Cinta CS

Cinta CS
40.Tipis-tipis


__ADS_3

Dika dan Rose akhirnya memulai lembaran baru, meskipun belum resmi pacaran mereka tetap akan membina hubungan yang lebih baik lagi.


Rose akan berusaha untuk mengisi harinya dengan Dika begitu juga Dika.


Pagi ini cuaca agak mendung membuat produksi semakin menurun karna batik membutuhkan cahaya matahari yang cukup agar kwalitas menjadi bagus.


Rose memandang langit dengan agak gelisah.


“Kalau cuaca begini terus jadi susah”


“Nona mau teh ? “


“Mau”


“Kalau aku ? “


“Belum mau”


“Yahh kok gitu”


“Ntar dirumah aja”


“Di suruh bersih-bersih... Nggak ah”


Kemarin....


“Nona.... Nona”


“Tuh bibik datang”


“Bik.... Bibik” sambil menggedor pintu


“Nona dimana sih “mencari sekeliling .


“Bikkkk ! ! ! Aku disini”


Bik Karsi yang jalannya lambat segera menuju sumber suara.


Dengan gopoh ia melihat kunci yang tergantung di luar.


Bik Karsi yang paham karna ini kejadian bukan sekali, langsung membuka kunci pintu tersebut.


“Nona !!! “Bik Karsi terkejut apalagi melihat Dika disana.


“Bibik lama banget datangnya,,, aku sama Dika kekunci lumayan lama loo”


“Maaf Nona, kan Nona tahu kalau sudah belanja bulanan “


Setelah menjelaskan tentang Dika yang ada dikamarnya, Bik Karsi manggut-manggut namun tatapannya penuh dengan beribu pertanyaan.


Rose menyesap teh yang disajikan Dika dengan penuh kenikmatan membuat Dika ikut merasa haus.


“Dika... Aku susah lok kalau hujan kayak gini”ujar Rose sambil melihat keluar jendela


“Sabar aja ya Nona namanya juga sekarang musim hujan”


“Ya karna itu makanya aku agak galau gitu”


“Sabar ya Nona”


Di saat ini akan ada rasa Dika ingin menghibur lebih ke Rose namun ia kembali sadar bahwa Rose belum bisa menerima dia dan jika ia sering bersama Rose ia takut selalu terbuai seperti kemarin.


Dika hanyalah laki-laki biasa dan ia akan bersedia disuruh apapun oleh Rose, orang yang ia cintai saat ini.


“Nona... Hari ini nggak ingin jalan”


“kebetulan kamu nanya, kita beli beberapa barang kantor yang sudah habis”


“ZONGGGKK”


“Baik”dengan suara agak kecewa


Di toko alat tulis.... 📝📝📝📝


“Aku butuh beberapa pulpen dan buku baru, aku mau coba eksperimen warna baru “


Dika yang hanya menjadi ekor melihat dengan bosan.


“Oiya Dika habis ini kita beli gelato ya”


“Yoi”


“Kamu tau kek gelato”


“Nona pikir aku orang gunung ya”


“Nggak sih... Kan tanya doang “


“Nanya ama nyindir nggak jauh beda”


“Maaf deh”


“Nggak ahh... aku ngambek “

__ADS_1


“Jangan gitu dong”


“Tau ah gelap”


“Enak dong “


“Enak apa ? “


“Nggak tau enaknya dimana ? “


“Nona jahat !!! “


“Emmmmm”masang muka kiyowo


“Nggak ngaruh”


“ishhh Dika”sambil berlari mengejar Dika


🍨🍨🍨🍨


“Nona suka banget ya sama red velvet “


“Iya”


“Kalau aku sih random “


“Ada yang nanya ? “


“Grrrrrr”mencomot gelato Rose


“Heyyyy !!! “


“Rasain..... Dari tadi nyebelin “ 😁😁😁😁


“Berhenti deh”


Hangat.....


Rasa ini begitu hangat dalam dada Dika, Rose ternyata begitu asyik jika diajak jalan, ia tak memilih tas atau baju tapi ia memilih sesuatu yang agak lain untuk mengisi kebahagiaannya, bukan karna Dika tak mampu membelikan Rose sesuatu yang mahal, tapi justru cara Rose yang berbeda ini membuat Dika melihat sesuatu dalam diri Rose.


“Nona... Nggk mau dibungkus gelato nya”


“Mana enak ginian di bungkus”


“Iya juga sih”


“Oiya... Aku mau kasi tau kamu, kan klien ku mau datang, menurut kamu baju yang bagus mana sih ? (Menyodorkan gambar dua buah baju)


“Jelas yang ini dong Nona”(menunjuk salah satu gambar baju)


“Oke”


Dika menghabiskan gelatonya sambil memainkan ponselnya.


