Cinta CS

Cinta CS
64.Hwd Janet


__ADS_3

💚💚💚HAPPY READING💚💚💚


“Sudah apa belum Rose ? “


“Iya lagi sebentar” Ucap Rose sambil mencari jepit rambut mawar yang senada dengan dress nya”


“Nervian melirik jam “ kemudian ia menghela nafas panjang.


Sudah dua jam ia disini menunggu Rose yang tidak kelar-kelar dandan.


“Apa ini bagus Ner ? “


“Bagus kok”


“Apa nggak terlalu mencolok warnanya ? “


“Enggak.... Toh bukan kamu yang menikah “


Sorot mata Rose tajam menatap Nervian yang langsung berhenti bicara.


“Astaga nunggu Rose dandan kayaknya bisa mampir ke Bulan terus balik lagi deh” Batin Nervian


“Padahal dulu ia nggak serumit ini soal baju”(mana Nervian tahu jika Rose selalu berdiri mematung dalam waktu yang cukup lama di depan lemari bajunya ,yang ukurannya empat pintu itu)


“Gimana ya rupanya Janet ? “ujar Rose sambil membayangkan


“Cantik sih pastinya untuk hari ini”


“Aku nggak sabar deh”


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


“HAPPY WEDDING ya Janet, Joe”


“Makasi ya Nona”ujar Janet sambil bersalaman dengan Rose dan Nervian


Hari ini Janet dan Joe terlihat sangat serasi, Janet memakai baju berwarna biru muda dengan hiasan manik-manik yang bercahaya.


Sponsor dari Batik Y, desainnya by Rose Edelweis.


Semua tamu nampak fokus dengan Rose dan Nervian karna mereka berdua terlihat berbeda dari tamu lainnya, tentunya terlihat jelas dari cara Rose dan Nervian berpakaian,apalagi mata ciwi-ciwi yang melihat badan sempurna milik Nervian, membuat Rose ingin menyembunyikan Nervian didalam tasnya.


“Kamu mau sop buah itu nggak ? “tawar Nervian


“Mau tapi nanti dulu”


“Aku mau ambil, sekalian aku ambilin”


“Okey deh kalau gitu”(cepat banget berubah omongannya)


“Ini nih dia primadonanya”ujar Nervian sambil meletakkan sop buah di meja Rose.


“Cantik banget kan desain aku Ner ? “


“Iyalah... Besok gaunmu siapa yang desain “


“Belum tahu sih”


“Kok bisa belum tahu”


“Mungkin aku akan cari butik yang terkenal”


“Bisa-bisanya desainer nyari yang lain lagi”


“Kamu pikir mendesain gaun sendiri itu mudah, aku grogi looh”


“Si paling grogi”


“Aku sudah ada sih desain tapi kok aku nggak pede gitu”


“Yakin aja Rose”


“Baik jika kamu yang bilang”


“Nona”


“Janet”


“Selamat menikmati ya”


“Iya... Setelah acara selesai, kamu balik kerja ya”


“Pasti dong Nona”


“Bagus... Aku suka wanita pekerja keras, jangan bergantung pada laki-laki”


“Benar kita harus mandiri secara finansial biar harga diri kita nggak diinjak-injak”


“Setuju “


Kedua laki-laki yang bisa ditebak siapa itu hanya melongo mendengar obrolan keduanya yang berapi -api.


Benar-benar...


“Aku juga nggak sabar double dad”


“Ahhh... Jangan bicara gitu deh Janet”


“Hahaha, aku sapa tamu dulu ya”


“Iya... “


“Rose.... Sudah belum makannya, aku ngantuk”


“Baiklah.... Kita pulang “


23.00pm


“Rose.... Rose.... Rose “


“Iya Pahhh.... “Sambil mengantuk


“Ada apa Pahh”


“Ayah Nervian menelpon katanya Nervian belum pulang”


“Ahhh... Yang bener....? “ Rose kemudian bangun dari tidurnya.

