Cinta CS

Cinta CS
9.25 th (2)


__ADS_3

Rose menikmati pesta hingga larut malam bersama para pegawainya.


Tanpa ia sadari Anggara sudah ada disana.


“Ada yang kasih tahu kamu aku ultah”


“Aku kan tahu segalanya tentang kamu “ Ucapnya sembari memberikan kado pada Rose( sok banget sih Anggara)


“Aku melihat Rey akhir-akhir ini” ucapnya memulai percakapan


“Aku tidak peduli pada Rey”


“Hahhh yang benar ? “


“Iya”


“Ayo duduk dulu”


Perbincangan gadis-gadis di pojokan 💋💋💋


“Ganteng ya pacarnya Nona”


“Emang kamu yakin dia pacarnya Nona”


“Dia kan sering datang”


“Mana tahu itu pelanggannya”


“Iya juga sih, tapi lihat tuh hadiahnya mahal banget kayaknya”


“bukan kayaknya emang mahal lihat kotaknya aja beda”(tidak tahu merk)


“Beruntung ya Nona”


“Iya”


“Kalau aku Dika pun gpp”


“Eh sadar diri dong, walaupun CS pasti Dika pilih cewek yang cantik lihat saja bentukannya”


“Bentukannya apa ? “


“Tuh.... “ sambil nunjuk Roti sobek yang dihidangkan.


“Anyingggg..... “


“Emang kamu tau darimana ? “


“Ada deh”


“Iri bangetttt”


Dika bersin-bersin karna dibicarakan, Dika yang tengah makan cemilan melihat kearah langit.


4 jam yang lalu ⏰


“Dika kok repot banget, Ibu nggak perlu hadiah kayak gini”


“Nggak apa Bu,kenalin ini Diana”


“Hai Tante, aku Diana pacar Dika”


“Hbd ya Tante” sambung Diana lagi


Ibu Dika nampak terkejut, apalagi Ayahnya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Ayo masukk” ucap Ibu Dika sejenak


“Baik Terima kasih”


Entah mengapa warna wajah Ibu dan Ayah Dika berubah saat Diana datang, namun mereka berusaha tenang.


Setelah selesai merayakan ultah Ibu Dika, Dika mengajak Diana untuk merayakan ultah Rose namun Diana tidak mau karna alasan sudah ditelepon oleh Mamanya.


Sementara Dika melihat chat grup yang sudah mau otw menuju rumah Rose yang akan merayakan ultah Rose secara secret.


“Tunggu Dika, kamu mau kerumah Rose kan”


“Iya Ayah, ada apa ? “


“Titip buat Rose ya” Ayahnya memberikan kado kepada Dika


“Ayah lihat kamu nggak bawa kado”


“Kita sudah patungan Ayah” ucap Dika lalu mengambil jaket dan helmnya kemudian pamit menuju rumah Rose.


Saat sedang berbincang dengan Anggara, Rose didatangi security rumahnya.


“Nona tadi ada yang titip kado”


“Dari siapa ? “


“Dia tidak sebut nama, namanya ada didalam kotak katanya”

__ADS_1


“Wihhh misterius nih”


“Iya... Aku ada penggemar rahasia nih” Rose tertawa kecil


Rose bersikap baik pada Anggara karna terpaksa, ia nggak mungkin kasar padanya saat moment seperti ini.


Lagi pula apa maksud Ayahnya mendekatkan dia sama Anggara.


Sungguh orang tua yang tidak ada kerjaan.


“Nona maaf saya telat, tadi saya masih rayain ultah Ibu saya”


“Ibu kamu ultah, kok kamu nggak bilang”


“Iya , nggak perlu cerita sih Nona, ini titipan dari Ayah saya juga”


“Ayah kamu”


“Iya”


“Makasih ya”


“Sama-sama”


“Nikmati pestanya Dika”


“Iya Nona”


Dika melirik bunga mawar merah yang ada di pot kecil,” loo itu kan bunga yang tadi aku kasih.


Dika tersenyum karna Nona walaupun cuek tapi dia menghargai pemberian orang lain.


Anggara mulai curcol dengan Papa Rose biasalah taktik zaman kodok nyuling, caperrr.


“Hoammmmmm”


Dika menguap sambil mengotak atik ponselnya.


Diana mengirimkan beberapa gambar tas.


Lagi .....


“Apa dia nggak bosan ya”


Dika heran saja pada Diana, padahl belum beberapa hari dia membelikannya tas, memang nggak salah sih tapi jumlah dan harganya luar biasa namun rasa sukanya pada Diana membutakan mata dan dompet Dika.


Always be with u honey.


Pesta usai tepat saat Cinderella berlari dan meninggalkan sepatu bulunya upsss salah sepatu kacanya.


Awokkkkk 😆😆😆😆😆😆


Raut wajah Rose berubah saat membaca nama pemilik kado itu.


