Cinta CS

Cinta CS
83.Bonusku


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHappy Readingđź’šđź’šđź’š


Sehingga ia menyenggol Rose tetapi sungguh keadaan Rose baik-baik saja.


Papa Rose sangat panik apalagi Pak Dito dan istrinya, ia khawatir jika hal itu akan terulang pada menantu dan calon cucunya.


“Maafkan Rose Papa”


“Sudahlah cukup sampai disini saja Rose, yang penting kamu tidak apa-apa”


“Iya Pa, aku merasa bersalah pada Nervian dan Papa”


Rose sesenggukan karna hatinya benar-benar diliputi perasaan bersalah.


“Sudah Rose ini juga kecelakaan, nggak ada yang tahu”


Nervian memeluk Rose dengan hangat.


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


Sembilan bulan kemudian buah hati yang ditunggu Rose dan Nervian serta keluarga besar telah hadir.


Bayi berkulit putih dan berambut hitam tebal itu membuat Rose merasa bangga dan terharu, begitu juga Nervian.


Dirumah sakit Nervian terus memandang bayinya yang ada di inkubator.


Betapa lucu bayi ini, lihatlah dia begitu kecil dan tampan.


“Rose.... Terimakasih”


Bayi dengan bb 3.5 kg dan tb 5.0 itu diberi nama Bima, agar ia tumbuh menjadi anak yang kuat dan tangguh.


Rose melahirkan dengan normal dan Nervian tak hentinya menangis karna ia ada didalam hingga proses melahirkan selesai.


“Aku takut sekali Rose”ujar Nervian saat Rose sudah pindah kamar.


“Aku juga sama Ner, awalnya aku takut tapi dalam hati aku berdoa agar ia bisa lahir kedunia ini dan melihat semuanya “ujar Rose.


“Aku bangga padamu Rose”


“Iya makasi Ner”


Tidak lama kemudian Papa Rose dan Ayah Ibu Nervian juga masuk.


“Rose kamu hebat sekali, terimakasih ya Rose”ucap Ibu Nervian sambil mengelus rambut Rose.


“Iya Bu sama-sama”


“Terimakasih Rose”ujar Ayah Nervian juga.


“Sama-sama Ayah”


“Rose... Papa tak bisa berkata-kata”Papa sangat terharu.


“Papa ini tetap saja tak bisa berkata-kata “ujar Rose.


Setelah selesai bayi Rose kemudian diambil oleh perawat dan di tidurkan didekat Rose.


“Hahhhhhhh..... “Rose menghela nafas panjang.


“Aku ngantuk Ner”ucap Rose sambil memandang bayi mungil disamping nya.


“Tidurlah Rose, biar aku yang gendong Bima”


“Emmm.... Iya”


Nervian masih tidak menyangka jika ia memiliki seorang putra dari bos juteknya .


Terkadang ia berfikir ini semua hanya mimpi belaka.


Lucu, unik dan penuh dengan suka duka saat ia dan Rose membingkai kisah cintanya.


Sekarang bayi ini adalah buah dan bonus dari perjalanan hidup mereka.


“Bima... Kamu tampan sekali mirip seperti aku”ujar Nervian dengan sombong.


“Emmm... Sombong banget Papa kamu Bim”ujar Rose yang belum tidur lelap.


“Emmm... Emang benar kok”

__ADS_1


“Ada yang mirip sama aku nggak Ner ? “


“Belum lihat ada yang mirip Rose”


“Kamu ini nggak adil banget sih”


Rose menggerutu ke Nervian.


“Bima kan lagi bobok, ntar kalau sudah bangun kita lihat berapa pembagian miripnya”ujar Nervian lagi.


“Dih..... Gitu amat”


“Kalau aku bilang putih, emang kita berdua putih sih tapi nggak putih-putih amat”.


“Terserah kamu aja deh”ujar Rose.


“Rose kamu mau minum air hangat ? “tawar Ibu Nervian.


“Boleh bu”


“Ibu Nervian mengambil air hangat untuk Rose.


“Mau makan sesuatu ? “


“Nanti aja Bu”


Pintu kamar Rose terbuka dan Nona Boa terlihat diambang pintu.


“Hallo yang turun mesin hahahha”


“Heh Nona Boa dasar ya, bisanya hanya mengolok-olok saja !!! “


“Ha... Apa yang aku katakan itu salah ? “


“Ya nggak salah sih tapi aku kesal dengarnya”


“Kesal ya kesal, hallo bayiku”


Semua yang ada diruangan menoleh.


