
“Nona.... Maaf ya aku nggak bisa ngajak ketempat yang mewah”
“Isssh nggak apa kok, aku suka disini”
“Nona mau makan apa ? “
“Samain aja sama kamu yang penting cocok di lidah”
“Baik Nona”
“Nona kan selama ini banyak kegiatannya, apa Nona nggak lelah gitu”
“Lelah sih pasti, karna kita hanya manusia biasa tapi aku juga punya tekad dan mimpi”
“Aku salut sama Nona”
“Ahh.... Biasa aja Dika”
“Hehehehe”
Setelah menikmati makanan Dika dan Rose berkeliling menyusuri Kota Mataram pada malam itu.
Hati Dika dan Rose begitu menyatu namun masih memendam satu sama lain.
“Aku akan menjaga perasaan ini dulu, lebih lama agar Nona bisa nyaman denganku nanti”
Rose melihat hpnya yang menyala, ada sebuah pesan.
📩
Rey...
Seperti yang kau tahu Rose
Aku masih merindukanmu dan meski sekarang aku bersama Evy, aku tetap mencintaimu meski tak memilikimu.
Penuh cinta Rey
Rose segera menghapus pesan dari Rey dan kembali fokus dengan cerita Dika.
“Dingin “ucap Rose
Dika yang mendengar sinyal itu berinisiatif akan memberitahu jaketnya pada Rose, namun Rose malah pergi dengan langkah yang cepat.
“Tunggu disini sebentar ya”
Cukup lama Rose balik dari tempat perginya yang entah kemana itu.
Namun ia datang dengan sebuah jaket yang sudah menempel di badannya.
“Aku membeli jaket ini di toko ujung sana “
“Mmm cantik jaketnya Nona “
“Iya”
Gagal.....!!!
Dari tadi sejujurnya Dika tidak membelikan apapun untuk Rose karna Rose membayar makanannya sendiri, jujur ini sangat berbeda dengan Diana yang bahkan terus merengek minta dibelikan tas, namun sebagai lelaki Dika tak membandingkan Rose dengan Diana karna itu sama sekali tidak baik.
Hanya letak perbedaan ini yang membuat Dika agak malu, “bukannya Nona sudah mulai menipis uangnya tapi aku sama sekali tidak melihat kekurangan”.
“Nona... “
Dika melihat kearah Rose yang memperhatikan sebuah keluarga kecil yang berjalan disana.
“Ada apa Nona ? “
“Mereka tampak bahagia ya Dika”
“Iya Nona”
“Andai saja Mama masih ada”
“Nona.... Mama Nona selalu ada kok”
“Dia sudah bersama Tuhan kan Dika”
“Mama Nona selalu hidup di hati Nona dan Big papa “
“Iya... Papa selalu bilang begitu “
“Dika, ada satu hal yang ingin aku ceritakan tapi sepertinya sudah tidak mungkin lagi”
“Apa itu Nona dan apakah sesulit itu untuk Nona ? “
“Aku dulu pernah bertemu dengan seorang anak laki-laki”
“Iya”
“Tapi saat itu aku masih SMP dan aku hanya bertemu sebentar, aku dan dia mengobrol dan dia memberikanku ini”
Dika melihat yang ditunjukkan Rose di hapenya.
“Rumah-rumahan dari stik es”
“Aku ingin tahu siapa dia, aku bahkan tak ingat namanya”
Dika seakan menjelajahi ruang dan waktu, dia diam sejenak.
“Emmm.... Nona ingin bertemu dengannya ? “
Rose mengangguk.... “Tapi sudahlah”
Dika hanya tersenyum kecil karna ia tahu siapa yang membuat itu namun ia akan bercerita nanti pada Rose, saat waktunya tepat.
“Nona jika Nona ingin dibuatkan, aku akan buatkan “
“Ahhh tidak perlu, aku hanya ingin tahu tapi itu hanya memori lama saja lupakan saja Dika”
“Baik jika itu yang Nona mau”
“Oke”
“Dirumah”
Rose sibuk dengan sebuah kotak besar di depannya, memang agak aneh melihat Rose yang elegan dengan kotak yang berisi hal-hal kecil seperti saat ini .
