut sama kecoak pula ya ampun.


“Aku mau nonton dulu deh”


“Ikut Nona”


“Ikut aja, ngga ada yang larang “


Rose memilih kaset untuk distel dan matanya tertuju pada film zombie.


“Zombie bagus kayaknya”


“Nona nonton yang lain aja ya”protes Dika


“Kamu nggak suka “


“Iya... Bosen “


“Bosen apa takut”


“Bosen.... Serius”


“Aku stel ya”


“Stel deh aku nggak takut kok”


Rose mulai menyalakan film diawal film aja sudah seram, Rose memperhatikan tingkah Dika yang tegang.”Anjay... Ia takut kayaknya”batin Rose


Rose larut dalam film dan saat adegan romantis, Rose membalik badannnya bersamaan dengan Dika, dan akhirnya keduanya beradu pandangan.


Rose dan Dika tersenyum kecil, terlihat jelas bulir keringat didahi Dika.


Tanpa Rose sadari, ia membersihkan bulir itu dan Dika memegang tangan Rose.


“Emmm.... Sorry ya”


“Nggak apa kok, emang ada kotoran apa ? “


“Keringat aja kok”jarak antara keduanya sangat dekat hingga bisa mendengar nafas masing-masing.


“Hhhhmmmmmm.... “ Rose menarik nafas panjang


“Habis ini nonton komedi aja Nona”


“Bisa juga”


Rose mulai menggeliat di sofa karna bosan.


Sepertinya dia ngga ada selera humor deh”batin Dika.


“Padahal kalau dilihat ia lebih tampan dari Joe tapi kenapa Diana lebih milih Joe sih”


“Nona mau jus jeruk nggak, aku mau bikin nih”


“Mau “


Tak lama jus jeruk pun datang, lengkap dengan roti bakar.


“Cepat banget loo, kamu bikinnya”


“Sat set sat set gitu kah Nona ? “


“Iya”


Hening.....


Tidak ada topik pembicaraan antara Dika dan Rose.


“Nona semoga nanti acara fashion show nya lancar ya” Dika membuka obrolan


“Do’akan saja Dika aku mau yang terbaik buat pabrik kita”


“Pasti kok Nona”


“Aku sudah berusaha semampuku”


“Nona sudah berjuang dan pantas mendapat yang terbaik”


“Melihat Papaku tersenyum lagi, aku sudah bersyukur sekali Dika”


“Iya Nona”


“Bayangkan saja semua yang aku miliki sudah habis dan aku pertaruhkan pada acara besok ini”


“Aku janji akan menjaga acaranya agar lancar Nona”


“Makasih Dika, bercerita begini membuat hatiku lebih lega”


“Syukur dah kalau Nona merasa begitu, aku nggak bisa ngasih apa-apa selain setiaku pada pabrik”


“Iya tapi aku tetap belum bisa percaya pada Evy, kenapa ia tega padaku “


“Sudahlah Nona hati manusia sulit ditebak daripada berfikir tentang dia terus, lebih baik Nona pikirin gimana acara nanti berjalan lancar, biarkan ia berlalu dan tentunya akan menjadi pelajaran buat dia”


“Aku takut ia membenciku dan berbuat lebih keji Dika “


“Jika mereka datang lagi, aku siap menjaga Nona”


“Kamu serius”


“Iya.... Aku janji akan menjaga Nona dengan baik”


Rose terharu mendengar kata-kata Dika, Rose bersyukur memiliki Dika di pabriknya.


Dika boleh aku kasih kamu sesuatu.


“Apa Nona”

__ADS_1


Rose memeluk Dika dan membuat Dika terkejut tak tahu harus berbuat apa.


“Aku yakin semua akan berlalu dan Terima kasih sudah membuat aku merasa kuat lagi”


“Emm iya Nona, good luck”ucap Dika kaku


Sekitar dua jam sudah Geng jompo pergi.


Kasar banget Rose bilang Papanya dan Bik Karsi geng jompo.


