
Happy Reading...
“Aku lulus ? “
“Jadi kamu harus ke Yogya buat ikut ujian ini Ner ? “
“Iya dong Ayah”
“Terus Rose gimana ? “
“Pasti dia dukung aku Yah “
“Tapi kamu harus ngomong baik-baik dan juga jaga dirimu, ingat kamu sudah punya tunangan”
“Iya Ayah, aku juga nggak lama kok”
“Nggak lama kamu bilang”
“Iya kan Cuma enam bulan”
“Cuma kamu bilang !!! “
“Sudahlah Ayah”
⏰⏰⏰
19.00
“Nervian... Sudah makan ? “
“Sudah kok btw Papa kamu kok nggak kelihatan ? “
“Dia lagi keluar Negri”
“Si paling traveling”
“Iya.... Dia mau ketemuan Ner”
“Sama Miss yang kamu ceritain mirip sama Mama kamu itu”
“Iya... Tapi kok aku ragu ya”
“Ragu tentang apa ? “
“Ragu kalau Miss itu mau sama Papa “
“Di coba aja toh itu kan urusan Papa kamu”
“Aku sih berharap dia nyari orang Indo aja tapi semenjak Mama pergi, baru kali ini aku melihat Papa sumringah seperti ini”
“Iya... Apapun itu kamu dukung aja jika itu baik buat Papa kamu kan”
“iya kalau masalah dukung sih pasti kok, Cuma hatiku ini masih ragu, apa bisa dia gantiin Mama aku, itu aja”
“Gantiin sih nggak bisa ya, tapi dia pelengkap buat keluarga nanti”
“Emm iya juga sih”
“Sekarang tergantung kamu aja kalau kamu yakin sama dia “
“Aku aja belum pernah ketemu sama dia”
“Ntar kan ketemu”
Rose hanya mengangguk”btw kamu ada apa kesini ? “
“Aku mau ke Yogya “
“Kok tiba-tiba ? “
“Aku mau ujian “
“Ohhh jauh banget ujiannya”
“Iya memang gitu di tempat aku”
“yahhh kita LDR dong “
“Kamu sedih ? “
“Sedihlah, kan kita baru tunangannya”
“Demi karir ya dan supaya kamu nanti cukup kalau nikah sama aku”
“Sudahlah jangan pergi ya”
“Kok gitu sih”
“Aku deh yang hidupin kamu”
“Nggak gitu juga konsepnya sayang”
“Daripada kamu pergi “
“Rose”
“Aku ikut ya”
“Terus pabrik gimana ? “
“Kan ada Papa, sekalian aku bisa lihat-lihat Toko bahan”
“Kalau diizinin, boleh-boleh aja”
“Nanti aku ngomong deh sama Papa”
💬
Janet
Pesanan baju 150 potong
Target 3 bulan
Langganan....
“Yahhh.... Aku nggak bisa deh “ujar Rose pada Nervian
“Kenapa ? “
“Pesanan baju masuk banyak ni”
“Ya sudah kalau gitu, kamu kerjain dulu ya, aku juga sedang berjuang Rose “
“Nggak asyik deh”
“Rose itu rezeki sayangku”
“Tapi... Ya dehhh”
__ADS_1
“Sudah jam sembilan, aku balik dulu ya”
“Iya”
“Aku sayang kamu Rose “
“Aku juga “
Saat Nervian keluar dari rumah Rose , satpam Rose datang sambil membawa sebuah kotak.
“Nona ada paket”
“Paket apaan, aku nggak ada mesen apa-apa deh”
“Siapa pengirimnya ? “
“Ngga ada Nona”
“Simpan saja, aku nggak mau buka”
“Apa saya saja yang buka ? “
“Emang kamu berani ? “
“Iya”
Dengan perlahan ia membuka kotak paket tanpa nama tersebut.
Mereka berdua terbelalak melihat isinya.
Bunga rampai dan sebuah boneka yang ditusuk” gila ada orang iseng kayak gini”
Di boneka itu tertulis nama Rose “dia pikir aku takut dengan hal yang beginian”
“Panggil Bik Karsi Pak dan langsung bakar saja di tempat sampah”
“Baik Nona”
Tidak lama api mulai mengepul dan Bik Karsi juga membaca beberapa doa agar mereka dijauhkan dari hal-hal buruk.
“Aku bisa saja melacak siapa yang iseng ini, tapi aku tidak tertarik.
Keesokannya.
Di Bandara Internasional Lombok sudah terlihat Nervian dan keluarganya serta Rose yang akan mengantar kepergian Nervian.
Rose terlihat tersenyum padahal hatinya sedang campur aduk kayak es buah.
“Aku nggak lama kok “
“Iya... “ucap Rose datar karna malu jika ngebucin didepan ortu Nervian.
Ayah dan Ibu Nervian mengikutinya untuk hari pertama agar mereka bisa mencarikan tempat kos untuk Nervian.
“Kami berangkat ya Rose”
“Iya hati-hati dijalan ya”
“Dadahhh... “
Rose melambaikan tangannya kemudian kembali pulang.
Di mobil ia tidak banyak bicara, dia sibuk bermain ponselnya dan dalam sejarah baru kali ini Rose diantar supir.
