Cinta CS

Cinta CS
80.Akrab dengan Bu Maya


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š


Ruangan tempat Rose menyimpan baju yang ia desain sangat rapi dan terkesan elegan, desain kamarnya berwarna coklat muda dan crem muda.


“Bu Maya, ayo silahkan lihat-lihat, kalau ada yang Ibu suka ambilah” Ujar Rose dengan hati-hati.


“Wah... Tapi ini kan mahal semua Rose”ujar Bu Maya merasa tak enak.


“Nggak apa kok Bu, aku memang sudah niat ngasi” Rose meyakinkan Bu Maya lagi.


“Baiklah kalau begitu Rose, Ibu pilih yang ini aja”ujar Bu Maya kemudian mengambil baju yang berwarna ungu muda.


“Pilihan yang bagus Bu, ini temanya adalah kupu-kupu yang bahagia, lihat ada bentuk kupu-kupu disini dan dibagian lehernya”Rose menunjukkannya pada Bu Maya.


“Terimakasih Rose, akan Ibu pakai saat acara penting” Bu Maya berdecak kagum melihat baju indah yang ada ditangannya itu, baru kali ini ia mempunyai baju yang bagus dan mahal pastinya.


“Ayo kita keluar Rose”ajak Bu Maya.


“Baik Bu Maya”


Rose menutup lemari baju yang ia desain dan bergabung dengan Bapak-bapak yang ada diluar sana.


“Bagaimana Maya, ada yang cocok ? “tanya Papa Rose.


“Ada kok “Bu Maya duduk disamping Papa Rose.


“Mau makan apa hari ini ? “tanya Bu Maya.


“Belum tahu Bu Maya” Ujar Rose.


“Ibu masakin sate bulayak mau nggak ? “tawar Bu Maya.


“Mau dong Bu, tapi Ibu bisa bikinnya”tanya Rose tidak percaya.


“Bisakah, ada pembakaran sate ? “


“Ada Bu nanti Nervian yang ambilkan “ Rose memandang kearah Nervian.


“Berarti kita beli bahannya dulu ya Rose “ujar Papanya.


“Iya bisa juga Pa”


“Ayo kita ke fresh market Maya”ajak Papa Rose.


“Baik, Rose dan Nervian Bu Maya mau belanja dulu ya, kalian mau titip apa lagi ? “


“Yogurt rasa blueberry Bu”ujar Rose cepat.


“Okelah kalau begitu”


Di mobil


“Ed... Apa menurutmu Rose bisa menerima aku ? “tanya Bu Maya pada Papa Rose.


“Iya pasti Rose anak yang baik dan pengertian”ucap Papa Rose.


Sesampainya di fresh market, Bu Maya membeli beberapa kebutuhan untuk membuat sate bulayak ala kadarnya.


Dia mengambil ayam dan bumbu dapur.


“Terus bu layaknya gimana ? Kamu mau bikin “ tanya Papa Rose.


“Iya... Gampang kok, kita mampir ke pasar sebentar biasanya masih ada sih janurnya “ucap Bu Maya.


“Oke, aku ikut saja deh”


Setelah semuanya selesai, Papa Rose dan Bu Maya kembali ke rumah Rose.


♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎


“Nah Rose ini yogurt kamu” ucap Bu Maya sambil menyerahkan kantong kresek kepada Rose.


“Makasi Bu Maya”


Bu Maya membawa segala keperluannya kedapur.


Rose melihat Bu Maya membersihkan ayam dan memotongnya menjadi ukuran dadu, setelah itu dia memarinasi sate ayam tersebut.

__ADS_1


Sembari menunggu Bu Maya menyiapkan janur yang akan dibentuk menjadi kulit bulayak.


Bu Maya nampak cekatan dan biasa melakukan itu semua sendirian.


“Bu Maya sudah sering bikin ini ya”tanya Rose.


“Iya Rose, Ibu sering bantu Bapak Ibu yang pedagang sate bulayak seperti ini dah” ucap Bu Maya namun tangannya masih membuat kulit bulayak.


“Rose tunggu aja ya diluar, lagi sebentar selesai kok”


“Oke Bu Maya, lagipula ngga ada yang bisa aku bantu hihihi”


Rose tertawa dan Bu Maya tersenyum tipis.


“Kamu nggak bantu Rose ? “tanya Nervian.


“Bantu kok, bantu ngeliat”


“Jiah.... Ada kek gitu” Nervian tersenyum melihat tingkah laku istrinya.


đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ 


Bu Maya datang dari dapur dengan wajah yang full senyum.


“Ayo... Semua sudah siap kita makan bareng ya”


“Baik Bu Maya”


Rose, Nervian dan Papa Rose menikmati sate bulayak buatan Bu Maya yang super duper enak itu.


