
💚💚💚HAPPY READING💚💚💚
"Ner.... Papa kayaknya kasmaran lagi deh”
“Cepat banget”
“Iya, Papa emang gitu tapi ngga ada yang serius kok Ner”
“Kalau kamu punya Mama tiri emangnya kamu dah siap ? “
“Tergantung, aku harus tau siapa calonnya”
“Emang kalau aku boleh tahu, tentang Tante Emy, apa yang buat kamu nggak setuju sama dia ? “
“Kamu tahu nggak pas galeri aku dibakar itu”
“Iya”
“Nah pada saat itu kan Papa lagi dekat juga sama Tante Emy yang rekan bisnisnya, tapi pas Papa minta bantuan ia malah menghindar dan sekarang saat Papa sudah bangkit lagi, dia malah pacaran sama Papa, siapa yang nggak kesal “
“Papa kamu juga mau”
“Namanya juga orang bucin, butalah Ner !!! Tapi syukur aja Papa mau putus sama dia”
“Tapi apa kamu nggak kelewatan Rose ? “
“Nggaklah”
“Papa kamu setuju juga “
“Iya.... Lagipula buat apa cewek yang hanya mau saat kita diatas, aku berani taruhan jika ia serius coba aja kasi tahu Papa punya hutang banyak, pasti dia kabur”
“Wah yakin kamu”
“Aku berani taruhan”
“Eh Rose ngomong-ngomong kalung kamu mainannya mana ? “
Rose melihat kalungnya dan memegangnya.
“Ehh.... Iya ya mainan kalung aku kok nggak ada ? “
Rose mulai mencari disekitar meja kerjanya.
“Ner.... “
“Aku bantu cariin kamu “
Nervian melakukan hal yang sama namun setelah hampir setengah jam, tidak juga membuahkan hasil.
“Ner.... Itu kalung pernikahan kita “ucap Rose sambil berkaca-kaca.
“Iya... Nanti kita beli lagi kalau nggak ketemu ya”
“Beli kamu bilang, apa ini nggak berharga buat kamu !!! “
“Berharga Rose, tapi kalau sudah dicari nggak ketemu mau gimana lagi !!! “
“Nggak punya perasaan “
“Terus aku harus gimana Rose, sementara tempat ini kan luas”
“Aku tahu itu hanya mainan kalung tapi itu berharga buat aku”
“Kamu pikir itu nggak berharga buat aku, tapi mau gimana lagi, nanti aku beliin yang sama persis, atau gini aja mainan kalung aku buat kamu ya”
“Nggak usah !!! “ujar Rose sambil menatap layar laptopnya.
“Huhhhhh...... “
Akhirnya Nervian membuat pengumuman di pabrik, jika ada yang melihat kalung Rose akan diberikan imbalan.
Rose merasa harinya kurang mood, ia makan sedikit dan langsung pergi tidur.
Hatinya kalut raganya bimbang, bukan masalah harga atau bentuknya tapi itu adalah janji pernikahan ia dan Nervian sementara Nervian memperkeruh suasana dengan ingin membelikan mainan kalung yang baru.
Nervian yang mengerti keadaan istrinya itu, tidak banyak bicara, ia ingin memahami perasaan Rose saat ini.
Nervian menonton tivi hingga tengah malam sementara Rose sudah hanyut ke alam mimpinya.
Saat sedang asyik menonton tivi Nervian ingin buang air kecil, ia berjalan menuju kamar mandi dan setelah selesai, matanya fokus pada wastafel.
Meski mungil benda itu sangat diketahui oleh Nervian.
JACKPOT !!!
Sementara saat Nervian sibuk dikamar mandi, Rose keluar dari kamarnya menuju dapur untuk minum segelas air.
Terlihat wajahnya yang masih murung.
“Rose.... Kamu sedang apa ? “
“Emmmhhhh”ujar Rose dengan malas.
“Aku punya sesuatu buat kamu”
“Apaannn ? “
“Taraaaa......!!! “
“Wahhhh.... Ketemu dimana ? “
“Di wastafel “
__ADS_1
“Emmmm.... Aku rindu banget sama mainan kalung ini”
“Aku nggak dipeluk ? “
“Dah ya aku mau tidur”ucap Rose lalu meninggakan Nervian yang masih mematung.
“TERSERAHHHHHARGGGGGG”
Saat sarapan Rose tidak berhenti memperhatikan mainan kalungnya.
“Aku janji nggak akan ceroboh lagi”
“Kayaknya pegangannya terlalu renggang, nanti kita pergi buat perbaiki ya”
“Iya”
Rose tiba-tiba terdiam karna kepalanya pusing.
