
“Tolong aturkan jadwal saya ya Joe”
“Baik Nona”
“Kali ini saya akan pergi bersama Dika”
“Baik Nona”
“Selama aku pergi kamu dan Janet yang bertanggung jawab ya”
“Baik Nona”
“Panggilkan Dika untuk saya”
“Baik”
Dika pun datang
“Seminggu lagi kita akan membeli bahan”
“Iya Nona, kenapa bilangnya dari sekarang”
“Iya karna kita akan beli bahan ke Jawa”
“Jauh banget Nona, tapi sama saya ya”
“Iya terus sama siapa lagi, sampai aku panggil kamu kesini”
“Tapi kenapa saya Nona, kan saya hanya pekerja paruh waktu”
“kamu kan libur minggu depan”
“Kok Nona tau sih”
“Aduh Dika, temanku juga banyak yang kuliah di tempatmu jadi sedikit tidaknya aku tahu lah”(padahal ngorek info dari Joe)
“Tapi apa saya pantas Nona”
“Kamu sudah pernah ke Jawa”
“Iya memang sih”
“Sudah, jangan banyak tanya lagi dan jangan banyak komen”
“Baik Nona”
“Ada uang jalan juga”
“Terimakasih Nona, saya permisi dulu”
“Iyesss”gumam Dika”akhirnya bisa keluar kota lagi.
Sesampainya di rumah Ayah Dika langsung setuju dan manggut-manggut.
“Rupanya dia sudah bergerak”
Dika sangat excited dengan jadwal keluar kotanya karna ia akan kembali ke tempat ia pernah menuntut ilmu dulu.
Sementara Rose masih sibuk dengan orderan baju yang sudah hampir rampung itu, pembayaran pun sudah selesai.
“Mudahan sebelum aku berangkat, bajunya sudah kelar jadi sampai disana sudah tenang” ucapnya sambil melihat jadwal yang sudah disiapkan oleh Joe.
“Aku harus semangat”
Rose memutuskan untuk ke minimarket karna ia perlu beberapa jajanan dan obat-obatan tentunya.
Minimarket tak jauh dari rumah Rose, lebih tepatnya minimarket komplek lah namun melewati beberapa gang jadi Rose memilih untuk jalan kaki.
Rose mengambil beberapa kue kering, snack dan minuman hangat saat akan membayar ia bertemu dengan Anggara di kasir.
__ADS_1
Dunia ini serasa sempit oeee......
“Mba langsung hitung sama yang ini”
“Nggak usah, aku bawa uang kok”
“Aku nggak nerima penolakan loo”
Rose terdiam, sok sekali sih”batin Rose”
“Mau langsung pulang Rose ? “
“Iya”
“Baru aku mau ajakin duduk sebentar “
“Aku masih ada les habis ini, maaf ya”
“Oke, Hati-hati ya, kamu naik apa ? “ Anggara celingak celinguk karna tidak melihat kendaraan Rose
“Aku jalan kaki, juga dekat rumah kan”
“Iya tapi ini sudah larut loo”
“Nggak apa aku biasa kok kalau kesini”
“Aku perlu anter kamu nggak ? “
“Nggak usah”
“Baiklah Rose kalau gitu “
“Baik, trims untuk belanjanya”
“Okeee”
Bukan lagi rahasia umum tentang Anggara, anak orang kaya dan pengusaha pastinya ia punya banyak cewek, disamping dari dulu Rose tidak suka dengan kepribadiannya ia juga tak memiliki rasa pada Anggara.
Membuka hati untuk Anggara kayaknya nggak akan ada deh dalam kamus Rose.
Meskipun Anggara mirip oppa Korea, itu sama sekali tidak membuat Rose takluk sedikitpun.
Angin berhembus perlahan membuat Rose agak bergidik, gang ini agak sepi biasanya banyak orang nongkrong, ohh warung yang tempat ngopi sudah tutup, pantas saja batin Rose sendiri sambil berdendang kecil, Rose mengusir rasa sepi malam itu.
Rose mempercepat langkahnya hingga ia nyaris jatuh, buseet sepi amat sih.
Tinggal satu gang lagi yang akan dilewati Rose dan ia bisa sampai kerumahnya, Rose melihat ada seekor kucing berwarna putih yang ada disana, kucing itu berkalung lonceng merah muda sangat cantik. Dengan naluri seorang pecinta binatang ia mencoba menyentuh kucing itu, namun kucing itu berlari dan Rose hanya senyum sendiri, takut sekali ia sama aku kayaknya.
