Cinta CS

Cinta CS
72.SPB


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READING đź’šđź’šđź’š


"Nona ada masalah “


“Ada apa Joe”


“Kainnya diretur sama supplier katanya cacat semua”


“Kok bisa sih”


“Dia minta refund semuanya “


“Baik... Aku akan bicara”


“Aku permisi dulu Nona”


“Iya Joe”


“Joe”


“Iya”


“Janet kapan lahiran ? “


“Lagi seminggu Nona”


“Baiklah... Nanti aku kesana tapi belum janji ya”


“Iya”


📞


“Ada apa Edelweis ? “


“Tuan Yan... Ada apa ya dengan kain saya, anda sudah menaruhnya selama enam bulan dan sekarang anda mau retur dengan alasan cacat”


“Maaf tapi seperti yang anda lihat, itulah kenyataannya”


“Kain saya saat ini memang tidak seramai kain lain, tapi ini adalah karya seni yang mahal Tuan”


“Mahal atau karya seni juga tidak ada artinya jika tidak laku Edelweis “


“Baik... Uang sudah saya transfer dan tidak kurang sedikitpun”


“Terim.... “


Tut


Tut


Tut....


Rose mematikan hapenya tanpa menunggu Tuan Yan membalas ucapannya.


Hatinya merasa sakit karna Tuan Yan melakukan itu padanya.


“Sabar ya kain batik ku, aku yakin kau akan menjadi iKON kelas dunia”


Rose memang mendapatkan pesanan tapi melihat kain yang diretur itu, membuat kepalanya kembali bergoyang.


Dia tak tahu apa perusahaan nanti akan bertahan.


Sementara orang yang menilai seni semakin menurun.


📲


Nn. Boa


“Ada apa Nona Boa ? “


“Rose.... Aku ada kabar baik buat kamu”


“Kabar baik apa Nona ? “


“Aku mau adain pameran dan kamu mau ikut nggak ? “


“Pameran apa ? “


“Pameran semuanya dah, kuliner, UMKM dll semua tentang produk lokal”


“Baiklah Nona... Aku akan ikut “


Meskipun dalam hati kecil Rose ia tidak yakin karna harga kain dan bajunya lumayan namun dia bisa hehehe, menggunakan seseorang untuk menjadi data tariknya.


“Enggak.... Enggak .....!!! “


“Ayolah Nerr. . . Kamu kan suamiku, aku sudah ajak Anggara sama Joe, itu perpaduan yang pas”


“Kamu mau jual aku ? “


“Kok jual, jadi model aja ya ya”


“Kenapa nggak kamu aja”


“Nerr.... Sekarang itu ya cowok lebih memiliki daya tarik buat iklan, skincare, kopi bahkan mie pun pasti cowok, aku sudah analisis “


“Ishhhh.... Kok aku sih bisa diketawain sama murid aku dong”


“Kenapa ??? Kamu mencuri kah ? “


“Tidak sih tapi, aku pasti kaku”


“Nanti aku ajarin”


“Rose..... “


“Iya”


“Aku bisa panggilin teman aku ya, nggak kalah ganteng kok”


“Aku nggak mau” 🥺🥺🥺


“Tapi Rose”


Tiga hari kemudian


“Wah... Cakep-cakep banget ya”


“Iya... Kayak oppa-oppa Korea ya”


“Phi Thailand “

__ADS_1


“Itu Onne-san”


“Kyaaaaa.... Kyaaaaa..... “


“Yuk mari dilihat-dilihat”


“Wah.... Keren banget ya”


“Rose aku akuin konsep kamu keren banget deh”


“Iya dong.... Aku sudah analisis sebelumnya”


“Laku banyak nggak ? “tanya Boa


“Iya lah... “


“Eeeiittt mba... Jangan melebihi garis ya Fotonya,,, ini top Model soalnya “ucap Rose saat melihat ada yang ingin foto lebih dekat dengan SPB nya.


“Iya mb maaf ya”ujar salah satu pengunjung pameran tersebut.


“Aku banyak masalah Nona Boa”


“Di umur yang segini, tapi kamu selalu banyak masalah”


“Hemmmppp.... Aku sudah cukup deh rasain lelah ini”


“Aku sudah dengar tentang kainmu yang diretur itu, kok tega ya”


“Haishhhh.... Aku mau bilang apa lagi “


“Semoga hari ini stand kamu ramai”


“Boa... “


“Iya... “


“Kenapa kau lakukan ini ? “


“Mamamu adalah sahabatku yang paling setia, aku sudah berjanji akan selalu bantuin kamu”


“Nona Boa”


“Aku nggak punya apapun saat ini Rose”


“Kau punya segalanya Boa”


“Apa ? “


“Rasa simpati yang tinggi”


“Aku sudah bilang Mamamu yang membuat aku begini “


“Nona Boa tau nggak Papa sekarang lagi dekat dengan siapa ? “


“Iya... Aku tahu kok”


“Nona Boa”


“Aku nggak mungkin dekat dengan suami sahabatku Rose”


“Tapi aku selalu khawatir setiap dia suka seseorang “


“Rose... Papamu pasti kesepian dia juga butuh teman hidup”


“Itu kan urusan nanti yang penting dia sayang sama Papa kamu “


“Ehhh itu kan Rose” seseorang melambaikan tangan pada Rose.


