
đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š
"Kamu melamun sampe segitunya”
“Iya Ner.... Maaf ya aku belum bisa hamil”
“Kamu bicara apa sih, apa tujuanku menikah hanya untuk kamu hamil”
“Tapi aku”
“Jangan pikirin itu ya, biarin aja sepupuku punya anak duluan, jangan ikutan susah, aku yakin kok pasti nanti kita dikasih”
“Tapi ini lama Ner”
“Sabar Rose.... Tidak ada yang menuntut kamu buat hamil”
“Iya... Aku minta maaf Ner”
Rose merasa gelisah karna ini sudah hampir delapan bulan ia menikah dengan Nervian dan ia belum juga hamil, memang keluarga Nervian tidak menuntut, namun Rose merasa bersalah.
Rose akhirnya memutuskan untuk ke Dokter kandungan sendirian tanpa Nervian.
“Hasilnya bagus Bu, memang semua Ibu prosesnya beda-beda, ada yang cepat dan ada yang lama, Ibu perbanyak istirahat ya”
Ucapan Dokter itu begitu mudah dicerna dan memang enteng tapi bagi Rose, itu sebuah beban.
Saat makan malam Rose makan lebih banyak dari biasanya dan ketika tengah malam ia juga merasa lapar.
“ Akhir-akhir ini kamu banyak makan Rose”
“Iya.... Moodku lagi bagus Ner”
“Baguslah jangan malas makan ya, nanti aku buatin cake kesukaan kamu”
“Iya....ingat dikirim gulanya ya”
“Iya... “
Sembari membuat design yang kontraknya sebulan lagi bersama Revan, Rose melihat kalender.
“Ultah Nervian”
“Aku beliin dia apa ya”
“Mobilnya masih bagus, aku ada sedikit tabungan... Apa pergi liburan aja”
“Tuhan akupun lagi tantrum”
Rose....
Rose....
Rose.....
“Aneh... Nggak biasanya dia pergi tanpa bilang “
Rose menaruh pesan dimeja makan.
“Aku sudah bikin sarapan
Aku pergi keluar sebentar buat berbelanja”
“Dihhh . . . Kuno.... Kan dia bisa kirim whatsapp “ Nervian mencibir
“Tapi ini masih jam tujuh dan ia tidak biasanya belanja, paling nungguin dagang didepan”
Nervian menunggu dengan gelisah karna hampir dua jam Rose belum balik.
Ia menghubungi Rose namun Rose tidak mengangkatnya.
Mendung mulai menguasai langit membuat Nervian semakin khawatir, untung saja hari ini ia tidak ada jadwal.
Setelah lama menunggu akhirnya Rose datang dengan belanjaan yang begitu banyak.
“Aku khawatir kamu nggak akan telepon “
“Iya... Maaf aku buru-buru”
“Aku masak dulu”
__ADS_1
“Rose”
“Besok aku akan lebih pagi ke pasarnya”
“Duhhh.... Rose kamu nggak perlu kepasar”
“Aku hanya ingin saja Ner, bisa menghemat beberapa rupiah”
“Rose.... Aku tahu pabrik lagi low tapi aku pasti bantuin kok”
“Bukannya gitu Ner... Aku hanya mencoba jadi ibu rumah tangga yang baik”
“Kamu sudah cukup baik kok bagi aku”
“Rose... Setiap ada acara kumpul keluarga kamu pasti begini”
“Aku takut kamu ninggalin aku”
“Atas dasar apa, sebelum Ayah dan Papamu jodohin kita, aku sudah bertekad untuk memiliki kamu, begitu pula sebaliknya”
“Aku kan belum hamil Ner”
“Rose.... Tolong jangan bebani dirimu dengan kata itu, aku sayang kamu apa adanya”
Rose terisak sambil memeluk Nervian.
“Besok kalau kamu nggak nyaman, jangan datang ke acara keluarga lagi ya”
“Aku hanya “
“Hanya apa... Kamu lihat Ibu dan Ayah kan, tidak pernah menyinggung soal itu, aku hanya mau kamu sehat saja”
“Iya Ner”
“Aku sayang kamu Rose “
đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’đź‘’
Obrolan Tante-Tante Julid di acara perayaan.
