Cinta CS

Cinta CS
78.Rayakan saja dulu


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š


"Nona penjualan kita terus menurun bulan ini”


“Sabar dulu kalau gitu Joe, kita libur saja ya”


“Ohh iya Nona”


“Tapi Joe, buat kamu tetap masuk ya karna ku juga butuh yang bantuin aku ntar dirumah kamu mau nggak jadi tukang kebun”


“Mau Nona”


“Kamu gantiin Papanya Nervian”


“Oh iya Nona”


Jika Rose kembali ingat dengan keluarga Nervian dan Papanya kadang mereka keterlaluan juga, Papa Nervian jadi tukang kebun dan ahh dari awal saja jujur.


Orang-orang tua millenial “batin Rose.


“Oh... Iya aku lupa... Testpack aku dikamar mandi”


*SMS dari siapa *


đź“©


FullSun


Rose ini tandanya positif ya. . ?


đź“©


*Iya Ner❣️❣️❣️”


đź’¬


Syukur deh kalau kayak gitu Rose...


đź“©


Iya....


Hati Rose merasa sangat bahagia karna ia kembali dipercaya oleh Tuhan untuk kembali mengandung tapi disisi lain untuk sementara waktu pabriknya harus ditutup dulu, karna belum ada pemasukan.


“Aku minta maaf ya semuanya” ucap Rose saat penutupan tadi.


Rose melihat Papanya yang masih sibuk di galeri nya.


“Papa belum pulang ? “


“Belum nih, berat ya Rose ? “


“Iya Pahhh.... “


“Sabar saja dulu ya”


“Iya Pa, aku juga minta Joe untuk jadi tukang kebun kasihan dia, anaknya kan masih bayi jadi butuh susu dan yang lainnya Pa”


“Itulah yang buat Papa selalu bangga padamu Rose, hatimu bisa memahami orang lain”


“Pahh... Aku ada berita bagus”


“Iyalah ? “


“Aku hamil lagi”


“Wahh.... Syukur deh jaga yang baik ya Rose”


“Iya Pa”


“Kalau gitu kita tutup dulu dan rayakan dirumah ya”


“Iya Pa”


“Telepon Nervian “


“Oke Pa”


Papa dan Bik Karsi sibuk berbelanja untuk makan malam, Papa ingin ini jadi pertanda baik untuk keluarganya.


Lucunya Papa Rose juga menghias ruang makan.


“Papa kayaknya berlebihan deh”batin Rose.


“Ada yang bisa aku bantu Bik ? “


“Sudah selesai kok Nona, ayo duduk saja”


“Baiklah Bik”


Bik Karsi memasak ayam kecap dan opor daging sapi dan tak lupa cake redvelvet kesukaan Nona nya.


“Semoga ini jadi pertanda baik dan rezeki buat keluarga kita ya Rose”


“Iya Pahh..... “


“Tingggg”


Setelah itu hanya suara piring dan sendok yang beradu.


“Aku dan Nervian pulang dulu ya Pa”


“Iya... Ner hati-hati ya bawa Rose”


“Siap Pah”

__ADS_1


“Kamu jangan kerja berat ya Rose”


“Iya”


Entah ini rezeki bayi atau memang Tuhan menghendaki sebulan setelah kehamilan Rose, pesanan datang dari sebuah Sekolah Dasar untuk membeli batik sebagai seragam sekolah mereka dan jumlahnya lumayan fantastis, semua pekerja kembali masuk dan asap mulai mengepul, pertanda pabrik mulai hidup kembali.


“Tuhkan apa aku bilang “ ucap Nervian sambil menyapu kantor Rose.


“Iya... Rasanya kayak mimpi”


“Emmm Rose apa sebaiknya kita doa bersama agar kita selalu diberi rezeki”


“Bisa juga sih, kapan ? “


“Besok saja gimana ? “


“Baiklah nanti aku info, kamu ajak juga Janet ya”


“Siap “


Untuk membantu lancarnya acara para pekerja tidak langsung pulang saat hari itu, mereka langsung beberes dan menyiapkan tempat untuk doa bersama.


Sungguh diluar dugaan Rose para pekerjanya begitu tulus membantunya.


Acara doa bersama diadakan oleh keluarga besar Pabrik semua nampak menikmati acara itu karna memang sudah lama pabrik tidak mengadakan doa bersama semenjak Mama Rose tiada, biasanya dia yang mengadakan setiap setahun sekali.


“Semoga saja Tuhan selalu membuka pintu rezeki bagi para pekerjaku”


“Ucap Rose saat memotong ujung nasi tumpeng”


“Prokkk.... Prokkkk..... Prokkkkkk”


Semua pekerja memberi tepuk tangan.


“Nona makasih ya makanannya enak”


“Iya Nona, aku pikir kita akan libur lama” ucap pekerja lainnya.