“Nona aku mau kekamar bentar ya”


“Iya”


Dikamar Dika langsung menutup wajahnya dengan selimut.


“Arggghhh Nona... Apa yang kau lakukan andai saja aku tak ingat kau siapa, aku pasti sudah menerkamu kenapa kau membangkitkan si dia, aduh aku harus apa sih”


Rose menyadari ada yang aneh dari Dika mulai tertawa sendiri, inilah tawa tulus pertama yang ia rasakan saat bersama lawan jenisnya semenjak ia putus dari Rey.


Apa yang aku lakukan ? Kenapa aku reflek memeluk Dika, mungkin ia tidak biasa jadi dia merasa kaku, bukankah ia pernah berpacaran.


Tak lama kemudian Geng jompo sudah datang tapi hanya Janet dan Joe yang datang, Papa Rose masih sibuk dengan suatu urusan bersama Bik Karsi.


“Kenapa hanya kalian yang balik, Papa kemana ? “


“Katanya ada urusan mendadak Nona”


“Baiklah, kalau begitu aku dan Janet yang menyiapkan makan siang ya”


“Nona, ajak aku saja “sahut Dika


“Kamu mau masak ? “


“Iya apa Nona ragu bukannya waktu Nona sakit aku”


Rose mendelik kearah Dika, agar Dika tak melanjutkan omongannya.


“Emmm maksud aku”


“Ayolah “ Rose mengajak Dika menuju dapur lebih tepatnya menggeret dia.


“Duh Dika hampir aja kamu keceplosan loo”


“Iya maaf Nona, aku lupa”


“Lupa sih lupa tapi... Sudahlah ayo kita masak”


“Siap Nona”


Dika dan Rose saling membantu satu sama lain, uhh romantis sekali kelihatannya.


Mirip drakor episode 2.000.000


Awowkwwkwkkw


“Jadi pastikan semua bumbunya lembut Nona”ujar Dika saat melihat Rose memblender bumbu untuk ayam kuah kuning.


“Baik... Eh Dika aku lupa hapeku dikamar coba kamu pegang deh ini”


“Iya Nona “


Rose berjalan melewati sebuah taman kecil yang ada didalam Villa dan diruang tersebut ada tembok kecil juga yang jika dari luar tidsk terlalu terlihat.


Mata Rose tertumpu pada sebuah kaki yang nampak tidsk asing.


“kaki Janetkah”


Rose mengintip pelan


“Aisshhhhhh.... “dada Rose berdegup kencang dan berlari pelan agar tidsk terdengar oleh Janet.


“hohhhh... Hooohhh” Rose sangat terkejut dengan apa yang ia lihat tadi.


Janet dan Joe berciuman mesra sekali, kan Joe masih pacaran dengan Diana, kenapa ia malah melakukan itu dan Janet kenapa dia mau aja sih.


“Nona nggak jadi ambil hape”


“Ssttttt... Ayo balik”


“Kenapa sih Nona”


“Aku haus”


Jawaban Rose yang tidak nyambung dengan pertanyaannya.


Setelah semua beres, Rose duduk diruang tivi tak lama kemudian Janet datang.


“Kamu mau makan sekarang Jen”


“Nanti aja Nona”


“Mana Joe”


“Dikamarnya”


Dikamar pala kau pitak, dia jelas tadi bareng kamu melakukan itu”batin Rose


Aku aja belum pernah, tapi juga sama siapa, kan ngga punya ayang.


“Owhhhh”jawab Rose dengan tatapan tajam pada Janet yang malah tersipu.


Papa dan bik Karsi datang saat hari sudah senja.


“Papa kemana aja sih seharian”


“Papa lagi lihat peluang bisnis “


“Bisnis terus, kan kita lagi liburan “


“Ngga ada salahnya kok”


“Em iya deh”


“Kalian sudah masak, Papa beli ikan bakar loo”


“Belum Pa”


“Yuk deh kita makan dulu”

__ADS_1


“Okey”


__ADS_2