Cinta CS

Cinta CS
28.Kau dan Aku


__ADS_3

Bandara Internasional Lombok


“Dika tolong jaga Rose dengan baik ya”


“Pasti Big Papa, aku akan menjaga Nona dengan baik”


“Aku percayakan semuanya denganmu ya”


“Baik”


“Dika aku agak mengantuk, bangun di jam sepagi ini”


“Ohh Nona mengantuk, biar aku aja yang check in”


“Nggak usah biar aku aja”


Rose melangkah lambat dengan mata yang ia tekan.


Kadang Rose mempunyai sisi yang lucu juga.


Rose terlihat sedang memainkan ponselnya hingga akhirnya mereka berdua lepas landas.


Rose memang benar mengantuk entah apa yang ia lakukan semalam.


Akhirnya Rose pun tertidur di pesawat,Dika hanya mampu mendehem perlahan.


“Dibalik wajah galak itu tersimpan juga garis imut dan polos Nona Rose”gumamnya dalam hati.


Sekitar 1 jam setengah perjalanan dari Mataram ke Yogya, dan Rose masih anteng dengan dunia mimpinya.


“Jedukk....!!! “ kepala Rose terbentur dengan kaca pesawat membuat Dika terkejut dan melupakan bahwa ia sedang memperhatikan Nona nya.


Dika kemudian mengarahkan kepala Nona agar tegak di bahunya dan ia pun menjaganya dengan baik hingga sampai di bandara Adisutjipto.


“Huahhhh.... “ Rose menggeliat dan memperhatikan arahnya bangun.


Rose mengucek matanya dan tidak percaya dengan apa yang ia lakukan.


“Maaf ya Dika, pasti kamu kerepotan”


“Santai aja Nona “


“Santai sih santai tapi aku nggak enak sumpah” gumam Rose.


Di bandara Rose dan Dika sudah disiapkan mobil untuk langsung menuju distributor kain terbesar yang ada disana.


“Selamat datang Nona Rose dan ini yang namanya Dika ya”


“Iya salam kenal”ucap Dika dan Rose”


Bapak-bapak itu berpenampilan rapi dan elegan menurut Rose.


“Jadi Nona Rose dan Dika mau ke hotel atau ke pabrik langsung”


“Saya langsung ke pabrik aja Pak, supaya bisa langsung melihat”


“Baik Nona mari”


Rose dan Dika mengikuti Bapak tersebut.


Di pabrik kain itu Rose dikenalkan kepada seluruh karyawan disana.


Bisik-bisik karyawan


“Ih cantik sekali ya dan apa itu pacarnya atau suaminya ya keren ya, ia kayak di film deh aku ngeliatnya “


“Iya sama aku juga ngerasa gitu deh”


“Ini Nona Rose dan Dika mereka datang dari Mataram dan langsung ke pabrik ini untuk berbelanja dan melihat pabrik yang selama ini membuat kain untuk pabrik batiknya yang ada di Mataram “


“Nona Rose silahkan “


“Terimakasih atas bantuannya selama ini mensupport pabrik kami dan juga pabrik batik kami selalu diutamakan oleh pabrik kain ini dan saya kesini bersama partner kerja saya Dika”


“Sama-sama Nona Rose”


Setelah cukup keliling dan melihat seisi pabrik Kain, Rose pamit dan semua pembayaran diurus oleh Dika.

__ADS_1


Di hotel....


“Nggak mungkin Mb !!!, saya sudah pesan dia kok, maksud saya Papa saya sudah pesan dia kamar dan kenapa juga kamarnya full”


“Tapi mb sesuai bookingan disini hanya satu kamar saja “


“Sudahlah Nona saya bisa cari tempat lain saja “


“Aduh maaf ya Dika, nanti aku ikut deh ya”


“Baik Nona”


Dika dan Rose akhirnya mencari satu hotel untuk Dika, namun anehnya setelah berkeliling, semua hotel sedang full.


“Padahal bukan weekend loo”


“Nanti saya tidur di home stay aja Nona”


“Dika... Ehhh Dika bening kan kita sudah kelilingin dan sampai home stay pun penuh “


“Terus aku harus gimana Nona”


“Balik ke hotel tadi dan kita pikirkan solusinya nanti”


Dengan kesal Rose menelpon Papanya dan kalimat maaf tanpa dosa yang dilontarkan oleh Papanya, Rose memeras kepalanya.


“Kita masuk aja dulu Dika siapa tau kan kamarnya besar dan maaf kamu bisa tidur dibawah atau ada sofa...... Nyaaaa....... “


Mulut Rose berhenti bicara saat melihat potongan kamar yang memang agak besar namun tiada celah untuk tidur dibawah ataupun sofa yang cukup untuk tidur.


“Perfect !!! “umpat Rose sambil menendang ujung kasur.


Hingga hampir petang Rose hanya duduk di kasur sedangkan Dika duduk di kursi yang tidak terlalu besar.


Setenang itukah Papa aku bermalam dengan Dika, entah apa yang dipikirkan oleh orang tua itu “batin Rose.


Apalagi saat ia mendengar jawaban yang begitu enteng dari Papanya.


“Ahhh masak Rose , maaf deh tapi berbagilah dengan Dika untuk malam ini saja hehehe “


“ Oke Dika aku sudah kasi pembatas dan kamu bisa tidur disini”


“Hehhhh kamu pikir aku pernah tidur sama cowok, ini adalah keterpaksaan karna nggak ada pilihan “


“Baiklahhh” ujar Dika dengan berat hati


Rose merasakan gelisah yang luar biasa dadanya berdegup kencang.