__ADS_1


“Iya... Ayah Nervian pikir ia masih disini”


“Hahhh... Terus hapenya gimana ? “


“Nggak bisa dihubungi “


“Kok gitu sih Pa”


“Papa mau panggil asisten Papa dan kamu Rose diam saja di rumah, Papa khawatir “


Terkadang saat kejadian ini Rose berharap ia lahir dari keluarga biasa saja.


Karna ia sudah sering mengalami ini, tapi ia berharap Nervian baik-baik saja.


Rose menunggu hingga dua jam namun Papanya belum memberikan info.


Rose terjaga hingga terkantuk-kantuk sambil memegang ponsel berharap Papanya cepat meneleponnya.


Karna kantuk yang teramat sangat Rose akhirnya tertidur.


“Rose... Bangun Rose”


Rose menggeliat membuka matanya.


“Rose.... Nervian sudah ditemukan tapi keadaannya agak memprihatinkan”


Rose sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Papanya. Sontak matanya langsung mengeluarkan air mata.


“Apa yang terjadi sebenarnya Pa”


“Kamu cuci muka dan sarapan nanti diperjalanan kita cerita “


“Mana bisa aku sarapan dengan cerita Papa, aku khawatir Pa !!! “


“Papa ngerti kamu khawatir “


Rose akhirnya masuk ke kamar mandi sambil menangis ia mengguyur kepalanya di shower.


“Nervian ditemukan dirumah kosong dijalan M”


“Siapa yang bawa dia kesana Pa”


“Diana”


Nama yang lama tidak pernah disebut itu membuat Rose agak merinding karna ia bernostalgia saat ia ditusuk oleh Diana beberapa waktu silam dan bekasnya pun masih ada.


“Terus Pa, bagaimana bisa nerobos sampai sana ? “


“Papa kan ada asisten dan ia yang melacak nomor Nervian, meskipun ponselnya dimatikan tapi tetap bisa diakses “


“Papa nggak dikasi masuk, disana ada yang jagain”


“Versi cerita asisten Papa, Diana itu ingin memiliki Nervian, dia itu siapa sih Rose ? “


“Dia mantan pacar Nervian Pa”


“Pantas saja”


“Mereka sudah lama pacaran ? “


“Enggak Pa, katanya sih dia deketin Nervian buat pacaran sama Joe dan ia juga sempat pacaran dengan Joe”


“Issshhh Papa jangan ngawur deh, sama Joe pun ia sudah lama putus”


“Wahhhh kalau gitu siapa dong ? “


“Mana aku tahu Pa, oiya Pa aku sih nggak jelekin orang Cuma dulu pas aku nge Mall buat beli bahan, aku dengar dia marah-marah ke Nervian karna Nervian nggak bisa beliin dia tas yang mahal dan merk-merk itu Pa”


“Ohh gitu ya anaknya”


“Iya.... Dia semenjak putus malah gangguin aku dan Nervian padahal katanya cuman sekedar manfaatin Nervian buat beli barang branded”


Kejadian dirumah kosong jalan M.


“Bangun !!! “


Nervian membuka matanya dan melihat Sosok yang membuatnya bergidik, ia tak bisa bergerak karna diikat.


Kali ini ia merasa menjadi laki-laki yang paling tidak berguna.


“Ner.... “


“Loooo sakit ya Diana !!! Lepasin aku !!! “


“Ehh.... Kenapa sih.... Kok marah gitu “ ucap Diana sambil bergelayut di tubuh Nervian.


“Seharusnya tubuh ini menjadi milik aku”


“MINGGIR KAMU.... AKU JIJIK !!! “


“Jijik kamu bilang bukannya dulu kamu yang ngejar-ngejar aku”


“Hehhhh itu sudah berlalu !!! “


“Biarpun berlalu tapi aku sekarang menginginkan kamu Ner”ucapnya semakin menjadi dan meletakkan tubuhnya dipangkuan Nervian yang diikat dalam posisi duduk.


“Cuhhhhh”


Nervian meludahi wajah Diana dan membuat Diana menampar wajah Nervian.


