
💚💚💚HAPPY READING💚💚💚
“Kamu ambil paket pink ini”
“Iya... Ini pas menurut aku”
“Kita ambil ini ya Mas”
“Baik kakak, jadi kapan acaranya”
“Tanggal 16 Maret Mas”
“Siap... Untuk bajunya mau sewa apa gimana ? “
“Untuk gaun saya sudah ada”
“Baiklah kalau begitu”
“Terima kasih ya”
“Sama-sama”
“Kalau gitu ayo kita ke rumah aku”
“Iya”
“Kamu mau model apa untuk jasnya”
“Model yang mana aja yang penting serasi sama gaunmu”
“Oke... Apa bisa kamu kerjain semuanya di tanggal yang tepat”
“Kalau beginian nggak butuh waktu lama Ner”
“Iya deh... Kenapa aku ragu sama kamu sih “
“Sekarang kan semua sudah oke dan acara kita juga dirumah kamu”
“Betul... “
“Sekarang kamu yang ikut aku “ujar Nervian
“Kemana ? “
“Ayo aja”
“Kamu mau nyulik aku ? “
“Nggak lah... Apa gunanya ? “
Nervian menyusuri jalan ke sebuah perumahan.
Nervian berhenti didepan sebuah rumah yang sederhana namun bagus dan asri.
“Ayo... “
“Ini rumah siapa Ner ? “
“Lihat saja dulu”
Rose melangkah dengan ragu, baru kali ini ia melihat rumah bersama calon pasangannya, hatinya jadi tidak karuan.
Cat rumah ini berwarna putih kebiruan dan furniturenya coklat gold.
“Taraaa.... Ini rumah kita”
“Kamu siapin ini kapan, nggak ngutang kan ? “
“Nggaklah.... Ngga ada happynya dibeliin rumah”
“Ya... Aku harus gimana ekspresi aku emang kayak gini”
“Seharusnya kamu bilang, makasi calon suami akuuhhh”
“Dihhh”
“Bagus sih dan sederhana juga, aku suka desainnya”
“Iya jadi setelah menikah kita bisa pindah”
“Oke... “
“Besok kita photo praweding, jangan sampai telat bangun”
“Iya”
“Jangan sampai aku nunggu dua jam karna kita harus ke salon “
“Siap boskuh”
“Emmm”sambil menyodorkan pipinya
“Apaaan” Rose berlalu dengan polos.
“Dasar tidak peka !!! “
Rose tidak menyangka Nervian yang selalu menyuguhkan teh untuknya adalah calon suaminya.
Rose masih ingat kepolosan Nervian saat berkenalan sebagai Dika Bening.
Banyak hal yang ia lalui bersama Nervian hingga sampai ada dititik ini.
“Senyum kenapa ? “
“Ngga ada”
“Aku tahu aku ganteng”
“Uekkk.... “
__ADS_1
“Jangan lupa besok”
“Cerewet “
“Karna biasanya kalau nggak masuk kerja, kamu sering tidur sampai siang “
“Mana ada aku kayak gitu, ku plester juga mulutmu”
“Papa yang bilang”
“Papa itu semua diceritain “
“Wajarlah aku kan calon suami kamu”
“Terserah”
Lokasi praweding
“Ulang sekali lagi ya”
“Baik”
“Aku lelah Ner”
“Iya... Kan sudah selesai “
“Aku panas pakai baju ini”
“Iya.... Yuk duduk minum dulu”
“Entah mengapa semakin dekat waktu pernikahan aku mulai merasa tidak tentu dan perasaan nyaman ku berubah”
Apa ini yang dirasakan setiap orang yang akan menikah.
Rose memandangi cincin tunangannya.
Ner.... Aku cinta padamu tolong jangan buat aku kecewa.
“Ehh... Aku mau ganti baju dulu ya di toilet sana”
“Baik “
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
“Ternyata capek juga ya fotoan”
“Iya... Aku juga baru pertama kali”
“besok hasilnya dikirim”
“Oke”
“Ner.... Besok kan akhir bulan, bantu aku rekapan ya”
“Kok aku, aku kan CS”
“Janet kan masih bulan madu”
“Iya... Papa sudah nggak mau ikut campur urusan ini, karna ia mau aku sepenuhnya yang mengurus ini”
“Kamu cari asisten baru aja pengganti Janet”
“Aku nggak bisa percaya sama orang selain Janet”
“Baiklah, besok aku bantu tapi seterusnya nggak bisa karna aku CS bukan admin”
“Aku tambahin “
“Nggak bisa Rose sayang”
“Pelit”
“Yang lain bisa iri, kalau aku jadi admin kamu”
“Kan kamu calon suami aku”
“Tapi kamu harus sesuai dong “
“Lebih baik kamu cari karyawan lamamu, yang mana menurut kamu cocok”
“Nanti dah aku pikirin”
“Iya... Gitu dong “
“Susah juga ngga ada Janet”
“Sabar... Kan dia baru nikah wajar jika ia masih pengen berdua dulu”
“Iya aku tahu”
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
“Bagus banget photonya Ner”
“Iya... Aku kelihatan berwibawa “
“Si paling berwibawa”
“Berarti kamu sudah siap”
Rose tertunduk”iya aku siap Ner”
“Aku juga siap Rose”
Malam itu Rose memandangi kamarnya yang telah ia tempati selama 26 tahun ini.
