Cinta CS

Cinta CS
56.Undangan


__ADS_3

“Heyyy... Pagi-pagi dah melamun... Ada apa.....? “


“Aku lagi baca undangan ini” Sambil menunjukkan kartu undangan.


“Siapa yang nikah”


“Bukan nikah tapi tunangan”


“Makanya siapa ? “


“Nona kita”


“Serius....!!!! “ sambil merebut undangan.


“Iya... Masak aku bohong”


“Siapa cowoknya ? “


“Disini tertulis Nervian”


“Wahh.... Siapa ya cowok beruntung itu”


“Bisa jadi Nona kita yang beruntung” Cibir Mila


“Kok kamu ngomong gitu sih”


“Sudah pasti cowoknya kaya, atau jangan-jangan dewasa bubur”


“Hahhh... Apaan tuh dewasa bubur”


“Kelewat dewasa”


“Kamu jangan ngomong gitu dong , nggak baik”


“Aku kan Cuma ngomong, jangan dibawa serius sekali”


“Sudahlah”


Dirumah Rose...


“Ahhh.... Rasanya Papa terharu sekali”


“Papa jangan berlebihan”


“Gimana nggak berlebihan, lagi sebentar acara kamu Looo”


“Iya Pahhh... Pahh aku jemput Nervian dulu ya ke Bandara “


“Iya... Hati-hati”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


14 Februari 2023


“Lahh... Aku nggak nyangka akan tiba hari ini”


“Sama juga sih vibesnya kayak bercandaan gitu”


“Tapi aku belum boleh”


“Ihh.... Kamu itu polos,,, nggak boleh punya pikiran kayak gitu”


“Cowok mana ada yang punya pikiran polos”


“Uhhhh.... Masak sih”


“Gaunmu cantik”


“Iya dong..... “


“Oiya kapan kamu wisuda ? “


“Wisuda mah gampang yang penting kan ilmunya”


“Oiya Ner.... Ada yang ingin aku tanyakan ? “


“Apa...? “


“Setelah aku nikah, aku masih boleh urus pabrik ? “


“Tentu.... Emang siapa yang mau urus pabrik selain kamu”


“Iya juga sih dan kamu, nggak pindah kerja kan”


“Emmm.... Gimana ya ada sih perusahaan yang ngajak aku buat kerja”


“Kamu mau ninggalin aku”


“Enggak sih tapi kamu juga butuh uang lebih nantinya”


“Aku nggak perlu Ner”


“Tetap saja, kita harus punya dana cadangan ya, nggak selamanya bisa andalan Papa dan nanti juga Papa harus bisa nikmati masa tuanya”


“Kamu mikirin Papa aku tapi bagaimana dengan ortu kamu ? “


“Iya sama juga sih, aku mikirin mereka juga tapi aku nggak khawatir soal itu Rose”


“Yang penting kamu lakukan yang terbaik buat mereka ya”


“Iya... Kamu juga yang penting buatin aku anak yang banyak” 😆😆😆


“Nikah aja belum”


“Tapi kan sudah pasti, kecuali kamu yang berpaling”


“Mulai”


10.00


Suasana pagi itu dipenuhi dengan bunga mawar yang dibeli Rose di luar pulau, yaitu mawar tujuh warna.

__ADS_1


Rose memesannya jauh sebulan sebelum acara pertunangan dengan Nervian.


Pokoknya Nervian bilang Rose atur semuanya dia ngikut aja.


Di tempat pertunangan yaitu gedung YARSI semua undangan sudah mulai lalu lalang berdatangan terutama karyawan pabrik batik.


Untuk teman Papa Rose tidak diundang karna nanti saat pernikahan akan diundang.


MC


“Selamat Pagi undangan yang berbahagia sekarang ini kami akan melangsungkan pertunangan antara Rose Anastasya Edelweis dan Ardika Nervian dan kami beri tempat untuk lebih mengenal dengan dekat pemilik acara ini”


Mata Mila terbelalak saat melihat Dika bersanding dengan Nona Rose, ia tak mampu mengatupkan mulutnya, dia sangat tidak menyangka ini akan terjadi dalam hidupnya.


Mila langsung pergi dengan hati yang terluka.


Semua karyawan pabrik juga tidak menyangka.


Sebagian bergumam mirip novel yang terjadi pada Rose dan Dika lebih tepatnya Nervian.


Sekarang kita lanjutkan acara pemakaian cincin.


Setelah acara selesai semua menikmati makanan yang tersedia.


Jo dan Janet saling berpandangan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat namun inilah kenyataannya.