🐈🐈🐈


Aku tak bisa menemuimu


Takut kau marah padaku


Tapi aku tak pernah lupa


Ulang tahunmu


Happy birthday my bunny...


Rey.....


Air mata Rose tak sanggup ia bendung, seharusnya ia tersenyum tapi hatinya teriris entah kenapa.


Rose sangat mencintai Rey, sudah jelas disini Rose belum move on dari Rey.


“Jika kau masih peduli padaku, datang padaku bukan menjadi pengecut seperti ini”


Rose terisak hingga tertidur.


Rose terbangun saat semua sudah beres.


“Pah aku nggak ngantor hari ini, aku lelah”


“Istirahat saja Rose dan seminggu lagi kamu bantu siapkan ya”


“Untuk apa Pa ? “


“Ultah Pabrik kan”


“Kok cepet ya Pah”


“Kan memang setiap tahunnya Rose tapi dulu kan kamu Papa rahasiain dari pegawai Papa jadi memang kamu nggak pernah Papa ajak”


“Wihh secret rebana dong Pa”


“Bukan, kamu itu secret love”

__ADS_1


“Isshhh”


Rose mencoba melupakan Rey sejenak, begitu niatnya Rey memberikan kado padanya sampai menitipkannya pada satpam disana.


Dan Rose juga lupa bertanya kenapa Ayah Dika memberinya hadiah kan aneh ya.


Sudahlah.


Rose bolak balik dikamar karna bosan dan tidak biasa tidur hingga siang, ia menemui bik Karsiman dan melihatnya memasak didapur.


“Nona ingin makan apa ? “


“Ayam goreng aja Bik, jangan repot”


“Bibik nggak lelah seharian rapi-rapi”


“Eh tumben Nona bertanya”


“Iya”


“Capek sih capek tapi kan memang kerjaan saya Nona, terus Nona nggak capek urus pabrik hayoo ? “


“Beuhhh jangan ditanya Bik, ribet dan jauh dari karakaterku Bik”


“Maksudnya dengan karakter ? “


“Aku kan suka yang polos dan biasa sedangkan saat kita jadi bos dan bertemu dengan pelanggan kita harus pakai baju yang bagus, bukan aku banget bik”


“Ya.... Tapi itu semua kan ada tujuannya Nona”


“Iya aku paham Bik”


“Nona.... Nona masih ingat dengan Rey”


“Iya.... ada apa Bik”


“Bagaimana kabarnya ya sekarang ? “


“Entahlah Bik, kemarin pas aku ultah dia kesini”


“Benarkah ? “


“Iya... Tapi kita nggak ketemu Bik”


“Kenapa ? “


“Aku nggak tahu dia nitip kado di Pak satpam”


“Mungkin dia malu “


“Bik... selama aku pergi kuliah di LN, apa dia pernah kesini ? “


“Tidak Non” ucap Bik Karsi terpaksa berbohong.


“Bik... selama ini kan bibik nggak pernah pulang kampung, bibik nggak kangen sama rumah” Rose mencari topik lain agar tidak habis bahan pembicaraan.


“Mau pulang pun malas Nona”


“Kenapa Bik”


“Bibik lebih suka disini”


“Ok kalau gitu, btw kapan bibik nikah”


“Heyyyy.... “


Rose berlarian menuju luar halaman.


Bik Karsi beda 5 tahun dengan Mama Rose, Bik Karsi datang dari kampung mengadu nasib kesini, Rose masih ingat dengan jelas meskipun saat itu Rose masih balita.


Bik Karsi merawat Rose dengan baik seperti anak sendiri.


Bik Karsi sendiri belum menikah hingga sekarang.


Rose tidak terlalu ingin mendalami tentang keluarga Bik Karsi, karna saat Rose bertanya, ia selalu mengalihkan pembicaraan.


Pernah sesekali Rose bertanya pada Papanya namun Papanya melarang untuk terlalu bertanya, takutnya nanti Bik Karsi tersinggung.


Oiya bicara tentang Bik Karsi, dirumah Rose juga ada seorang tukang kebun bernama Pak Yamin dan satpam bernama Pak Barat, untuk Mb Timur belum ada awokkkwokkk.


Semuanya akrab dengan Rose dan sudah bekerja lama dengan Rose tapi kabarnya lagi sebentar Pak Yamin akan pulang kampung karna anaknya memintanya untuk istirahat.


Rose duduk di teras depan sambil menikmati bunga yang tumbuh subur dan wangi, pikirannya kembali diingatkan saat ia dan Rey sering bersama mengobrol disitu.


Berbagi cerita bersama dengannya.


Uummm Rey apa aku bisa ya, tapi Papa sama sekali tidak ingin kita bersama.


“Pah.... Apa ada alasan aku tidak bisa bersama Rey”


“Kenapa kisah cintaku menjadi ngilu ? “


“Aku merindukan Rey”

__ADS_1


Dan sekarang aku sudah berusia 25 tahun.


__ADS_2