Semuanya masih sama dengan bermacam kenangannya.
“Aku sayang kalian semua, tapi dalam waktu dekat ini, aku akan mengikuti Nervian”
__ADS_1
Rose melihat lagi semua perlengkapan pernikahannyapernikahannya yang dikirim Nervian via whatsapp.
“Ya Tuhan... Aku tidak pernah segugup ini dalam hidupku”batin Rose
Tgl 12 Maret Rose dan Nervian mulai memberikan undangan di pabrik sementara untuk tamu lain sudah diserahkan kepada asisten Papa Rose.
“Rose wajahmu tegang banget”ucap Nervian saat selesai membagikan undangan dipabrik.
“Nggak tahu kenapa, perasaanku campur aduk”
“Kamu sakit ya”ucap Nervian sambil memegang dahi Rose.
“Enggak kok”
“Apa yang kamu pikirin Rose, ceritakan saja padaku jika ada yang mengganjal dihatimu”
“Sejauh ini ngga ada kok Ner”
“Kamu ragu denganku”ucap Nervian sambil mendekatkan tubuhnya pada Rose
“Tidak”balas Rose
Nervian memeluk Rose dengan hati-hati, ia tahu jika Rose tidak baik-baik saja tetapi ia tidak ingin terlalu bertanya.
“Kamu takut ninggalin Papa”
“Aku nggak takut tapi pastinya kangen sama Papa dan Bik Karsi”
“Iya sih pastinya kamu bakal kangen, kan kamu bisa pulang nanti”
“Aku tahu Ner tapi perasaanku random”
“Sejujurnya akupun sama Rose, tapi aku yakin kok setelah apa yang kita lalui bersama pasti kita akan mendapatkan sebuah pencapaian yang baik”
“Oke Ner... Aku percaya kok”
🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹
Hari itu Rose memutuskan untuk ke toko tanaman, ia membeli beberapa bunga mawar baru untuk menambah koleksi mamanya.
Dari Sore saat pulang kerja Rose mulai sibuk di taman bunga milik Mamanya, tak lupa pula Bik Karsi membantunya dengan setia.
“Cantik kan Bik”
“Iya... Sama seperti Nona Rose”
“Bik.... Aku lagi sebentar bareng Bibik”ucap Rose sambil meletakkan gembor di bawah.
“Iya... Pasti Bibik rindu sama Nona Rose kesayangan Bibik”
“Aku pasti akan sering berkunjung Bik”
“Iya Nona”
Dikamar Papa Rose...
“Ahhh... Padahal rasanya baru saja aku menimang Rose, sekarang ia akan menjadi milik orang lain, Rose semoga kau bisa menjadi penerus usaha Papa dan istri yang berbakti, terkadang Papa merasa belum siap mendengar kata istri, Papa pikir semua itu mudah Rose tapi nyatanya Papa yang tidak sanggup “ujar Papa Rose sambil membolak balik Photo keluarga.
“Rose anakku pelipur laraku”
Rumah Anggara....
“Sesak rasanya Rose, meski aku terlihat baik-baik saja tapi undangan kamu membuat jantungku remuk, semoga saja nanti aku bisa bertemu dengan gadis seperti kamu, aku sudah ikhlas dan aku akan terus belajar darimu”
Boa👩⚖
“Akhirnya si keras kepala akan menikah”
Janet dan Joe
“Semoga Nona Rose bahagia bersama Nervian”
H -2 Malam
Rose tidak bisa tidur karna memikirkan segala hal akan pernikahan nanti.
Hingga ia terlelap sembari sayup-sayup suara merdu Mamanya memanggilnya.
“Nona Rose ku ,putriku, Semua akan baik-baik saja”
😇😇😇😇
“Rose kamu kurang tidur ya”
“Enggak kok Ner”
“Kok matamu bengkak gitu, kamu nangis”
“Enggak.... Kayaknya aku kebanyakan begadang “
“Kamu harus sehat Rose, masak iya kamu malah nggk semangat gini “
“Iya.... Aku tahu”
“Aku beliin kamu susu hangat dulu ya, tunggu”
“Iya”
“Wah Nona sangat beruntung ya”
“Tidak juga, aku hanya mendapat orang yang tepat saja”
“Rose..... Kamu sudah selesai
? “
“Sudah kok “
“Ishhhh cantiknya, yuk kita kedepan”
__ADS_1
“Iya Nona Boa”