Cinta CS

Cinta CS
43.Jadian dua tempat ?


__ADS_3

Day 2


Dika .....


Paris🗼🗼🗼


“Rose izinin aku tinggal sehari aja di apartement kamu”


“Nggak ah... Mana wajar kamu tinggal bareng aku” sambil memencet hape


“Kamu sibuk sekali sih dari tadi”sambil ngelirik hape Rose


“Iya... Aku lagi chat sama Papa”


“Papamu kangen, kan kemarin ketemu”


“Bukan itu, aku ada obrolan lain” Sambil tertawa kecil.


“Apa.... kasi tahu akulah”


“Iya aku beritahu kamu ya, tapi janji jangan ketawa”


“Apaan”


“Papa aku lagi bucin”


“Wahhh..... sama siapa ? “


“Ada wanita yang tinggal di dekat apartemen aku “


“Bule dong”


“ya dan dia sangat mirip dengan Mama aku”


“masak sih”


“Iya... Nih lihat potonya”


“Iya ya... Ini Mama kamu dan ini wanita itu, hanya beda warna rambut aja ya”memperhatikan poto yang sudah di gabung oleh Rose.


“Iya.... Dan kau tahu apa yang membuat Papa aku balik kemarin dan kau sibuk sembunyi”


“Apa....? “


“Wanita itu, dia kepikiran dan nggak jadi balik ke Indonesia “ ucap Rose sambil tertawa lirih


“Ya ampunn”


“Jadi .... Aku sudah sampai nih, kamu mau masuk dulu, aku buatin kopi “


“Iyalah.... Aku lelah”


“Yuk deh”


Apartemen Rose.... 🏨


“Rose kapan kamu balik ? “


“Sebulan lagi”


“Masih lama dong”


“Lagi sebentar kok, lagipula barangku nggak banyak dan sebagian sudah aku kirim “ (Mengaduk kopi)


“Aku emmm sampai kapan aku tunggu jawabanmu”


“Aku belum bicara pada Papa “


“Aku nggak peduli soal apapun lagi Rose aku begitu mencintaimu, aku takut kau diambil orang lain”


“Dika.... Akupun sama walau pada awalnya aku belum begitu menyukaimu tapi entah mengapa sekarang aku merasakan hal yang sama” ❤💞❤💞


“Maka dari itu Rose Terima aku ya, masalah yang lain bisa diatur sambil kita mengikat janji”


“Masalahnya kan kau tahu aku sudah ada tunangan “


“Kamu mau tunangan nggak apa tapi cintanya sama aku ya”


“Baik Dika”


“Rose nerima aku”


“Iya”


“Yeyyyyyy”


“Tapi jadiannya di Indo beda ya”


“Maksud kamu kita jadian di dua tempat gitu”


“Iyah”


“Boleh”


“Oiya besok malam aku balik”


“Haaaa.... Katanya kamu seminggu disini”

__ADS_1


“Nggaklah,,,, mana cukup uangku tapi beda kalau kamu ngasih aku tinggal disini”menatap Rose dengan genit”


“Uekkk”


“Please”


“Nggak akan”


Jadi Dika pulang seperti yang ia katakan semalam.


“Apa aku tidak terlalu cepat, mau sama Dika ya dan apa Dika berfikir kalau aku gampangan ? “


Rose menikmati udara Malam di Paris sembari meneguk kopi hangat, ia memandang kopinya.


“Sejak kapan aku suka minum kopi kayak gini ? Batinnya”


Di Indonesia


🇲🇨🇲🇨🇲🇨


“Akhirnya..... Aku pulang juga, gilak ngga ada yang jemput aku gitu kayak di film-film, memang keterlaluan sekali orang rumah ini, mereka membiarkan aku besar sebelum usiaku”ucap Rose sambil menyeret kopernya.


Sesampainya dirumah Rose mengomel pada Papanya.


“Papa tega banget ya, nggak jemput aku”


“Dih.... Kan kamu sudah biasa pulang pergi sendirian “


“Tapi kan aku mau dijemput kayak difilm-film itu Pa, terus aku instastory “


“Itu dah kamu, dari awal niatnya mau pamer, dosa jadinya nggak kesampean “


“Si paling nasehatin”


“Tapi kamu agak beda Papa liat hari ini”


“Apanya yang beda Pa”


“Auramu jadi lebih waww gitu”


“Sengaja.... Sengaja Papa ngomong gitu, tapi sayang banget ya Pa, aku bukan tipe orang yang suka di puja puji”


“Ternyata selama di Paris kamu nggak merubah sikap ya”


“Hello sikap apa yang harus aku rubah Pa, aku disana belajar Desain, bukan belajar psikologi “


“Iya deh maaf kalau gitu”


“Aku masuk kamar dulu”(Sengaja agar Papanya menahannya)


“Tunggu Rose”


“Papa”


“Bilang aja Pa”


“Kamu dapet nomer wanita itu”


“Ehehehehe..... Papa nanya.... Papa nanya... Papa bertanya-tanya, rindu itu berat biar Rose aja Rawwwrrrr”


“Sumpah Papa nyesel banget”


“Ni... Dah aku kirim kontaknya Pa”


“Single ? “


Rose mengangguk dan menuju kamarnya sambil menguap.


