Cinta CS

Cinta CS
14.Merasa hebat


__ADS_3

“Gimana kabar kerjaan kamu hari ini Dika ? “


“Baik Ayah”


“Syukurlah kalau begitu”


“Kamu nggak lelah kan”


“Enggak lah Ayah, aku suka kok”


“Makasi ya Dika, kamu memang anak yang paling pengertian”


“Iya Ayah slow, kok Ayah rada melow sih” Dika terkekeh


“Ayah lagi nggak bercanda Dika”


“Iya Yah”


Dika mencuci tangan dan lakiknya kemudian berjinjit meletakkan sepatunya yang berwarna putih merah, warna kesukaan Dika.


Dika makan dulu ya”


“Iya Ayah, Ayah juga makan”


“Siap”


Ayah dan anak itu beriringan berjalan menuju dapur.


Hari ini masakan Mama menggugah selera makan Dika, tempe goreng dan sambal cumi kesukaan Dika.


Dika sampai nambah dua piring.


Tritt triittt triitt


Hape Dika bergetar, Dika melihat hapenya.


“Nona ? “


“Yah aku angkat telepon sebentar, dari Nona”


“Baik”


“Ada apa Nona”


R: “Dika kamu sibuk”


Dika agak terkejut karna yang punya suara adalah bosnya yaitu Papa Rose.


D :”Saya lagi makan Boss, ada perlu apa ya ? “


BP :” Emmm.... Ada hal penting nanti Rose yang kesana ya”


D:”Eh tunggu dulu ini gimana maksudnya”


BP: “Rose akan jalan kesana Dika”


Tut.... Tutt.... Tuttt


Dika nampak bingung dengan Bossnya, ada apa ini.


Dika sampai lupa pada makanannya.


“Dika.... Habiskan makanannya”


“Baik Ibu”


Dika jadi tidak fokus pada makanannya dan sibuk berfikir.


Tin tin


Suara klakson mobil berbunyi.


“Pasti Nona”


Pintu pun diketuk... 🚪🚪🚪


“Nona aku masih”


Ternyata bukan Nona.


“Maaf andalah yang bernama Dika.


“Iya”


“Ini tolong bajunya diganti ya” menyodorkan stelan jas


Dika masih termenung.


“Tolong cepat ya “


“Eh iya iya”


Dika melongok keluar melihat mobil namun kacanya agak buram jadi tidak terlihat apapun.


“Ayah ,Ibu aku pergi dulu dengan Bos ku”


“Hati-hati ya Dika”


Dika nampak berbeda dengan pakaian itu, walaupun ia mandi dan bersiap ala kadarnya tetap membuat Dika nampak tampan.

__ADS_1


Rose melihatnya hampir terbuai namun ia sadar dan masih stay cool.


Dika masuk tanpa dikomando.


Rose nampak berpakaian berbeda hari ini.


“Ada apa Nona ? “


“Aku ada pertemuan pengusaha jadi aku butuh pendamping “


“Owhh begitu”


Rose agak kikuk karna Dika memandanginya dengan lekat.


Rose memalingkan wajahnya yang bersemu agar tidak terlihat oleh Dika.


“Dika.... “


“Iya Nona”


“Sebenarnya aku ingin kau mengaku jadi pacarku bisa ? “


“Apaa !!! “ Dika nampak terkejut


“Aku butuh bantuanmu”


“Tapi bukannya ini tidak mungkin Nona”


“Iya aku tahu, tapi hanya malam ini saja”


“Tapi kenapa”


“Jangan tanya kenapa Dika”


“Tapi aku tahu ada oppa yang sering ke pabrik”


“Oppa siapa lagi pula siapa yang kamu panggil oppa ? “


“Tadi pagi kan dia datang dan makan bersama Nona”


“Anggara ? “


“Namanya Anggara “


“Iya”


“Aku nggak mau sama Anggara “


“Tapi apa ini tidak jadi masalah Nona”


“Tidak... Lagi pula aku tidak suka Anggara dan agar dia menjauh dariku”


“Nona... “


Rose menunduk membuat Dika merasa ini bukan main-main, Rose nampak serius dan wajahnya nampak serius.


Dika masih terdiam karna dia berfikir kembali, ia takut jika nanti ini menjadi masalah besar baginya di kedepannya.


Dika dari sisi manapun ia terlihat lebih muda dari Rose dan apa yang ia punya untuk Rose ?


“Dika ? “


“Aku takut Nona “


“Takut apa ? “


“Takut kalau ada yang bertanya”


“Bilang saja kamu ini pengusaha luar kota, gitu aja lah makanya nanti jangan jauh-jauh dari aku ya”


“Iya Nona”


Dika sebenarnya merasa takut karna ini bukanlah hal kecil namun ia juga tidak bisa menolak permintaan Nona nya.