“Iya do’akan saja yang terbaik buat pabrik kita ya dan tadi aku juga dapat chat dari langganan aku, dia butuh banyak stok untuk toko dia di NTT “


“Wahhh luar biasa Nona”


“Iya dan lanjutkan dulu makannya ya”


“Oke Nona”


“Ner.... Kamu sudah makan ? “


“Belum, maunya disuapin “ sambil monyong


“Dihhh.... Kamu nggak tahu tempat ya”


“Ahhhh Rose sayang”


“Ehhh... Janet hay tampan”


Sapa Rose pada bayi Janet yang baru berusia enam bulan itu.


“Kamu nggak balik kerja lagi ya”


“Tunggu jagoanku cukup ASI, aku pasti balik kok dan Mama Joe mau bantu untuk merawatnya”


“Syukur deh, aku jadi tenang mendengarnya”


“Iya Nona, aku juga mau bekerja keras untuk anakku”


“Bagus deh”


“Rose ini teh hangat buat kamu”


“Makasih punyamu mana ? “


“Ini, ayo kita kumpul disana”


“Okey “


00.00


“Kok aku kebangun ya, mana lapar lagi”


“Rose kau mau kemana ? “


“Aku mau ke dapur bikin mie instan”


“owwhh iya” ucap Nervian sambil kembali tidur.


“Kamu nggak baik makan mie instan terus “


“Terus”


“Aku buatin kamu omelet, tunggu ya”


“Oke”


“Kan dikulkas banyak sayur dan daging, jangan makan mie instan lagi ya”


“Iya”


“Makasih ya Ner” sambil memeluk Nervian dari belakang.


“Terimakasih untuk apa, sudah seharusnya aku bantu kamu”


“Iya”


“Selesai makan letakkan saja semuanya ya, besok aku ada jadwal pagi di kampus “

__ADS_1


“Baiklah”


“Hoooaaammmm”


Nervian melanjutkan tidurnya disusul oleh Rose yang sudah kenyang memakan omlete buatan Nervian.


“Ner... Besok bikin pecel yuk”


“Iya”


“Ner.... “


“Iya”


“I miss u”


“Miss u too”


Rose tidur sambil memeluk Nervian yang sudah bermimpi hingga Korea.


“Bersyukur Nervian sabar banget hadapin aku”


Esoknya Rose tidak masuk kerja karna hamilnya kali ini benar-benar tidak bisa membuat dia untuk bangun dari tempat tidur, iya dia mabuk berat.


Membuat Nervian harus mengajak Ibunya untuk membantu Rose.


“Maaf ya Bu jadi nyusahin”


“Bicara apa kamu, dasar bodoh, Ibu malah bersyukur bisa direpotin sama kamu”


“Iya Bu”


“Kamu sudah bikin sarapan ? “


“Sudah Bu”


“Rose belum sarapan ? “


“Muntah terus dia Bu”


“Ini Ibu belikan dia jus buah dan es buah coba kamu berikan sementara Ibu masak untuk makan siang”


“Iya Bu”


“Rose ..... “


“Iya Ner”


“Ibu datang dan bawain kamu jus buah”


“Iya Ner taruh saja disitu”


“Kamu bangun dulu sebentar yuk” ujar Nervian sambil duduk disisi Rose.


Rose terlihat agak pucat , akhirnya Rose duduk perlahan.


“Ayo kamu cobain”


“Iya”


Rose meminum jus buah itu dan ia merasa jauh lebih baik.


“Enak Ner”


“Syukur dah kalau gitu”


Tak lama Ibu Nervian masuk melihat kondisi Rose.


“Kamu baik-baik saja Rose”


“Aku pusing dan mual Bu”


“Sabar ya semoga cepat berlalu”


“Iya Bu” ucap Rose dengan nada yang hampir menangis.


“Jangan sedih begitu, nanti bayinya jadi ikut sedih, kamu harus semangat agar bayinya juga semangat “


Rose mengangguk kemudian meminum jus buah lagi.


“Ibu juga bawa bubur, ayo dicoba sedikit “


“Iya Bu”


Rose tak mampu menahan air matanya ia sangat terharu pada kebaikan Ibu Nervian.


“Makanlah sedikit-sedikit, Ibu sudah memarahi Nervian, kenapa ia tidak cepat mengabari Ibu kalau keadaan Rose seperti ini”


“Aku kira hanya pusing biasa Bu”


“Jangan banyak pikiran juga Rose”


“Iya Bu”


“Rose aku ada jam hari ini, kamu sama Ibu dulu ya”


“Iya Ner”


“Aku berangkat dulu ya”


“Iya hati-hati dijalan Ner” ujar Rose kemudian dia tertidur lagi.


Selama kurang lebih tiga bulan Rose merasa mual dan pusing, setelah itu ia merasa baikan dan bisa makan walau tidak terlalu banyak.


Ia menjaga kandungannya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2