Dika melirik jam,” aisshhh kok Rose lama banget sih”batinnya.


Yang ditunggu pun datang dengan sebuah tas besar.


“Happy birthday Dika”


“Lahhh kok Nona tau aku ultah sih”


“Tau dong”


Dika merasa terharu dengan Nona nya ini.


“Jadi aku milih kado buat aku sendiri nih” ucap Dika sembari merogoh isi paper bag itu.


“Tepat sekali Dika”


“Nona terlalu berlebihan, ini mahal loo”


“Jangan dipikirin, kamu mau makan apa lagi hari ini Rose Edelweis yang traktir “


“Oke.... “


Entah mengapa disaat seperti ini Dika mengingat calon tunangannya.


Dika menghapus pikirannya itu dan fokus pada Rose lagi.


“Jadi gimana Dika”


“Apanya ? “


Rose dan Dika berbincang hingga tak terasa hari mulai petang.


Rose mengantar Dika kembali ke pabrik untuk mengambil motornya.


“Nggak terasa ya sampai malam, makasi buat waktunya ya Dika”


“Eh aku sih yang harus Terima kasih Nona”


“Sudahlah, aku pulang duluan ya”

__ADS_1


“Baik”


Takdir terkadang tidak selalu datang dengan sendirinya tapi kita pun harus ikut ambil bagian dari takdir tersebut.


Rose menggenggam erat setir mobil sambil tersenyum simpul.


Meski sekarang dirinya sepi tanpa Rey, Tuhan masih baik memberinya Dika meskipun suatu hari hubungannya akan ditentang oleh Papanya.


Rose siap dengan konsekuensinya namun kali ini, Rose akan memilih bahagia dengan caranya walaupun ia akan bertentangan, ia siap agar ia tak kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya.


Dirumah Dika


Dika sedang santai diteras rumahnya.


“Dika... “


“Iya Ayah”


“Ayah lihat akhir-akhir ini kamu happy “


“Iya Yah”


“Oiya kamu kapan lagi jalan sama tunangan kamu”


“Dia masih sibuk Ayah”


“Baiklah”


“Aku mau istirahat dulu ya Ayah”


“Iya Dika”


Nanti aku akan bilang jujur pada Ayah kalau aku tidak mau tunangan, ujar Dika sambil melirik fotonya dengan Rose yang diambil tadi sore.


“Rose kapanpun kamu siap, aku akan menunggumu”


✈✈✈


“Rose akan ke Paris, apakah harus”


“Iya.... Paling lama satu tahun “


“Tapi itu lama bagiku”


“Dika kamu harus sabar ya”


“Kau akan kembali kan”


“Pastilah”


“Nona jangan tidak kembali”


“Iya, kok kamu khawatir gitu disana aku kan belajar”


“Dulu kau bilang nggak akan kesana, tapi apa”


“Dulu beda, kata Mr. Ronald aku harus mencoba belajar langsung bersama Designer yang lain”


“Baiklah Rose, tapi sepi dong”


“Sementara aku nggak ada, Papa yang akan meng-handle semuanya dan aku setuju agar mengulur waktu pertunangan aku”


“Pintar banget deh Nona aku “


“Iyalah”


“Rose, Papa akan memajukan pertunangan kamu dengan Nervian karna Papa mendengar kabar kalau kamu dekat dengan salah seorang karyawan di Pabrik”


“Ehhh siapa yang bilang gitu Pa”


“Kamu jangan pura-pura tidak tahu ya”


“Tapi kata Papa habis aku pulang dari Paris “


🗼🗼🗼


“Papa berubah pikiran dan kalau bisa Nervian juga ikut sama kamu dan dia juga sudah mau selesai kuliah “


“Pa emangnya Nervian itu kaya sekali ya, masak habis kuliah bukannya kerja “


“Lahhh mana Papa tahu emangnya kamu nggak pernah nanya sama dia “


“Yah maksud aku minimal calon suami aku itu CEO kek, pengusaha kek, ini baru tamat dah langsung tunangan “


“Nanti kamu juga akan tahu sendiri “


“Ahhh Papa ribet “ sambil melenggang dengan sebuah roti ditangannya


“Rose awas saja kamu keluar dengan cowok lain, kamu akan tahu akibatnya”


Rose menarik nafas panjang dan melanjutkan berjalan menuju mobil.


Panas sekali masih pagi...

__ADS_1


Batin Rose kemudian membanting pintu mobil dengan kasar.



__ADS_2