“Kamu lupain aku setelah jadian dengan Rose”


“Maaf saja Diana tapi aku dan Rose sudah tunangan “


“Terus anak kita gimana ? “


“Anak ? “


“Iya... Anak kita ? “


“Aku nggak pernah ya merasa hamilin kamu”


“Walaupun kamu nggak hamilin aku tapi aku mau kamu yang jadi Ayahnya “


“Cihhh... Aku benar-benar benci mendengar omongan kamu “


“Brakkkk !!! “

__ADS_1


Pintu kamar itu ditendang dan hampir lepas oleh asisten Papa Rose.


Diana tersenyum menantang.


“Maju saja jika berani”ucapnya sambil mengeluarkan pisau lipat dan meletakkan tepat di tenggorokan Nervian.


“Mba ini bisa dibicarakan baik-baik”


“Kalian jangan ikut campur urusan anak muda ya !!! “ucapnya sambil terus mendekatkan pisaunya hingga Nervian meringis.


“Mba... Apa Mba tahhu ini termasuk pidana”


“Aku nggak takut”


“Di... Pikirin perbuatan kamu, sudah syukur Rose tidak melaporkan perbuatan kamu kemarin”


“Diam kamu dasar breng***”


“Sakit Diana !!! “


Karna waktu semakin lama akhirnya asisten Papa Rose ingin merebutnya dengan paksa tapi.


“Dia hamil Pak... Tolong jangan tendang dia”ucap Nervian membuat Diana bengong dan menjatuhkan pisau lipatnya.


Dia duduk dan menangis...


Tak butuh waktu lama asisten Papa Rose langsung mengantar Diana ke kantor polisi dan Nervian dibawa kerumah sakit untuk membalut lukanya.


“Diana mengalami depresi dan ia juga tidak hamil”


“Kok bisa Pahh, ngakunya hamil”


“Ia memang begitu pada setiap pacarnya agar tidak ditinggal”


“Tapi kenapa harus Nervian yang ia ganggu Pahh”


“Kalau itu Papa kurang tahu Rose”ucap Papa Rose sambil memarkirkan mobilnya


“Yuk kita turun”


“Baik Pa”


“Sekarang ia sudah dirawat dirumah sakit jiwa agar ia bisa tenang dulu”


“Kasihan sih Pah, tapi tindakannya juga terlalu berbahaya “


“Iya... Sebaiknya kamu juga berhati-hati apa Papa perlu kasih kamu asisten “


“Nggak usah deh Pa”


“Papa khawatir jika ia ikut membencimu, kamu tahu kan betapa khawatirnya Papa pas dia nusuk kamu itu”


“Aku tahu Pa”


Rose membuka ruangan tempat Nervian dirawat.


Nervian tersenyum saat Rose masuk.


“Kamu sudah mendingan”


“Iya.... “


“Kamu sudah makan ? “


“Iya”


“Maaf ya Rose jadinya kita belum bisa lihat-lihat WO”


“nggak apa kok”


“Mudahan Minggu depan aku sehat ya, kita pergi cari WO”


“Iya... Jangan kamu pikirin”


“Kamu libur hari ini ? “


“Iya... Hari ini aja”


“Jangan terlalu sering libur “


“Kali ini aja kok”


“Rose aku mau melon itu”


“Nih.... “sambil meletakkan diatas perut Nervian


“Tega”


“Yang luka lehermu bukan tanganmu”


“Aaaaaa......... “


“Idih “


Rose Papa mau balik dulua....n


“Papa ganggu ya”sambil menutup pintu kamar lagi


“Enggak Pa, hissss kan diliat sama Papa”


“Kenapa sih “


“Malu aku dahlah aku ikut pulang aja”


“Rose tega sekali”


🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈🍈


“Pahhh..... Aku ikut pulang”


“Lahhh..... “


“Pahhh.... Aku balik ya soalnya ada barang yang kosong di pabrik “


“Baiklah Rose hati-hati dijalan ya”


“Ayo Rose “

__ADS_1


Dikamar Nervian hanya melongo melihat melon yang masih di perutnya.


“Tega”..........


__ADS_2