“Jadi kamu disini ya ?” Suara agak serak namun tidak asing menggema ditelinga Rose
“Rose menoleh”Dika ???
“Dika kenapa kamu disini ? “
“Emangnya aku nggak boleh disini Nona ? “( pertanyaan Rose malah membuatnya tersudut ssendiri)
“Nggak juga sih, hanya heran saja karna jarak rumahmu kan cukup jauh dari sini”
“Aku lagi main dirumah temen Mama dan kucing ini milik anaknya teman Mama itu”
“Ohh jadi kamu lagi alih profesi “
“Nggak lah soalnya ini kucing kayaknya lagi ikutin jantan”
“Owhh gitu “
“Dika ??? “
“Iya “
__ADS_1
Suara itu membuat Rose ikut melihatnya, seorang gadis cantik bak model sedang berlari kecil menuju arah Dika dan Rose.
Rose memang cantik dan bertubuh tinggi dengan poni minimalis mirip artis Korea tapi jika dibanding dengan cewek ini, ia bukan apa-apa malah si cewek mirip model luar negri, perfect tanpa cela.
“Nona kenalin ini teman lamaku, Areta dan Areta ini Nona Rose bosku tempat aku kerja part time”
“Hay Nona Rose aku teman Dika, lebih tepatnya mantan pacar Dika”
“Owhh... Timpal Rose”(dalam hati, ia pikir aku mau bersaing dengannya, aku tidak menyukai Dika oeee)
“Aku permisi dulu ya Dika, rumahku sudah dekat”ujar Rose menunjuk rumahnya dengan sengaja agar terlihat oleh si Areta mantan pacara Dika.
“Aku antar yuk Nona sambil jalan”
“Oke”ucap Rose merasa diperhatikan padahal tadi ia menolak Anggara dengan mentah-mentah dan entah apa yang ada dipikiran Rose malam itu.
“Areta kamu bawa sky pulang ya takutnya ia kabur lagi”
“Aku ikut aja Dika bareng kamu”
“Nggak usah karna habis ini aku masih mau beli nasi goreng”ucap Dika menegaskan pada Areta
“Baiklah “
Rose tersenyum penuh kemenangan entah kenapa ia malah merasa hebat diperlakukan seperti itu oleh Dika. Loohhh ada apa dengan dirinya.
“Bagaimana hari ini Nona”
“Semuanya lancar Dika and kamu ? “
“Sama kok Nona dan trims untuk kesempatannya”
“Sama-sama lagi pula ini saran dari Big Papa juga jadi kamu juga bisa bilang makasih sama dia”
“Iya Nona”
“Dika apa selama ini ada sikapku yang buruk atau gimana sama karyawan aku di pabrik “
“Sejauh ini saya lihat Nona tegas dan itu sesuai dengan karakter kita sebagai pemimpin “
“Seandainya semua orang berfikir kayak kamu”
“Emang kenapa Nona”
“Ngga ada sih aku Cuma nanya pendapat kamu aja and kamu nggak capek ya habis kuliah terus lagi kerja “
“Nggak kok Nona, aku happy jadi sejauh ini semua baik dan bisa aku lewati, aku nggak mau jadi malas dan tidak berguna mumpung aku masih muda”
“Bijak deh kamu” ucap Rose sambil tersenyum kecil di tepi bibirnya.
Dika tersipu dan entah dimulai dari kapan Dika mulai kagum pada Nona Rose disamping ia pekerja keras, rajin dan seorang perempuan.
“Kamu mau masuk ? “
“Ehh... Udah sampai ya”
“Iya... Emang kamu lupa ya dengan rumahku”
“Nggak lah Nona, tapi rasanya cepat banget looh”
“Kalau kamu mau ulang kita balik lagi ke jalan tadi “
“Hahh nggak lah”
“Ha.. Aku juga bercanda kok”
Aku masuk dulu ya”ucap Rose sambil menutup pintu, Dika tidak melambaikan tangan karna ia sadar betul siapa gadis yang ada di depannya sekarang.
Rose menutup pintu kamarnya dengan perlahan entah kenapa malam ini damage Dika benar-benar berbeda dari biasanya.
__ADS_1
“oh my god, Dika dengan pakaian santai membuatnya lebih apa ya lebih keren emmm nggak sih lebih rapi ahhhh bukan”
Rose mengacak-acak rambutnya yang sudah rapi sambil merasakan desiran berbeda dalam dadanya.