Cinta CS

Cinta CS
19.Mr.Roland


__ADS_3

Dengan langkah ragu, Rey mulai menginjakkan kaki dirumah Rose rasa tegang mengalir lewat tengkuknya.


Ia melirik jam tangannya karna parno.


Padahal dulu ia selalu kesini dan sekarang semenjak putus, ia merasa agak aneh saja.


“Permisi pak Barat”


“Eh Rey... Kok tumben nongol”


“Iya Pak, saya ada perlu sama Rose”


“Ohhh Nona , tunggu ya saya panggilkan, ayo masuk”


Pak Barat sangat familiar dengan Rey karna ia hampir tiap hari bersama dengan Rose, apalagi Bik Karsi ia hafal dengan Rey.


Rey menunggu di teras dengan hati yang gelisah.


“Kok aku gini ya”


Rose tidak terkejut dengan kehadiran Rey karna Evy sudah memberi kontaknya. Hanya diawal saat ia mensave nomer Rey ia melihat dengan jelas foto Rey disana.


“Aku langsung aja ya”


“Iya”


“Ini pesanan dari kantor aku, kata karyawan mu yang namanya Evy, kalau baju langsung kamu yang tangani eh maksudku Bos Rose.


Kata kamu begitu menyakitkan di telinga Rose meski sudah lama berpisah dengan Rey.


“Iya, tapi hari ini aku tidak bisa kesana untuk pengukuran, mungkin besok ya”


“Tidak masalah dan Bos bisa ukur aku aja dulu yang ada” ucap Rey dengan tenang.


“Iya” ucap Rose tak kalah tenang.


Rose mulai mengukur Rey dengan hati-hati.


Walaupun ia berusaha setenang air namun tetap tidak bisa.


Dadanya mulai berdegup apalagi saat ia mengukur pada bagian depan Rey.


Rey tak kalah deg deg gan juga terdengar jelas saat Rose mengukurnya.


“Santai aja “ ucap Rose sambil tersenyum


Saat akan selesai Rey dengan sengaja mendekat pada Rose membuat Rose salah tingkah.


Wangi parfum yang tidak berubah dari dulu membuat Rose kembali bernostalgia.


“Ahhhhh.... Kenapa dunia ini serasa sempit”


Setelah selesai Rose segera mengirim pesanan pada Papanya.


Papanya sangat terkejut dengan pesanan yang banyak itu dan rasanya jantungnya berhenti berdetak saat melihat Rey.


Rey yang di ukur oleh Rose semoga saja tidak menimbulkan rasa lagi”ucap Papa Rose dalam hati.


“Ayo diminum dulu kopinya ya” ucap Rose pada Rey


“Trims”


“Jadi kamu yang Handel bagian seragam ini ya”


“Iya... Aku lagi beruntung “


“Baguslah bekerja yang jujur ya “


“Tentu”


Tak lama guru Desain dari Paris sudah datang untuk mengajar Rose dan Rey pun pamit.


Mr. Roland


Sangat jauh dari pikiran Rose, ia pikir Mr. Roland adalah pria tua yang jompo tetapi ia adalah pria yang terbilang muda.


Apa ia cocok mengajar aku gumam Rose sendiri.


“Hay Rose, kenalkan aku adalah Mr. Roland”


“Iya dan aku adalah Edelweis, Rose Edelweis “

__ADS_1


“Baik... Kita mulai belajar sekarang bisa”


“Bisa”


“Jadi mari ikut dengan saya”


“Kemana ? “


“Melihat-lihat”


“Keluar maksudnya ? “


“Iya tentu”


“Aku izin Papa dulu ya”


“Baik”


Rose kemudian menghubungi Papanya.


“📱”


“Pah ini Mr. Roland udah dateng tapi katanya mau ajak keluar”


“Iya... Maaf Papa lupa kasih tau kamu tadi, Mr. Roland sudah bilang sama Papa kemarin”


“Iya Pa kalau gitu aku berangkat dulu ya”


“Hati-hati ya Rose, inget semprotan cabenya dibawa”


“Ishhh iya Pa, masak iya Mr. Roland mau kayak gitu” ujar Rose dari balik pintu


“Dia single”


“Dia kesini untuk mengajar Pa”


“Papa tau waspada boleh kan”


“Iya Pa”


Rose yang sukar tertarik pada pria selain Rey kini melirik Mr. Roland yang sangat modis.


