Cinta CS

Cinta CS
46.Kejujuran


__ADS_3

“Jadi bagaimana Jo... Apakah sudah ketemu yang menyelipkan batik itu ? “


Mata Jo mulai memerah karna kecewa, yang jelas terekam CCTV adalah seorang karyawan yang pernah Dika titipkan kunci saat ia dan Janet berbelanja.


“Panggil dia”


“Baik”


“Dengan tangan gemetar karyawan itu berjalan kearah big papa dan Rose”


“Ini benar kamu”


“Iya Pak itu saya”


“Kamu tau perbuatan kamu salah”


“Saya tahu Pak, jangan pecat saya”


“Gajimu saya potong dan setelah itu silahkan angkat kaki dari sini”


“Pak.... Saya mohon, saya akan ganti, waktu itu saya kepepet ,anak saya sedang sakit dan saya butuh uang untuk berobat”


“Kamu bisa bilang sama saya atau Jo nanti bisa disampaikan, bukan harus seperti ini, yang saya butuhkan adalah pekerja yang jujur, dengar itu”


“Saya minta maaf Pak”


“Sudah... Silahkan kamu keluar dan hari ini kamu istirahat dulu”


“Tapi Pak... “


“Dengarkan saya”


“Baik Pak”


Dengan tergesa karyawan itu merapikan barangnya dan pulang.


Tanpa diketahui karyawan itu, Big Papa dan Jo mengikutinya hingga sampai di rumahnya.


Saat akan membuka pintu ia terkejut karna Rose sudah ada didalam sana bersama anaknya yang sedang sakit dan Neneknya.


Karyawan itu menangis dan minta maaf lagi.


“Sudahlah, semua orang juga pernah melakukan kesalahan kan”


Big Papa dan Joe tersenyum simpul kemudian duduk di teras rumah.


“Saya tidak menyangka Bos sangat baik kepada saya”


“Kalau kamu cerita, kita pasti akan bantu semampu kita “


“Benar yang dikatakan Nona mba”


“Jadi Joe dan Rose, cukup kasus ini kita saja yang tahu, jangan diperpanjang atau diceritakan ulang ya, takutnya Ubi bisa jadi kolak dalam cerita orang lain”


“Baik Big Papa”


“Buat Mba, kalau anak belum sehat jangan ditinggal dulu ya”


“Iya Nona”


“Uang bisa dicari tapi anak dalam kondisi seperti ini sangat membutuhkan kasih sayang orang tua”


“Iya Nona”


“Kami pamit dulu, jangan pikirkan yang lain ya”


“Terima kasih Nona, Big Papa dan Mas Joe”


“Sama-sama”


Di pabrik


“Hai Dika, aku buatin kamu bekal nih”


“Ehhh iya tapi aku sudah bawa kok”ucap Dika bohong


“Mana coba aku lihat”


“Ehhh ntar aku ambil dirumah”


“Tuhkan ngga ada mending ambil ini aja”


“Jangan deh, buat kamu aja ya”


“Aku bikin dia, emang buat kamu”


“Aduh gimana ya”


Rose yang datang dari kejauhan bersama Big Papa dan Joe memperhatikan Dika.


Mata tajam dari Big Papa dan Rose membuat Dika bergidik.


Rose langsung ingin bertanya atau melemparkan bekal itu pada wajah Mila, namun ia menahannya karna posisi kerja dan hubungan yang belum dipublish ini.


Rose hanya lewat dan masuk kedalam kantor.


“Aishhhhhhh !!! Semakin menjadi si Mila itu, ingin rasanya aku lari ke Tembolak”ujar Rose dengan hati yang panas, “emangnya dia aja yang bisa bikin bekal, aku juga bisa “


Tok tok tok....


🚪🚪🚪


“Iya.... Masuk”


“Aku mau bersih-bersih Nona”


“Iya”


Dika mulai merapikan kantor Rose dengan teliti.


“Ummm.... Pasti enak ya makan bekal ala rumahan”


Dika masih terdiam namun hatinya menangkap sindiran halus dari Rose.


“Besok aku mau bikin juga ahhh, apa sebaiknya aku kasih Joe sebagai yang pertama mencicipi nya ummmm”


Dika menghela nafas panjang nada kesal.


“Nona aku permisi “


“Iya... Umm kenyangnya “


Dika berjalan meletakkan alat-alatnya di gudang kemudian balik lagi ke tempat istirahatnya.


💬🧒


Aku nggak makan kok


Aku kasih buat Joe


📩👧


Apa ya ?


💬🧒

__ADS_1


Pakai pura-pura lagi


Besok aku yang buatin Nona bekal deh...


😇😇😇


📩👧


Emmm....


💬🧒


Jangan merajuk


Rose tersenyum kecil oleh tingkah Dika.


Dan Dika menimang hape baru dari Rose.


“Terlalu banyak hadiah dari kamu Rose”


16.00 pm


“Kamu nungguin aku ? “


“Ehhh bukan kok, aku ada janji sama Bos”


“Ohhh kirain nungguin aku”


“Enggak kok”


Mila masih saja berdiri dengan Dika dan Rose melihat dari kejauhan.


“Tahan Rose tahan sampai nanti malam”


“Ehh Dika kamu sudah lama ya nungguin aku dan ada Mila juga”


“Iya Nona.... Aku balik duluan ya Dika”


“Iya”


“Bagus ya... Terus aja gitu”


“Bukan aku kok, aku sudah bilang sama dia”


“Bilang apa ? “bilang apa” sambil memukuli Dika.


“Aduhhh.... Sakit tau”


“Biarinnn”


“Aku salah apaa ya Tuhan “


“Ayooo cepat naik”


Dirumah Rose....