Aku mau kerumah Dika ahhh.... Mau buat kejutan hihihi aku nggak bakal bilang kalau aku sudah disini.


21.00 pm


“Ahhhhhhh.... Aku malah kelolosan tidur”


Rose melihat jam di mejanya dan merasa bodoh karna tidak menyalakan alarm.


“Besok aja deh aku kesana, tapi kan dia kerja, gimana dong..... “


“Emmm sekali aja kali ya, aku alasan apa sama Papa ya”


Setelah mandi dan makan, Rose melihat sekelilingnya dan berjingkat membuka pintu ruang tamu.


“Kamu mau kemana Rose” Papa yang tadinya tidak terlihat dari radar, malah ada di belakangnya.


“Rose mau nyari makanan malam Pa, Papa mau ? “


“Nggak ah nanti Papa gemuk and nggak kiyowo lagi”


“Paaaahhhh sadar bentuk dong, lihat tuh uban minta di semir merah ferari “


“Ahhh biarin aja , itu saya tariknya”


“Idih.... Kenapa ya aku punya Papa yang pedenya minta ampun “


“Emmm serah kamu aja deh Rose dan lebih baik kamu lekas pergi, soalnya agak mendung”Papa melihat kearah langit


“Okey Dokey Pa”

__ADS_1


🚘🚘🚘


Rose menyanyi kecil dijalan dan tidak sabar melihat ekspresi Dika nantinya.


Rose melihat rumah Dika dari kejauhan, ada seorang cewek yang tidak asing dimata Rose.


“Diana”


Ada apa dia kerumah Dika lagi.... Batin Rose.


Rose tidak langsung masuk ia mematikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya dekat dengan tembok Dika yang kebetulan tak jauh dari terasnya, jadi percakapan antara keduanya bisa terdengar.


“Aku sedih Dika, Joe mutusin aku demi Janet aku tahu semua perbuatan aku salah tapi


kenapa dia harus pergi sama Janet dan emang dia yang bantu aku buat keluar dari penjara “


“Jadi mau kamu apa ? “


“Aku lagi susah bisa bantu aku pinjam uangmu “


“Maaf aku baru saja selesai sidang skripsi dan aku tidak punya uang lagi”


“Sekali ini saja”


“Baik tapi mulai saat ini dan detik ini jangan ganggu aku, aku tak mau melihat wajahmu yang membuat aku muak”


“Baik, aku minta maaf Dika”


“Ya !!! Tolong jangan ganggu aku lagi, karna aku tidak segan-segan melaporkan kamu ke ketua RT disini”


Diana pergi dengan wajah yang sedih setelah menerima uang dari Dika. Entah itu asli atau palsu.


Rose yang melihat itu merasa kesal dan setelah Diana jauh dari pandangannya ia akan masuk namun.


“Kamu pikir aku nggk lihat kamu disitu dari tadi “


Rose memegangi perutnya yang hangat karna darah segar mengucur dari sana.


“Matilah kau Rose Edelweis “


“Dika !!! “


Dika yang akan masuk rumah terkejut mendengar suara dari luar yang tak lain adalah Rose.


“Diana !!! “


Diana berlari sambil melempar pisau yang memang sudah dibawa di tasnya.


“Ya ampunn Rose, apa yang akan aku katakan pada Big Papa”


“Bawa aku ke RS aja Dika, jangan telepon Papa dulu”


Dengan gelisah Dika menyetir mobil Rose dan membawanya ke RS.


Setelah menunggu cukup lama Dika akhirnya lega saat Dokter menyuruhnya masuk.


“Rose kamu nggak apa kan”


“Aku okey kok”


“Aku minta maaf Rose “


“Ini bukan salahmu Dika, memang sudah nasibku kayak gini”


“Aku telepon big Papa ya”


Rose mengangguk dan menutup matanya karna ia sangat mengantuk.


Big Papa terkejut mendengar kabar tersebut dan ia segera melesat menuju rumah sakit.


“Dika.... “


“Iya Rose, kamu diam saja dan biar aku yang jelasin ya”


“Aku pikir kamu tidur Rose”


“Enggak, aku hanya mengantuk saja “


Setelah cukup lama berbincang dengan Rose didalam kamar,Papa Rose keluar kamar dan mencari Dika.


“Dika... Kamu sangat baik dan peduli sama Rose, aku bangga padamu”


“Sudah mestinya kita saling membantu Big Papa”


“Kalau begitu jika kamu ingin pulang, pulanglah Dika”


“Tidak Big Papa, aku sudah izin dengan orangtuaku dan akan tinggal disini dulu”


“Sudahlah kan kamu harus kerja juga “


“Baiklah kalau begitu Big Papa, saya pamit dulu”


“Iya, Hati-hati dijalan ya”


Sepertinya memang aku tak salah pilih.


Big Papa...

__ADS_1



__ADS_2