Cinta CS

Cinta CS
29.Rose Sakit


__ADS_3

Rose membeli banyak oleh-oleh dan membuat Papanya heran.


“Berapa cuan Rose”


“Hehehe nggak banyak kok Pah”


Papanya menggeleng dan kembali lagi ke kamarnya untuk istirahat.


Rose kemudian melakukan hal yang sama dan tentang yang di Yogya ia akan bercerita besok saja.


Namun Papa Rose lagi-lagi keluar kamar dan mengetuk pintu Rose.


“Rose ??? “


“Ada apa Pah ? “


“Besok Papa mau ke Singapura”


“Ishhhh kok gitu Pa, sendirian ? “


“Iya... Papa dapat sponsor”


“Enak dong, aku bisa ikut yaa”


“Tiketnya cuma satu”


“Kan Papa bisa beli lagi”


“Ini beda Rose dan kamu belum waktunya kesana ya”


“Baik Pa”


Rose menurut dengan Papanya dan Rose pun istirahat.


Paginya Papa Rose sudah siap dengan kopernya dan Rose mengantar hingga pintu gerbang saja.


Rose menikmati hari itu dengan nonton televisi dan makan beberapa cemilan.


“Ehemmmm” Rose mendehem merasakan ada yang tidak beres di tenggorokannya.


“Kayaknya aku nggak enak badan deh” ujar Rose tapi masih dengan acara TV nya.


“Nona Rose ingin apa lagi” ucap Bik Karsi yang taunya sudah ada disampingnya.


“Nggak ada Bik, bibik nonton yuk sama Rose”


“Bibik masih ada kerjaan, mungkin nanti aja ya”


“Oke bik”


Rose mulai mengantuk dan ia tiduran di sofa nya.


“Nona ada Dika datang”


“Ohh Dika suruh masuk aja Bik”


“Baik Nona”


“Nonaaa”


“Nona.... Aku nggak bisa lupain Nona”


“Ada apa Dika maksud kamu gimana ?”


“Aku suka dan cinta dengan Nona, maukah Nona menerima cintaku ? “


“Dika tapi aku sudah dijodohkan “


“Nggak masalah Nona kita jalani aja dulu ya”


“Emmm gimana ya ? “


“Aku nggak nerima penolakan “ Ucap Dika sambil berusaha mendekat kepada Rose.


“Dik.... A”belum selesai Rose bicara bibir Dika sudah mendarat di bibir Rose.


“Dika....!!! “


“Aku nggak bisa menahan lagi Nona “ ucap Dika sambil merebahkan Rose diatas sofa.


“Tapi Dika”


Dada Rose berdegup dengan kencang, takut jika Papanya datang atau bik Karsi yang keluar dari kamarnya.


Rose menutup matanya.


“Nona Nona Nona”


“Ehhh”


“Nona ada kurir food datang tuh “


“Ehhhh iya”


Rose terbangun dari tidurnya dan ternyata ia bermimpi,, “emmm kenapa mesti Dika, aku maunya sama Haechan NCT atau JiMin bts”batin Rose dalam hati sambil tertawa.


“Nona”


“Iya”


“Kurirnya sudah nunggu “


“Ehh iya Bik, ini uangnya “ujar Rose sambil memberikan uang yang ternyata dia genggam sambil tidur.


“Mungkin karna uang yang aku pegang hanya 50k jadinya mimpinya Dika coba aja aku megang uangnya 100k mungkin aku mimpiin JiMin oppa “imbuhnya lagi


“Hahahhaaaa” Rose tertawa terbahak sendiri hingga bik Karsi yang baru masuk dari mengambil pesanan food Rose melongo melihat Nonanya yang rada aneh.


“Nona ini pesanannya”


“Ehh iya Bik, bik aku pesannya dua kan ayo kita makan bareng”


“Makasi ya Nona”


“Iya Bik”


Setelah selesai makan Bik Karsi kembali bekerja.


“Iya nanti aku coba izin sama Bos aku ya Bu”


Bik Karsi yang sedang menyapu mendapat telepon dari saudaranya karna Ibunya sedang sakit.


“Nona boleh saya izin”

__ADS_1


“Ada apa Bik”


“Ibu saya sakit Nona “


“Baiklah Bik nanti aku SMS Papa”


“Tapi nggak apa Nona kan sendiri disini”


“Ngga apa kok Bik, Papa juga nanti pulang “


“Iya makasi Nona”


“Duhhh sepi banget jadinya”


Rose merasa kepalanya semakin pusing dan badannya begitu letih.


Rose merebahkan badannya kembali tetapi kepalanya semakin menjadi jadi.


Rose akhirnya menyuruh satpamnya untuk membeli obat sakit kepala.


Bukannya bertambah baik Rose semakin menggigil dan akhirnya ia tidur karna efek obatnya.


Waktu menunjukkan pukul 18.00 Rose terbangun dan merasa lapar.


Ia memesan food dan rasanya ia tak mampu untuk menyuap makanan.


“Hallo”


“Iya Nona ada apa ? “


“Kamu lagi dimana Evy ? “


“Aku lagi dirumah sepupu Nona ada apa ? “


“Emmm nggak usah deh Evy”


“Ada apa Nona “


“Nggak apa kok, aku tutup dulu ya teleponnya”


Rose menutup teleponnya dan tak lama kemudian Papanya meneleponnya.


