
HAPPY READING đź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’š
“Hari ini kamu jadi nemenin Edward healing ? “
“Iya Pa.... “
“Rencana mau kemana aja ? “
“Pantai Senggigi dulu Pa” Ucap Rose sambil menyuap Roti bakar
“Itu aja ? “
“Ya nanti beli oleh-oleh ke Sasaku”
“Ajak ke Mandalika juga lihat sirkuit”
“ahhh... Iya aku lupa”
“Gitu aja sok lupa”
“Serius aku lupa Pa”
“Menurut kamu Edward anaknya kayak gimana ? “
“Edward ramah sih, tapi nggak terlalu banyak omong”
“Iya... Beda sama kamu kayak koak kaok”
“Papa yang koak kaok”
“Semenjak tunangan sama Nervian kamu jadi lebih riang”
“Mana ada Pa”
“Ada... Kamu pikir Papa nggak pernah perhatiin anak Papa satu-satunya”
Rose tersenyum kecil” Papa suka lihat kamu ceria, Papa jadi nggak khawatir lagi”
“Iya Pa.... “
“Papa duluan ke Pabrik ya dan Edward yang kesini ? “
“Iya... Sebenarnya aku mau pakai mobil aku, tapi Nervian nggak mau aku berdua aja sama Edward di mobil”
“Wajar sih, dia pasti takut”
“Nervian lebih ganteng Pa”
“Cuit.... Cuittt yang muji pasangannya”
“Iyalah... Ya kali aku muji Papa”
“Papa juga masih laku tahu”
“Laku karna uangnya “
“Papa juga nggak kalah kok sama si Johnny Suh”
“Idihhh Papa kok tahu sih Bias aku”
“Tau dong , bisa-bisa Nervian kalah sama Si Johnny Suh”
“Papa.....!!! “
“Kabur”
đź’¬
Hari ini aku jalan
Bareng Ed... đź‘§
đź“©
Hati-hatiđź§’
đź’¬
Iyađź‘§
“simpel sekali sih “
Mobil Edward terlihat dari kejauhan dan Rose segera keluar agar Edward tidak menunggu lama.
“Kamu gesit juga”
“Iya... Aku nggak biasa nyuruh orang buat nunggu aku”
“Biasanya Boss kan gitu”
__ADS_1
“Bukan aku Bossnya”
“Calon Boss”
“Cukup Nona Rose saja”
“Nona Rose ya”
“Iya”
“Yuk deh... Biar nggak panas sekali pas sampai Pantai”
“Iya”
Di mobil Edward tak banyak bicara, ia sibuk dengan macbook nya.
“Kamu sedang apa ? “
“Maaf ya, aku lagi bikin desain sedikit, mumpung ada gambaran di otakku”ujarnya polos
“Owhhh gitu, bisa aku lihat nggak ? “
“Ini”
“Bagus juga dan unik”
“Aku mau adain fashion show siapa tahu nanti ada artis yang ngelirik “
“Ya bagus tuh”
“Ini baju untuk apa ? “
“Untuk undangan”
“Kamu nggak minat tinggal di Jakarta ? “
“Nggak... Aku harus lanjutin bisnis keluarga walaupun kecil-kecilan”
“Bagus... Aku suka dengan pola pikirmu, andai saja orang tuaku seperti Papamu yang selalu dukung anaknya”
“Emang ada apa dengan orang tuamu”
“Awalnya mereka nggak suka aku terjun ke dunia fashion”
“Masak sih... “
“Iya... Mereka selalu bilang kalau fashion hanya untuk perempuan saja”
“Ya... Aku bersikeras untuk masuk jurusan desain dan tekstil “
“Mama Papaku langsung mengomel padaku , jurusan lain kan banyak kenapa harus jurusan perempuan yang kau ambil, sungguh keterlaluan kau”
“Pasti sulit ya”
“Iya... Sangat sulit sampai aku akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah nenek dan kakekku”
“Terus orang tuamu ngizinin”
“Iya... Mereka tak peduli saat aku melangkahkan kaki keluar, kakekku sangat kecewa dengan Papaku, oya aku tinggal bersama orang tua dari Papaku “
“Kakak-kakakku menangis saat aku keluar dari rumah “
“Ya ampun terus gimana akhirnya”
“Semua masih baik saat aku sekolah SMK tapi masalah muncul saat aku kuliah”
“Masalah apa ? “
“Aku waktu itu duduk di semester enam dan saat itu akan ada praktik untuk membuat baju pengantin dan aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli bahan, kakek nenekku sudah membantu biaya kuliah tapi untuk biaya mendadak ini sama sekali tidak ada, aku tak ingin menghubungi kedua orang tuaku ataupun kakak-kakakku meskipun mereka sudah bekerja, aku nyaris tak balik kerumah nenek karna bingung “
“Dan”
