
Rose menarik nafas saat menggotong kopernya ke bandara.
Matanya merah karna menangis semalaman.
Kali ini dia berada diatas mimpinya tapi juga berat meninggalkan Dika.
Ia baru bahagia bersama Dika meskipun belum pacaran, namun sekarang ia harus merasakan sakit karna impiannya itu.
“Rose Papa antar sampai sini ya”
“Iya Pa”
Papa Rose merasa ada yang kurang baik terjadi pada Rose, ia bisa melihat dari tingkahnya yang pendiam dan sering melamun.
Tuan Edelweis menarik nafas panjang dan melihat kepergian Rose.
📩
Dika full Sun ☀
Maaf ya Rose
Aku nggak antar kamu tapi aku lihat kamu dari jauh kok, kamu cantik hari ini.
Semangat ya belajarnya,,,, aku selalu nunggu kamu.
Di Paris Rose mulai fokus dengan ilmunya, tak lupa Mr. Ronald selalu mendukung dan memberinya arahan yang positif.
“Aku tahu kamu tidak baik-baik saja Rose”
“Iya Mr. Aku akui memang dari awal berangkat “
“Tapi kamu menepis semua rasamu dan tetap mengedepankan ilmu kamu”
“Yahh karn aku juga punya tujuan Mr”
“Study kamu nggak lama kok jadi fokus ya”
“Baik Mr”
Rose yang sedang menikmati kopi di salah satu cafe yang ada di dekat daerahnya tinggal menatap langit yang berbintang.
Dika tunggu aku....
🛵🛵🛵
🏫🏫🏫
Di Sekolah Design
“Oiya Rose katanya kamu nggak sampe setahun disini aku baru saja habis dari ruangan Master “
“Kok bisa ? “
“Kamu sudah terampil dan siap akan diajukan untuk fashion show di bulan ke delapan”
“Hahhh ! !! Itu terlalu cepat loo “
“Kata Master kamu dah sanggup lo”
“Apa tidak terlalu cepat Mr ? “
“Tidak”
“Aduhhh”
“Kamu mau tema apa ? “
“Emmm.... Aku belum pikirin sih “
“Pikirin sekarang “
“Mana bisa”
“Ayoo coba aja dulu, sembarangan aja”
Rose menarik nafasnya dengan susah payah dan berkata
“Blue and Beautiful “
“Luar biasa Rose”
“Mr. Terlalu memuji aku”
“Aku tidak memuji kamu Rose, aku bicara apa adanya”
“trims Mr”
Dengan waktu yang tidak panjang itu Rose mukai sibuk mengatur desain dan membuat sket yang banyak, Rose sibuk dan Dika jarang bisa menghubungi Rose, Dika juga sibuk dengan kuliahnya yang akan segera selesai.
Lost kontak selama hampir dua bulan membuat keduanya semakin lupa kearah mana langkah yang akan diambil selanjutnya ,hingga suatu malam Rose melihat figura yang di mejanya.
Rose ingat sebelum ke Paris ia sempat mencetak fotonya dengan Dika.
“Jika aku salah nanti setidaknya aku merasakan bahagia denganmu Dika”
Rose melihat ponselnya dan menyalakan datanya.
__ADS_1
Sebuh pesan dari Dika.
Dika full sun
Jaga kesehatan ya
☺
Setelah membalas pesan Dika, Rose kemudian tidur dengan nyenyak.
Hari yang dinanti pun tiba
Rose deg deg an karna ini yang menentukan ia lulus atau tidaknya di tempatnya sekolah design ini.
Rose memakai setelan batik khas daerahnya yaitu batik Sasambo berwarna coklat muda dengan motif bunga tapak dara.
“Hemmm..... “Rose menghembuskan nafas panjang dan melihat ponselnya.
“Belum ada tanda-tanda Papa akan datang “ungkapnya sendiri.
“Rose”
“Iya Mr”
“Papa kamu mana ? “
“Entahlah Mr, mungkin masih dijalan “
“Kamu ada di urutan terakhir ya Rose”
“Iya Mr dan Mr, apakah temanku bagus”
“Bagus kok, tenang aja”
Rose berjalan mondar mandir dengan hati yang lebih gelisah karna ia sulit menghubungi Papanya.
“Sudahlah”ucapnya lalu berjalan dengan mata yang sedih
Semua urutan di panggil satu persatu dan kini tiba giliran Rose.
Rose menonton semua modelnya yang berlenggak lenggok di catwalk dengan gaun buatannya.
Hatinya mulai tenang....
