Cinta CS

Cinta CS
13.Dia yang termiliki


__ADS_3

Dika berkunjung kerumah Diana namun kata Mamanya Diana tidak dirumah.


Dika berusaha menhubungi nomer Diana namun tidak bisa.


“Ada apa dengan Diana, apakah perihal tas itu membuat dia marah”


Dika merasa lelah berfikir dan akhirnya berusaha untuk istirahat di sebuah pusat perbelanjaan yang memiliki cafe didepannya.


Dika memesan sebuah cake roll dan coffe latte.


Tegukan pertama hampir saja membakar tenggorokan Dika karna kopi yang panas.


Dika menggosok tenggorokannya yang panas.


Mata Dika tertumpu pada sosok yang tidak asing.


Bukankah itu Joe dan Diana ?


Sekali lagi Dika mengusap matanya.


Tanpa pikir panjang Dika menghampiri Diana.


Diana sangat terkejut.


“Kamu sudah pulang ? “


“Iya dan kalian ? “


“Owh aku dan Joe tidak sengaja bertemu... Iya kan joe”


“Joe diam saja sambil membuang muka.


“Sudahlah Diana mending kamu jujur ke Dika, aku yang nggak enak”


Dika nampak bingung dengan ucapan Joe.


“Ada apa sebenarnya Diana ? “


“Aku dan Joe sudah jadian “ ucap Diana sambil menunduk.


“Apa ??? “


Kan kita baru aja pacaran nya. Dika menekan ucapannya pada Diana.


“Diana sudah merasa nggak cocok sama kamu” ucap Joe tanpa rasa bersalah sedikitpun pada Dika.


“Aku memang dari awal nggak suka sama kamu Dika, tapi aku sudah coba buat sayang sama kamu”


“Seharusnya kamu bilang dong Di, jangan kayak gini, kamu nggak bercanda kan”


Dika mencoba meyakinkan Diana lagi.


Diana menggeleng, “Aku minta maaf Dika”


Dika terdiam...


“Kita putus ya” ucap Diana enteng.


“Iya” ucap Dika sambil menelan ludah karna pahit mendengar ucapan Diana.


Dika berbalik ketempat tadi untuk membayar bill kemudian berlalu dengan sakit hati yang luar biasa didalam dadanya.


Kenapa harus Joe, apa tidak ada cowok lain yang lebih jauh gitu.


Keesokannya Dika bekerja seperti biasa dan Joe tampak menghindari Dika.


Padahal Dika sama sekali tidak marah pada Joe.


Nona juga sudah bekerja dan nampak sehat.


Semua aktivitas pabrik berjalan seperti biasanya dan tentunya dengan orderan yang membludak.


Rose masih tetap dengan kegiatannya belajar desain baju agar bisa membuat baju untuk toko batiknya sendiri.


Diana juga sering kesana untuk menemui Joe.

__ADS_1


Pernah suatu saat Rose melihat Joe dijemput Diana namun ia tidak bertanya lebih jauh karna itu bukan haknya.


Hingga akhirnya Rose mulai mendengar gosip bahwa Joe berpacaran dengan Diana.


Woooowwww amazing bukannya Dika baru saja pacaran dengan Diana dan sekarang bersama dengan Joe,parahnya Rose saja masih betah dengan status lajangnya.


Tapi sudahlah toh bukan urusannya.


Tunggu kenapa Rose merasa kepo ya.


Suara langkah kaki Rose menapaki tehel yang bercampur dengan tetesan lilin malam membuat semua mata menjadi menuju padanya, namun kembali pada pekerjaan mereka semula.


“Besok tolong dibersihkan ya sisa-sisa lilin ini agar tidak menumpuk”


“Baik Nona”


Rose mengecek setiap pekerjaan karyawannya.


“Tolong dirapikan lagi ya”


“Baik, Nona”


“Permisi Nona ada yang mencari Nona”


“Siapa ? “


“Dia ada di luar Nona, tidak ingin disebut namanya”


“Palingan Anggara”ucap Rose dalam hati


Rose keluar dan melihat dari kejauhan seseorang yang menghadap kearah jalan.


Rose hafal dengan orang itu meskipun dia membelakangi Rose.


“Ada apa Rey ?”


