
“Rose”
“Sssttt”
“Kenapa ??? “
“Nanti ada yang denger lohh”
“Iya maaf”
“Aku buat bekal loooh”
“Dihhh.... Emang enak ? “
“Enak dong aku pake resep chef Jeni”
“Ngga ada tuh nama chef kayak gitu”
“Ada... Rose aja yang nggak pernah nonton, sibuk kerja mulu “
“Iya kan aku kerja buat masa depan”
“Tapi jangan kerja terus”
Dika membuka bekal makanannya,”ihhh manis banget bekalnya”batin Rose
“Terpukau ya sama aku”
“Iya terpukau tapi bukan sama kamu, sama masakanmu”
“Nggak bisa muji ya jadi cewek”
“Aku yang biasa dipuji”
“Aku nggak bisa ngomong kalau kayak gini”
“Emang”
“Kita mau makan sekarang gitu”
“Aku sih sudah sarapan, buat siang aja gimana ? “
“Bisa sih, tapi aku takut ntar ada yang lihat kita”
“Iya... Bahkan Rose belum bisa panggil aku Nervian”
“Nama aja sibuk banget “
“Itu kan emang nama aku “
“Dika bening namamu”
“Ardika Nervian”
“Ehhh terserah deh”
“Aku kerja dulu ya honey”
“Ueekkkk” 🤐🤢🤢🤢🤢🤢
“Rose nggak bisa sweet”
“Bukan tipe aku yang kayak gitu, geli aku”
“Panggil Rose aja atau Nona deh”
“Ntar aku dikira nggak romantis lagi”
“Aku bukan tipe cewek kayak gitu”
Dika menggelengkan kepalanya kemudian keluar dari kantor.
Oke disini Rose akan memberi pengetahuan sedikit tentang merawat kain batik ya.
Untuk kain batik perawatannya beda ya dengan kain biasa karna kain batik memiliki bahan yang lebih lembut.
Cara merawat kain batik ala Rose
😘😘😘
1.Cuci batik dengan air hangat dan bahan khusus kain batik
• 2.Jangan menjemur batik di bawah sinar matahari langsung agar warna tidak cepat pudar atau di angin-anginkan.
• 3.Jangan menyetrika kain batik secara langsung, upayakan menggunakan koran sebagai lapisan atasannya
• 4.Tempatkan batik di plastik tertutup
• 5.Hindarkan dari Parfum
Kalau ini buat mesin cuci ya....
-Pilih Fitur Delicate atau Handwash Saat Mencuci Batik Menggunakan Mesin Cuci
-Gunakan Buah Lerak
-Pakai Deterjen Khusus untuk Menjaga Warna Batik
-Rendam Air Hangat untuk Hilangkan Noda Membandel
-Hindari Memeras Baju Batik
-Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
-Beri Lapisan Saat Menyetrika Kain Batik
-Hindari Kontak Langsung dengan Parfum
-Simpan di Dalam Plastik
👗👚👖👗👚👖👗👚👖👗👚👖👗👚👖
“Yeyy.... Makasi bunda Rose”
“Iya anakku Dika”
“Nervian”
“Allaaahhhh Dika aja”
“Lanjut deh Nona kita jelasin sekalian berapa jenis batik yang ada di Indonesia “
“Baiklah mari kita lanjut ya”
Batik ada 4 jenis yaitu
Batik tulis
Batik cap
Batik print dan batik celup, sekian dan terimakasih ya buat yang sudah menyimak.
12.00
“Aku lihat dong bekalmu”
“Sama aja kok Nona”
“Buka makanya”
“Nih” sambil menyodorkan kotak bekalnya
“Aku mau tiap hari ahhh yang kayak gini biar nggak capek “
__ADS_1
“Capek apaan tinggal beli doang padahal”
“Capek lah harus ke kantin lagi kan, jalannya pakai tenaga “
“Dihhh.... Lebih ke malas mahh itu”
“Emang”
“Punya bos mageran”
“Biarin, suka akulah”
“Sejak kapan kamu pintar masak ? “
“Sejak kemarin”timpal Dika dengan asal
“Nyeselll banget aku nanya”
“Syukurin”
“Makan dulu, jangan banyak omong”
“Iya... Iya”
“Aku sayang kamu looh”
“Sama”
“Ahhh kok jadi drama “
“Lagi serius aku Rose”
“Iya deh”sambil menyuap bekal milik Dika.
“Awww.... “sambil memegangi kepalanya.
“Ada apa Dika ? “
“Kepalaku kok nyeri banget ya “
“Lahhh kok bisa ? “
“Nggak tau, aku pusing “
“Istirahat dulu “sambil membaringkan Dika di sofa kantor.
Dika menatap Rose lama, menyadari ada yang diperhatikan Dika, Rose kemudian memicingkan matanya tajam.
“Ku colok matamu biar sekalian sakit ya”
“Maaf”
Dika berbaring hingga setengah jam lamanya namun pusingnya juga belum hilang.
“Kamu mau aku telponin Dokter “
“Nggak usah deh, beli obat aja ntar di apotik “
“Yakin”
“Iya”
“Aku khawatir lohh”ucap Rose dengan nada yang berat
“Khawatirnya ikhlas nggak ? “
“Iya dong “ucap Rose dengan malu
“Nah gitu, baru Nervian percaya “
Rose membuang mukanya dan wajah Dika agak berubah.
“Aku balik dulu ya”
“Iya”
“Betul”batin Rose
Di rumah....