👗👗👗
Tema gaunnya adalah Blue and Beautiful yaitu semua gaun pengantin dari pelosok dunia dengan warna biru muda.
Rose Edelweis kenapa anda memilih tema ini”
“Saya yakin semua wanita akan memimpikan bertemu dengan lelaki yang tepat dan tentunya momen itu adalah saat yang dinantikan untuk membuat gaun yang cantik bagi mereka “
“kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, ketulusan, kebijaksanaan, stabilitas, iman, surga, dan kecerdasan ada dalam warna biru”
“Luar biasa”
Rose tersenyum dan ia melihat kearah kursi penonton “Papanya ada disana.
“Ketentuannya sudah jelas kan Rose”
“Iya”
“Rose,maaf Papa agak telat ya, pesawatnya delay”
“Iya gpp Pa”
“Tadinya Papa mau ajak Nervian tapi ia sedang sidang skripsi “
“Ohh iya Pa”(syukur deh dia nggak ikut kan jadinya dia nggak tahu kalau selama ini Janet yang nyamar jadi aku)
“Baiklah Rose, kapan kamu pulang “
“Belumlah Pa lagi sebulan baru bisa pulang, buat ambil sertifikasi “
“Papa kira bisa langsung pulang “
“Sembarangan aja”
“Kalau sudeh selesai, ayo deh kita makan samaan, ajak juga guru kamu”
“Okey dokey”
Apartemen Rose.... 🏨🏨🏨
“Jadi Papa mau nginep disini ? “
“Emm gimana ya, Papa sih milihnya hotel aja”
“Sombongnya minta ampun deh”
“Tapi karna kamu maksa, Papa akan tinggal disini sehari atau dua hari”
“Terserah Papa aja”sambil melihat layar ponselnya “
📩
Dika Fullsun
__ADS_1
“Aku sudah melihatmu tadi”
💬 Rose 🌹
“Benarkah”
Dika kemudian mengirim sebuah video
🎥🎥🎥
Rose menutup mulutnya agar tidak menganga.
💬 Rose 🌹
“Makasi Dika”
📩
Dika Fullsun
“Sama-sama Nona”
Rose berencana akan menelpon Dika saat Papanya pergi nanti.
Rose benar-benar tidak menyangka bahwa Dika akan datang kesana , Rose paham kenapa ia tak muncul didepan Rose dan Papanya karna itu adalah hal yang akan menimbulkan tanda tanya didalam benak Papa Rose nantinya.
Morning.... 🌄🙋🌄🙋🌄🙋
🍳🍳🍳
“Rose Papa lapar nih”
“Rose sudah bikinin Papa sarapan dan hari ini Rose ada kelas lagi Pa, Papa yang anteng ya dirumah “
“Baik”
📞📞📞
Dika.....
“Iya Nona “
“Kamu masih disini ? “
“Iya masih kok, aku seminggu disini”
“Papa aku lagi ada di apartemen dan mari kita bertemu sebentar “
“Dimana ? “
“Louvre Museum ya”
“Kapan ? “
“Nanti setelah ayam jantan bertelur “
“Lahhh.... “
“Sekarang bodoh, aku bilang sama Papa kalau aku ada kelas”
“Ok ok, aku otw”
Rose berdendang kecil sembari berjalan menuju Louvre Museum yang memang tak jauh dari apartemennya.
“Dika.... Aku nggak nyangka kamu bakal kesini”
“Nona takjub Nona takjub”
“nggak sih Cuma heran aja, kamu habisin tabungan seumur hidup buat kesini”
“Nona nanya, Nona Nanya, Nona bertanya-tanya”
“Ehhh si somplak, aku lagi serius malah dibercandain”
“Nggak apa kok tabungan aku habis yang penting aku bisa lihat momen terpenting Nona ku”
“Ehem Rose”
“Iya Rose”
“Kita jalan yuk”
“Hayukkk”
Rose dan Dika melepas rindu mereka, keduanya saling bercerita hingga tak terasa waktu mulai siang hari, Rose pamit setelah memberi tahu alamatnya.
Saat kembali ke apartemen Rose dongkol karna Papanya sudah tidak ada, hanya sepucuk surat yang ditulis .... 📜
*Rose Papa pulang duluan*
Rose menekan tombol hapenya dan menghubungi Papanya tapi nomornya tidak terjangkau.
“Aisshhhh ni orang tua kebangetan deh”
Rose akhirnya mengirimi Dika pesan.
“Dika Papa sudah pulang, kamu bisa datang”
__ADS_1