“Aku pulang saat sudah larut malam, wajah khawatir tersirat jelas pada Kakek dan nenekku, disitu aku merasa bersalah namun pikiranku membuat aku semakin bingung “
“Makan dulu”ucap nenekku
“Iya Nek”
“Setelah makan aku langsung ke kamar, rasanya air mataku ingin tumpah karna tak sanggup melanjutkan kuliah lagi, Tiba-tiba nenekku masuk kamar”
“Ada apa Nek ? “tanyaku
“Ini uang yang kamu butuhkan, apa cukup untuk biaya praktek kamu”
“Nenek dapat uang dari mana ? “
“Jangan dipikirkan, nenek dan kakek sudah berunding asalkan kamu cukup, kakek dan nenek akan bahagia”
“Makasi nek”
__ADS_1
“Aku berhambur keluar mencari Kakekku dan memeluknya dengan erat”
“Malam itu juga, aku ke toko bahan untuk membeli semuanya dan kau tahu Rose aku yang di kampus adalah murid yang biasa saja dan tidak pernah mendapat beasiswa apapun ,saat ujian praktek ini aku mendapatkan nilai yang nyaris sempurna, baju yang aku desain sangat simpel berjudul Granma, entah mengapa kata juri disetiap jahitan itu ada cinta kasih yang terlihat sangat jelas”
“Berarti kamu benar-benat serius saat mengerjakannya, aku yang sudah lama berkecimpung di bidang ini bisa memahaminya “
“Iya aku sangat berterimakasih dengan Kakek dan Nenekku Rose”
“Terus Papa dan Mamamu gimana ? “
“Mereka tetap seperti itu namun lama kelamaan hati mereka luluh saat kakakku memberikan fotoku dan segala penghargaan yang aku dapat dari tahun ke tahun”
“Aku pikir saat wisuda mereka tidak datang, namun mereka berdua datang “
“Tapi yang aku sesali adalah saat wisuda Kakekku sudah tidak ada lagi” lanjut Edward
“Kakekmu dipanggil yang kuasa”
“Iya... “
“Memang jalan hidup seseorang berbeda-beda kitalah yang membuat jalan cerita kita”
“Benar.... Sekarang aku melanjutkan toko pakaian Kakek dan nenekku dan dari itu semua aku membangun butik, tepat disampingnya”
“Kamu sudah sukses sekarang”
“Belum”
“Kenapa ? “
“Aku akan sukses jika aku berhasil menjadi desainer Artis dan jika aku mendapat pengakuan dari kedua orang tua aku”
“Aku do’akan kamu bakal jadi desainer artis dan Ortumu bisa mendukung kamu”
“Makasi ya Nona Rose dan apa benar kau tidak mau ikut ke Jakarta ? “
“Iya... Kalau aku mau pasti dari dulu aku kesana, tapi aku senang deh kamu dari Jakarta pas kesana, aku ada teman deh”
“Aku tunggu kedatanganmu ya”
“Pasti... Eh kita sudah sampai nih”
“Ohhh ini Pantainya, bagus sekali ya”
“Iya dong, makanya aku ajak kamu kesini”
“Mau aku fotoin nggak ? “
“Boleh”
Edward terlihat senang saat turun dari mobil, seakan ini pertama kalinya ia liburan.
“Rose ini pertama kali aku liburan “ungkap Edward membuat mata Rose terbelalak, “nah kan benar yang aku pikirkan
“Aku sibuk bekerja hingga lupa arti dari hidup”ucapnya sembari duduk
“Nikmatilah Edward nanti aku ajak kamu belanja oleh-oleh”
“Iya... Terimakasih banyak Rose”
Dengan tenang Edward membaringkan dirinya di pasir pantai yang hangat, matanya terpejam, entah berapa tahun ia selalu serius mengejar mimpinya disini Rose mendapat pelajaran baru lagi dan ia tetap bersyukur tentang apapun yang terjadi.
“ Rose”
“Iya”
“Aku ingin tahu sekuat apa dirimu”
“Ehh... “
“Aku kesini karna sudah melihat profilmu”
“Iya.... Semua yang terjadi aku posting di sosmed”
“Bisa bangkit dari keterpurukan itu, luar biasa Rose”
“Aku bukan hanya bangkit Ed, tapi merasakan penghianatan “
“Tapi kau begitu kuat Rose, bagaimana kau bertahan”
“Banyak orang disekelilingku yang membuat aku jadi kuat Ed”
“Rose... Aku nggak telat kan ketemu kamu”
“Tidaklah tapi jika masalah asmara kau sudah sangat jauh Ed” sambil menunjukkan cincin di jari manisnya.
Edward tersenyum kecil dan bangun dari tidurnya.
“Naik ke atas yuk, panas”
__ADS_1
“Yuk “