“Apa yang kau katakan Nona Boa, ini anakku”Rose keberatan.


“Ini Laki-laki Boa “


“Ya tapi aku mau mendefinisikannya itu kayak gimana ya, nggak tahu deh”ujar Boa.


“Ayo aunty gendong ya”


“Sudah cuci tangan ? “


“Sudah “jawab Boa sambil menggendong Bima.


Bima masih terlihat tertidur.


“Lucu sekali ya”ujar Boa melihat Bima mungil yang ada dalam buaiannya.


“Aku seorang Ibu Boa”


Ujar Rose.


“Iya Rose sayang, pasti Mama kamu bangga sama kamu, pokoknya kamu harus sehat dan jangan banyak pikiran ya, terus kapan kamu bisa pulang ? “tanya Boa.


“Lagi dua hari aku sudah bisa pulang ? “


“Iya deh, nanti aku boleh bantu kamu dirumah ? “


“Dengan senang hati , kamu bisa bantu aku nyuci, nyapu ngepel dan masak “.


“Ehhh.. Kok malah jadi pembantu, aku mau gendong Bima aja”ujar Boa tak Terima.


“Dih... Bima kan ada neneknya yang gendong, kamu ngerjain yang lain lah”tawa Rose.


“Awas ya kamu Rose”ucap Boa.


“Hahaha”


Rose tertawa dan Boa juga ikut tertawa.


“Ner.... “

__ADS_1


“Iya Rose” jawab Nervian sambil membelai rambut wanita kesayangannya itu.


“Kapan kita bisa pulang ? “


“Secepatnya Rose “ujar Nervian membuat Rose merasa nyaman.


Diperlakukan dengan hangat membuat Rose merasa menjadi wanita paling beruntung sedunia.


“Besok kalau pulang biar Ibu yang menginap ya Rose”


Ibu Nervian menghampiri Rose dan duduk disamping kasurnya.


“Makasih Bu, tapi apa Ibu tidak lelah ? “tanya Rose merasa tidak enak.


“Tidak, kamu harus cukup istirahat agar kamu tidak sakit”


“Baiklah Bu”


Tiga hari kemudian


“Ner... Bantu aku buat sufor dong”


“Iya Rose, Ibu mana ? “


“Ibu masih masak, kasihan Ibu Ner, pasti dia lelah”ujar Rose sambil menggendong babynya”


“Iya gpp, Ibu senang banget bisa bantuin kamu looh”


“Iyadeh kalau gitu, jangan lupa beliin Ibu vitamin ya”


“Iya Bunda Ratu”


“Mulai deh kamu”


“Hehehe”


Sekali lagi Rose memandang babynya dengan penuh senyum, ia bersyukur diberi kesempatan untuk mengasihi anaknya, dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung didunia ini, terlebih ia diberi suami seperti Nervian yang sangat pengertian.


“Ner... Rose sudah bangun ? “


“Iya Bu”


“Ner....Ibu masa nifas sangat sensitif, kamu jangan bikin dia kesal atau marah ya, kasihan dia, luka lahirannya pasti sakit sekali Ner, Ibu sudah rasakan”


Ujar Ibu Nervian sambil memotong sayuran.


“Iya Bu, aku sebisa mungkin akan menjaga perasaan Rose”


“Iya... Langgenglah kamu dan Rose hingga maut memisahkan Ner, jangan sekalipun berfikir untuk berpaling, kamu bisa jadikan Ibu dan Ayah sebagai contohnya, badai itu pasti ada tapi kembali lagi jika cinta kita kuat, hal itu tak akan pernah terjadi”


“Sreeeenngggg “suara Ibu Menggoreng sayur.


“Iya Bu”


“Nah tolong rapikan piring dan mangkok bekas Ibu memasak”


“Baik Bu”


Nervian mencuci dan membereskan meja makan serta mengatur piring yang akan dipakai untuk sarapan.


Setelah semua masakan Ibu selesai, Ibu memanggil Rose dan akan sarapan bersama.


“Enak sekali Bu”


“Iya dong “


“Makan yang banyak ya”


“Iya Bu, pasti dong”


Nervian tersenyum melihat Rose yang makan dengan lahapnya.


Ingatan Nervian melayang saat awal bekerja dengan Rose dipabrik.


Aku mencintaimu Rose


Hari ini


Esok dan hingga maut memisahkan kita.

__ADS_1



__ADS_2