
Seperti biasa Rose menjalani aktivitas sebagai seorang Bos , dia meninjau pekerjaan pegawainya.
Rose yang memang bisa mengerjakan batik dengan baik selalu memperhatikan pegawainya dengan seksama.
Dari proses jiplak motif hingga pewarnaan motif, hari ini pesanan ada 10 pcs dan Rosepun turun ke pabrik untuk membantu jika ada kesulitan.
Jika dulu Papanya hanya mengandalkan Janet, tidak untuk Rose kali ini.
“Kalau belum kering, nanti dulu ya di Waterglas” Ucap Rose
“Iya Nona”
“Jangan boros warna ya”
“Baik Nona”
“Aissshhh Dika lagi-lagi sama cewek itu, nggak ada bosennya dia”
“Dika !!! “
“Iya Nona”
“Ini kan jam kerja looh”
“Maaf Nona kata Diana darurat”
“Masak tiap hari darurat sih !!!
“Heh mb, ikut campur aja sih !!! “
“Eh ini masih daerah aku, pabrik ini aku yang punya kenapa !!! Dan Dika bekerja padaku wajar dong aku tegur, ini jam kerja, kamu sendiri tidak kerja malah disini”
“Santai ajalah, emang kamu jadi Bos kaku”
“Di,,, jangan kayak gitu dong”
“Biarin aja ini dah ciri-ciri orang jomblo ngiri”
“Pertama aku nggak peduli sama kamu yang aku pedulikan adalah Dika dan yang kedua tau apa kamu tentang status aku dasar cewek aneh”
“Cerewet banget sih”
Diana pergi dengan dongkol,, Dika tak berani menatap Rose.
Semua hanya diam saat mendengar keributan tadi.
DIKA AKAN KENA SP
“Situasi genting apa ? “
“Ada promo tas Nona”
“Owhhh.... , Dika katanya kamu mau bantu keuangan orang tua, tapi tidak seperti yang aku lihat, aku memang tidak sebijak Papaku tapi aku yakin Papaku juga akan berbuat sama saat melihat pegawainya yang tidak tertib”
“Saya minta maaf Nona”
“Silahkan kamu keluar Dika dan jangan ulangi lagi, apa dia tidak bisa diberitahu “
“Nanti saya beritahu dia Nona”
“Iya”
“Satu lagi Nona ? “
“Ya”
“Apa benar Nona jomblo”
Rose mendelik kearah Dika.
“Saya permisi Nona” sambil berlari.
💬Diana
Dika aku dipecat....
📩
Serius
💬 Diana
Iya 😤😤😤
“Loh kok bisa ya Diana dipecat”
Siang itu Dika sudah ada dirumah karna akan kuliah siang ini.
“Dika, Ayah disuruh jadi tukang kebun dirumah Nona Rose gimana menurut kamu ? “
“Yah, apa Ayahnggak lelah ? “
“Ayah lelah karna dirumah terus”
“Ayah”
“Boleh ya”
“Iya Ayah”
“Yah aku sudah punya pacar”
“Beneran ? “ nampak raut wajah Ayah Dika berubah
“Iya, Ayah pasti suka sama dia Yah, mungkin Ayah pernah bertemu dengannya dia bekerja didepan pabrik”
“Iya.. iya”
Sementara itu dirumah Rose.
“Rose hari ini kita berkunjung ke rumah Mama ya”
“Iya Pah”
“Kita pulang duluan agar lekas sampai disana”
“Iya Pa”
__ADS_1
Seperti biasa Rose membeli bunga Mawar putih dan kemudian membawanya kesana, saat keluar dari toko nampak Dika dan Diana ada disana juga”
“Ambil yang warna ungu aja Dika”
“Tapi Ibuku nggak suka anggrek”
“Owhh kalau begitu bunga apa yang disukai Ibumu ? “
“Krisan “
“Owh begitu”
Rose tidak menyapa Dika dan keluar tanpa menoleh.
Namun kehadiran Rose disadari oleh Dika.
“Nona”
“Iya”
“Membeli bunga juga, untuk siapa”
“Untuk Mamaku”
“Mamanya ultah ya” tanya Diana
“Bukan, aku yang ultah tapi aku mau rayain dirumah Mama”
“Kok dirumah Mama, kan memang rumahmu dan rumah Mamamu sama”
“Rumah kita beda”
“Ohhh beda” ucap Diana sambil mengejek karna ia pikir orang tua Rose bercerai.
“Aku permisi ya Dika”
“Baik Nona”
Rose segera menuju mobil dan Dika melihat kearah mana mobil itu melaju.
“Pemakaman”
“Katanya rumah Mamanya”ujar Dika bergumam sendiri
Saat akan membayar pedagang bunga itu berkata.
“Nona Rose akan datang kesini setiap satu bulan sekali, saat ultah dia dan ultah Mama Papanya serta hari penting lainnya, apa kau mengenal Nona ?
“Ibu sudah hafal ya, Iya saya pegawainya baru saja bergabung dengan perusahaannya.
“Tentu, karna sudah lama ia jadi pelanggan disini”
“Owhh gitu ya Bu dan apa memang ada rumah disekitar pemakaman itu karna aku lihat mobil Nona berjalan kesana”
“Tidak ada”
“Jadi dia kemana ? “
“Apa kau tidak tahu, Mama Nona Rose sudah meninggal saat ia masih SMP”
Dika menganga karna tidak sanggup berkata-kata.