“Aku sudah sibuk dengannu selama ini dan membuatku hampir gila, bagaimana bisa aku menyukai seorang laki-laki yang bahkan aku tidak tahu namanya, huhhh aku mirip dalam cerita dongeng namun dalam cerita dongeng pun mereka saling mengenal dan ada di tempat yang sama, aku bahkan tidak punya nomor ponselnya, ahhh kenapa aku tiba-tiba mikirin hal yang mustahil”
“Rose”
“Iya Pa”
__ADS_1
“Bisakah Papa minta tolong denganmu sekali lagi “
“Iya Pa... Tentu”
🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷
“Nona.... Sudah sering mengajakku , apakah ini baik untuk Big Papa”
“Iya.... Papa bilang akan lebih bagus jika mengajakmu saja”
“Baik.... Nona sampai datang kerumahku, silahkan duduk dulu Nona “
“Dika.... “
“Iya Ayah”
“Ada tamukah ? “
“Iya Ayah”
Rose terbelalak melihat suara dan orang yang bertanya pada Dika.
Pak Dito ?
“Nona Rose”
“Pak.... Anda Ayah Dika”
“Iya... Maaf saya tidak pernah bercerita tentang ini”
“Ya... Ini agak mengejutkan aku sih tapi”
“Maaf jika ini membuat Nona Rose tidak nyaman”
“Tapi bukannya kalian sudah tahu satu sama lain kan”
“Iya Ayah “potong Dika
“Bagus.... Akan semakin mudah nantinya ya untuk rencana kedepannya”
“Rencana kedepan maksudnya apa sih” batin Rose
“Ehh iya” Rose asal menjawab tanpa tahu maksud dan tujuan dari Ayah Dika.
Rose apa aku pantas memakai ini ?
“Kenapa kau memanggil aku Rose ? “
“Bukannya Nona yang nyuruh tadi”
“Oh iya aku lupa ya”
“Apa aku terlihat keren Dika? “
“Iya Nona anda sangat luar biasa”
“Aku agak muak dengan Papa yang menyuruh kita pergi ke acara yang membosankan ini”
“Nona jangan bicara seperti itu dong”
“Mudah bagimu untuk berbicara “
“Sudahlah... Tuan putri mau kemana ? “
“Nanti kita naik pesawat ya”
Rose memicingkan matanya dengan kesal.
“Maaf Nona”
Mobil Rose melesat dengan cepat menuju acara tersebut.
Dika nampak gemetar karna tingkah Rose yang mulai barbar.
Benar saja sampai disana Rose mulai bertingkah, dari menari kecil, disko salsa dan lomba minum, aisshhh batin Dika dengan cemas.
“Nona.... Mari kita pulang “
“Aku masih mau minum Dika”
“jangan Nona, nona sudah terlalu mabuk”
“Kamu bisa pakai mobil kan ? “
“Bisa kok Nona”
Lagi dan lagi Dika membopong Rose yang mulai berbicara sembarangan.
“Aisshhh apa ini harus selalu aku lakukan “batin Dika
Dika terkejut saat Rose mencekik lehernya dan meracau tentang Evy yang tega membakar galeri nya.
“Nona hentikan”
Dika menghentikan mobilnya dan pindah kebelakang untuk memasang sabuk pengaman dengan lebih kencang.
Saat Dika akan bangun, Rose menarik Dika dan bibir mereka berpaut satu sama lain.
Dika sangat terkejut dan segera melepas genggaman Rose.
Rose terlihat tertidur setelah itu, “Nona teganya anda” Mata Dika memerah dah wajahnya panas menahan malu yang luar biasa.
“Nona... Jika anda mengingatnya pasti anda akan membenci ini “dari sekian mabuk Rose, inilah yang terparah.
“Nona ayo kita dah sampai rumah”
Tidak ada respon dari Rose, nampaknya ia sangat pusing dengan alkohol yang berlebih itu.
Dirumah Rose nampak lengang, saat Dika menghubungi Big Papa, ternyata ia sedang di rumah sakit karna bik Karsi yang tiba-tiba sesak nafas.
Dika melihat Rose yang kini sudah ada dikamar, Dika tak mungkin meninggalkan Nona nya sendiri, Dika duduk di sofa tamu hingga ia tertidur.
Jika saja Nona tidak mabuk, pasti ia akan merasa senang, tapi nyatanya ia malah berdosa sekali.
Dika terbangun saat sinar matahari menyela di pipinya.
“ughhh .... Apakah aku tidur dirumah Nona”
Dika melihat sekitarnya dan masih sepi, “apa big Papa belum pulang ya”
Dika kemudian mengecek kamar Rose, Rose sudsh tidak ada, kasurnya pun sudah rapi.
“Nona kemana, apakah dia sudah baikan”Dika memperhatikan sekeliling.
__ADS_1
“Dika...!!! “Rose hampir memekik karna kaget dengan Dika yang sudah ada didepan pintu kamarnya.