“Rose kamu lagi apa ? “


“Aku lagi tiduran Pa, aku nggak enak badan, mau makan aja susah”


“Astaga.... nanti Papa teleponnin kamu Janet ya”


“Jangan ngerepotin orang lain Pa”


“Tapi”


“Sudahlah Pa nanti juga baikan kok, aku sudah minum obat”


“Baiklah kalau begitu, Papa pulang lagi tiga hari loo”


“Iyaaa”


Rose akhirnya tertidur kembali dengan perut lapar.


“Nona.... “


“Iyaaaa.... “


“Aku mimpi kah”


“Ini aku Janet “


“Janet”


“Nona sakit apa, sudah makan belum”


“Belum”


“Ayo aku bantu”


“Makasih Lohh, Papa yang telepon kamu ya”


“Bukan Nona, tadi Evy yang nelpon karna Nona telepon dia dan dia khawatir “


“Maaf loo tapi aku benar-benar lemes”


“Iya jangan sungkan loo Nona”


“Kamu sama siapa kesini”


“Sama Dika Nona”


“Owhhhh dia dimana ? “


“Diluar parkir motornya”


“Kamu boncengan”


Rose“nggak, aku Cuma minta temenin aja dijalan”


“Owhh gitu”


Selesai membantu Rose makan, Janet menelpon dokter pribadi Rose dan ia pun duduk sambil main hape.


“Jan... Suruh Dika masuk”


“Iyaa Nona”


Dika yang tadi duduk di teras disuruh masuk oleh Rose.


“Makasi ya udah kesini”


“Sama-sama Nona”



“Pa.... “


“Rose gimana keadaan kamu ? “


“Baik Pahh, disini ada Janet dan Dika”


“Syukurlah”


“Iya Pa tapi Janet nggak nginap “


“Ohh gitu, kalau Dika gimana ? “

__ADS_1


“Ehhh Papa ni apaan sih”


“kan tidurnya nggak sama kamu juga”


“Iya sih tapi kan dia cowok “


“Nanti Papa yang tanggung jawablah”


“Ehhh kayak ada gilak-gilakknya Papa ini”


“Yang penting kamu aman”


“Nggak ahhh, malah aku jadi was was”


Tutttt tutttt


Papa Rose mematikan teleponnya.


Wajah Dika yang tadinya biasa saja kini nampak pucat saat membaca SMS di hpnya.


Entah dari siapa namun miliknya menunjukkan sesuatu yang serius.


“Nona.... “


“Iya Dika”


“Aku disuruh menginap sama Big Papa”


“EEhhhhhhh”Janet dan Rose saling bertatapan


“Kamu nggak perlu nginap Dika”


“Tapi Nona aku nggak mungkin bantah Big Papa”


“Hemmmmsss” Rose menghela nafas panjang


Di sela-sela Rose bingung, Janet malah tertawa kecil.


“Kenapa kamu ketawa Janet”


“Ngga ada Nona, eh Nona aku pulang dulu ya, sudah jam delapan”


“Baik, makasih ya Janet”


“Sama-sama”


“Aku keluar dulu Nona”


“Baik”


Rose memperhatikan Dika yang keluar dan malah terbayang akan mimpinya tadi. “Uhmm benar-benar deh, mimpinya kurang kerjaan. Rose kemudian menutup badannya dengan selimut.


“Tok tok tok”


“Iya”


“Ini aku Anggara”


“Apaaaaaa !!! “


“Masuk”


“Rose katanya kamu sakit ya”


“Iya”


“Kamu ada perlu apa ? “


“Aku emang ada niat kesini, Cuma main tapi kamu sakit”


“Iya”


“Kamu perlu apa ? “


“Ngga ada”


“Aku nginap ya, aku khawatir sama kamu”


“Ehhh apaan sih, ngga ada ngga ada !!! “


“Kok kamu gitu sih “


“Dika sudah ada kok”


“Dika aja suruh pulang biar aku yang disini, kan kamu lebih kenal sama aku”


“Papa yang nyuruh karna besok Dika Libur”


“Aku libur tiap hari”


“Aku nggak peduli ya”


“Terserah pokoknya aku mau nginap “


“Heyyyy !!! “


Rose tidak bisa banyak omong lagi karna badannya sudah letih.


Rose bosan tiduran jadi dia memilih untuk nonton TV dikamar, ia melihat Dika dan Anggara yang selow didepan ruang keluarga karna Rose tidak menutup pintu kamarnya jadi kamar Rose memang berhadapan dengan ruang tamu.


Rose kemudian mengambil foto keduanya secara diam-diam dan mengirim pada Papanya.


💬


“puas ya pa”


💬


😆😆😆😆


Papa jadi lega tambah banyak yang jagain


Ini orang tua bukannya khawatir malah ketawa.


“Dika, Anggara “


“Iya, aku minta izin tutup pintu ya, ini aku kasih tambahan selimut”


“Okey, kalau butuh sesuatu panggil aja ya”


“Baik “


“Ini sungguh membuatku tambah sakit”batin Rose

__ADS_1



__ADS_2