“Jadi demi keamanan Rose dan Dika atau Nervian”


“Kita akan tetap merahasiakan hubungannya hingga nanti hari pernikahannya”


Dika dan Rose mengangguk paham.


Dua buah cincin kini tersemat pada jari manis Rose dan Dika.


“Manis banget loohh ini”ucap Rose bahagia.


“Iya kamu suka nggak ? “


“Suka dongg”


“Terimakasih “


Dika memperhatikan Rose dan wajah malunya yang membuatnya tambah imut.


“Rose juga bantu masak lohhh Dika”


“Ihh.... Papa seakan aku nggak bisa masak saja”


“Yang bilang kamu nggak bisa masak siapa ? “


“Terserah Papa aja deh”


Di balkon


“Rose aku suka bajumu”


“Bagus ya”


“Iya dan cocok juga sih”


“Bagus deh kalau gitu, oiya Dika boleh nggak aku jujur sama kamu”


“Tentang apa ? “


“Aku heran kenapa Papa bisa jodohin aku dengan kamu padahal kamu belum selesai kuliah “


“Terus kenapa, apa kamu takut melarat sama aku”


“Nggak sih, aku kira dia bakal jodohin aku sama CEO atau pengusaha gitu “


“Jadi kamu nggak bersyukur gitu, aku tersinggung lohhh”memasang wajah masam


“Bukan gitu maksud aku, kan biar kayak di novel-novel itu”


“Aduhh itu kan di novel”


“Iya minimal kayak gitu pikiran aku, tapi bukan aku maunya kayak gitu ya”


“Tadi kamu sudah sebut”


“Ya itu kan pola pikir aku”


“Hahhhaaaaa”tertawa bersama


“Aku ketawa waktu suruh Janet jadi aku”


“Sama.... Aku juga “


“Terus ngga ada yang tahu”


“Benar”


“Papa masih aja suka ngomel “


“Tapi aku masih penasaran sama satu hal Dika”


“Apa ? “


Menunjukkan ponselnya....


“Aku masih penasaran dengan anak ini”


“Yang kasih kamu rumah stik es ini”


“Iya”

__ADS_1


“Mungkin ia sudah menikah “


“Kalau suatu hari dia datang”


“Nggak mungkinlah kan itu sudah lama banget dan kamu Cuma ketemu sama dia Di RS”


“Tapi feeling ku kuat kita akan ketemu lagi”


“Cari aja kalau bisa “Dika tertawa kecil


“Hahhh..... Sudahlah “


“Minum lagi nih”


“Nggak ahh... Males mau ke kamar mandimu, jauh banget”


“ Di semak aja”


“Dihhh dong kamu yang suka ntar”


“Iyuhhhh..... Aku nggak kayak gitu lohhh orangnya “


“Yakinnn 😌😌😌😌”


“Iyalah..... “


Dika memegang pundak Rose karna posisi saat itu masih ramai.


“Coba aja pas sepi dah habis kamu Rose”


“Emmmm” Rose mengedipkan matanya...


💬 087********


Dika aku suka kamu


Mila


Dika menghapus pesan dari nomor yang mengaku Mila itu


treettttttt hape Dika bergetar....


📞 ........


Dika mematikan panggilan itu, agar tidak mengganggu.


“lihat Dika ada bintang jatuh”


“Mana.... Ada”


“Sudah hilang lohhh”


“Yahhhh..... “


💬 087******


Angkat telepon aku Dika


Dika kembali melihat layar ponselnya.


“Rose.... Aku rrisih sambil menunjukkan layar ponselnya


“Blok aja Dika”


“Sudah”


“Besok aku ketemu lagi sama dia, duhhh maless banget”


“Bilang aja kamu sudah tunangan”


“Iya juga ya”


“Jangan dibawa pusing”


“Iya”


“Kenapa sih Mila ini”batin Dika


Pabrik.... 🌄🌄🌄🌄


“Gimana menurut kamu Dew.... Kok Dika itu nolak aku, apa aku kejar aja terus ya”


“Sebaiknya jangan deh, aku takut dia risih”


“Iya juga sih”


“Ehhh.... Itu Dia”


“Haiii Dika”


Dika hanya mengangguk pelan kemudian berjalan dengan cepat.


Mila mengikuti Dika yang saat itu datang Pagi.


“Sarapan yuk”


“Aku sudah selesai kok dan aku bawa bekal juga” Dika menunjukkan kotak bekalnya


“Dua ? “


“Iya”


“Buat siang juga “


“Enggak.... “


Mila berhenti bicara saat melihat cincin emas tersemat di jari manis Dika, apakah Dika sudah menikah, nggak mungkin kan dia masih single.


Apa dia tunangan gitu, ahhh nggk mungkin tunangan kan Cuma di novel sama film doang.


“Yang satunya buat tunangan aku”ucap Dika enteng


“Ohhh... “ucap Mila kemudian berlalu dengan dada yang sesak.


Jika aku tak terus terang, aku akan menyakiti Rose nantinya.


“Aku tak mau menyakiti perasaan Rose lagi”


“Aku minta maaf Mila”


Mila.....


“Harusnya dari awal aku bilang suka padanya “


“Sudahlah cari yang lain aja, lagipula kalau sudah tunangan kan nggak mungkin kamu ganggu, kamu bukan PHO (perusak hubungan orang)kan “


“ Nggak lah”


“Ayo kita kerja”


“Iya”


“Masih tunangan kan, belum nikah “ Mila tersenyum kecil sambil meremas sapu yang ia pegang.


“Tunggu aja Dika... Aku kalau suka sama seseorang akan melakukan apa saja “

__ADS_1



__ADS_2