“Pah... Ada yang chat aku, katanya ada yang mau booking Villa yang di Senggigi “
“Iyain dong “
“Iya”
“Rose... “
“Iya Pah”
“Mau uang jajan tambahan nggak ? “
“Mau pa”
“Kamu gantiin Pak Joni bersihin Villa ya”
“Kok aku ? “
“Dia lagi pulkam ke Lotim”
“Mulai dah mulai”
“Mau apa nggk ? “
“Mau sih, tapi kenapa nggak suruh Dika aja Pa”
“Nah ide bagus itu, kamu sama Dika biar makin dekat”
“Orang tua ini benar-benar”
“Harusnya kamu senang dong, bisa berduaan saling menyapu terus beradu pandang,,, cuit cuit”
“Pah.... Jangan berlebihan kayak gitu, aku orangnya biasa aja Pah”
“Justru sifatmu yang biasa itu harus dirubah Rose”
“Ahhhh !!! Nggak perlu Pa, kalau memang Dika suka ya nggak apa kan ? “
“Tapi kamu perlu lembut sedikit Rose”
“Iya.. Iya aku mau nelepon Dika dulu”
“Yoiii”
Taman Sangkareang
🧒🧒🧒
“Kalau ada uang tambahan aku mau Nona”
“Iya aku juga sama sih, lumayan buat jajan”
“Iya kamu punya pikiran yang sama dengan ku, Papaku itu. Nggak mau rugi”ujar Rose sambil menggigit gula kapas berbentuk kelinci.
Kling....
Klingg....
Klingg....
“Siapa tuh Dika”
“Nggak tahu nih, nomer baru”
__ADS_1
Air muka Dika berubah, tangannya menggenggam erat ponselnya.
“Ada apa Dika ? “
“Ini nggak mungkin kamu kan Rose ? “
Menunjukkan foto vulgar yang dikirim seseorang.
“Ini jelas bukan aku Dika !!! “
“Siapa yang tega ngirim foto ini ke aku, dia pikir aku mudah percaya”
Rose men scrool terus foto yang mirip dengan dirinya itu.
“Dika.... Aku takut”ucap Rose demgan jantung yang berdegup kencang
“Aku nggak pernah berbuat hal seperti ini Dika”
“Iya Rose, aku percaya padamu my flowerku”
“Tapi aku takut ini bakal tersebar”
“Tenang, aku akan cari tahu tentang hal ini”
“Tapi kenapa Dika ? “
“Karna kamu cantik dan sukses”
“Persaingan sekarang benar-benar menakutkan”
“Sabar ya Rose”
“Aku jadi tidak tenang”
“Percaya ya sama aku”
Rose mengangguk sambil mengirim nomor ponsel itu ke tim IT yang tak lain adalah temannya.
“ Bikin pekerjaan saja orang ini”batin Rose
“Sudah makan lagi yuk”
“Aku malas”
“Masak Cuma gara-gara foto itu aja”
“Habisnya aku jadi nggak tenang looh”
“Sudah jangan pikirin lagi Rose”
“Mana bisa kalau sampai tersebar lihat saja”
Malam yang seharusnya menjadi momen berharga malah berantakan gara-gara hal ini.
22.00
“Dika... Ada yang cariin kamu tuh”
“Siapa Bu ? “
“Katanya temanmu, dia butuh bantuan” sambil menguap
“Siapa ya kok Malam begini ? “
Dika beranjak dari tempat tidurnya.
“Mila ? “
“Iya... Aku butuh bantuanmu”
“Bantuan apa ? “
“Jadi lampu kostku mati dan di samping kos aku semuanya lagi pulang kampung”
“Tapi aku nggak enak looh, kalau kesana “
“Aku sudah minta izin kok sama yang punya kost”
“Jauh nggak ? “
“Enggak “
“Tunggu bentar ya”
Ibu Dika menggeleng tanda tidak setuju.
“Tapi dia butuh bantuanmu Bu”
“Bilang saja kamu tidak bisa Dika”
“Aku harus bilang apa Bu”
“Ibu yang akan keluar “
“Maaf ya,saya tidak izinkan anak saya keluar di jam segini, apalagi ke kost perempuan “
“Hanya sebentar kok Tante”
“Minta bantuan sama orang lain saja”
“Ibu apaan sih, dia minta bantuan kok malah marah “
Dika keluar dari balik pintu sudah memakai jaket.
“Ayo Mila”
“Dika !!! “
“Sebentar saja Bu”
“Maaf ya Dika”
“Nggak apa kok”
Sesampainya di kost emang benar ada Ibu kost Mila yang sudah menunggu.
“Wah untung saja ya ada yang mau bantuin”
“Iya”ucap Dika datar
“Saya mau istirahat dulu ya, soalnya sudah mengantuk”
“Iya”
Setelah selesai Dika langsung pamit dan tangan Mila menggenggam tangan Dika.
“Dika makasih”
Tiba-tiba ingin mencium Dika”Kamu nggak menghargai dirimu Mila “ucap Dika sambil mendorong Mila.
“Aku hargai hanya ciuman kecil, jangan sok suci “
“Cihhh... Aku bisa saja mendapatkan dari tunanganku”
“Tapi aku beda kan, kamu bisa dapat dua”
“Aku bukan laki-laki seperti itu”
“hahhh buktikan saja nanti”
Dika pamit dengan hati yang dongkol.
“Sialan!!! “ Aku harus lebih hati-hati dengan dia”batin Dika
__ADS_1