“Aku mandi dulu ya”


“Baik Nona dan aku mau keluar dulu “


“Oke “


Dika pun keluar hotel untuk menghormati Nona nya.


Setelah selesai Rose men chat Dika agar balik ke kamar.


“Mandilah Dika, aku akan keluar setelah mengeringkan rambutku”


“Iya Nona”


Setelah mengeringkan rambut Rose main hape dan ketiduran di kasur karna lelah.


Dika yang keluar dari kamar mandi sangat terkejut melihat Rose yang tertidur, ia tidak tega membangunkan Nona nya.


Dika kemudian mengambil bajunya dan berganti di kamar mandi.


Dika merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, matanya mengantuk dan bagaimana dia harus tidur, cukup lama ia duduk di kursi dan itu sangat melelahkan untuknya.


Rose akhirnya terbangun saat mendengar suara dari hapenya dan ia menengok Dika yang tiduran di kursi.


“Dika “


“Iya Nona, kamu mau istirahat ? “


“Emmm iya Nona jawab Dika jujur”

__ADS_1


Rose kemudian membentuk selimut menjadi pembatas antara dia dan Dika.


“Aku sudah buat ya dan kamu bisa tidur”


“Trims Nona”


Dika merebahkan badannya yang sudah sangat lelah. “ Apa yang Papaku pikirkan sih Dika”


“Namanya Big Papa nggak sengaja Nona, Big Papa kan juga manusia biasa”


“Ya juga sih”


Rose melilit dirinya dengan selimut mirip seperti sosis dan Dika juga melakukan hal yang sama, Dika tidur diujung sekali demikian juga dengan Rose, sungguh mirip pemandangan pasutri yang lagi marahan.


“Dika apa kamu belum punya pacar sekarang ini ? “


“Belum Nona, Nona tahu sendiri kan bagaimana Diana kemarin”


“Maksud kamu ? “ Rose berpura-pura bertanya


“Dia pacaran denganku hanya demi mendekati Joe”


“Ahhh memang sih agak nyesek tapi seharusnya dia nggak begitu”


“Tapi aku sudah ikhlasin sih Nona”


“Iya ini jadiin pelajaran aja deh”


“Iya”


Dika dan Rose mengobrol tentang semuanya dari masa kecil dan sampai ke cerita Dika tentang seorang cewek yang pernah ia temui saat menjenguk dirumah sakit dulu.


Yahhh mirip sih dengan ingatan Rose walaupun semuanya agak tersamar maklum Rose cepat lupa namun Dika mengeluarkan foto rumah-rumahan dari stik es yang membuat Rose tertegun lama.


“Mirip dengan punyaku tapi, ahhh mungkin hanya mirip lagipula Rose sudah tidak ingat lagi”


Rose mulai menguap dan mengantuk namun ingatannya tentang rumah-rumahan stik itu membuat pikirannya melayang.


Rose bisa tidur dengan nyenyak tanpa dosa sedangkan Dika merasa sangat gelisah, bagaimanapun ia merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini dan paginya Dika terus menguap karna kurang tidur.


Hari kedua disana Dika dan Rose hanya mengunjungi toko-toko baju batik dan kain batik saja karna memang tidak ada rencana untuk ketempat lain atau berwisata dan lagi-lagi di hari kedua Dika tidak tidur dengan nyenyak.


“Hooammmmmm” Dika menguap lebar dan dilihat oleh Rose, sepertinya Dika tidak tidur dengan nyenyak, padahal tiap aku bangun malamnya buat minum ia tidur dengan rapi, aku jadi nggak enak sama Dika”ujar Rose dalam hati karna ia bisa tidur dengan nyenyak selama dua hari ini.


Malam ini terakhir Rose dan Dika di Yogya dan malam ini Dika ingin tidur dengan rileks sebab besok ia dan Rose sudah kembali ke Mataram kan nggak lucu kalau ia tertidur didekat Boss nya.


Dika mulai memejamkan mata dan ia tidur sebebas jarum jam membuat Rose kaget saat Dika menyenggol kakinya.


“Ya..... Ampunnn”batinnya


“Jadi selama ini ia nggak nyenyak tidur dan saat ia nyenyak malah aku yang enggak bisa tidur”


Namun Rose tak mau kalah dengan Dika, ia pun tidur dengan nyenyak hingga pagi menjelang Dika sangat terkejut karna pembatas antara ia dan Nona sudah tidak ada.


Dika menoleh dan melihat Rose yang dengan nyenyak nya menggelayut pada kakinya.


“Yaaa ampunnnn”


Dengan perlahan Dika menggeser tangan Rose namun Rose malah memperkuat pelukannya di kaki Dika, vibesnya sih mirip kucing ya.....


Dika tak mampu berkutik dan ia pasrah dengan keadaan ini dan ia malah tertidur lagi.


“ummm enak banget deh malam ini tidurnya puas “ batin Rose lalu tak kalah terkejutnya dengan Dika tadi karna ia memeluk kaki Dika dengan erat.


Rose melepas tangannya dan segera bangun.


“Aku ini apaan sih, kok kayak cewek nggak tahu diri”


Dika yang sebenarnya sudah bangun tetap stay cool agar Rose tidak curiga.


“Maafkan aku juga Nona, tapi serius aku lelah”batin Dika


Dikamar mandi Rose masih membayangkan dirinya tadi dengan Dika, “ ya ampunnn kok rasanya masih tangan ini megang kaki Dika sih”


Setelah Dika dan Rose bersiap mereka kemudian menuju bandara dan kembali ke Mataram.


Tak lupa Rose menghubungi Papanya dan memberi tahu bahwa ia akan berangkat.

__ADS_1



Dika Bening


__ADS_2