“Nona cantik banget gaunnya”


“Iya... Aku yang desain sendiri “


“ihhhh benar-benar iri tapi Nona, Nona berhutang padaku”ucap Janet menyenggol Rose


“Berhutang apa ? “


“Kok bisa”


“Panjang ceritanya intinya Papa aku dan Dika adalah teman dekat dulu”


“Kayak di novel ya”


“Aku juga nggak tahu mau bilang apa”


“Tapi kalau cowoknya kayak Dika aku juga mau dijodohin “


“Ihhh... Kamu kok gatal banget sih kan sudah ada Joe”


“Kok Nona tahu sih”


“Tahu lah.... “


“Tapi dia masih suka gangguin cewek looh Nona”


“Masak sih ? “


“Iya”


“Oiya kalau Diana masih ganggu dia nggak”


“Benar”


“Ayok makan dulu, aku mau sapa tamu dulu ya”


“Iya”


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


“ Hari ini akhirnya datang juga ya Edelweis “


“Iya... Inilah impian kita berdua dan tidak disangka hingga anak kita bisa bertemu bahkan sebelum dijodohkan mereka sudah pacaran diam-diam”


“Iya.... Nyatanya akulah yang lebih banyak terkejutnya “


“Hahahaha”


“Nikmati hidangannya Dito”


“Iya”


Disilah mulai terungkapkan satu persatu bahwa Pak Dito yang pernah menjadi CS atau cleaning service adalah partner Papa Rose di bisnis batik ini, selain saham di batik milik Papa Rose, Pak Dito mempunyai cafe yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal dan tepatnya tempat Rose dan Dika sering ketemuan.


Dika memang tidak sombong dan pamer seperti anak lain karna sifatnya memang seperti itu, ia bekerja pada Rose karna memang ingin belajar tentang bekerja pada orang lain dan semua terarah pada tunangannya, sungguh pandai orang tua mereka mengatur ini semua.


“Kamu mau cake Rose ? “


“Mau”


“Ambil sendiri!!! “


“Kamu nawarin apa bikin emosi aja”


“Dua-duanya”


“Ngeselin !!! “


“Biarin !!! “


“Btw tunangan aku kok cantik banget ya”


“Memang cantik”


“Mahh.... Doakan aku dan Nervian sukses ya sampai ke pelaminan nanti”


“Jadi semua baju sudah jadi ya tinggal diantar saja”


“Iya”


“Bagus... Besok Jo dan Janet mau nggak ke Yogya buat beli bahan”


“Mau Nona, mau”


“Bagus”

__ADS_1


“Beliin aku sedikit oleh-oleh ya buat Papa dan Mama Nervian “


“Baik”


“Yesss.... Ke Yogya ke Yogya”


“Girang banget mereka Rose”


“Iya.... Hehhhh.... !!! Enak banget duduk di meja, turun !!! “sambil mendorong Nervian”


“Pelit.... “


“Nggak sopan taukk”


“Sedikit nggak sopan kan nggak apa”


“Ner.... “


“Iya... “


“Kamu yakin mau pindah kerja ? “


“Masih belum kok nanyak gitu”


“Iya aku khawatir saja”


“Kan kita masih bisa ketemu juga”


“Tapi aku senang kamu ada disisi aku Ner”


“Rose kita harus membuat hidup lebih baik”


“Tapi kamu kan ada cafe”


“Bukan berarti aku harus duduk diam, aku harus kerja untuk cari modal yang lebih banyak”


“Ner.... Aku tahu kok kalau kamu itu dosen”


“Emmm dosen apaan ? “


“Kemarin waktu aku cari kamu di kampus pas dompetmu ketinggalan saat aku tanya mahasiswa bernama Nervian mereka malah beritahu aku kalau kamu itu dosen”


“Mungkin salah orang”


“Nggak semua orang namanya Nervian”


“Hehehe... Yadeh aku ketahuan “


“Hal apa lagi yang kau sembunyikan Ner”


“Tidak ada”


“Beneran ? “


“Benar kok”


“Kalau gitu kunci pintunya dulu “


“Mau ngapain ? “


“Biasa”


“Hey”


Nervian mengangkat tubuh mungil Rose dan meletakkannya di sofa.


“Dikit aja”


“Nggak mau”


Kalau nggak mau aku kelitikin nih”


“Iya iya... “


Rose mengecup dahi Nervian dan Nervian membalasnya dengan elusan di rambut Rose,” huh aku harus keluar sebelum aku bertambah gila”


“Rose aishiteru “


“Aishiteru “


Nervian keluar dari kantor seolah tidak terjadi apapun.


“Emmm andai saja sudah bisa”batinnya.


Dijalan saat akan meletakkan sapu dan serok ia melihat Mila dan menyapanya.


“Mila... “


Mila melengos tidak menjawab sapaan Nervian.


Nervian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Ada saja yang harus terjadi “ungkapnya dalam hati.


Terlihat dari jauh Mila meneteskan air mata.


“Aku akan membuat semuanya jadi bencana, lihat saja nanti”


“Kenapa harus Nona yang merasakan semua keberuntungan ini”


Mila menekan nomor ponselnya dan terdengar suara dari sebrang sana.


“Berapapun akan aku bayar”


“Baik.... Segera kirim foto tapi aku hanya bisa si cowok ya kalau yang cewek dia punya pelindung dan aku tidak bisa menembusnya”


“Iya”


Mila menscrool hpnya namun photo yang ia cari tidak ada.


“Dia sangat jarang mengupload photonya, oh iya di gambar photo karyawan”

__ADS_1


“Lihat saja nanti”


__ADS_2