“Aku pikir kau tidak akan keluar”


“Seandainya kau menyebut nama, mungkin aku tidak akan keluar”


“Rey please, jika Papa tau ini akan jadi masalah”


“Aku akan bilang pada Papamu, aku cinta kamu Rose”


“Maaf aku tidak bisa Rey”


Rose kemudian masuk kedalam pabrik lagi.


Meskipun dimata Rose, Rey sudah tidak ada lagi, namun dihatinya masih ada Rey dan kisah lama mereka.


Rey hanya terdiam dan tak mampu berkata apa-apa lagi.


Sepertinya memang Rose sudah tidak peduli padanya lagi.


Saat Rey akan keluar dari gedung ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang masuk kedalam pabrik.


Rey menoleh sebentar kemudian berjalan lagi dan menstater motornya .


“Jika Rose tidak bisa merangkai asrama dengan Rose lagi, apa Rose sama sekali tidak bisa berteman atau bertemu dengannya lagi”


Tanpa sadar Rey mulai meneteskan air matanya, mengingat begitu banyak kenangan bersama Rose.


Rose yang keras kepala, kaku dan jutek itu menjadi kepribadian yang menarik untuk Rey.


Rose aku masih mencintaimu.


Sementara Rose menyelam dengan pikirannya yang mulai rusak dengan datangnya Rey ke tempat kerjanya.


Rose memilih pelipisnya karna pusing.


“Rose.... “


Rose menoleh ke asal suara itu.


“Kamu masuk atas izin siapa ??? “

__ADS_1


“Atas izin aku sih”


“Lain kali jangan kayak gitu” ucap Rose kesal karna Anggara masuk tanpa konfirmasi darinya.


“Iya baby”


“Cihhh”


Anggara tetap cuek walau dijutekin terus oleh Rose.


“Makan yuk”


“Belum jam”


Ujar Rose tanpa memalingkan matanya dari majalah yang ia baca.


“Kan Bos”


“Bukan berarti aku contohin kayak gitu Ngga”


“Iya deh iya”


Rose benar-benar malas melihat Anggara disini ia harap Anggara lekas pergi.


“Aku tunggu kamu di kantin ya”


“Iya” jawab Rose sekenanya


Dika yang baru saja datang karna tadi masuk kuliah melihat Anggara dan ia pun sudah hafal akan sosok Anggara.


Anggara melintas disamping Dika, terlihat nyata dua sosok yang tingginya hampir sama itu mirip di adegan drakor.


Keduanya mempunyai wajah yang oppa banget namun keduanya mempunyai status yang berbeda.


Anggara yang seorang pengusaha dan Dika yang hanya seorang CS.


Waktu istirahat tiba, Dika masih dengan perasaan yang terlalu cepat ditinggalkan oleh Diana merasa tak habis pikir dengan cara Diana mencampakkanya.


Orang yang dipikirkan baru saja datang dengan tas baru yang tidak pernah dibelikan Dika sama sekali.


Dika membuang muka karna malas.


Jo dengan sikap yang tidak tahu malu tetap bercanda gurau disana dan Dika tak mau juga beranjak dari mejanya, meski hatinya masih teriris.


Evy yang melihat itu kemudian duduk didekat Dika, walaupun ia terlihat tidak peduli namun ia juga seakan merasakan perasaan Dika saat ini.


“Sabar ya Dika”


“Ngga apa kok Kak” Dika mengaduk es teh yang sudah tidak dingin lagi terlihat jelas dari butiran es yang sudah tak nampak lagi.


Cuaca saat ini begitu panas membuat gerah yang luar biasa.


Rose datang kesana karna akan menemui Anggara.


“Nona mau pesan apa ? “


Rose terkekeh mendengar ucapan Anggara.


“Aku bisa bayar” ucapnya ketus


“Aku tahu kamu bisa bayar”


Rose tidak menjawab, begitu banyak perbuatannya yang menyinggung Anggara namun ia tak juga kunjung bosan padanya, gigih banget.


Sementara itu Rey yang masih mengawasi Rose dari luar pabrik memperhatikan Anggara.


“Diakah pacaran baru Rose”


“Cowok itu begitu keren dan mapan pastilah bukan orang biasa”


Rey kemudian pergi dengan perasaan yang menurutnya sia-sia.


Rose dan dia yang berbeda.


__ADS_1


__ADS_2