Saat turun dari mobil Dika nampak berkeringat, apalagi Rose langsung menggandeng Dika.


“Aku tahu kau dan Diana sudah putus kan”


“Bagaimana Nona tau”


“Mana ada hal yang tidak aku ketahui” saling berbisik


“Panggil aku Rose saja “


“Aku tidak janji”


“Ihhh” Rose mencubit Dika


Ini bukan tempat biasa, dari gedung dekor dan tunggu dulu.


“Ini acara nikahan ? “


“Rose ini acara pernikahan “


“Iya” ucap Rose enteng


Rose terus berjalan tanpa peduli akan Dika yang bingung.


Rose memberi selamat pada pengantin.

__ADS_1


“Wihh Rose datang juga ya dan ini ? “


“Pacarku” ucap Rose menyambar pertanyaan barusan dengan segera dan berlalu


“Yuk kita langsung prasmanan Dika”


“Iya”


“Nona... “


“Iya”


“Maksudku Rose”


“Apaan”


“Tuh lihat” sambil menunjuk kearah kerumunan tamu yang sedang duduk.


“Anggara ? “


Anggara nampak sedang menikmati makanan dan tertawa bersama seorang gadis mereka tampak akrab.


“Cihhh buaya” Ucap Rose lalu sengaja lewat didepan Anggara


Anggara tidak melihat dia masih asyik mengobrol.


“Dih luar biasa, lagi pula apa yang aku lakukan” ujar Rose menyadari kebodohannya


Rose di undang oleh teman bisnis Papanya namun karna Papa Rose tidak enak badan jadi dia mengutus Rose untuk kesana.


Rose yang paham akan kriteria teman Papanya agak bingung awalnya pergi dengan siapa.


Tapi setelah pemikiran dan perundingan yang amat panjang, dia memutuskan untuk mengajak Dika sekaligus mengaku bahwa Dika adalah pacarnya dan kebetulan Dika juga sudah putus dari Diana.


Rose mulai tak peduli dengan Anggara lagi, Rose kemudian memposting fotonya ditempat undangan.


Beberapa saat kemudian tanpa Rose sadari Anggara melihat postingan Rose dan nampak terkejut.


Ia melihat sekeliling mencari Rose dan orang yang dicari sedang memperhatikan dari kejauhan sembari tertawa sinis.


Acara pernikahan ini bukan sekedar pernikahan biasa nantinya akan diselenggarakan pelelangan barang antik.


Inilah yang ditunggu Rose.


Setelah tamu biasa pulang dan sekarang tersisa rekan bisnis yang menikah, acara pelelangan dimulai.


Semua ada dari guci antik, piring, gelas dan tas mewah.


Dika yang tumben ikut acara ini menyaksikan acara dengan seksama.


Tas merk XNW dari Inggris....


“Saya 8...”


“Saya 10...”


“10 tidak ada lagi yang mau ? “


Rose tidak peduli namun dia sangat terkejut karna yang meminta harga adalah yang bersama dengan Anggara tadi.


Rose tidak mau kalah dan dia menawar lagi


“Saya 11”


“Saya 12”


“Saya 20” ucap Rose kemudian gadis itu terdiam


“Lihat saja dengan siapa kamu berurusan” ucap Rose dalam hati bersamaan dengan Anggara yang terkejut.


“Nona Rose Edelweis dari perusahaan Batik”


“Terima kasih”


“Maaf Nona hari ini Tuan Edelweis tidak datang kah, saya tidak melihatnya”ucap host


“Papa sedang tidak enak badan”


“Terus dengan siapa Nona Edelweis datang kesini”


“Pacar saya”


“Wowwww pacar ya”


Anggara nampak terkejut dengan pernyataan Rose dadanya berdegup kencang.


Dika nampak kikuk mendengar ucapan Rose, ia gelisah.


“Silakan Nona Edelweis kembali lagi ketempat semula”


Rose dengan pede berjalan dan menghampiri Dika yang jelas dilihat oleh Anggara.


“Dia berpacaran”


IMPOSSIBLE !!!


“Dia pikir dirinya hebat” ungkap Rose dalam hati


Karna ucapan Rose Anggara tidak fokus dan tidak peduli pada acara pelelangan itu.

__ADS_1


Hingga akhir acara Anggara berusaha mencari Rose, namun Rose sudah menghilang di keramaian itu, melesat bersama Dika memecah kesunyian malam dengan lampu sorot mobilnya.



__ADS_2