Rose sampai merem melek menikmatinya.


“Bu Maya besok buka restoran aja ya, pasti laris”


“Ahhh... Kan sudah Bapaknya Ibu yang jualan, cukup itu saja deh, kan Ibu ngajar”


“Ehh iya juga ya, aku sampai lupa profesi Bu Maya”Rose cekikikan”.


Rose memperhatikan Papanya yang sedang bercanda dengan Bu Maya.


Tak egois memang tapi dibalik rasa ikhlas Rose akan Papanya ia juga masih menyimpan rasa iri pada Mamanya yang kini sudah ada disurga sana.


Selesai makan Papa Rose dan Bu Maya pulang.


“Aissshhhh akhirnya......!!! “ucap Nervian sambil menggeliat mirip ulet bulu.


“Kamu senang ya karna Cuma ada kita berdua ? “


“Iya dong.... Pasti si debay juga kayak gitu, ya kan”ucao Nervian sambil mentoel calon debay mereka.


Nervian tidur didepan perut Rose.


“Rose kadang aku mikir, kalau semuanya itu begitu cepat”


“Iya... Aku juga sama Ner”


“Aku akan jadi Ayah dan kamu jadi Ibu”


“Iya...”


“Pokoknya aku akan jaga kamu dan meskipun kamu merengek, kamu nggak boleh ke pabrik dengar aku kan “


“Iya”


Rose mengelus kepala Nervian dan menonton tivi hingga pukul 10 pm.


“Tidur yuk Rose”


“Iya”


Paginya terlihat Rose mulai sibuk di dapur ua menyiapkan sarapan untuk Nervian.


Nervian melihat dengan penuh keraguan.


“Aman kok” ujar Rose saat melihat raut wajah Nervian melihat sarapannya.


“Kamu mau kemana hari ini ? “

__ADS_1


“Belum ada acara kan aku sudah janji mau temenin kamu”Nervian menyuap nasi goreng dengan lahap.


“Oke dah kalau gitu”


Rose juga ikut menyuap nasi goreng.


“Aku berharap si debay sehat sampai lahiran nanti Ner”


“Iya Rose”


Setelah sarapan Rose lanjut menyiram tanamannya dan beberes sedikit.


“Jangan terlalu lelah ya Rose”ucap Nervian sambil membuka laptopnya.


“Iya Ner, kalau lelah aku akan istirahat”


“Kamu lagi lihat apa Ner ? “ Rose ikut duduk disamping Nervian.


“Aku lagi pantau cafe”ujar Nervian lalu menunjukkan pada Rose sistem yang ada dicafenya.


“Ini CCTV kantormu ? “


“Yup benar sekali, semuanya bisa dilihat di sini agar aku lebih mudah untuk memantau kegiatan karyawan aku” ujar Nervian bangga.


“Bagus deh, aku juga mau buat kayak gitu”


“Kapan kamu mau dibuatin ? “


“Besok kalau bisa “


“Sipp... Nanti aku hubungin teman aku, kita nggak perlu keluar jadinya “


“Terus sampai kapan kita kayak gini Ner ? “


“Sampai kamu lahiran Rose, apapun yang kamu mau, tinggal bilang aja, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa lagi “ucap Nervian dengan matang.


“Tapi kan bosen” Rose mayun.


“Rose... Hanya sebentar kok, aku yakin kamu bisa melewati ini” Nervian meyakinkan Rose lagi.


“Baiklah”


Meskipun agak berat Rose menerima perkataan Nervian, kehilangan anak pertamanya membuat Rose dan Nervian terpukul, hingga dengan penuh pertimbangan Nervian memutuskan untuk Rose tetap dirumah selama kehamilannya.


Sebulan pertama lancar dan sampai tiga bulan , semuanya berjalan lancar.


Dokter kandunganpun secara pribadi ditelepon oleh Nervian.


Apapun yang terbaik untuk Rose seorang.


Papa Rose dan Orang tua Nervian juga setuju, mereka berdua adalah pengusaha yang pastinya banyak orang yang mereka kenal, ada yang suka atau tidak mereka tak pernah tahu.


Jadi lebih baik jika Rose tetap dirumah dan Nervian menemaninya.


Pangeran kecil itu datang dalam kehidupanku


Mimpi itu indah sekali


Malam kelabu kini menjadi penuh warna....


Pangeranku


Belahan jiwaku


Terimakasih


🤰🤰🤰


“Jadi hasil USG bayinya laki-laki Bu”ujar Nervian ditelepon.


“Benarkah Ner, Ibu merasa sangat senang, jaga baik-baik ya Ner”ucap Ibu Nervian dari seberang.


“Pastinya dong Bu”


“Besok Ibu kirimin makanan kesukaan Rose “


“Baik Bu Terimakasih “

__ADS_1



__ADS_2