“Pak... Antar aku tiap hari ya”
“Iya Nona”
Ada apa pa ? 👧
Kok nada bicara kamu lemah begitu ?🧔
Kan Papa tahu Nervian ke Yogya👧
Iya dong terus kamu sedih gitu
Ahahhaahhaaaa..... 🧔
Kok Papa malah ketawa sih !!! Tega.... 👧
Papa dah mau pulang ni..... 🧔
Hati-hati pa, oiya gimana sama Miss Paris ?👧
Nanti Papa ceritakan ya.... 🧔
“Wahh suaranya bersemangat apa Miss Paris mau diajak kesini ya ? “
Pabrik.....
“hari ini pesanan kita banyak dan aku harap kerja yang bagus ya, karna produk kita sudah dikenal hingga luar pulau ya”
“Prokkk prokkk prokkkkk..... “
Tepuk tangan riuh mengisi pabrik pada siang itu.
Mereka semua bersemangat karna akan mendapat uang yang cukup untuk bulan ini.
Rose yang aktif dan selalu berbagi ke sosmed tentang produknya hingga membuat batiknya menjulang dalam waktu yang cukup singkat, meski galeri nya pernah terbakar hingga Papanya yang frustasi Rose tetap semangat dan juga investor yang datang tak henti-hentinya bahkan Anggara yang ditolak Rose, tetap berinvestasi pada pabrik Rose.
Mereka terkadang terlihat berdua jika sedang menjalankan bisnisnya.
Rose bersyukur karna Anggara sudah bisa menerima ini semua.
Namun belum terlihat jika Anggara punya pacara.
Duhh Rose kenapa kamu ikutan urus pribadi orang sih dasar julid.
Seperti yang terlihat sore ini, Anggara datang membawa seorang tamu dari Inggris yang juga seorang designer ternama.
Rose yang cekatan dan juga punya banyak pengalaman mampu membuat designer berdecak kagum.
“Terbayar perjuangan aku sana sini sekolah”batin Rose
Rose selalu rajin membagikan aktivitasnya pada Nervian agar mereka tidak lost kontak.
Begitu pula dengan Nervian, setiap akan keluar ia selalu mengabari Rose.
“Janet... Berapa potong kain yang sudah jadi ? “
“Baru sekitar 10 potong Nona”
“Bagus deh... Oiya aku juga sudah siapin bonus untuk hari raya tolong beritahu semuanya ya, biar mereka tambah semangat”
“Baik Nona”
“Rose.... “
“Iya... Pa”
__ADS_1
“Papa gagal”
“Gagal tentang apa Pa”
“Miss nggak mau ikut kesini”
“Mungkin belum waktunya Pa”
“Bukan gitu, dia emang nggak mau sama Papa, dia nggak mau pacaran dan mengurus anak”
“Sabar Pa”
“Iya dan dia nggak cocok buat kamu Rose”
“Belum jodoh Pa”
“Padahal dia sempurna Rose”
“Nanti ada penggantinya kok Pa”
“Iyakah ? “
“Iya”
“Papa mau minum kopi ? “
“Kamu yang buatin ya”
“Iya... Iya”
☕☕☕
“Seandainya dia mau sama Papa”
“Mungkin Papa terlalu terburu-buru “
“Nggak.... Papa kan sudah lama chating sama dia Rose”
“Iya mau gimana lagi Pa”
“Hufftt apa Papa kurang tampan Rose”
“Kurang mapan” ujar Rose
Papanya melotot kesal “ maaf Pa”
“Oleh-oleh ada dimobil jangan kamu ambil”
“Papa kok gitu sih “
“Kamu yang bilang Papa kurang mapan”
“Bercanda kok Pa”
“Tauk ah gelap”
“Aku nyalain lampunya ya Pa”
“nggak usah”
“Papa”
“Makanya jangan nyari gara-gara sama Papa, rugi kamu”
“Iya deh Pa”
“Gimana pabrik ? “
“Pesanan banyak Pa”
“Syukur deh dan kamu juga sudah akur sama Anggara”
“Iya Pa, dia sudah nerima dengan lapang dada”
“Iya memang begitu seharusnya Rose, kita sebagai laki-laki harus menerima keputusan dari wanita, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukai kita”
“Iya Pa”
“Benar kan”
“Papa bijak nasehati aku, tapi Papa sendiri patah hati”
“Ahhh kalau Papa nggak masalah, nanti juga sudah lupa”
“Emmm.... Aku percaya deh”
“Ehehehehehe”
“Nervian gimana ? “
“Apanya ? “
“Selamat sampai tujuan dia”
“Iya Pa “
“Syukur deh”
“Kamu belum siapkan buat baju pengantin”
“Kan masih tahun depan”
“Iya nggak apa milih dari sekarang “
“Aku desain sendiri lah Pa”
“Emang kamu dah bisa bikin gaun pengantin “
“Bisa dong “
“Yakin”
“Yakinlah... Ini tuh gambarannya “
“Cantik sekali”
“Iya dong “
“Oiya Pa,,, apa kita nggak perlu adain acara tunangan aku dengan Nervian”
“Papa ada rencana tapi Nervian lagi enam bulan baru balik”
“Habis itu aja Pa”
“Bisa juga dan Tahun depan kamu bisa nikah sama dia”
“Iya Pa semoga nggak ada halangan ya”
“Iya Rose “
__ADS_1