Rose membalas dengan senyuman tipis.


“Bersikaplah baik ya Rose, aku mau lanjut ke stand aku ya”


“Iya”


Sejauh ini Rose memang tidak mempunyai teman akrab, Rose selalu sibuk dengan urusan bisnis .


Satu persatu teman Rose hilang karna merasa tak mampu jika bersama dengan Rose.


Tapi Rose tidak begitu peduli, ia lebih peduli pada dirinya sendiri ,mencari pencapaian tertinggi dalam hidupnya dan itu sempat membuat Papanya khawatir namun seiring berjalannya waktu dan Rose mulai diserahkan kepada pabriknya, disanalah Rose belajar sedikit demi sedikit tentang arti sebuah hubungan sosial antara manusia satu dengan yang lainnya.


“Hai SPB ku”


(Sales Promotion Boy)


“Diam ah... Aku lagi gamon”


“Dihhh kok gitu”


“Biarin....!!! Dari awal aku nggak mau”


“Jangan ngambek dong.... Lihat penjualan kita.... Taraaaa....... “


“Terserah”ujar Nervian ngambek


“Anggara... Aku sudah transfer bayaran kamu ya, Joe kamu juga”


“Makasih Rose”


“Sama-sama”


“Terus aku”tunjuk Nervian


“Aku ngutang dulu ya”


“Nggak ada... Nggak ada.... “


“Biarin... Weckkkk !!! “


Nervian mengejar Rose dan diikuti oleh gelak tawa orang-orang yang ada di stand Rose.


“Ramai yang belanja ? “


“Ya... Lumayan kok Bu”


“Kamu sudah makan ? “


“Sudah “


“Papa sama Bu Maya, mau lihat-lihat ke stand lain ya”


“Iya “

__ADS_1


“Biarin aja Rose”


“Apaan sih !!! “


“Moodmu langsung berubah saat lihat Papa dan Bu Maya”


“Nggak kok”


“Aku tahu perasaanmu”


“Sudahlah Ner”


“Nervian !!! “


“Apalagi sih iblis betina satu ini”batin Rose


“Aku bawain kamu makanan”


“Nggak perlu.... Nervian sudah makan dan kau nggak perlu baik sama suami orang ya !!! “


“Aku Cuma bawain Nervian aja kok, kamu ngamuk sekali”


“Hehhh.... Mbak entah siapa kamu, Nervian itu sudah menikah dan apa kamu pantas kesini sambil bawa makanan... Dasar nggak tahu malu !!! “ujar Anggara


“Dih.... Bukan urusan kamu ya, aku sama Nervian itu teman dari kecil”


“Lihat saja Nervian, wajahnya aja jijik lihat kamu !!! “


“Nervian aja nggak ngomong apa-apa kok, ya kan Ner.... “


“Maaf Wita, tapi yang dikatakan oleh Anggara itu benar, aku sudah menikah dan kelakuanmu itu tidak pantas”


“Terserah kamu deh Ner !!! “ucap Wita menahan malu karna Nervian sama sekali tidak membelanya.


“Maaf ya Rose, aku nggak tahu mau ngusir dia kayak gimana ? “


“Nggak apa kok yang penting dia nggak kesini lagi”


“Makasi ya Rose”


“Iya”


“Hari ini jualan kita lumayan lohh”


“Iya... Besok aku juga mau tawarin ke kampus tempat aku mengajar ya”


“Iya... Makasih”


“Jangan makasih pakai omongan”


“Mulai.... “


“Hehehehe”


🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞


“Hai kak... Anggara kan ya”


“Iya.... “


“Aku nunggu dari tadi”


“Iya ada apa ? “


“Aku boleh minta kontaknya”


“Maaf tapi aku sudah menikah”


“Ohhh... Aku kira belum maaf ya”


“Iya nggak apa kok”


“Kok kamu bilang gitu sih ? “


“Aku kan sudah bilang”


“Apa ? “


“Hatiku hanya milikku seorang”


“Kamu normal kan Anggara ? “


Hihh... .. Ucap Joe sambil bergidik


“Normal lah”


“Terus”


“Seolah kamu nggak tahu tentang aku saja “ sambil melirik Rose


“Aku harus beritahu Nervian “


“Beritahu saja”


Rose dan teamnya pulang sekitar pukul 24.00 malam.


Rose merasa lelah namun gembira, kainnya banyak terjual dan bajunya pun sisa tiga biji.


“Aku bersyukur deh Nona Boa ngajak aku ikutan ini”


“Iya... Jangan lupa kamu bagi ke dia juga”


“Iya... Pastinya dong”


“Rose”


“Apaan”


“Aku kan sudah lelah ni”


“Terus ??? “


“Aku boleh minta”


“Minta apa ? “


“Biasa”


“Masih ada semangatmu Ner ? “


“Ada kalau kamu kasih”

__ADS_1


Rose menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nervian.


Nervian menggendong Rose ke dalam rumah dan melakukan unboxing.


__ADS_2