“Kamu kenapa Rose ? “
“Kepalaku pusing, biasa kalau mau datang bulan aku, kayak gini”
“Kalua sakit istirahat saja Rose”
“Nggak bisa Ner.... Aku harus kerja”
“Rose.... Pikirin juga kesehatan kamu”
“Tapi aku bosan sendiri dirumah, kamu kan ngajar habis itu kerja di pabrik “
“Kan sudah jadwal aku kayak gitu”
“Aku sama siapa ? “
“Kamu mau aku panggilin Bik Karsi”
“Boleh deh”
“Aku telepon dulu ya”
“Iya”
📲
“Hallo Pa”
“Iya... Ada apa Ner ? “
“Bik Karsi lagi sibuk nggak ? “
“Nggak sih tinggal beberes aja, ada apa ? “
“Rose nggak enak badan Pa, pengen ditemenin sama Bik Karsi”
“Baik.... Nanti Papa suruh supir antar dia kesana ya, memang Rose sakit apa ? “
“Baik.... Tunggu aja ya”
“Iya Pa.... Terimakasih “
“Sama-sama Ner”
“Gimana Ner ? “
“Sipp.... “
Sekitar dua jam Rose menunggu Bii Karsi.
Rose tak kuasa menahan rindu pada ART nya yang sudah lama merawat ia.
“Bik..... Aku rindu sama bibik”
“Sama Non, Bibik juga rindu”
“Bibik masih rajin ke pusara Rey ? “
“Masih dong, bunga yang selalu kamu titip pasti bibi bawa kesana “
“Makasih ya Bik, pasti Rey seneng deh di surga sana “
“Iya... Apalagi kamu selalu ingat sama dia”
“Iya Bik”
“Ini bibi bawa titipan dari Papa dan bibi juga buatkan sop ayam biar kamu cepat sehat “
“Makasih Bik”
“Pakai makasih segala”
“Hehehehe”
“Bik tau nggak kemarin, mainan kalung punya Rose hilang”
“Hilang kok bisa”
“Jatuh di wastafel tapi aku nggak tahu”
“Terus siapa yang ketemuin”
“Nervian “
“Hushhhh suami aku, gitu dong bilangnya”
__ADS_1
“Ehhh... Masih lucu bilang kayak gitu Bik”
“Hahhh terserah Nona saja deh”
“Aku marahin dia juga looh bik”
“Kok gitu”
“Habisnya dia maunya beli yang baru “
“Wajar sih, kan dia nggak mau kamu sedih”
“Iya, tapi kayak nggak hargain barang penting “
“memang kalau sudah hilang, jalan satu-satunya adalah beli “
“Iya aku tahu, tapi kan aku sedih sekali Bik, dia juga sempat mau kasih mainan kalungnya buat aku”
“Tuhkan Nervian juga sudah usaha bikin Nona senang “
“Iya Bik, tapi tetap aja aku kecewa plus kesal sama dia”
“Iya... Tapi nggak baik kayak gitu Nona kan sudah dewasa”
“Iya Bik.... Maaf”
“Ayo makan dulu”
“Iya Bik”
🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲🍲
Sementara itu Nervian ingin cepat-cepat pulang.
Setelah beres-beres di pabrik, ia langsung melesat ke toserba untuk berbelanja bahan makanan.
Dia khawatir pada Rose karna tadi saat ia tinggal kondisi Rose agak lemas.
“Nona... Apa Nona nggak hamil nih”tanya Bik Karsi sambil mengupas buah apel.
“emmmm... Uhuk... Uhuk”
Rose sangat terkejut”Enggak Bik nih aku lagi datang bulan”
“Ohhh Bibik pikir Rose hamil, oiya Janet gimana ? “
“Janet sudah hamil, tinggal tunggu lahiran aja lagi sebentar “
“Owhhh gitu”
“Nggak nyangka ya dia bakalan sama Joe”
“Iya.... “
Ting Nong....
Ting Nong...
Ting Nong....
“Bik bisa tolong bukain pintunya”
“Iya”
“Tuan Nervian “
“Iya Bik ini aku”ucap Nervian sambil berlari ke kamar mandi karna rambutnya basah terkena gerimis .
“Bibik pasti direpotin ya sama Rose”
“Iya.... Dia nyusahin banget Tuan, minta ini minta itu”ujar Bik Karsi sambil tertawa bercanda.
“Tuhkan.... Apa aku bilang”
“Hehehehe.... “Rose tertawa cekikikan.
“Kamu sudah makan ? “
“Sudah dong, bibik juga sudah masak buat kita”
“Bibik lama lohhh disini, apa Papa nggak kerepotan dirumah ? “
“Enggak kok Tuan, Big Papa katanya nanti makan diluar saja”ucap Bik Karsi
“Ohhh gitu... Baiklah Bik”
Ting Nong...
Ting Nong...
Ting Nong...
“Siapa yahhh ? “Nervian membuka pintu dengan malas.
“Dika...... I miss you “memeluk Nervian.
“Siapa Ner..... ? “
“Kamu mau apa kesini ? “
“Galak amat sihh !!! “
“Aku malas .... “
__ADS_1
“Ner jangan gitu dong”ucap Tante Nervian yang kemarin bertemu dengan Rose dan berbicara menyebalkan itu, kini terlihat di rumah Nervian.
“Suruh masuk tamunya”ucap Rose kemudian ternganga sebentar melihat Tante Nervian dan seorang gadis muda yang terlihat glamor.