“Dih... Aku sih nggak mau ya punya menantu kayak dia, hamil nggak mau, percuma kaya, cantik kita dipijak”
“Benar... Semua serba praktis dan memang sih ipar aku itu terlalu manjain dia”
“Iya... Benar kita ngomong dikit aja dia tersinggung, aku jadi malas kesini semenjak ia punya menantu, dia sensitif”
“Ehhh.... Tapi kita nggak boleh gitu dong “
“Nggak boleh gimana, wajar kita komentar sedikit... Ini aja sudah mau delapan bulan dan kita sudah perayaan pertama, lihat yang lain begitu sehat dan subur, aku sih takutnya Nervian pindah ke lain hati, walaupun Nervian tidak menuntut, tapi aku yakin ia pasti mau punya anak”
“Iya juga sih”
Rose menghela nafas saat mendengar kata-kata itu dan itu membuat dia kalut beberapa hari ini.
“Hai Rose “sapa wajah yang pernah membuat Rose kesal.
“Ehmm Hai juga Wita “
“Kamu lagi apa ? “
“Nongkrong lah, ini kan jam makan siang”
“Lumayan juga tongkrongan kamu”
“Iya”
“Rose perlu kau ketahui, aku kalah loohhh dan pastinya itu karna bajumu yang nggak berkelas”
“Wahh.... Bukannya kalau fashion show, bukan hanya baju saja yang dinilai “
“Mana aku tahu yang jelas pastinya bajumu yang bermasalah , desainnya kampungan sama kayak orangnya”
“Terserah kau saja deh”
“Aku refund baju kamu, nggak guna”
“Enak saja “
“Terus untuk apa juga aku simpan”
__ADS_1
“Kau sudah beli masak mau dikembaliin”
“Refund ya refund, baju jelek jugaan”
“Sakit jiwa kamu ya, aku mau minum aja susah gara-gara kamu datang “
“Heiii Rose... Ada apa ? “
“Tuan Revan”
“Tuan Revan”ujar Wita tak percaya.
“Oiya aku mau bilang kalau modelku yang ikut acara fashion show itu semuanya mengisi juara satu, dua dan tiga loohh dan dengan desainmu tentunya”
“Maaf Tuan Revan saya pikir gaun saya itu tidak bagus”
“Lahhhhh..... Modelku saja menang kok”
“Ohhh gitu jadi bukan masalah bajunya dong Tuan”sambil melirik Wita.
“Nggaklah”
“Kamu mau makan siang, ayo aku traktir dan ini siapa ? “
“Aku Wita”
“Dia pernah beli baju diaku “
“Mau gabung, aku yang bayar “
“Emm... Mau deh mau”
“Cihhh dasar tak tahu malu”batin Rose
“Kamu pesan aja yang kamu suka ya Rose, anggap saja ini karna aku bangga padamu”
“Tapi aku belum bisa seperti Tuan Revan”
“Kok mesti seperti aku, aku hanya contoh dan kamu yang membuat inspirasi baru”
“Tuan anda bisa saja”
“Hahahaha”
20 menit kemudian....
“Nanti aku akan berkunjung ke rumah kamu ya”
“Baik Tuan, trims kerja samanya selama ini”
“Ya dan jangan lupa aku minta 200 pcs kain ya, aku ada event lagi, harga masih sama kan”
“Iya Tuan”
“Sudah aku transfer, coba cek”
“Iya.... Sudah masuk Tuan, trims”
“Oke... Aku pamit dulu, kamu nggak bareng aku”
“Nggak... Aku jalan kaki aja, nggak jauh kok dari pabrik”
“Baik”
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
“YESSSSS....... AKU DAPAT ORDERAN”
“Isshhh... Aku gagal jatuhin dia, kenapa sih harus dia”batin Wita
Rose kayaknya di hidupmu begitu banyak yang tidak suka padamu, aku berhasil mendapat info.
Kau bahkan pernah ditusuk oleh mantan pacar Nervian dan Galerimu pernah dibakar oleh pacar mantanmu, sungguh kehidupan yang pelik bagi anak pengusaha BATIK sepertimu.
Terlebih kau juga merebut Nervian dariku.
Andai saja aku datang duluan dan mencelakai Nervian pasti aku sudah bersamanya.
Ini semua baru dimulai Rose, persiapkan dirimu dengan baik .
__ADS_1
Ini panggung barumu.....