“Maaf Nona aku hanya memastikan anda baik-baik saja”
“Aku baik kok tapi masih agak pusing” ucap Rose dengan menunduk.
“Aku permisi dulu ya Nona”
“Oiya... Kamu tunggu aku pesenin sarapan ya, baru pulang”
“Baik, Nona”
Rose menutup pintu kamar dengan perlahan dan menempel di pintunya.
“Aku mengingat dengan jelas kejadian semalam, aku sangat malu pada Dika”
“Nona.... Rasanya aku tak sanggup jika hanya berdua dengan mu saja”
Dika ? Rasanya apa aku bisa ?
Nggk ini nggak boleh terjadi.
Hingga siang hari Papa Rose belum juga pulang dan Dika masih setia dengan Nona nya yang mulai gelisah.
Rose sering sekali melihat kearah ponsel, Rose menyambar ponsel dengan cepat saat ponselnya berdering.
“hallo Rose ? “
“Pahhh gimana bik Karsi”
“Sudah mendingan kok, tapi baru bisa pulang besok”
“Apa Rose harus kesana Pa ? “
“Emm... Jangan dulu deh Rose, katanya Dokter Bik Karsi nggak boleh terlalu banyak yang mengunjungi, Papa aja ini lagi diluar”
“Baik jika begitu Pa, sampaikan salam Rose pada Bik Karsi “
“Baik Rose, emm Dika masih disana ? “
“Masih Pa”
“Minta tolong sama dia buat menginap lagi sekali saja ya”
“Ehh jangan Pa, aku nggak mau repotin dia”
“Lahh emangnya kenapa, bukannya sudah seharusnya dia ada buat kamu”
“Papa ini apaan sih dahlah “
Rose menutuo telepon dengan kasar, “bisa-bisanya Papa bicara seperti itu walaupun Dika adalah karyawanku tapi dia juga punya kebebasan”
Keesokan harinya di pabrik
Saat membersihkan ruangan Rose yang sudah lengang.
Dika melirik teh yang tidak diminum oleh Nona nya.
“Mungkin Nona lupa sama tehnya” batin Dika
Dika membuang teh Rose dan kembali lagi menyapu, namun hal itu terulang setiap hari dan membuat Dika bingung, padahal Nona sangat suka dengan teh yang selalu ia buat tanpa perintah itu.
“Apakah ada yang salah dengan tehnya”
Dika ingin bertanya pada Nona nya namun saat Dika akan bersih-bersih siang harinya, Nona nya sudah tidak ada lagi disana.
“Apa Nona menghindari aku ya”
Jadi keesokan harinya Dika berinisiatif untuk datang lebih awal saat akan mengambil gelas kotor.
“Nona.... “
“Iya”
“Adakah yang salah dengan tehnya ?
“Aku lupa kasih tau kamu, asam lambung ku naik dan aku tidak minum teh dulu”ujar Rose dengan nada yang datar
Rose berjalan melewati Dika yang termenung heran.
Sudah seminggu Rose lebih sering berada di galeri daripada di pabrik, entah apa yang mengganggu dipikirannya saat ini hanya dia yang tahu.
“Dika... Aku minta maaf tapi ucapan Papa membuat aku lebih sadar diri”
Malam itu
🌛🌟🌛🌟🌛🌟
“Rose... kamu harus membatasi diri dengan lelaki karna kau “
“Sudah punya tunangan “
“Iya... Kamu paham dengan maksud Papa kan”
“Aku paham tanpa Papa kasi tahu”
“Jadi jangan buat Papa kecewa, Nervian akhir-akhir ini sibuk jadi kalian belum bisa bertemu lagi, Papa harap kamu tidak mengecewakan Nervian”
“Iya”
Dika merasa galau dengan perlakuan Rose padanya padahal biasanya Rose selalu ramah padanya dan jika ia tak suka sesuatu yang ia buat, Rose selalu mengomentarinya.
Karna tidsk sanggup dengan pengucilan Rose, Dika akhirnya bicara pada Nona nya itu.
“Nona.... “
“Kamu perlu sesuatu Dika”
“Iya, adakah yang salah denganku Nona”
“Tidak”
“Tapi Nona seakan mengabaikanku”
“Dika jangan hanya karna aku tidak minum tehmu, kamu merasa aku mengabaikanmu”
“Tapi ini tidak biasanya Nona”
“Jadi biasakan mulai sekarang Dika “
“Nona”
“Jika tidak ada yang kau bicarakan lagi, silahkan keluar, aku sedang sibuk”
__ADS_1