“Emm...lumayan”


“Panggil Roland aja Rose”


“Mana bisa begitu kan nggak sopan “


“Aku merasa tua sekali dipanggil Mr”


“Tapi kan emang nyatanya begitu kan”


“Iya sih”


“Sebelum aku kerumah kamu, aku disini sudah enam bulan dan keliling didaerah sini”


“Terus”


“Aku ingin kamu rileks sebelum memulai pelajaran”


“Oh gitu” ucap Rose yang masih belum paham”


Jika dipikirkan kembali, Rose sudah lama tidak refresing seperti ini dan ya kalian ketahui, Rose jomblo kan dan Papanya juga pemilih, agak susah dibanding dengan kita yang orang biasa-biasa.


Mr. Ronald mengajak Rose ke taman yang banyak pohon.


“Disini kamu bebas kemanapun dan baliknya kamu bisa bawa beberapa jenis daun serta bunga”


“Baik”


Rose menyusuri setiap jalan yang ada disana, karna sore hari jadi taman itu lumayan ramai oleh pengunjung.


Rose memetik beberapa biji daun dan bunga tapi tidak berlebihan.


Rose membawakan pada Mr. Roland yang sedang melihat-lihat pemandangan.


“Ini dia Mr”


“Right.... Kamu mau Jj lagi apa langsung pulang”


“Kalau boleh jujur, aku masih mau jalan, sumpek kerja terus”

__ADS_1


“Wajar... Jika mau sukses tidak ada yang instan Rose”


“Iya... Aku tahu Mr”


“Baik... Kita ke Pantai saja ya sekalian makan malam” ucap Mr. Roland sambil melirik jam tangannya.


“Makasi Mr. Roland”


Mr. Roland dan Rose kembali melaju menuju Pantai.


Rose merasa lega dan rileks, dia menggeliat kan seluruh badannya.


Kapan ya terakhir kali ia ke Pantai, ia hampir lupa bagaimana wangi pasir dan desiran ombak yang berbuih.


Mr. Roland berinisiatif untuk memfoto Rose dari belakang.


Rose memang menarik dan unik”ucap Mr. Roland dalam hati persis seperti apa yang diceritakan oleh Edelweis semoga saja kamu bisa meneruskan usaha Papa kamu Rose.


Setelah perjalanan hiburan yang membuat hati Rose berbinar, akhirnya Rose dan Mr. Roland menikmati makan malam sembari ditemani oleh sunset yang merekah.


“Apa kau tau Mr. “


“Iya... “


“Baru kali ini aku merasa bebas” ucap Rose tetap dengan pandangannya kepada sunset .


“Sekarang aja ya kita jalan, besok sudah mulai belajar”ucap Mr. Roland


“Iya... Aku tahu”


Entah mengapa pikiran Rose menyelam kembali pada masa ia bersama dengan Rey jadi setiap detail cerita ini kita tahu, berapa banyak peran Rey dalam hidup Rose, karna saat ia dengan Rey kita dikenalkan dengan karakter Rose yang ramah dan feminin beda dengan sekarang kayaknya jika ia menabrak batu, pasti batunya yang salah.


Rey Pov


“Rose kita ke pantai yuk”


“Kapan ? “


“Pulang sekolah”


“Emmm.... Gimana ya pasti Papa nanyain ntar kalau aku pulang telat “


“Iya juga sih kasihan nanti kamu dimarah”


“Hari libur aja gimana ? “


“Bukannya lebih susah lagi”


“Nggak sih jujur aja kalau kita mau pergi”


“Memang dikasih”


“Daripada nggak jujur di jalan ntar ada apa-apa looh”


“Iya juga sih “


🌊☀🌊☀🌊☀🌊☀🌊☀


“Rose... Kamu sudah selesai”


“Sudah kok”


“Yuk deh kita balik, sudah malam ntar malah dikira kencan “


“Ehh iya”Rose menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna mendengar kata kencan


Di mobil...


“Rose kamu tahu nggak kenapa aku suruh cari daun dan bunga”


“Pasti ada hubungannya dengan desain baju kan”


“Tepat sekali”


“Memangnya mau bikin kayak gimana ? “


“ Besok aja kita lihat “


“Baik”


Bik Karsi

__ADS_1


“Andai saja aku bisa lebih sering melihatmu nak, aku sayang sekali padamu”


__ADS_2