“Aduh kenapa kita harus ke kuburan sih”
“Karna kita harus peduli”
“HHalahh..... Dan mawar merah itu”
“Nona ulang tahun sekarang “
“Emangnya dia mau dikasih bunga gitu”
“Coba saja”
“Kayaknya kamu semangat banget deh”
“Kebetulan kita tahu, ngga ada salahnya kan”
“Terserah kamu saja”
Dika melesat menuju pemakaman dan melihat Rose sedang berdoa.
Dika duduk disamping Rose bersama Diana, Dika meletakkan bunga dan berdoa.
“Terima kasih Dika”ucap Rose
“Sama-sama”
Dika kemudian memberikan mawar merah untuk Rose.
“Buat aku ? “
“Iya... Maaf aku nggak bisa kasi kado mahal”
(Padahal kemarin dia beliin Diana tas seharga 300k)
Tunggu emangnya aku siapanya ?
“Makasih”
“Makasih Dika atas kedatangannya “ ucap Papa Rose yang dari tadi menonton drama Korean episode ke 30000.00000
“Iya Big Papa”
“Lohh”.....
“Dan ini pacar saya Diana”
(Ngga ada yang nanya sumpah)
“Emmm iya iya”
Diana bertingkah genit pada Papa Rose saat bersalaman.
Rose yang menyadari itu mulai bergidik.
“Sudah punya pacar ala oppa, masih ngelirik yang ber uban”
__ADS_1
“Ayo kita pulang Pahh”
“Kenapa buru-buru”
“Banyak nyamuk”
“Mana ada nyamuk”
“Serius” Rose berjalan dengan langkah yang lebar-lebar.
“Nggak nyangka ya, Dika sudah punya pacar”
“Bukan urusan aku Pa”
“Yahhh nggak heran sih, dia tampan kayak Papa”
(Uekkkk)
“Mungkin Mama aja yang mau sama Papa”
“Ehhh jangan salah, Papa ini laris lohh dulu”
“Dagangan kelesss”
“Tapi Papa tetap suka sama Mama”
“Mau dengar cerita”
“ishh dah berapa kali Papa cerita ke aku”
“Ayooo tidurlah dan dengar cerita Papa”
“Okeyyy”
Saat itu Papa yang sedang kuliah di luar negri nggak sengaja menukar kantong belanja dengan Mama.
Waktu itu Papa tidak menyadari dan membuka isinya di apartemen.
Papa sangat terkejut karna isinya adalah peralatan make up.
Papa bingung mau mencari siapa pemiliknya tapi Papa menemukan dompetnya didalamnya saat itu, Papa membukanya dan akhirnya Papa tahu dia adalah gadis dari Indonesia.
Karna bingung Papa akhirnya menuju toko tadi yang hampir tutup dan nampak lah gadis yang berjongkok didepan toko dengan raut wajahnya yang nampak khawatir.
Papa melihat sekali lagi dan membuka dompetnya memastikan bahwa Papa tidak salah orang, kemudian Papa menyapanya, dia nampak terkejut.
“Ini milikmu, maaf aku salah mengambilnya karna ter buru-buru”
“Bukan, aku yang salah karna aku pergi lebih dulu dari kamu”
“Kalau gitu aku permisi ya”
Papa merasakan inilah yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama namun bodohnya Papa lupa meminta nomor ponselnya.
“Haehh apa yang Papa pikirkan ? “
“Namanya juga orang lupa Rose”
Terus gimana Papa ketemunya lagi.
“Memang Papa belum cerita sampai sana ya “
“Sudah, tapi aku lupa”
“Modus kamu Rose”
“Hehee “
Papa dan Rose bernostalgia tentang pertemuan dengan Mama Rose yang sedang kuliah MUA di luar negri.
Sesampainya diruma Rose terkejut karna banyak pegawainya ada didepan rumahnya.
“Lohhh bukannya sudah gajian, apa mereka mau demo Pa”
Papa hanya mengangkat bahunya saja karna tidak tahu menahu masalah ini.
“Hadapi ajaa Rose”
Rose merasa jangtungnya mau copot saja.
Mobil Rose merapat dan melihat Jo dan Janet yang ada di mobil pick up.
“Ada apa ini Jo dan kotak besar apa itu”
Sambil menunjuk kardus setinggi kulkas 2 pintu.
“Emmm Nona bisa kita masuk”
“Bisa kok, tapi ada apa dulu “
“Kita bicarakan didalam bisa Nona” tanya Evy
“Baik, ayo masuk semuanya”
Gerombolan itu masuk kedalam rumah Rose dan
“Selamat ulang tahun Nona 🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊
“Ya ampunnnn kalian semua”
Rose menatap Papanya.
“Papa nggak tahu apa-apa Rose”
“Tapi aku nggak ada persiapan loo”
“Jangan repot Nona, kita semua bawa kok”
Tak lama kemudian mobil pick up kedua datang lagi membawa makanan.
“Ya ampun kalian repot sekali”
“nggak apa kok Nona”
Rose ingin meneteskan air mata karna terharu dengan pegawainya yang peduli padanya.
Rose meniup lilin dengan kue tart yang segede menara itu
__ADS_1
“Aku harap ada sesorang yang peduli padaku tanpa melihat siapa diriku”